NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Duda

Terpaksa Menikahi Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:761k
Nilai: 4.9
Nama Author: Miss Merveille

Tak ada cinta yang tersisa di dalam hati seorang Digo Uparengga. Semenjak pengkhianatan yang dilakukan oleh sang istri dengan adik kandungnya sendiri bukan hanya meninggalkan luka yang menganga di dalam hati Digo, tetapi kelainan impoten yang membuat dirinya di cap sebagai lelaki anomali.

Berbagai cara telah dia lakukan untuk menyembuhkan kelainannya. Namun, tak ada satupun yang berhasil. Hingga, ia bertemu dengan seorang gadis mabuk yang membuatnya Turn on untuk sekian lama. Tanpa pikir panjang, untuk meyakini dirinya telah sembuh dia pun meminta permintaan gila kepada gadis itu, yaitu menikah dengannya.

Apakah gadis itu bersedia menikah dengan Digo?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Merveille, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengunjungi Calon Mertua

Tujuh hari berlalu begitu singkat. Tanpa terasa hari ini adalah hari kepulangan Arumi dan Digo ke Indonesia.

Sengaja, Tessa memutuskan untuk cuti hari itu agar dapat mengantar Arumi untuk terakhir kalinya ke bandara. Dia tak lupa membelikan banyak oleh-oleh kepada teman satu perjuangannya dulu sewaktu kuliah sebagai tanda kenang-kenangan. Dan tanpa di sangka, untuk membalas kebaikan Tessa karena bersedia menampung Arumi selama tinggal di Amsterdam, Digo memberikan sebuah mobil baru untuk Tessa dan menyuruh wanita itu mengembalikan mobil milik orangtuanya yang dia ambil secara diam-diam.

Sambil memeluk Arumi erat dan berlinangan air mata Tessa berkata.

"Jangan lupakan aku."

"Itu tidak mungkin, Tessa." Arumi menatap wajah sendu Tessa dan ikut meneteskan airmata.

"Kabari aku jika kau kembali ke Amsterdam."

"Tentu."

Untuk terakhir kali, mereka kembali berpelukan. Erat. Sebelum kemudian, Arumi masuk ke dalam pesawat bersama Digo dan pengacara pribadinya, dan Tessa kembali pulang.

"Nona biarkan saya membantu mu." Pengacara pribadi Digo yang kini Arumi ketahui bernama Adam tak tega melihat Arumi yang kesusahan mengangkat koper besarnya dan berusaha memasukkannya ke dalam kabin.

Sedangkan Digo terlihat sudah duduk sambil memasang earphones dan membaca buku. Pura-pura tak tau jika Arumi sedang kesusahan memasukkan koper miliknya ke dalam kabin.

"Tidak usah. Terimakasih, tuan Adam." Tolak Arumi.

Arumi mendengus keras. Mengepalkan tangan kesal melihat sikap Digo yang begitu cuek tanpa berniat sedikitpun membantu dirinya.

Dengan tergopoh-gopoh, Arumi mengangkat koper besarnya. Berdiri, dan berjinjit guna dapat mencapai kabin pesawat yang menurutnya begitu tinggi.

Koper berlahan masuk. Tetapi tiba-tiba sepatu yang ia kenakan melentur dan Arumi kehilangan keseimbangan.

"Brak..."

"Bruk..."

Koper besar yang setengah badannya sudah masuk kembali keluar dan menimpah kepala Arumi. Seketika, tubuh Arumi oleng dan tak jatuh tepat di pangkuan Digo.

Pandangan mereka seketika saling bertemu. Mengunci dengan sangat lekat dan begitu dalam.

Entah mujizat apa yang tiba-tiba merasuki diri Arumi. Seperti sebuah sihir kala melihat wajah Digo sedekat ini membuatnya terpaku dan jantungnya berdetak begitu kencang.

Di... Dia kenapa begitu ganteng?

Berbeda dengan Arumi yang terpanah akan pesona Digo. Digo sendiri justru merasakan hal sebaliknya. Darahnya tiba-tiba berdesir, detak jantung serasa berhenti berdetak, keringat dingin mulai keluar membasahi pelipis dahi.

Apa yang dia lakukan?

Mata Digo melirik ke bawah. Tepat di mana Arumi jatuh menimpahnya. Tangan mungilnya tanpa sadar memegang milik Digo. Dan untuk kedua kalinya, Digo merasakan sesuatu yang sudah sangat lama tidak ia rasakan. Sesuatu yang lumrah di alami oleh seseorang lelaki yang mendapatkan rangs*ngan seksual.

Sorot mata Arumi mengikuti kemana mata Digo tertuju. Dia tersadar akan kesalahannya yang tanpa sadar menyentuh milik Digo. Buru-buru, dia menarik tangannya dan beringsut bangun dari pangkuan Digo dan duduk di sebelah lelaki itu kikuk.

Namun, sebelum dia benar-benar menjauh dari Digo, Arumi merasakan dengan jelas ada sesuatu yang bangun dan berdiri di balik celana bahan yang Digo gunakan. Hatinya terusik.

A... Apa Digo turn on?

