NovelToon NovelToon
Time Travel: Upaya Penebusan Dosa

Time Travel: Upaya Penebusan Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Penyesalan Keluarga / Mengubah Takdir
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Keisya bangun kembali ke masa lalu–tepat sebelum kecelakaan yang mengubah segalanya. Dulu, rasa iri dan provokasi membuatnya menyiksa Keyla yang merupakan anak kandung keluarga Jordan yang tlah lama hilang, hingga akhirnya ia mati dibunuh oleh keluarga yang membesarkannya itu..

Kini, ia kembali ke usia 15 tahun dengan ingatan penuh penyesalan, dan setiap ia mengingat masa dimana ia menyiksa Keyla, kepalanya akan terasa sangat sakit, oleh sebab itu, sekarang ia hanya punya satu tekad yaitu melindungi Keyla dari bahaya, menebus kesalahan, dan membiarkan gadis itu mendapatkan tempatnya yang sesungguhnya di keluarga Jordan sebelum dirinya pergi dari keluarga itu agar bisa menjalani hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Untuk saat ini kondisinya sudah stabil. Tapi rasa sakitnya kemungkinan masih akan bertahan beberapa hari ke depan."

Seolah membenarkan ucapan kakaknya, Keisya kembali memejamkan mata. Rasa nyeri di kepalanya datang lagi begitu efek obat mulai berkurang.

Ruangan kembali dipenuhi keheningan, Keyla diam-diam memperhatikan semuanya, mulai dari tatapan Alden, perhatian Ivan.

Keduanya benar-benar mengkhawatirkan Keisya.

Entah mengapa, melihat perhatian sebesar itu membuat hati Keyla dipenuhi perasaan iri yang bahkan ia sendiri tidak mengerti asalnya.

Ada bagian kecil dalam dirinya yang berharap tatapan penuh kepedulian itu juga pernah ditujukan kepadanya.

Menyadari pikirannya mulai melantur, Keyla buru-buru menggeleng pelan.

Tatapannya kembali tertuju pada Keisya.

Beberapa helai rambut remaja itu tersangkut di sela-sela perban yang membalut kepalanya.

Tanpa sadar, tangan Keyla hampir terangkat untuk merapikannya. Namun gerakan itu terhenti di tengah jalan. Ia justru memperhatikan wajah Keisya lebih lama.

Bulu matanya panjang sekali. Entah kenapa, pemandangan itu membuat sudut bibir Keyla nyaris terangkat.

Sementara itu, Alden dan Ivan sama-sama tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Penyesalan perlahan memenuhi hati mereka.

Pagi tadi mereka membiarkan Keisya pergi begitu saja setelah tangisan yang begitu memilukan.

Dan sekarang adik kesayangan mereka justru terbaring di ranjang rumah sakit.

Ivan mengembuskan napas berat. Tangannya terangkat perlahan, mengusap lembut perban di kepala Keisya.

"Kenapa sampai bisa terluka separah ini..."

Suara dokter muda itu terdengar lirih.

"Kita harus meminta pertanggungjawaban pihak sekolah."

Alden langsung mengangguk tanpa ragu. Tidak ada yang bisa menerima kenyataan bahwa Keisya harus mengalami cedera seperti ini.

"Maaf..." Suara lirih itu memecahkan keheningan.

Alden dan Ivan serempak menoleh.

Baru saat itulah mereka kembali menyadari bahwa di dalam ruangan masih ada seorang remaja lain.

Keyla berdiri beberapa langkah dari ranjang dengan kepala tertunduk, wajahnya dipenuhi rasa bersalah yang begitu dalam.

Wajahnya memiliki begitu banyak kemiripan dengan keluarga Jordan. Terlebih setelah melihatnya dari jarak sedekat itu, Alden dan Ivan semakin sulit menganggap semua itu sebagai kebetulan belaka.

Bentuk mata, garis hidung, hingga ekspresi diamnya mengingatkan mereka pada seseorang yang selama ini terus mereka cari.

Harapan yang selama ini mereka kubur perlahan kembali tumbuh.

Ivan menjadi orang pertama yang menyadari perubahan raut wajah Keyla.

Remaja itu sejak tadi hanya menundukkan kepala dengan bahu yang terlihat semakin merosot. Rasa bersalah jelas tergambar di wajahnya.

Dengan langkah pelan, Ivan menghampiri lalu berhenti tepat di hadapannya.

"Kenapa minta maaf?" Nada suaranya tetap selembut sebelumnya. Ia sengaja berbicara dengan tenang agar Keyla tidak merasa tertekan.

Keyla menggigit bibir bawahnya sebelum akhirnya mengangkat kepala.

"Karena..."

Suaranya terdengar lirih.

"Keisya terluka karena menyelamatkan saya."

Tatapannya kembali jatuh ke lantai.

"Kalau bukan karena saya..."

Kalimatnya menggantung. Ia tak sanggup melanjutkan.

Ivan tersenyum tipis. Tangannya terangkat, lalu mengusap perlahan pucuk kepala Keyla. Gerakan sederhana itu membuat Keyla sedikit terkejut.

"Ini bukan salahmu." Suara Ivan terdengar begitu menenangkan.

