Memberikan keturunan untuk suami adalah impian seorang istri tapi bagaimana bila ternyata impian itu tidak sesuai dengan kenyataan?
Tidak ada istri yang mau "Mandul", 6 tahun menikah Tata belum juga hamil dan punya anak.
Desakan kedua orang tua Dedi yang mengharuskan mereka segera punya anak membuat hati Tata sakit, ditambah lagi dengan ancaman jika Tata tidak kunjung memberikan cucu untuk mereka Dedi akan di nikahkan dengan wanita pilihan kedua orang tuanya.
Di usianya yang ke 41 tahun Tata akhirnya berhasil hamil, kehamilannya yang sudah lama di nati-nantikan akhirnya terkabul juga. Akan tetapi Becky ibu mertuanya tetap ingin Mawar menjadi menantunya.
Apakah Tata akan tetap menjadi istri satu-satunya Dedi?
Apakah kehamilannya berhasil menggubah sikap mertua nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ezrahi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Pemulihan
Ibu Dedi datang ke rumah sakit menemui Dedi," Bagaimana keadaan istri mu? sedang kritis bu sekarang sedang di rawat di ruang ICU. " ibu Dedi datang dengan raut muka sedih nya.
"Sabar ya nak, ibu berharap istri mu mampu melalui cobaan ini. " Becky menepuk-nepuk punggung anaknya.
"Iya bu, Dedi juga berharap seperti itu. "
"Mau ibu temani di rumah sakit? "
"Gak usah bu, Dedi aja ibu dan bapak pulang saja Dedi aja yang jaga istri Dedi. "
"Bagaimana dengan pelaku tabrak larinya, sudah ketemu? "
"Belum bu, kabar terbaru dari pihak polisi pelakunya susah di lacak karena plat mobil yang di gunakan ternyata plat palsu bu. Jadi butuh waktu lama untuk mencari pelakunya. "
"Iya nak, semoga cepat ketemu ya pelakunya. "
"Iya bu, Dedi juga berharap seperti itu. Dedi berharap pelakunya segera tertangkap dan mendekam di penjara, Dedi tidak akan pernah memaafkan pelakunya karena sudah membunuh anakku dan melukai istriku. " mata Dedi tampak bengkak karena sudah lama menangis, Becky menepuk-nepuk punggung anaknya.
"Sabar nak. "
Bapak Dedi hanya bisa melihat kesedihan anaknya tak ada kata-kata yang bisa menghibur hati Dedi selain kesembuhan istrinya. Selama 3 jam orang tuanya menemani Dedi, setelah itu mereka pulang ke rumah.
Sudah 2 hari Tata di rawat, hari ini Tata sudah mulai sadar alat bantu nafas sudah mulai di lepas.
"Dokter bagaimana perkembangan istri saya? "
"Keadaan istri bapak sudah lebih baik dari sebelumnya, hari ini sudah bisa lepas alat bantu nafas. Besok jika stabil sudah boleh pindah ruang rawat bisa. "
"Baik dokter. "Dedi menyalami tangan dokter itu, raut wajah bahagia terpancar di wajah Dedi mendengar penjelasan dokter. " Syukur lah istriku sudah lebih baik, terima kasih Tuhan. " pikir Dedi.
Dedi mengambil cuti selama istrinya di rawat, ibunya hanya mengunjungi istrinya beberapa kali saja. Karena Tata juga masih di rawat di ruang ICU pengunjung juga di batasi jam berkunjung nya.
Saat bertemu istrinya, Dedi selalu berusaha untuk kuat dan tidak memperlihatkan kesedihannya. Dedi selalu berusaha untuk tampak kuat agar Tata semangat dan tidak sedih dengan apa yang terjadi saat ini.
Keesokan harinya Tata akhirnya berhasil pindah ruangan, Tata di pindah kan di ruang rawat bedah, Tata masih tampak sedih setelah mengetahui anak dalam kandungannya meninggal dunia.
Kehilangan anak yang sangat di nanti-nanti kan sangat membuat hati Tata terluka, Tata berbicara saat Dedi mengajak Tata berbicara selebihnya Tata lebih banyak diam dan melamun.
