NovelToon NovelToon
The OVERPROTECTIVE Man

The OVERPROTECTIVE Man

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Violet Slavny

TAHAP REVISI
MASIH BANYAK TYPO DAN SALAH EYD, MOHON DIMAAPKEN🥲

Bagaimana jika ternyata selama ini kalian diawasi secara diam-diam. Bahkan saat tidur ternyata seseorang juga datang menemanimu tidur.

Seorang pria misterius yang selama ini ternyata memperhatikan seorang wanita bernama Valerie. Apa yang selanjutnya akan terjadi?

ayo, baca dan tambahkan dalam list favorit kalian.

Bye 😘💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violet Slavny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

Matahari telah menunjukkan senyumnya. Jam berdetak pelan mengisi sunyinya ruangan ini. Gorden balkon mulai berterbangan dengan angin pagi yang sejuk. Sedangkan Sean yang sejak tadi sudah terbangun, hanya diam bertumpu dengan sebelah tangan kanannya dan matanya menatap lekat wajah gadisnya yang tertidur nyenyak di sampingnya.

Hati Sean benar-benar bergetar bahagia saat ia bangun dari tidurnya, membuka mata dan menemukan gadisnya dengan wajah polos menawan. Ini kedua kalinya wajah Vale membuka pagi harinya yang selama ini membosankan. Tangan Sean yang bebas bergerak naik mengelus lembut pipi gadis tersebut dengan gerakan seringan bulu. Ia tak ingin gadisnya itu terganggu karena gerakannya.

Sean dengan lekat menatap setiap lekuk wajah Valerie lamat-lamat. Hingga akhirnya, tak tahan untuk tidak menciumi setiap jengkal wajah itu dengan begitu lembut.

Vale mulai bergerak tak nyaman saat merasakan sesuatu yang basah menyentuh wajahnya berulang kali. Vale akhirnya membuka matanya dan menemukan Sean yang menciumi wajahnya dengan gemas.

"Sean. "Rutuk Vale dengan nada serak khas seseorang yang baru bangun tidur. Vale menutup mulut nakal Sean dengan telapak tangannya, agar ia berhenti mengecupi wajahnya.

Vale jelas melihat mata Sean melengkung ke atas, menandakan bahwa pria itu sedang tersenyum di balik telapak tangannya.

"Selamat pagi sayang. "Ucap Sean dengan mulut terkatub.

"Pagi. "Jawab Vale sambil melepas telapak tangannya dari mulut Sean.

Wajahnya seketika memerah melihat Sean bertelanjang dada di atasnya. Sean tersenyum senang melihat semburat merah itu di pipi Vale.

Namun secepat itu pula Vale sadar saat ia merasakan kulitnya bergesekan langsung dengan selimut. Kepala Vale menunduk dan melihat jelas dada atasnya terekspos dengan bebas.

Buru-buru Vale menarik selimut ke atas hingga ke lehernya. Vale sedikit bersyukur untung saja Puncak dadanya tidak kelihatan, hanya dada bagian atasnya saja. Sean yang melihat reaksi gugup Vale langsung menatap gadis itu dengan wajah geli.

"Aku sudah melihatnya kenapa malu? "Tanya Sean sarkastik. Sean masih menopang kepalanya dengan satu tangannya dan tangannya yang lain beralih memeluk perut Vale erat.

Vale menatap pria itu dengan raut kesal, lalu memukul lengan Sean yang berada di atas perutnya.

"Mesum. "Ucap Vale pelan. Jujur Vale masih sedikit takut dengan kejadian semalam. Sekarang ia tak ingin bertingkah yang aneh-aneh dan membuat Sean kembali marah padanya. Tunggu sampai semuanya mulai terlupakan dan berjalan seperti biasa.

Sean terkekeh pelan lalu memeluk Valerie. Kepalanya tepat berada di antara kedua dada Vale dan tangannya menyusup memeluk pinggang Vale yang tertutupi selimut.

Vale tersontak mendapat serangan itu. Rasanya ingin mendorong tubuh Sean menjauh, namun ia takut. Ia takut Sean akan kembali marah. Walau sejujurnya Vale risih karena tubuhnya yang hanya menggunakan ****** *****, lalu terbungkus selimut. Sedangkan gaunnya sudah teronggok nahas di lantai.

