Galaksi si cowok super galak yang menjadi dambaan para kaum hawa SMA Bhakty Jaya. Tampan, tubuh semampai, hobi menyakiti hati Orzie, dan satu lagi, otak encer gak main-main yang membuat namanya terkenal di mana-mana sebagai siswa paling pintar di kalangan guru-guru.
Saat ratusan hati bertekuk lutut di hadapannya, tidak bagi Orzie. Si cewek berpenampilan super sengak dengan title 'Rembes Style'!
Menjadi babu Galaksi udah biasa. Tapi uangnya habis diporotin cowok itu, yah, si roh jahat–sebutannya pada Galaksi.
Geng Legion yang membawa mereka dalam pusaran maut terpaksa merampas nyawa salah satu sahabat Gamaliel, kembaran Galaksi. Hingga dalam keterpurukan itu, Orzie datang membawa harapan. Perhatiannya membuat Gamaliel egois dan melakukan segala cara merebut Orzie dari jeratan Galaksi!
Galaksi started!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blackblue_re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17 | Tawuran
Puluhan siswa SMA Bhakty Jaya mengerubungi jalan Malaka yang berhadapan langsung dengan gerbang SMA Taruna, melihat keramaian itu para masyarakat sudah menduga akan terjadi tawuran lagi seperti beberapa hari yang lalu.
Sekitar empat puluhan lebih siswa SMA Taruna keluar dengan wajah-wajah sangar, membuka tas gitar yang berisikan senjata tajam sedangkan beberapa menenteng katana sepanjang satu meter di tangannya. Cewek pada histeris melihat keramaian itu hingga berlari sejauh mungkin.
Legion dari Bhakty Jaya tidak kalah mengerikannya, mereka melangkah dengan jantung berdegup kencang bersamaan dengan rasa amarah yang semakin tumbuh liar. Seorang cowok berteriak sambil mengibarkan bendera kebanggaan SMA Bhakty Jaya yang merupakan nama mengerikan bagi petarung sekolah lain.

Gamaliel mendekat dengan sorot penuh amarah, tangannya mencengkram katana erat seakan menyalurkan emosinya pada senjata favoritnya itu.
"G-Ga-Ga---"
"Apaan lo Ga-Ga-Ga?"
"Gue bukan manggil lo Galaksi! Gamaliel kita balik aja yuk, minum teh aja udah!"
"Gak ada mundur-mundur! Lo Ji kalo takut di belakang aja lemparin botol atau bata, jangan coba-coba maju atau gue bacok!" tegas Gamaliel hingga cewek itu merinding di tempat. Dalam bertarung cowok itu gak mau membuat celah sedikitpun, karena bisa aja malah membalikkan keadaan dan semakin hancur dua kali oleh musuh bebuyutan.
"Lo Gal, pegang nih!" seru Afif memberikan klewang pada cowok itu, Galaksi memandang lama lalu bersuara, "Buat apa?"
"Asah gigi lo.... Yah bacok anak orang lah!!"
Galaksi jadi tambah bingung, antara takut dengan keselamatannya atau keselamatan Gamaliel.
Derap kaki makin terdengar lima puluh meter dari hadapan mereka, jalan raya menjadi lengang. Kebanyakan pengendara malah memutar balik dan mencari jalan aman. Umpatan, cacian dan hinaan makin terdengar keras dari kubu musuh. Anak-anak SMA Bhakty Jaya juga semakin terpancing, langkah mereka berderap semakin cepat hendak menerjang lawan dengan jumlah hampir seimbang.
"GUE BALIKIN LO SEMUA! BHAKTY JAYA, MAJUIN!!!!"
Hentakan kaki Gamaliel menjadi pemicu para iblis yang sedang dibelenggu berkeliaran mencari mangsa, Orzie gemetaran dengan botol yang dipegangnya ragu.
"Lempar oy!!!" seru salah satu cowok itu ganas, bata melayang dari tangannya hingga mengenai pundak musuh.
