NovelToon NovelToon
Omku Suamiku , 3

Omku Suamiku , 3

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Cintapertama / Nikahmuda / Anak Kembar / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: riena

Musim ke tiga sequel dari
Omku Suamiku season 1 dan 2

Disarankan membaca
Omku Suamiku season 1 revisi
Omku Suamiku season 2

Julie, terjebak dalam perjanjian dengan tiga orang pemuda Bara, Neo dan Alan karena iklan tipu tipu.

Jadi pembatu ketiganya karena kontrak yang sudah terlanjur disetujui tanpa melihat isi kontrak kerja yang sudah ditandatangani.

Bagaimana Julie menjalani hari hari menghadapi Bara yang dingin dan jutek, Neo yang gak jelas kadang baik kadang lebih jutek dari kembarannya dan Alan yang hobi ngegombal.
Khas playboy cap badak bercula ?

Dan Alana, adik perempuan Alan yang baru berusia enam belas tahun, akan menikahi gurunya sendiri karena rasa dan permintaan sang Opa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Hantu pohon mangga

Di ruang keluarga, berkumpul para Opa dan para Papa, setelah berbicara dengan kedua putranya, Papa Elang bergabung dengan mertua, Opa Gunawan yang sudah dianggapnya sebagai pengganti Almarhum Papanya dan juga Opa Yonan, bukan hanya sekedar Abang iparnya, tetapi sebagai wali dari almarhum kedua orang tuanya.

" Salah satu dari mereka bersedia Lang ? "

Opa Dimas langsung bertanya ketika Papa Elang sudah menjatuhkan bobotnya pada salah satu kursi.

" Hanya tinggal Neo, dan dia tidak mungkin bisa menolak "

Sahut Papa Elang, menatap secara bergantian ke empat Opa.

" Bara tidak mau ? "

Opa Gunawan membuat kesimpulan.

" Dia sudah punya kekasih "

Bibir Papa Elang membentuk lengkungan tipis.

" Hah ? Apa bukan cuma sekedar membuat alasan untuk menolak ? "

Opa Yonan tidak percaya.

Papa Elang menggeleng.

" Aku mengenal mereka berdua sama seperti mengenal diriku sendiri, untuk hal seperti ini, dia tidak bisa bercanda "

Opa Yonan tersenyum lebar.

" Dia memang seperti dirimu dan Almarhum mertuaku, diam diam menenggelamkan "

Papa Elang hanya tersenyum mendengar istilah Opa Yonan.

" Dam, Reino usianya sudah lebih dari cukup, sudah hampir kepala tiga, suruhlah dia segera menikah atau jika dia tidak memiliki kekasih, kita bisa mencarikannya " Papa Dimas beralih ke Papa Adam yang dari tadi cuma diam menyimak.

Papa Adam menghela napas panjang.

" Besok, biar aku bicarakan pada Reino, Pa "

" Kalau bisa, suruh secepatnya dia menikah Dam, kami para orang tua ini tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu cucu cucu kami menjadi pengantin "

Imbuh Opa Gunawan.

" Ayah, jangan mengatakan itu, Ayah, Papa dan yang lainnya akan selalu sehat dan akan menyaksikan semua cucu menikah, InsyaAlloh "

Papa Adam menatap satu persatu wajah para tetua.

Ayah Gunawan hanya menunduk, matanya memerah.

Allah menjadikan Papa Adam sebagai menantunya memang tidak pernah salah.

Papa Adam tidak pernah membeda bedakan antara Opa Gunawan dan Opa Dimas, keduanya sama sama orang tua baginya.

...*****...

Berjalan menyusuri Mal, seperti dua orang yang sedang bermusuhan, membuat Alan merasa lucu sendiri.

Bibirnya senyum senyum menatap Julie yang seperti anak hilang.

Matanya kesana kemari, entah apa yang dilihatnya.