Entah pikiran darimana, Vale memutuskan mengusap kepala Sean yang berbaring di atasnya dengan begitu lembut. Sangat lembut seperti menidurkan seorang bayi.

Sean tersenyum dalam pelukannya. Ia suka Vale memanjakannya.

"Sean berat. "Ucap Vale. Ia tak kuat menahan berat badan Sean lebih lama lagi. Karna prihatin, Sean akhirnya berguling ke samping tubuh Vale dan ikut masuk ke dalam selimut yang Valerie gunakan.

Vale terkaku saat Sean masuk ke dalam selimutnya lalu memeluk perutnya dari dalam. Valerie panas dingin merasakan kulitnya yang polos bergesekan langsung dengan tangan kekar Sean. Rasanya ada jutaan kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya.

Vale berusaha bersikap setenang mungkin seakan tak terjadi apa-apa. Sean yang menatap wajah panas dingin Vale hanya dapat menahan senyumnya.

Vale sedikit tersentak saat tiba-tiba Sean bergerak dan kembali menopang kepalanya dengan satu tangannya sambil menatap kearah Vale lekat.

"Apa? "Vale bertanya heran saat mendapati tatapan lekat Sean.

"Tak ada yang ingin kamu sampaikan? "Tanya Sean menatap wajah Vale yang gugup lekat-lekat.

"Ehmm.. Semalam, maaf. "Ucap Vale tak jelas. Ia benar-benar gugup menghadapi tatapan tajam Sean.

"Kenapa minta maaf? Kamu tau apa kesalahanmu sayang? "Tanya Sean. Ia tak ingin Vale minta maaf hanya untuk membuat emosinya menurun. Ia ingin Vale minta maaf karna ia menyadari apa kesalahan yang ia lakukan.

Vale terdiam tak tau harus menjawab apa. Ia benar-benar minta maaf kemarin hanya untuk membuat Sean luluh dan tak melanjutkan kegiatannya.

Vale terlonjak kaget saat tangan Sean yang berada di atas perutnya, perlahan bergerak naik dan meraup dada kanannya.

Vale mendesah tertahan sambil menggigit bibirnya dengan mata terpejam. Sean dengan bersemangat bermain di atas dada kanan Vale dan menggoda gadis itu untuk berbicara.

"Tak tau sayang? "Tanya Sean dan semakin kuat meremasnya. Tangan Vale mencengkram kuat selimutnya dengan mata terpejam. Kepalanya tak bisa berfikir dengan lancar di saat Sean juga memperlakukan tubuhnya seperti  ini.

"A...Aku memakai pakaian terbuka. "Ucap Vale cepat. Sean tersenyum puas, namun itu bukanlah jawaban yang sangat ingin ia dengar.

"Lagi? "

Vale kembali mendesah tak kuat dengan sentuhan-sentuhan yang Sean berikan. Sentuhan ini berbeda dengan semalam. Sentuhan ini perlahan-lahan membangkitkan gairahnya.

Sean menatap wajah Vale senang. Ia senang saat Vale merespon baik seluruh sentuhannya.

"A... Aku berdekatan dengan Aiden. "Ucap Vale cepat dengan mata terpejam, sambil menggigit bibirnya untuk menahan desahannya yang ingin keluar.

Sean puas mendengar jawaban Vale. Tangan kiri yang ia gunakan untuk menopang kepalanya, ia lepas untuk menggapai bibir Vale.

"Jangan di gigit sayang! "Ucap Sean sambil mengusap bibir Vale untuk melepas gigitannya.

"Mendesahlah, jangan di tahan! "Goda Sean bersemangat. Tangan kirinya tetap mengusap bibir Vale yang terbuka.

"Sudah Sean! Stop! "Ucap Vale frustasi. Ia tak ingin Sean menjelajah tubuhnya semakin jauh. Ia menahan diri menerima segala pelecehan yang Sean lakukan pada tubuhnya.

Bagaimana jika akhirnya, kakek-neneknya tau jika

Vale menerima pelecehan dari seorang pria kaya yang arogan dan overprotektif. Bisa-bisa kakek-neneknya jantungan di tempat setelah mendengar itu.

