❌Dilarang promo, bukan areanya ❌
Follow ig author 👉 Yellow_bitz
Mungkin diluar sana tidak tau apa rasanya memang benar "mencintai" atau sekedar "nafsu"......
Ini dialami oleh gadis manis, Silvia Salmanira, ia yang awalnya bahagia dengan pernikahan tantenya, Mira.
Tetapi yang dibahagiakan menjadi bencana, om nya sendiri, Queretta Thomas, melakukan hal bejat yang mungkin akan membekas seumur hidup pada kehidupan Salma.
Akankah ada titik terang dari kelamnya hidup Salma?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yellow_bitz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16: Aku yang melakukannya
Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula 🔰
.
Pov author
Berbagai pertanyaan dilayangkan oleh polisi kepada para saksi, Thomas dengan santai dan terkadang sedikit tersenyum.
"Permisi pak, kepala konstruksi telah datang"
Kepala konstruksi sengaja di suruh mendatangi rumah Mira untuk diminta penjelasan pada kepolisian, mungkin karena terakhir membangun rumah ada korsleting listrik.
"Sebelumnya belum datang PLN pak, kamipun membangun rumah ini saja dengan bantuan mesin genset dan sambungan dari tiang listrik dekat rumah ini"
Polisi tersebut mencatat penjelasan dari kepala konstruksi itu.
"Jadi ngga sama sekali ada listrik dirumah ini? "
"Ngga ada sama sekali pak, mampu kurang meyakinkan akan saya hubungi petugas PLN"
Thomas mendengar hal tersebut merasa itu adalah ancaman, tetapi ia berusaha untuk bersikap normal.
"Hummm begini saja pak, bagaimana dengan pembangunan ulang lagi, karena inipun tidak seluruh nya menjulur apinya keseluruh rumah saya kan? "
Kepala konstruksi dengan polisi melotot ke arah Thomas, karena Thomas meminta bangun ulang.
"Mas, tapi biayanya? "
"Aku punya tabungan Mira, lagipula ini mungkin kesalahan dari aliran listrik dari tiang ini"
Kepala konstruksi tersebut menggelengkan kepalanya, ia mendekati Thomas.
"Pak, kami tidak sama sekali melakukan kesalahan saat pembangunan rumah bapak, PLN saja belum memasangkan aliran listrik ke rumah bapak" Bantah kepala konstruksi.
"Saya meminta bangun ulang kan? Saya tidak menuduh kinerja bapak yang menyebabkan kebakaran ini kan? "
Thomas merasa santai dalam ancaman, ia benar-benar pandai dalam berakting.
"Tetapi pak, ini masalah kebakaran nya ada salah satu saksi yang melihat pelaku kebakaran ini.... " Jelas polisi tersebut kepada Thomas.
Thomas tetap menganggap remeh dan menyuruh kepolisian untuk menyudahi investigasi itu.
Kepolisian tersebut menganggukan kepalanya, mereka pergi, sebenarnya masih ada kecurigaan dalam kebakaran itu dan akan diselidiki lebih lanjut dan secara diam-diam.
Salma merasakan hal yang aneh, ia mencurigai Om nya.
.
Pov Salma
Kenapa Om Thomas masih saja bersikap santai dan biasa biasa saja? Sedangkan tante Mira bersedih karena rumah mereka kebakaran.
Tidak beres ini, aku akan merencanakan sesuatu, mungkin bisa jadi Om Thomas di balik kebakaran ini, seperti dia mungkin menyewa orang untuk membakar rumahnya.
"Ya sudah, kami akan pulang duluan, dek Thomas hubungi abang saja ya jika mau pulang"
Papa mengajak aku dan mama pulang, sedangkan tante Mira dan Om Thomas masih di tempat tersebut menyelesaikan masalah.
"Ah baik bang"
Aku dan mama menaiki mobil, papa menyetir mobil, aku masih kepikiran dengan tante Mira.
'Pasti Om Thomas telah menyewa orang untuk membakar rumahnya, aku tidak yakin kalau kebakaran itu adalah akibat korsleting listrik'
.
Pov author
Keesokan harinya, Salma masih diliburkan, karena pihak kampus memintanya agar beristirahat 2 minggu.
