Warning: Kisah sedih.
"Tuan, saya mohon pinjamkan saya uang sebesar 500 juta. saya berjanji akan melakukan apapun yang tuan inginkan," mohon Lona pada atasannya.
"Benarkah, kau akan melakukan apapun yang aku inginkan?" tanya tuan Devan dengan tatapan nakalnya.
"Ia tuan saya berjanji," jawab Lona memantapkan hatinya untuk yakin.
"Bagaimana kalau aku memintamu menjadi BUDAKKU," ujar tuan Devan tersenyum sinis.
Mendengar kata itu, Lona menaikkan pandangnya, menatap tuan Devan dengan mata berkaca-kaca.
"Sa-saya......,
Selama menjadi Budak tuan Devan, Lona terus tersiksa. Dituduh melakukan segala hal yang tidak ia lakukan.
Hingga akhirnya, kesucian Lona direnggut oleh tuan Devan. Apakah Lona akan pergi! atau akan terus bertahan! Demi rasa cintanya kepada tuan Devan, juga pengorbanannya demi keluarga yang dicintainya.
Mau tau kelanjutannya, Buruan ikuti kisahnya💗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
🔥🔥🔥
Byuuuuurrr.....
Tubuhku menggigil seketika, saat diguyur seember air oleh tuan Devan. Aku langsung terduduk seketika itu juga.
"Apa aku memberikanmu uang, hanya untuk tudir-tiduran, bermalas-malasan, dan juga mencelakakan Myla. Dengar ya Lona! aku menyuruhmu melayani Myla dengan baik, dan apa yang kau lakukan padanya. kau malah membuatnya terluka. Apa kau melampiaskan kekesalanmu padanya yang memang lemah. Apa kesalahan yang telah ia lakukan hingga kau mencelakainya. Apa kau sudah bosan hidup," bentak tuan Devan mencengkram daguku erat, membuatku memahamkan mataku, merasai sakit untuk yang kesekian kalinya.
"Maafkan saya, tuan. Saya tidak sengaja menjatuhkan gelasnya, tuan. Saya benar-benar tidak sengaja," jelasku percuma, karena aku sangat yakin, tuan Devan tidak akan pernah percaya apa yang aku katakan.
"Heh, kau kira aku akan percaya padamu. Kau tidak boleh keluar dari gudang ini, awas kalau Sampai kau berani keluar dari hotel ini. Aku tidak akan mengampunimu, dan untuk setiap kali kau mencelakai Myla. Yang akan menanggung huumannya bukan dirimu. Tapi, kedua adik kembarmu. Apa kau mau aku menghuku kedua adikmu," bentaknya lagi membuat hatiku terasa semakin sesak.
"Tuan, saya mohon jangan lakukan apapun pada adik saya. Mereka tidak bersalah tuan, adik saya tidak ada hubungannya dengan kesalahan saya, tuan. Saya mohon jangan hukum mereka," ucapku dengan meringis kesakitan, karean tangan kekar itu masih mencengkram daguku erat.
"Aku akan memaafkanmu kali ini. Tapi, tidak lain kali. Awas kalau sampai kau berani keluar, maka kedua adikmu yang akan mendepatakan hukuman," bentaknya lagi, lalu melepaskan cengkeramannya dengan kasar.
Tubuh lemasku terhuyung, dan mendarat dikardusku. Lagi-lagi darah segera mengalir dari sudut bibirku.
Aku menekan kuat gigiku, menahan semua kekesalanku. Aku menyeka darah itu kasar.
"Setelah ini, apa lagi tuhan! Apa aku akan diikat dan disiksa seperti BUDAK pada umunya," untuk kesekian kalinya batinku menjerit. Air mata ku tak lagi mengalir, aku berhasil menahannya agar tak tumpah.
🔥🔥🔥
Pagi kembali datang untuk yang kesekian kalinya. Sudah tiga hari aku dikurung dikamarku ini, lebih tepatnya kamar bekas gudang.
Kondisi ku kini begitu memprihatinkan, tubuhku semakin kurus, karena beban pikiran. Setiap harinya, Myla hanya memberikanku nasi putih tanpa lauk. Demam ku juga semakin parah, sudah tiga hari aku demam, tanpa diberikan obat apapun. Jangankan obat, diberikan nasi saja aku sudah sangat bersyukur.
Pagi itu, aku mencoba untuk berdiri. Aku ingin ke kamar mandi. Tapi pintunya masih dikunci oleh Myla. Aku berusaha menggedor-gedor pintu kamarku. Tak lama Myla pun membukanya. Pagi itu, sudah pukul 9 pagi, dan tuan Devan pasti sudah berangkat bekerja sedari tadi.
"Mengganggu saja, cepat keluar," bentaknya padaku, meraba dinding aku langsung berjalan gontai menuju kamar mandi yang ada di dapur. Begitu sampai, aku langsung buang air kecil yang sedari tadi kutahan. Aku segera keluar dari kamar mandi, walau bersusah payah.
"Uwekk.....," Tubuhku terhuyung ketika Myla mendorongku. Beruntung aku bisa menjaga keseimbangan hingga tidak jadi terjatuh. Myla mendorongku dan langsung masuk kekamar mandi itu. Didalam sana dia muntah-muntah. Aku tak peduli padanya, karena kondisi ku juga tidak sedang stabil. Menuju kamarku aku kembali kekardusku, yang kini sudah rusak.
Aku terus memaksa agar mataku kembali terpejam, dan tak lama aku berhasil memejamkan mataku.
🔥🔥🔥
"Apa! Devan mempunyai seorang Budak di hotelnya. Dan kau mencurigai kalau Budaknya itu adalah putriku," ucap tuan Hitoru, dalam bahasa Jepangnya.
🍂🍂🍂
Like, komen, hadiah, dan Vote🙏
Rate bintang 5 juga ya🙏
Maafkan typonya🙏
Selamat membaca dan semoga suka 💖
Lopeeeee readerssss 😘
🔥🍂
congratss🎉🎊🎉🎊
cuss lanjut novel berikutnya..
sehat2 terus kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘🥰😍🤩