Sean mendesah pasrah dan melepas kegiatan tangannya dari dada valerie. Ia mengeluarkan tangannya dari dalam selimut, lalu menarik tengkuk Vale cepat dan menabrakkan bibirnya dengan bibir Vale.

*******, mengobrak-abrik seakan mengutarakan betapa gadis ini adalah candunya. Valerie yang selama ini memenuhi pikirannya, menahan diri untuk menunggu waktu yang tepat untuk bertemu dengannya.

Seluruh pertahanan dirinya selama ini Sean utarakan dalam ******* ganasnya. Merasa cukup, Sean melepas pangutannya dan menatap wajah Vale lekat.

"Ingat sayang, tubuh ini adalah milikku. Jangan biarkan seorang pria manapun mendekatimu! Mengerti? "Ucap Sean tegas dan di jawab Vale dengan anggukan pelan dan pasrah.

"Good girl. "Ucap Sean sambil mengecup kening Vale lembut. Sean beranjak dari atas tubuh Vale dan duduk di atas ranjang.

"Mandilah! Setelah itu kita sarapan bersama dibawah. Okey. "

"Hmm.. "Jawab Vale.

"Aku akan mandi di kamar sebelah. Kamu bisa mandi di kamar ini. "Ucap Sean sambil beranjak dari ranjangnya, memperlihatkan tubuh liatnya yang hanya memakai boxer yang tergantung rendah di pinggulnya.

Semburat merah kembali menghiasi pipi Valerie dan ia berusaha menutupi wajahnya dengan selimut sampai ke hidungnya. Pesona Sean benar-benar tak bisa di tolak.

"Sebentar lagi pelayan akan membawakan pakaian untukmu. "Vale mengangguk mengerti, dan akhirnya Sean beranjak pergi setelah mengenakan jubahnya.

"Huhhh... "Vale mendesah lega, setelah Sean keluar dari kamar. Vale bergidik merinding merasakan sisa-sisa sentuhan Sean yang masih terasa di tubuhnya.

Akhirnya Vale bangkit dari ranjang, menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket dan juga membersihkan tubuhnya dari sentuhan kurang ajar Sean.

bersambung...

hay.. hay.. hay..

kira-kira ada yang bisa tebak nggak siapa yang didatangi sean dirusia sampai dia sekhawatir gitu?? 🤔🤔

oh iya aku nggak lupa-lupa bilang ayok difollow igku khusus novel-novel yang kutulis.

violet_slavny

disana juga kalian bisa tau kira kira cast para pemain dalam novel aku, dan spoiler part selanjutnya. aku juga bakalan post pictnya sean dan valerie disana.

ayok mampir😊🤗

jangan lupa like, share dan komen.

bye... 😘💕

1
Sanjaria Abubakar
kau kejam Thor
Sanjaria Abubakar
aku sedih 😭😭😭😭😭
namia khira
luar biasa,,keren ceritanya autor /Good//Good/
lily
Sean udh lama suka dri kapan
lily
baru pertma ketemu ,jngan nyosor dlu haha
Erni Sasa
eleeek terlalu kasar mukanya gk lembut ini mah kaya karakter jal*ng yg terobsesi dengn hot daddy😂😂
Asri Ernawati
Novel super kerennn...istimewaahhhh👍♥️
Tuti Handayani
Lumayan
Tuti Handayani
Kecewa
HANAMI DEWATI
Luar biasa
devaloka
sebenernye ada misteri apaan sih ya Allah kan aku penasaran
devaloka
bagus, tapi kurang suka yg POV aku huh
Lutfatul Azizah
Luar biasa
Rini Maryani
aaah gk ngerti baca nya gk d jelasin ceritanya sean itu spa
Lilis Nurhayati
wah wah apa artinya ini.
jgn jgn yg bikin merah leher kamu jg pk direktur nih
Oras Karoma
ceritanya bagus Thor ! sukses ya buat karya selanjutnya
dewi
mkasih ceritany, suka banget. ditunggu cerita2 lainy
dewi
aamiin, semoga berhasil
dewi
semangat...
Ririn Nursisminingsih
thor kereennn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!