Kisah cinta yang penuh dengan perjuangan untuk menuju puncak Cinta tertinggi telah dilalui oleh Gadis cantik bernama Elsara Anjani dengan teman sebangkunya Ivan Ardiansyah. Perbedaan status ekonomi dan restu orangtua telah menghalangi kisah cinta mereka.
Segala perjuangan telah di lalui oleh keduanya, Cinta yang kuat membuat mereka bertahan dari segala rintangan yang menghadang di jalan mereka.
Bagaimanakah kisah mereka menuju puncak Cinta yang di tuliskan oleh Takdir?terus ikuti kisah nya dalam Novel PUNCAK CINTA ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tie tik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tunggulah aku sebentar lagi...
Sepanjang perjalanan hidupnya, baru kali ini Elsa merasakan kebahagiaan yang berbeda dalam hidupnya. Hari-hari yang pernah Ia lalui dengan rasa sepi kini terbayar dengan rasa bahagia setelah makan bersama di rumah nya Ivan.
Duduk bersama dengan Ivan adalah hal pertama yang membuat Elsa menjadi bahagia saat ini. Sedangkan kehadiran Bu Nurul sebagai pelengkap kehangatan yang di rasakan dalam hati nya. Ia merasakan kasih sayang seorang ibu yang jarang ia dapatkan dari Bu Kana.
Bu Kana sangat sayang kepada Elsa, namun tuntutan profesi membuat Bu Kana sering meninggalkan Elsa dirumah sejak Ia masih bayi. Kasih sayang Bu Kana tercurahkan dengan memanjakan dan menuruti semua yang Elsa mau, entah itu dalam bentuk uang atau barang-barang mewah yang Elsa inginkan.
Elsa duduk di samping Ivan dengan menikmati nastar buatan Bu Nurul sedangkan Bu Nurul pergi ke belakang untuk kembali melakukan aktivitas nya. Mereka berdua terlihat canggung untuk ngobrol seperti biasanya.
"Kamu kemana aja selama tiga hari ini?" Tanya Ivan untuk memulai obrolan dengan Elsa.
"Aku hanya di rumah aja Van, lebih tepatnya di kamar." Jawab Elsa sembari mengunyah nastar yang baru saja di ambil dari toplesnya.
"Kamu gak liburan kemana gitu El?" Tanya Ivan lagi.
"Gak ada yang ngajak jalan Van." jawab Elsa tanpa menatap Ivan.
"Pacar kamu gak ngajak jalan?" Tanya Ivan yang berhasil membuat Elsa menghentikan kunyahan nastar nya. Ia kemudian menatap Ivan yang juga sedang menatap nya.
"Aku tuh mau nya sama kamu aja Van... Ivan!!" Gumam Elsa dalam hatinya.
"Aku gak punya pacar Van. Teman cowok aja aku gak punya apalagi pacar!!" Jawab Elsa sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
"Oooohh!!" Jawab Ivan dengan singkat.
"Tumben nanya gitu?" Tanya Elsa
"Pengen tau aja." jawab Ivan yang saat ini mengalihkan pandangan nya ke televisi di depan nya.
"Kirain mau ngajak aku jalan kemana gitu!!" Ucap Elsa sembari menatap Ivan lagi.
"Emang kamu mau jalan sama aku naik motor?" Sekuat tenaga Ivan mengucapkan pertanyaan itu yang berhasil membuat Elsa tersentak.
"Mauu bangeeet Van!!!" Ucap Elsa tanpa sadar. Ia terlalu bahagia mendengar Ivan yang melontarkan pertanyaan langka yang Elsa tunggu selama ini. Setelah sadar dengan ucapan nya Elsa membekap mulutnya sendiri.
"Eh maksudku gak papa kita jalan-jalan naik motor." Elsa mengalihkan pandangan ke arah lain karena malu. Wajahnya menjadi merona karena Ivan tiba-tiba tersenyum sambil menatapnya
"Lucu!!" Ucap Ivan dengan singkat dengan senyum manis yang terlukis di bibirnya.
Hanya mendengar satu kata yang terucap dari bibir Ivan membuat hati Elsa di penuhi dengan gelombang-gelombang cinta yang menggetarkan jiwa. Elsa tersipu malu hingga membuat pipi mulusnya menjadi merona. Karena tidak tahan berada dalam situasi seperti ini, Elsa bangkit dari tempat duduknya untuk segera pulang dari rumah Ivan.
"Aku pulang dulu Van, mana Bunda kamu?" Ucap Elsa ketika sudah berdiri dari tempat duduknya. Ia tidak berani menatap Ivan saat ini, karena malu jika ketahuan kalau dirinya saat ini sedang tersipu.
"Kenapa buru-buru?" Tanya Ivan sambil memandang tubuh Elsa yang membelakanginya.