" Juliette, kenapa kamu seperti yang sedang berselingkuh ? Atau memang sedang berselingkuh ? "

Alan menarik jaket Hoodie kebesaran yang dikenakan oleh Julie.

Julie berdecak.

" Enggak, berselingkuh dengan siapa ? Aku tidak pernah boleh pacaran, aku hanya sedikit kuatir jika bertemu dengan para pemuja Abang, lalu mereka aku menyiksa aku bersama sama, setelahnya meng-upload ke sebuah konten, lalu ...."

" Hei, daya halu-mu ketinggian, makanya jangan suka nonton Drakor, belajar yang benar ! "

" Aku cuma kuatir, cepatlah bang ! Katanya mau nonton, jangan mengukur berapa luasnya lantai Mal ini, besok Abang bisa bertanya pada bagian pengelolaan gedung Mal ini "

Alan terkekeh.

" Iya iya, kamu itu, diajak jalan jalan justru seperti pencuri saja, biasa saja ! Abang bukan artis dengan banyak penggemar "

Ah, ingin rasanya Alan memegang tangan Julie, tapi Alan kuatir Julie ketakutan, lalu kabur dari rumah, bisa berabe, kalau Bara dan Neo besok kembali, bisa dipastikan dia bakalan kena omelan karena di anggap berbuat kurang ajar.

" Kamu mau nonton apa ? Film romantis ? "

Alan yang berdiri di samping Julie ikut menatap deretan poster film yang akan tayang.

" Ini, kaya'nya lucu "

Tunjuk Julie melalui ekor matanya.

Alan membulatkan kedua matanya membaca judul dan poster film yang ingin Julie tonton.

" Juliette, gak salah kamu nonton yang ini ? "

" Kenapa ? Gak suka atau enggak berani ? Abang nonton saja yang Abang suka, aku mau nonton yang ini "

" Juliette, gadis seusia kamu itu kebanyakan nonton film yang romantis, bukan yang seperti itu "

Alan kembali membaca judul film, Hantu pohon mangga.

Pasti ini gara gara waktu ngidam Julie, emaknya lagi demen makan diatas pohon mangga, jadi kebawa sampai Julie gede.

" Enggak ah, film romantis bikin baper, aku sudah bosan dengan yang berbau bau seperti itu, dari aku masih orok sudah melihat secara life "

Julie memesan dua tiket, tapi tentu saja Alan yang bayar.

" Maksud kamu apa nonton yang begituan ? Jangan bilang kalau kamu sudah pernah nonton...."

" Jangan nuduh bang ! Orang tuaku lebih romantis dari pada Drakor atau film dari negaranya Shah Rukh Khan, jadi kalau hanya sekedar film yang itu, lewaattt "

Julie menunjuk film yang direkomendasikan oleh Alan

" Ooo....Kirain Abang "

Alan terkekeh.

" Nanti kalau kamu takut, peluk saja tangan Abang ya "

Alan nyengir.

Julie acuh, seakan tidak mendengar apa yang baru Alan ucapkan.

Sudah kebal dengar gombalan kaya' gitu ya Jul.

...*****...

" Bar, apa yang dilakukan Alan saat ini "

Tanya Neo menatap langit langit kamar.

Apa Neo gak nyadar ya, kalau langit langit kamar lagi gak kepengen dilihatin Neo, dia ngambek karena Neo, Bara dan Alan jarang pulang.

" Tidur, ini sudah jam sepuluh malam, kau juga tidurlah, anak kecil gak boleh tidur malam malam "

Sebelum bantal melayang ke mukanya, Bara cepat menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

" Sok tua kau, kita hanya berselang lima menit lahir ke duania ini "

" Kau belum punya pacar, tandanya kau masih kecil, bersiap siaplah ! Kau besok akan dibawa Papa dan Mama untuk diperkenalkan pada calon istrimu "

Bara tergelak kencang.

Neo mendengkus.