Di pandangnya wajah tampan meneduhkan milik lelaki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Sangat terlihat jelas, Digo seperti sedang menahan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya. Pelan Arumi mendesah dan berniat bertanya. Tetapi, belum juga satu kata keluar dari mulut Arumi lelaki itu bangkit dari duduknya dan berlari menabrak para penumpang pesawat lain masuk ke dalam kamar mandi.

Brak...

Digo membanting pintu kamar mandi pesawat, dan langsung menuntaskan gejolak yang memuncak di dada. Dia mendesah, keningnya mengerut, dan mata terpejam membayangkan seorang wanita dalam imajinasi yang bodohnya itu adalah Arumi.

"Akh, sial!" Pekik, Digo ketika tak bisa mengenyahkan wajah Arumi dalam imajinasi liarnya.

Setelah selesai melawan gejolak di dalam dirinya, Digo membersihkan tangannya. Dia tersenyum di depan cermin Wastepel.

"Dia bener-bener obat gue."

Sepanjang perjalanan menuju Indonesia, Arumi lebih banyak diam. Gadis itu terus berpikir tentang apa yang terjadi antaranya dan Digo. Sedangkan, Digo entah setan Belanda mana yang nemplok pada dirinya. Sepanjang perjalanan pulang ke Indonesia, sikap lelaki itu berubah drastis. Dia begitu manis dan romantis kepada Arumi. Contohnya saat, Arumi tertidur. Digo dengan manisnya memberikan bahunya untuk bantal. Juga saat sarapan, dengan manisnya Digo menyeka ujung bibir Arumi yang terkena selai stoberi yang gadis itu makan.

Ketika pesawat landing, Digo juga membantu Arumi mengangkat kopernya dan tidak memperbolehkan Arumi menyeret koper besar itu. Katanya, dia tak ingin membuat tangan Arumi terluka karena menyeret koper. Hal itu tentu membuat Arumi bingung dan terheran-heran.

Ini cowok kesambet apaan, sih?

Dua mobil mewah sudah menunggu mereka ketika ketiganya keluar dari dalam pesawat. Satu mobil menjemput Digo dan satunya menjemput Adam. Sebelum mereka berpisah, Adam berpamitan kepada Digo dan Arumi tak lupa mengingatkan mereka untuk membicarakan kembali perjanjian pernikahan sebelum semuanya di tandatangani.

"Kau ingin ku antar kemana?" Sudah duduk di kursi belakang mobil. Sementara supir yang di utus Digo berlahan menjalankan mobilnya meninggalkan bandara soekarno-hatta.

Sejenak Arumi berpikir. Dia tidak mungkin kembali ke apartemennya. Pasti, Leon sudah menyegel apartemen itu. Lagi pula, apartemen Arumi berada di Yogyakarta. Pasti itu akan menempuh jarak yang cukup jauh.

"Antarkan aku ke Bogor saja."

Kening Digo mengeryit. "Bandung? Jadi rumah mu bukan di Jakarta?"

Kepala Arumi menggeleng. "Keluarga ku asli Yogyakarta. Tapi karena bisnis, papa membawa mama ku ke Bandung."

"So, di mana sebenarnya perusahaan mu berdiri?"

"Yogyakarta."

Digo mendengus, menepuk bahu supir dan mengatakan untuk membawanya menuju Bandung seperti permintaan Arumi.

"Apa ada yang salah?" Arumi menelisik wajah Digo.

"Nothing." Jawabnya singkat dan membuang wajah keluar jendela mobil.

Perjalanan Jakarta Bandung menempuh perjalanan kurang lebih dua jam. Sesekali, Digo menyuruh supir untuk berhenti di rest area untuk mengistirahatkan tubuh. Setibanya di Bandung, Digo sedikit terkejut ketika Arumi ternyata membawanya ke sebuah rumah sakit besar yang letaknya di pusat kota Bandung.

"Untuk apa kita ke sini?" tanya Digo bingung sambil setia berjalan membututi Arumi dari belakang.

"Menemui calon mertua."

Mereka menelusuri lorong rumah sakit, masuk ke dalam lift dan tiba di ruang ICU. Saat pintu lift terbuka, keduanya sudah di sambut dengan berdirinya seorang lelaki berwajah tampan namun jutek.

"Bang Dicko?" Gumam Arumi terkejut.

Digo menolehkan kepala kearah Arumi, menyenggol pinggang gadis itu untuk mempertanyakan siapa lelaki asing yang tiba-tiba menyorotinya dengan tatapan tajam.

Segera Arumi tersadar, sedikit kikuk bingung bagaimana memperkenalkan calon suaminya kepada kakak lelakinya.

"Uhmm... Digo perkenalkan ini abang gu... Aku. Dicko."

Dicko mengulurkan tangannya, segera Digo meraih dan mereka berjabat tangan memperkenalkan diri.

"Dicko." Suaranya bernada serak dan begitu dingin.

"Digo."

Lama mereka berjabat tangan. Saling memandang dengan tatapan tajam. Menelisik satu sama lain.