"Musuh di depan, mata jangan jelalatan!" sorak Mahesa menggebukan pedang sisir di udara nyaris mengenai cowok tinggi jangkung yang menjadi lawannya.
Gamaliel bertarung melawan dua orang, tanpa menyia-nyiakan waktu mereka membuat cowok itu kelabakan. Bambu panjang bergerak cepat siap menghunus kepala cowok itu.
Praak!!
"Hati-hati, Gam!" peringat Doni berhasil mematahkan serangan musuh.
"Iya gue tahu! Lo backing-in!" balas Gamaliel tanpa menoleh, bambu musuh telah pecah terbelah. Dua pelajar Taruna masih berdiri mencari celah di depannya.
Pertarungan berjalan sengit, tarik ulur terjadi di kedua kubu. Barisan depan sibuk beradu senjata tajam menimbulkan bunyi decitan yang memekakkan telinga. Seorang siswa SMA Taruna tumbang, sempat dihantam beberapa kali hingga temannya maju menyelamatkan.
Sampai dari arah barat, pintu gerbang SMA Taruna terlihat gaduh. Sekitar dua puluhan siswa berjubel di gerbang dengan bermacam-macam senjata mendekat sambil mengibarkan bendera sekolah mereka dengan teriakan panjang.
Melihat itu beberapa anak Bhakty Jaya sempat mundur hingga Gamaliel kembali berteriak, "Yang mau lari silahkan! Besok gue bacok orangnya!"
Namun masih ada anak kelas satu yang berlari ketakutan menuju perumahan. "BALIK LO NYET KALO GAK MAU MATI!!" seru Mahesa kesal, pasukan Bhakty Jaya menjadi agak gentar melihat keramaian membanjiri gerbang SMA taruna.
Pertarungan berjalan tak seimbang, berkali-kali Legion mundur akibat serangan bertubi-tubi dari segala sisi, namun tetap tidak ada yang kalah, tidak ada yang mengalah. Hingga bagian depan Bhakty Jaya kembali terpecah membuat Orzie yang berdiri di belakang sambil bersorak dan melempar botol diserang.
"Ah, mamak!! Gue kagak mau tawuran lagi!"
"Siapa lo, hah?!" tanya si ceking kurus membawa stick golf di tangannya, gak pernah melihat cewek SMA Bhakty Jaya ikut tawuran.
"Tukang tagih janji!"
"Ah bacot!"
"Ajigile, buseddd!" teriak Orzie saat parang berkarat itu meluncur bebas hampir mengenai batok kepalanya.
Prankk!
Parang menghantam aspal panas bersamaan dengan matahari yang ikut mengganas.
Kena kepala gue bisa mampus bocor aku mah! Kagak mau gue, kagak!!!
Orzie semakin berkecil hati melihat gak ada satu pun yang membantunya karena banyak dari mereka yang sibuk melawan musuh.
Mata cewek itu membulat ketika melihat golok babi terjatuh saat pemiliknya tumbang, di bagian kanan belakang salah satu korban jatuh, anak Bhakty Jaya. Kepalanya bocor mengeluarkan darah banyak, erangan terdengar mengerikan bagi cewek itu.
"Anak Bhakty Jaya kena woi!!" teriaknya lari dari cowok yang memegang parang itu dan menghampiri temannya yang tengah mengerang kesakitan itu. Golok babi dipegangnya erat-erat sambil memasang kuda-kuda siap melawan pergerakan musuh.
"Berani maju gue elus palelo ama golok!"
"Boleh juga nyali lo, ya?" ledek cowok gondrong memakai sweater hitam itu mendekatinya, Gamaliel menatap horor ke arah Orzie seakan mengatakan kalau ia sedang menghadapi masalah besar. Namun ia tetap tidak bisa bergerak, salah sedikit kepalanya yang menjadi mangsa stick golf.
"Gue, Guntur. Kenalin."
