Setelah diselingkuhi, Brisia membuat rencana nekat. Ia merencanakan balas dendam yaitu menjodohkan ibunya yang seorang janda, dengan ayah mantan pacarnya. Dengan kesadaran penuh, ia ingin menjadi saudara tiri untuk mengacaukan hidup Arron.
Semuanya berjalan mulus sampai Zion, kakak kandung Arron muncul dan membuat gadis itu jatuh cinta.
Di antara dendam dan hasrat yang tak seharusnya tumbuh, Brisia terjebak dalam cinta terlarang saat menjalankan misi balas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ken Novia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tangisan Brisia dan Mama Rosa
"Ma pulang! Jangan bikin malu disini!" Suami orang itu yang dari tadi cuma diam kaya gagang sapu akhirnya bersuara.
"Pa kamu belain dia?"
"Nggak, kamu malu-maluin. Ngapain bikin ribut disini!" Omelnya.
"Pa, itu gara-gara kamu sering makan disini, padahal udah aku masakin! Kamu pasti ada sesuatu sama Rosa janda genit."
Brisia maju dan menjambak ibu itu, bikin mama Rosa panik.
"Bu, jangan dikira saya takut ya! Sekali lagi anda ngatain mama saya janda genit saya tampar mulut ibu!"
"Brie udah Brie!" Lerai mama Rosa, anaknya kalau udah tersinggung sama orang suka barbar.
"Emang genit mama kamu!"
"Aaaaaa!" Teriak orang itu rambutnya ditarik lagi sama Brisia.
"Heh bocah setan! Kelakuannya nggak bener kaya ibunya!"
Suami ibu tadi ikut menarik istrinya yang sedang mencoba meraih rambut Brisia, sementara temannya malah sibuk merekam pake hape.
"Aaaa!" Brisia teriak karna rambutnya berhasil diraih, papa Handi langsung menolong, mama Rosa kewalahan melerai karna tenaganya Brisia kuat banget kalau udah ngereog.
Mba Reni sama Mba Rena dari tadi ngebiarin karna seneng anak bosnya ngejambak orang yang udah ngerusuh. Giliran Brisia kena jambak baru ikutan panik.
"CUKUP MA!" Bentak suami orang itu.
"Mas kamu bentak aku cuma gara-gara dia?" Tanyanya sambil berderai air mata, seolah teraniaya.
"Kamu pengin tau kenapa aku sering makan disini?"
"Kenapa? Kamu suka kan sama dia?"
"Kamu bisa nggak sih jangan nuduh orang terus! Aku udah sering bilang sama kamu, aku punya asam urat kamu masaknya yang bikin asam urat aku kumat. Giliran dikasih tau bilangnya aku bohong, ngapain juga aku bohong soal penyakit! Kurang kerjaan banget!"
Orang itu terdiam, meskipun masih kesal karna dimarahi suaminya.
"Aku udah kasih uang belanja lebih, bisa lah kamu masak menu yang beda khusus buat aku! Mentang-mentang kamu suka tahu tempe tiap hari tahu tempe mulu! Sayur ya itu-itu terus, egois kamu!"
"Kan biar irit juga Mas!"Jawabnya nggak terima.
" Aku ngasih uang cukup ya! Emangnya kamu kemanain uangnya sampai bilang biar irit?"
Orang itu gelagapan, sementara temannya udah berhenti merekam.
"Hayo duitnya dikemanain Bu?" Tanya Brisia dengan nada tengil.
"Brisik kamu bocah! Nggak usah ikut campur!" Bentaknya.
Orang itu malah pergi diikuti temannya, sama sekali nggak minta maaf sama mama Rosa.
"Wah songong bener. Bu minta maaf dulu sama mama saya!"
"NGAK SUDI!" Jawabnya tengil sambil melet ke Brisia.
Brisia pengin ngejar tapi langsung ditahan sama papa Handi.
"Brie udah Brie!"
"Om aku kesel loh dia nggak minta maaf sama mama!"
"Iya Om tau kamu marah, orang kaya gitu biarin aja nanti juga dapat balasan."
"Maaf ya Mba, istri saya udah bikin keributan disini!" Ucap laki-laki itu nggak enak.
"Istrinya dididik yang bener Pak! Saya nggak terima mama saya dimaki-maki apalagi dikatain janda genit! Mama saya nggak pernah godain orang! Apalagi orangnya modelan kaya bapak!" Balas Brisia sinis melampiaskan kekesalannya. Lagian bapak-bapak itu nggak ganteng perutnya buncit pula
"Kalau ada masalah dibicarakan sama istrinya sampai orangnya paham, jangan malah didiemin bikin orang salah paham! Saya sakit hati loh pak mama saya dikata-katain!"
"Sekali lagi saya mohon maaf ya!" Orang itu buru-buru pamit takut Brisia tambah ngomel, mau ngejar istrinya juga mau nanya uangnya dipake buat apa.
Setelah orang itu pergi, Brisia langsung merosot ke lantai dan menangis.
"Loh Brie kok nangis? Bukannya tadi marah-marah belain mama." Tanya mama Rosa bingung, ikut berjongkok memeluk putrinya.
"Mamaaaa aku nggak terima, aku kesel!"
"Udah jangan nangis, mama nggak papa beneran!"
