Terkadang cinta bukanlah hal yang mudah untuk dirasakan, kadang kala juga harus melalui proses yang menyakitkan untuk mendapatkan anugerah Tuhan yang tak bisa dilukiskan itu.
Gara-gara emosinya yang tidak mudah dikontrol, Kinanti harus berurusan dengan seorang Presdir sebuah perusahaan besar di negeri ini, hanya karena ingin membalas perlakuan musuhnya yang dulu pernah mempermalukan hidupnya. Dia dengan konyolnya mencium Langit di tempat umum.
Dan itu adalah awal dari perubahan besar yang akan terjadi di kehidupannya.
Akankah seorang Langit Pradipa Mahesa mampu menggetarkan hati seorang Kinanti Bintang Prasetiya yang tidak pernah merasakan getaran cinta?
Cerita ini ga terlalu banyak komedinya dibandingkan novel 'Istri Pilihan Aki'. Tapi semoga bisa selalu menghibur...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayam goreng
Langit menarik tangan Kinan dan membawanya ke dalam pelukannya. Wanita itu semakin menangis, dia menumpahkan semua kekesalannya di pelukan suaminya. Memang ini yang dia butuhkan sejak tadi, sebuah pelukan hangat yang menenangkan hatinya. Biasanya Fadli yang selalu melakukan hal ini untuknya ketika dia sedang merasa sedih.
"Urus semuanya!" Perintah Langit pada David yang berdiri dua langkah di belakangnya.
Dan seperti biasa, David selalu membersihkan semua kekacauan yang Kinan timbulkan.
Langit membawa Kinan keluar dari Kafe itu, tapi sebelumnya dia memerintahkan dua pengawalnya untuk membantu David agar tak ada berita-berita yang akan merusak citra seorang Langit Pradipa Mahesa
Sementara itu Kinan sudah mulai bisa mengontrol emosinya, dia kini tengah duduk di dalam mobil Langit.
"Kenapa kau memelukku tadi?" Ucap Kinan dengan nada sinis.
"Haruskah aku membalas pukulanmu?" Balas Langit sinis seperti biasa.
"Kenapa kau melakukan ini? Apakah dengan begini kau merasa puas?"
"Bukan aku yang melakukan itu. Jadi kau harus meminta maaf kepadaku karena telah menuduhku!" Balas Langit yang terlihat kesal.
"Aaaaaaaa…" Kinan terkejut melihat wajahnya di cermin. Wajah cantiknya sudah berlumuran riasan mata yang luntur karena tangisnya.
"Memang kau pikir kenapa aku memelukmu?" Ucapan Langit dibalas pelototan tajam istrinya.
"Aku takut mereka mengira kau orang gila yang baru kena PHK." Lanjutnya, tersenyum sinis.
*
Mobil Langit telah terparkir di basemen apartemen miliknya, tapi dia tak tega membangunkan Kinan yang terlelap tidur karena lelah setelah menangis seharian tadi. Bahkan dering handphonenya tak membangunkannya.
Setelah beberapa kali berbunyi akhirnya Langit memberanikan diri mengangkat panggilan masuk ke handphone Kinan.
"Kin, aku udah nyampe, kamu dimana?" Terdengar suara laki-laki di seberang telpon, dia berbicara dengan nada penuh kekhawatiran.
"Kin? Kin kamu baik-baik aja kan?" Lanjutnya.
"Dia baik-baik saja. Dia sedang tidur." Jawab Langit dengan nada suara datar.
"Dimana Kinanti?" Kali ini Fadli meninggikan suaranya.
"Dia sedang terlelap tertidur bersama saya."
"Jangan membual kau ********! Cepat katakan dimana Kinanti?"
"Aku suaminya, bukankah wajar jika kami tidur bersama?" Teleponnya pun di putus dengan sumpah serapah Fadli yang tak terdengar olehnya.
Flashback On
Fadli melajukan mobilnya ke arah Kafe yang biasa mereka datangi.
"Mas saya mau tanya apa tadi liat perempuan ini?" Tanya Fadli sambil memperlihatkan foto Kinan di handphonenya.
"Tadi siang dia emang kesini, terus dibawa pergi sama pacarnya yang kaya itu." Jawab si pelayan Kafe jujur.
"Pacar?"
"Ya, kayaknya dia pacarnya. Soalnya tadi si Mbaknya dipeluk terus dibawa pergi. Terus dia nyuruh anak buahnya untuk ngehapus CCTV, dan meriksa handphone pengujung kafe buat menghapus semua foto dan video yang mereka ambil waktu Si Mbaknya dipeluk pacarnya ataupun waktu si Mbaknya masih nangis sendiri." Jawabnya panjang lebar.