"Astaga!! Apalagi ini Van?? Jangan membuatku terlalu berharap Van!!" Gumam dalam hati nya sembari memejamkan matanya.
"A-aku harus pulang sekarang Van, Mama sebentar lagi pulang." Ucap Elsa dengan gugup.
"Baiklah, akan aku panggilkan Bunda di belakang." Ucap Ivan sembari beranjak dari tempat duduknya saat ini.
"Loh kenapa buru-buru pulang El?" Tanya Bu Nurul ketika sudah berada di ruang tengah sambil menatap Elsa yang salah tingkah.
"Elsa mau istirahat Bu..." Jawab Elsa Asal.
"Katanya tadi Mama akan pulang, sekarang mau istirahat. Ternyata Kamu tidak pandai berbohong El.." Gumam Ivan dalam hatinya ketika mendengar alasan Elsa.
"Ya sudah hati-hati di jalan ya... Kalau pengen makan bareng lagi kamu kesini aja ya, tidak usah membawa makanan dari rumah." Ucap Bu Nurul dengan suara yang lembut.
"Serius Bu saya boleh makan bareng disini lagi???" Jawab Elsa dengan antusias nya.
"Iya, tapi jangan lupa pamit sama orangtua dulu ya..." Bu nurul menepuk pundak Elsa dengan penuh kasih sayang.
"Iya Bu, Kalau begitu Elsa pamit pulang dulu Bu. Terima kasih sudah nemenin Elsa makan hari ini." Elsa menjabat tangan Bu Nurul dan mencium punggung tangan Bu Nurul dengan hormat.
"Iya Sama-sama." Jawab Bu Nurul setelah Elsa menegakkan tubuhnya.
"Van, Aku pulang dulu." Pamit Elsa sembari menundukkan kepalanya karena ia tak kuasa menatap Ivan yang begitu berbeda hari ini.
"Hati-hati El!!" ucap Ivan yang masih menatap Elsa.
Elsa berjalan keluar dari rumah Bu Nurul di ikuti Ivan dan Bu Nurul di belakang nya untuk mengantar kepulangan Elsa sampai teras rumah nya. Sekilas Bu Nurul melirik Ivan yang sedang menatap mobil Elsa yang semakin lama semakin hilang dari pandangan mata.
"Ada apa ya Elsa dan Ivan tadi?? kenapa mereka sama-sama terlihat malu? Ivan juga berbeda dari biasanya. Apa mereka sudah berpacaran??" Bu Nurul bertanya dalam hati nya.
Setelah Elsa pulang, Bu Nurul kembali lagi ke dalam rumah sedangkan Ivan duduk di kursi yang ada di teras rumah nya. Ia senyum-senyum sendiri ketika mengingat saat dirinya sedang berdua dengan Elsa beberapa saat yang lalu.
Hari ini Ivan tidak bisa menahan dirinya untuk bersikap cuek seperti biasanya kepada Elsa, bentenga pertahanan yang selama ini di bangunnya, runtuh sudah karena melihat pesona Elsa yang terlihat begitu mengagumkan di mata dan hatinya.
"Woe Van ngapain kamu melamun sambil senyum-senyum sendiri!! kesambet ya!!" Teriak Ryan, salah satu teman Ivan bermain PS yang kebetulan melewati jalan di depan rumah nya.
"Yan... Mampir Yan!!" Teriak Ivan kepada temannya yang menghentikan sepedanya di depan halaman rumah Ivan.
"Aku buru-buru Van, nanti setelah isyak jangan lupa ke tempat biasa ya..." Ucap Ryan kepada Ivan.
"Oke..." Ucap Ivan sambil mengacungkan ibu jari nya.
Setelah Ryan berlalu dari rumahnya, Ivan masuk kedalam rumahnya. Ivan menggulung karpet yang tadi di pakai untuk makan siang bersama Elsa dan setelah itu ia masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
Ivan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya, ia menatap langit-langit kamarnya dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Lagi-lagi Ivan teringat wajah cantik Elsa yang sedang tersenyum.
"Astaga!! Kenapa dari tadi mikirin Elsa terus ya!!" gumam Ivan.
"Apa aku harus mengikuti saran Ayah untuk mengikuti apa kata hatiku, tapi... Apa Elsa tidak akan menolak ku?" Tanya Ivan pada diri nya sendiri.
Ivan menyelami pikiran nya sendiri untuk memikirkan langkah yang akan di lakukannya nanti. Setelah tadi melihat Elsa yang gugup di hadapan nya, Ivan bisa menyimpulkan jika Elsa juga memiliki perasaan yang sama dengan nya.
"Elsa, tunggulah Aku sebentar lagi..." Ucap Ivan sebelum memejamkan matanya untuk berkelana ke alam mimpi yang begitu indah.
_
_
_
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Ni novel bikin hhuufffttt termehek2 hener mak jadinya...
makasih atas karya2 luar biasanya y mbak