"Mama kalau dijahatin orang sekali-kali ngereog Ma! Jangan diem aja! Tampar, jambak apa pukul sekalian Ma, dari dulu diem aja kalau difitnah, bikin orang jadi makin nindas Mama."
Brisia masih menangis sesenggukan, bikin mama Rosa ikut sedih. Dulu banget pernah dilabrak ibu-ibu pas masih belum lama menjanda, masalahnya sama dikira godain suami orang. Padahal mama Rosa nggak pernah kaya gitu, selalu mama Rosa yang dituduh dan dimaki-maki lebih dulu. Akhirnya mama Rosa lebih memilih pindah rumah, padahal hal itu masih teringat jelas di ingatan Brisia.
"Mama nggak suka bikin keributan Brie, yang penting mama kan bener ngga seperti yang dituduhkan." Mama Rosa mengelus punggung Brisia, biar anak itu tenang.
"Ma jangan terlalu legowo jadi orang! Mama nggak ada yang belain kalau bukan aku! Mama sekali-kali harus sangar!"
"Udah ya anak mama yang cantik jangan nangis terus!"
"Nggak mau aku sedih hiksss.... Pengin punya papaaaa."
Mama Rosa bingung sendiri ngeliat anaknya yang tantrum ngga mau diem. Ia menoleh ke papa Handi.
"Mas Maaf ya! Kalau mau makan minta diambilin sama Mba Rena!" Mama Rosa membangunkan Brisia hendak membawanya ke dalam, malu mana diluar banyak orang yang mau makan siang. Tanpa sengaja mereka jadi tontonan.
"Ren tolong Ren!"
"Iya Bu."
Papa Handi mendadak hilang selera makan, kasian banget ngeliat mama Rosa sama Brisia.
"Mba maaf nggak jadi, saya lupa ada yang harus diurus!" Pamit papa Handi mencari alasan.
"Oh ya Pak." Balas Mba Rena sambil mengangguk ramah.
Didalam sana mama Rosa diam, ngebiarin sampai Brisia nangisnya lega, yang penting tetap disisi buat nemenin.
"Brie pulang aja yuk!" Ajak mama Rosa setelah anaknya selesai menangis.
"Kan masih jam segini Ma?"
"Nggak papa biar dilanjut Mba Rena sama Mba Reni."
Brisia mengangguk, rasanya udah nggak mood bener mamanya mending pulang.
Sampai dirumah, Brisia tidur, kalau habis nangis kan ngantuk. Mama Rosa ikut berbaring disebelah putrinya, air matanya menetes seketika.
Mama Rosa nggak mau nunjukin kesedihannya didepan orang lain, termasuk didepan putrinya. Makanya kalau sudah sepi begini baru tangisnya pecah. Siapa sih yang mau jadi janda, tapi kan udah takdirnya ditinggal mati suami.
Jadi janda kadang dipandang sebelah mata, apalagi mama Rosa cantik dan mandiri. Sudah berusaha hidup dengan baik aja masih ada yang nyenggol.
Kalau dibilang capek ya capek, tapi Mama Rosa juga takut kalau menikah lagi, takut suami barunya nggak sayang sama Brisia. Takut nggak bertanggungjawab, terlebih lagi anaknya perempuan, takut banget kenapa-kenapa kaya berita diTV yang anak perempuan diapa-apain sama bapak tiri. Amit-amit pokoknya.
Malamnya, Papa Handi menjemput Arron yang katanya mabuk dirumah temannya dan teriak-teriak. Geram banget sama kelakuan Arron yang semakin nggak jelas.
Pukul satu dinihari mobil yang dikendarai papa Handi melewati warungnya mama Rosa. Papa Handi mengernyit, ada dua orang laki-laki yang tampak menuangkan air didepan warungnya mama Rosa.
Papa Handi menepikan mobilnya untuk memantau, tapi sesaat kemudian api terlihat menyala didepan warung.
"Ya ampun warungnya Rosa dibakar orang!" Ucap Papa Handi kaget.
Papa Handi mau turun tapi dua orang itu keliatan mau kabur. Karna bingung harus bagaimana, papa Handi memutuskan mengejar dua orang yang sekarang sudah melaju dengan motor melewati mobil papa Handi.
Kondisi jalanan sepi bikin papa Handi nggak bisa minta tolong orang, karna disitu nggak ada siapa-siapa.
Papa Handi mengejar motor itu, dua orang itu sadar sedang dibuntuti.
"Brengsek kita dikejar mobil itu!" Ucap seseorang yang ada diboncengan, menepuk temannya biar melaju lebih cepat.
"Awas kalian berdua!" Didalam mobil papa Handi terlihat fokus dan terus mengejar.
"BRAKK!!"
Suara benda keras bertabrakan terdengar begitu merdu, papa Handi menyalip dan mengerem dadakan bikin motor orang itu nabrak mobil.
Mobil papa Handi penyok belakangnya, sementara dua orang itu mental ke aspal.
"Pa kita tabrakan?" Tanya Arron yang terbangun karna kaget.
coba2 dikit biar ntar pas udah nikah udah pro bisa bikin seneng istri /Tongue/
kalo udah nikah ya gak boleh coba2 /Panic/
cuss lah beraksii 🤭😄