"Oke cukup." Melihat suasana yang tiba-tiba menegang, Arumi menyentuh tangan keduanya. Melerai jabatan tangan keduanya yang begitu mencekam.

"Di mana papa."

"Di dalam." Masih tetap menatap Digo lekat, dan seperti tak rela mengalihkan pandangannya.

Buru-buru Arumi menarik tangan Digo untuk keluar dari lift dan membawanya ke dalam ruang ICU.

Gawat kalau mereka tetap bersama. Yang ada bang Dicko malah interogasi Digo dengan pertanyaan yang bikin emosi.

Di ruang ICU ada seorang perawat yang awalnya tak mengijinkan mereka masuk. Mengingat kondisi ayah Arumi yang belum stabil. Namun berkat Dicko akhirnya Arumi dan Digo di perbolehkan masuk. Tetapi dengan pesan tidak membuat kondisi pasien menurun dengan ucapan yang mereka katakan nanti.

"Papa." Pintu terbuka, Arumi sudah menggunakan APD ICU lengkap yang di belakangnya di ikuti Digo.

Ayahnya yang sedang mengobrol dengan sang ibu refleks menoleh. Terkejut sekaligus bahagia melihat kedatang Arumi yang tiba-tiba.

Arumi langsung menghambur memeluk sang ayah dan menangis di pelukkannya. Lelaki paruh baya yang biasa akan bersikap keras dan tegas kali ini melunak dan ikut menangis sambil membelai lembut rambut Arumi.

"Papa, maafin Arumi, pa. Arumi salah gak dengerin kata papa." Sesegukan Arumi berkata.

"Sudah.Yang lalu biarlah berlalu. Terpenting sekarang kamu sudah menyadari kesalahan mu, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi."

"Iya pa. Arumi janji gak bakal ngulangi."

Ibunya yang berdiri di samping tempat tidur menerima uluran tangan Digo. Mengelus sesaat rambut lelaki itu ketika Digo mencium tangannya.

"Siapa namamu, Lek?" tanya lembut Ibu Arumi.

"Digo. Digo Uparengga."

"Ealah, kamu toh yang namanya Digo? Ganteng tenan, ya?"

Ayah yang penasaran melepaskan pelukan Arumi dan mendongakkan kepala untuk melihat lelaki yang tengah mengobrol dengan sang istri.

"Kamu bawa siapa?" tanya ayah Arumi kepada Arumi.

Digo memutar tubuhnya, berjalan mendekati ayah Arumi dan langsung meraih tangan calon mertuannya itu.

"Saya Digo, pak."

"Digo? Seperti tidak asing di telinga papa." Lelaki paruh baya itu menerima uluran tangan Digo ramah. Lalu berpikir mengingat-ngingat.

"Saya cucu dari Sudibyo Uparengga."

Seketika ayah Arumi membulatkan matanya sempurna. Terkejut dengan nama yang Digo sebutkan.

"Sudibyo? Ya allah gusti, nduk kamu ketemu tuan Digo di mana? Buk, ayo buk berikan tuan Digo kursi. Dia pasti lelah menempuh perjalanan jauh." Ayah Arumi begitu antusiasnya dan malah tidak memperdulikan dengan kondisinya yang baru saja selesai operasi.

"Papa jangan gerak-gerak. Papa tuh baru di operasi." Arumi memegangi kedua tangan ayahnya ketika ayahnya berusaha untuk bangun dari ranjang rumah sakit. "Lagi pula, memang papa kenal sama keluarganya Digo?"

Plak...

"Akh, papa sakit." Arumi memekik ketika tiba-tiba ayahnya memukul kepala anak itu.

"Bodoh masa kamu tidak kenal keluarga Uparengga? Dia itu bangsawan kaya raja di Yogyakarta. Jangan ngomong macam-macam dengan tuan Digo, atau tidak papa pukul kepala kamu lebih kencang."

****

1
Kaizar Kaizar
sudah pindah lapak kah??
Cahaya Lisbet
bingung.baca apa ko ga nyambung..
Greenindya
diulang nih jadi pusing 😵
Greenindya
judul bab Arumi Maharani tapi isinya Naysila
bingung euy
Eni Nuraini
happy anniversary rumi dan digo...
Eni Nuraini
pemeran diego di ranjang tuan lumpuh juga ini kan???
pokok e tampan bgt,hot duda wkwk
Eni Nuraini
gak donk...
sebenarnya kamu baik kok,iya kan?
Eni Nuraini
mau dicoba
nikah dikit ya?
Tuti
ayo kak lanjut...
Yurniati
lanjut thorr
Sahiroh
lanjut
Nunung Ningrum
lanjut😘😘😘
dimas wahyu
akhirnya muncul lagi setelah sekian purnama
v3r4
lanjut thor👍🏻
Bambang Setyo
Akhirnya lanjut.. Kirain gak bakalan dilanjut nih cerita..
MommyNu
Masih setia menanti kelanjutannya 💪
hasimnely
lanjutdonk thor......😘😘
Tuti
lanjut...jangan digantungkan critanya
Indah Rudi
lama gak up kak😑😑
Yoca Messakh
mana lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!