" Apa yang kau tertawakan ? Kesurupan ? Atau kau sangat senang karena aku yang harus diperkenalkan kepada seorang gadis, ckk sungguh menggelikan, membayangkannya saja aku tidak sanggup "

Neo menelungkupkan badannya.

" Kau tahu drama drama yang sering ditonton oleh Alana dan Kania, seperti itulah besok nasibku, sungguh memalukan, pasti Alan akan tertawa hingga sakit perut dia, jika tahu kita berdua di suruh pulang untuk apa "

Bara diam saja mendengar omongan Neo.

" Eh, Bar, bagaimana kau mengenal gadis itu, kau tidak pernah cerita, ayo ceritakan padaku kisah-mu itu ! "

Neo berbaring menyamping menghadap Bara yang sedang mengecek ponselnya.

" Tidak ada yang menarik untuk diceritakan "

Bara mengelak.

" Pasti menarik, kalau tidak, mana mungkin kau memutuskan untuk menjadikannya dia pacarmu, ada Mimi yang selalu salah mengejar kita saja kau tidak bergeming,

tapi dia juga yang salah, gak jelas siapa yang dia suka, untungnya kita sedang malas iseng "

" Cepatlah Bar, ceritakan ! Jangan kau bolak balik melihat ponselmu, dia sudah tidur, tidak mungkin membalas chat-mu lagi "

" Iya iya kau cerewet sekali "

Ujar Bara meletakkan ponselnya di atas nakas.

Bibir Bara tersenyum sembari menceritakan bagaimana dia bertemu dengan Fatimah.

" Hah ? Jadi cuma begitu ? Gak romantis sekali, menyesal aku mendengarnya, eh tapi lusa aku akan main main ke kampus, siapa tahu ketemu dengan peristiwa yang sama seperti dirimu "

Neo terkekeh.

" Kau pikirkan saja bagaimana nasibmu besok, jangan berulah atau kau akan digantung oleh Papa "

Neo mendesah.

" Semoga gadis itu tidak mau denganku, tidak asik sama sekali menikah karena dijodohkan "

Neo menutup mukanya dengan bantal.

...******...

...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻 ...

1
Magda Nuraini Nursyirwan
cie cie Bara,gak bisa omong lagi,disebelah bapak mertua,Fatimeh senyum2 😎🥰
Magda Nuraini Nursyirwan
inget opa Tyo,sedih banget
Magda Nuraini Nursyirwan
gak di buat2 sesuai nalar dan logic,mengesankan critanya,ceritanya bagus,per bab perbab bikin nagih pengen tau banget,lika liku nenek kamek saudara anak dan keturunannya,akrab,dengan guyonan konyol sampai menahan rindu,penasaran dan jangan sampai ketinggalan membaca cerita indah ini,ber sambung2 garis keturunannya 💖💖💖💖💖💖💖
Magda Nuraini Nursyirwan
suka banget ceritanya Riena 👌🌺😍🥰
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
the best pokonya, baca di ulang ulang nga pernah bosan💜❤💛🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
💜❤💛🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
❤💛💜🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💜💛❤
Rabiatul Wulan
lagi kangen 🤗sama semua tulisanmu thor😁jdi rencananya mau baca ulang satu-satu 🤭😍😍
Rafli Satria
Luar biasa
Safitri Agus
udah tamat aja, rasanya ga bosan baca berulang kali OKSK,, terlalu berkesan dihati,🥰🥰🥰💞💞💞
Safitri Agus
😍😍😍
Safitri Agus
hamil berjamaah, keluarga mereka ini ada momen apa saja maunya selalu bareng ngikutin pendahulunya😂😂😂
Safitri Agus
kenny mupeng 😁,lucu sayang disini cuma figuran ga tahu jodohnya siapa 🤭
Safitri Agus
ga ada drama nangisnya,Alana benar² sudah siap,🤭
Safitri Agus
penguntit amatiran 😁😁😁
Safitri Agus
akhirnya uneg² Gio selesai endingnya diperaduan berayun-ayun 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!