"Tapi Kinan ga punya pacar Mas." Sanggah Fadli.
"Ya saya ga tahu kalo urusan itu sih. Yang jelas kayaknya pacarnya orang kaya, karena dia ampe bawa pengawal segala."
Mendengar penjelasan pelayan Kafe, Fadli dapat menyimpulkan bahwa yang membawa Kinan pergi adalah Langit.
Segera dia menelepon nomor Kinan tapi tak ada jawaban, dia semakin gelisah, dan terus berusaha menelpon Kinan.
Flashback off
Hampir satu jam Langit memandangi wajah istrinya yang terlelap di sampingnya, dia memperhatikan setiap inci wajah wanita si pembuat onar itu hingga tanpa sadar senyumnya mengembang ketika memandangi wajah istrinya yang masih terlelap.
"Apa semudah itu dia melupakan pemecatannya?" Dia bicara pada dirinya sendiri.
"Hei mau sampai kau tidur disini?" Langit menekan bahu Kinan dengan telunjuknya.
Perlahan dia pun membuka matanya, dan pertama yang dia lihat adalah suaminya yang duduk dibalik kemudi.
"Apa yang kau lakukan di mobilku?"
"Heh?" Dia menyunggingkan sudut bibirnya.
"Kumpulkan dulu nyawamu yang masih bertebaran! Sejak kapan mobil ini jadi milik mu?"
Kini Kinan mengingat kejadian yang dia alami hari ini hingga dia berada di mobil Langit.
Mereka berdua masuk ke dalam apartemen Langit, yang disana sudah ada David yang entah kapan dia masuk ke dalam apartemen Tuannya itu.
"Selamat malam." Ucap David kepada Langit dan kinan kembali berkutat dengan angka-angka yang ada di layar laptopnya.
"Langiiiit! Mobil aku ketinggalan di Kafe. Aku harus kembali." Kinan panik.
"David sudah mengurusnya." Jawabnya datar seperti biasa.
"Mana kunci mobilku? Aku mau mencari makan. Aku lapar."
"Tunggu, aku ikut. Aku juga lapar. Ganti bajumu! Bukankah sekarang kau adalah seorang pengangguran? Kau mau membohongi siapa memakai setelan kerjamu itu ke luar?" Ucap Langit, sengaja menyindir istrinya.
"LANGIIIIT!!" Itulah suara yang dia harapkan, sebuah suara lengkingan yang hanya dimiliki oleh istrinya.
David hanya bisa menutup telinganya, mendengar lengkingan istri Tuannya.
Hanya kau yang berani meneriakinya Nona. Dan bodohnya dia seperti terlihat bahagia mendengar lengkingan ini.
David tak habis pikir dengan kelakuan pasangan di hadapannya itu.
**
Langit memarkirkan mobilnya disebuah restoran mewah, ia ingin membawa Kinan makan malam disebuah tempat yang tak biasa untuk menghiburnya.
"Turun!" Ucap Langit pada gadis yang masih menyelami lamunannya, tanpa menunggu Kinan menjawab perintahnya Langit turun terlebih dahulu dari mobilnya.
"Kita mau kemana?" Kinan bingung.
"Makan."
"Tapi aku sudah harus mulai menghemat pengeluaranku. Karena sekarang adalah seorang pengangguran." Jawab Kinan yang kini tengah memandang sebuah restoran cepat saji yang ada di seberang restoran mewah yang hendak Langit kunjungi, dia terlihat bersemangat membayangkan menggigit ayam goreng renyah dan kentang goreng gurih serta soda yang menjadi pendampingnya. Makanan itu adalah makanan yang sudah lama paling Kinan hindari. Tapi untuk saat ini dia terlihat tergiur melihat foto ayam goreng renyah yang dipajang didepan restoran tersebut.
"Aku akan makan di restoran itu. Kau silahkan lanjutkan lah rencana mu makan disini." Lanjutnya tanpa memalingkan wajahnya dari foto sepotong paha yang menggiurkan. Tanpa dia sadari kelakuannya membuat Langit tersenyum.
"Kau ingin makan di sana?"
Gadis cantik itu mengangguk sambil tersenyum ke arah Langit yang sedang berdiri di sampingnya.
Langit menghembuskan nafas dengan kasar melihat sepasang mata yang berbinar ketika menatapnya seolah berkata 'jangan tolak permintaan aku'.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Aku balik lagiiiiii .....
eh aku kangen karya Mak othor solehot ini,jadi download aplikasinya lagi donk../Joyful/