"Kagak mau kenal gue! Elo jelek! Jelek banget malah sampe mata gue rabun ayam!" cerocos cewek itu marah-marah, darah berdesir hebat di kedua tangan membuatnya gemetaran.
"Elo pada ngapain sih kudu tawuran?! Orang maen monopoli kek, ludo kek kan kagak perlu keluarin darah!"
"Tch, lo kira semudah itu pas temen lo si Gama hampir ngebunuh anak sekolah gue, Zhorgie?"
"W-what the?"
"Yang kita lakuin cuma ngebalas!"
"Gue kagak mau balas-balasan, emang ini twitter apah?!"
Whussh
Parang nyaris mengenai pundaknya, cewek itu mengayunkan golok babi secara brutal, mendengar erangan teman di belakangnya telinganya semakin mendengung. Rasa takutnya berubah mencari cara untuk mempertahankan diri.
Senjata beradu menimbulkan percikan kecil, napas Orzie menderu-deru mencari pasokan oksigen. Tangannya mendingin dengan keringat semakin berjatuhan di keningnya. Guntur terus memasukkan serangan, yang bisa dilakukannya hanya menghindar. Langkah Orzie semakin mundur, selain lincah Guntur juga hebat mencari titik lemahnya.
Sejenak iris matanya berganti melirik Galaksi yang sekarang dikepung dua orang, Gamaliel kelihatan kelabakan mencoba menghampiri abangnya namun posisinya sama sekali gak menguntungkan.
Sedangkan Afif, Mahesa dan Doni meladeni musuh yang semakin bertambah banyak dari gerbang sekolah.
Di belakang Galaksi seorang cowok membawa celurit, Orzie tambah panik. Melihat banyaknya musuh cowok itu, ditambah serangan Guntur yang semakin mendesak mundur langkahnya membuat Orzie semakin kalang kabut, otaknya jadi susah berpikir sampai mulutnya membuka lebar.
"POLISIIII WOI POLISI MUNDURIIINN!!!!" beritahunya membuat anak Bhakty Jaya menahan langkah sedangkan siswa Taruna terlihat gaduh bersorak dan menyuruh mundur pasukannya kembali menuju sekolahan.
Melihat situasi yang menguntungkan tanpa pikir panjang Orzie mengejar Guntur dari belakang dan melempar golok babi hingga mengenai punggungnya.
"Ahhhhkkkk!!!!" erangnya memekik kesakitan. Darah mencuat liar membasahi pundak cowok gondrong itu hingga seragamnya merah bersimbah darah, anak Taruna membopong bersama-sama menyadari pimpinan mereka kena bacok. Di sisi lain polisi tidak kelihatan dari ujung ke ujung.
"Anjeng lo! Gue tanda muka lo! Lihat gue balas perbuatan lo nanti!!" ancam sekorang cowok menunjuk wajah Orzie benci sembari membopong tubuh Guntur, Orzie berdiri mematung dengan wajah tegang.
"Ba-barusan... G-gue ba-bacok..."
"..... Orang?" tanyanya mati rasa, pundaknya merosot dengan tatapan kosong, jantungnya berdebar kencang. Penyesalan menguap menggerayangi tubuhnya.
"Good job, Ji! Lu berhasil beli nama anak Taruna!"
"Sialan lo Gam!! Gue barusan bacok anak orang kambeng!"
"Alah, dia gak akan mati. Kuy cabut polisi bentar lagi da---"
Door!
Tembakan terdengar nyaring di udara membuat anak Bhakty Jaya kocar-kacir melarikan diri. "Balik ke base camp depan rental!" teriak Gamaliel menuju motor sportnya membawa Orzie.
"Jangan jatuh, ntar ketangkep!" teriak Teuku dari kejauhan.
Orzie terdiam beribu bahasa dengan raut wajah tegang.
<><><><>
ada yg tau ga sih authornya pindah kemana?
semangat terus Thor, sukses selalu di tunggu karya-karyanya 🥰🥰🥰🥰