"Kamu tidak perlu menyalahkan diri sendiri."

Tak lama kemudian, suara Alden terdengar dari belakang mereka.

"Yang bersalah adalah tim properti."

Tatapannya mengarah ke jendela.

"Mereka lalai saat memasang perlengkapan panggung hingga kecelakaan seperti ini bisa terjadi." Ucapan Alden berhasil membuat beban di dada Keyla sedikit berkurang.

Meski rasa bersalah itu belum sepenuhnya hilang, setidaknya ia tidak lagi merasa menjadi penyebab utama semua yang terjadi.

Ruangan kembali diliputi keheningan. Anehnya, Ivan masih belum menghentikan usapannya. Telapak tangannya tetap bergerak perlahan di atas kepala Keyla, seolah tindakan itu dilakukan secara refleks.

Dan yang lebih aneh lagi... Keyla sama sekali tidak merasa terganggu, sentuhan itu terasa begitu hangat dan nyaman.

Perasaan yang bahkan sulit ia jelaskan.

"Kak Alden.."

Suara lirih Keisya tiba-tiba memecah keheningan, membuat semua orang langsung menoleh ke arah ranjang.

Keisya yang sejak tadi memejamkan mata kini kembali membuka kelopak matanya perlahan. Tatapannya yang masih sayu mengarah lurus kepada Keyla.

"Bukankah Keyla mirip sekali sama Kak Alden?"

Kalimat itu membuat ruangan mendadak sunyi, Ivan bahkan langsung menghentikan usapan di kepala Keyla.

Sementara Alden mendekati ranjang, lalu mengusap lembut rambut Keisya menggunakan ibu jarinya.

"Maksudmu?"

Keisya tersenyum kecil.

"Coba lihat saja."

Pandangan matanya kembali beralih kepada Keyla.

"Kak Alden sama Keyla kayak saudara kembar."

Ia berhenti sejenak lalu melanjutkan, "Bedanya Kak Alden versi dewasa."

Sudut bibir Keisya terangkat tipis sebelum matanya kembali terasa berat. Efek obat membuat rasa kantuk perlahan menguasai dirinya.

'Ayolah... curiga sedikit lagi.' Pikiran itu menjadi hal terakhir yang terlintas di benaknya.

Sesaat kemudian ia benar-benar tertidur dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya.

Sementara Alden dan Ivan saling berpandangan dalam diam karna ucapan Keisya barusan ternyata sama persis dengan apa yang sejak tadi mereka pikirkan.

1
Ari Peny
lagi thor 💪💪💪
ita aja
istrhat dlu kei
pasti lelah kmu
Ari Peny
😭😭😭😭
Dedi Dahlia
kesya bertahan jangan menyerah dulu jangan patah berjuang,semangat thorr
Sulati Cus
lanjut Thor walaupun bikin mewek gpp lah itung2 latihan
Rossy Annabelle
next /Sob/
MomRea
banyak bawang nya 🥲🥲
dome🌬️🌀🌀🌀
kak thorrrr.... aaaakkkhhhjj.... ngereog nih akuuuuuuuuuuuu😭😭😭😭
kok dikit amat siiihhhhh

satu dua tiga scroll abisssssa nunggu bab selanjutnya 😭😭😭😭
up banyak banyak yaa thorrrrr

semangattttttttttttt 💪💪💪💪
Pawon Ana
dari awal episode baca cerita ini, bikin menguras emosi, nyesek bnget ya si Keisya....😔
dome🌬️🌀🌀🌀
sudahlah terlambat sudahhh, keysia sudah minum racun. mau marah sama pelayan juga kalian bersikap sama. pelayan hanya mengikuti perilakuan majikan nya lahh. sok perduli siapa yg berani memperlakukan kluarga Jordan dengan tidak hormat.. kau dan kalian pun sama. 😤😤😤
kesiannya keysia 😭😭
dome🌬️🌀🌀🌀
kspoookkkkk... menyesal kan, setelah apa yg sudah dialami keysia. baru pada perhatian dan mencari tahu😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
sampai sebegitu nya ingin merubah arah hidupnya agar tak berakhir tragis keysia😭😭😭😭
biar saja keluarga mu semua menyesal karena sudah mengabaikan mu keu
aku
pergi aja keysha. lanjutkan rencanamu. sukses kan diri!!! go go keysha 😭😭
Ari Peny
lbh baik lanjut jaga jarak sha
Rossy Annabelle
biar istirahat dulu dah si Keisya/Frown/
Dedi Dahlia
menyesal tidak berguna,sekarang kesya sudah siap meniggalkan keluarga yang tidak pernah di anggap,kalu siuman nanti tinggalkan saja,kalau masih bertahan akan ada masalah apa lagi kalau ujungnya sakit dan sesak.
Pawon Ana
akhirnya pada tahukan kamar Keisya sudah kosong....biarin dah si Keisya tidurnya agak Lamaan...biar istirahat dulu dia😔
Ari Peny
😭😭😭
Dedi Dahlia
😭😭 nanggis lihat kesya menderita kapankah mendapat kebahagiaan lanjut thorr
Pawon Ana
ok Keisya perjuanganmu kok ya sampai sejauh itu ... 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!