Salma melihat mamanya duduk di teras belakang, sepertinya sedang melakukan yoga.
"Mah.. "
Maggie menorehkan pandangannya ke arah Salma, ia menyuruh Salma duduk disebelahnya.
"Ada apa Salma? "
"Ummmm ngga mah, cuma Salma mau nanya aja nih"
Maggie memposisikan dirinya menghadap ke arah Salma, ia bertanya balik kepada Salma.
"Ada apa? Mau nanya apa? "
"Mama.... Mama ngga merasa curiga ama Om Thomas soal kebakaran itu? "
Maggie mengerutkan keningnya.
"Maksudnya kamu kalau Om Thomas yang membakar rumahnya? "
Salma menganggukan kepalanya, Maggie menggelengkan kepalanya dan menatap Salma.
"Om kamu ngga bakal melakukan hal itu Salma, itu kan rumahnya, masa dia mau bakar rumah dia sendiri? Kamu jangan suudzon sama Om mu, mama tau kamu masih kesal ama Om kamu, tapi jangan nuduh Om mu begitu"
"Ngga gitu mah, soalnya kemarin aja Salma melihat Om Thomas santai banget dengan rumahnya yang kebakaran, jadinya Salma curiga nih Om Thomas yang mungkin yaa nyewa orang gitu"
"Istigfar Salma, ngga mungkin Om mu mau bakar rumahnya sendiri! Jangan ngomong aneh aneh pagi gini! "
Salma ketakutan, karena mamanya memarahinya karena membela Om nya.
"Mama kok begini sekarang? Kan itu kemungkinan dari Salma aja! "
"Kemungkinan kamu itu aneh! Sekarang ngomong nyeleneh terus! Kamu ini kenapa? "
Salma berdiri dan berlari sambil berteriak histeris, ia merasa kalau tidak ada yang mengerti dirinya sekarang dan kebenaran yang ia beritahu.
Salma bertemu dengan Om Thomas nya, terlihat ingin pergi bekerja.
Plak!
Salma menampar Om Thomas, terlihat benar-benar kesal dengan Om Thomas nya.
"Pintar berakting, bajingan, memperkosa orang, dan pastinya Om yang membakar rumah Om sendiri ya kan?! Jangan menyembunyikan nya! "
Salma menunjuk nunjuk kan jarinya ke wajah Thomas, Thomas tersenyum dan tertawa.
"Keponakan Om ini pintar banget sih, ngga rugi Om dapat keponakan kayak kamu.... "
Thomas mencolek dagu Salma dan mencubit pipi Salma, tetapi Salma menepis tangan Thomas.
"Langsung saja! Jangan bertele-tele! "
"Wahh kok marah sayang.... "
Thomas menundukkan badannya dan mendekatkan wajahnya ke arah Salma, kemudian berbisik ke telinga Salma.
"Ya, akulah pelakunya.... hehehehe..... "
Salma menampar lagi wajah Thomas, tetapi tangannya dipegang oleh Thomas.
"Berhenti menampar wajah Om sayang, cobalah untuk mulai mencintai Om sekarang.... "
"Cinta apanya?! Dasar bajingan! "
Thomas mengelus tangan Salma dan menciumnya, Salma menghempaskan tangan Thomas.
"Sampai jumpa nanti sore ya sayang, mau pesan apa? "
"Pesanku agar kau pergi dariku!"
Thomas tersenyum, ia menganggap marah Salma adalah lawakannya, ia mengelus rambut Salma dan pergi.
Salma menggosokkan tangannya ke dinding, ia merasa najis dengan ciuman tangan dari Om nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Oh ya guys, jangan lupa mampir ke novel sebelah, hasil colab katanya sama Edra, xixixixi bercanda.
Jangan lupa tinggalkan jejak disana, jejaknya baik baik aja ya, ngehujat retak sebelah ginjal kau ku pukul, ups bercanda lagi dehhhh🤣🤣🤣🤣.....
ini ya guys, jangan lupa mampir😆
👇👇
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣
masak sudah diperkosa,si ceweknya anteng² aja gak mau ngelaporin si prianya,
MALAES X NGELANJUTIN BACA NOVEL INI,
gak realita banget