"Makan lagi ya dek? "
"Masih kenyang mas. "
"Supaya cepat pulang, adek makan ya sedikit juga gak apa-apa dari tadi pagi adek belum makan kalau gak mau makan kapan sembuhnya. Mau ya. "
"Iya mas. "
Dedi menyuapi istrinya, Dedi berusaha ceria di hadapan istrinya sedikitpun dia tidak membahas soal kematian anak mereka karena Dedi tidak mau istrinya terluka. Walau bagaimana pun yang sangat terpukul Tata sebagai wanita dengan usia tua sangat tidak mudah untuk mengandung lagi.
"Senyum donk jangan cemberut terus, ade harus semangat. "
"Mas maaf ya. "
"Maaf soal apa?"
"Maaf karena tidak mendengar kata-kata mas. Andai saja Tata tidak keluar dari dalam mobil pasti anak itu tidak akan meninggal. " Tata bicara sambil meneteskan air mata nya,Tata merasa sangat bersalah akan kejadian kemarin.
"Lo mas gak nyalahin ade ko, mas tau itu semua kecelakaan bukan kemauan ade. "
"Tata merasa sangat bersalah mas, Tata benar-benar minta maaf. " Tata menangis tersedu-sedu di hadapan Dedi, Dedi berusaha kuat, di tahannya air mata nya agar mampu menjadi suami yang kuat di hadapan istrinya.
"Dek, bagi mas ada atau tidak anak bukan masalah dek. Mas bersyukur ade bisa selamat, Tuhan lebih sayang dengan anak kita jangan sesekali apa yang sudah terjadi ini semua bukan kesalahan adek. Kita masih bisa angkat anak dek, mas tidak masalah kalau kita angkat anak. "
"Tapi mas, orang tuamu sangat mengharapkan kehadiran anak kandung mu di antara kita bukan anak angkat. "
" Mas gak peduli dek, kita yang menjalani rumah tangga, kita sudah dewasa tidak seharusnya orang tua kita terlalu ikut campur dengan semua urusan rumah tangga kita. Mas yang akan bicara dengan ibu dan bapak agar mereka mengerti."
Dedi memeluk istrinya, cinta yang begitu tulus membuat Dedi menerima istrinya apa adanya, "mas mencintaimu dek, apa pun yang terjadi. " Tata menangis tersedu-sedu di pelukan suaminya.
Mawar datang ke rumah ibunya Dedi, "eh nak Mawar tumbuh gak hubungi dulu datang ke rumah. "
"Mawar sengaja bu mau beri ibu kejutan. Ini bu ada kue kesukaan ibu. " Mawar membawakan Becky kue Black forest.
"Tau aja kesukaan tante apa, Terima kasih nak Mawar. "
"Ayo sini duduk sama-sama. "
"Iya bu," Mawar duduk bersama ibunya Dedi.
"Bu mega, Bu mega, tolong buatkan kami minuman. "Becky memanggil pembantu barunya.
"Iya bu. "
"Tante, benaran istri mas Dedi kecelakaan? " tanya Mawar dengan raut penasaran.
"Iya benar, sempat kritis dan di rawat di ruang ICU sekarang sudah pindah ruang rawat biasa. "
" Oh gitu, denger-denger istrinya sedang hamil ya waktu itu tante? "
"Iya Mawar tapi karena kecelakaan itu bayinya tidak bisa di selamatkan. "
"Kasihan banget ya tante padahal istrinya sudah tua, gak mungkin setelah ini bisa hamil lagi. "
"Itulah."
"Pelakunya udah ketangkep tante? "
"Menurut polisi sulit melacak pelakunya karena platnya, plat mobil palsu. "
"Oh seperti itu tante tante. "
"Tumben main tempat tante ada apa? "
"Mawar rindu tante, pengen jenguk tante aja. "
"Oh seperti itu, tante pikir ada apa. Papa dan mama Mawar apa kabar? "
"Kabar baik tante, papa dan mama turut sedih mendengar kabar kecelakaan istrinya mas Dedi tante. "
"Ini bu minumannya, "
" Iya bu. Ayo Mawar di minum minumannya. "
"Iya tante terima kasih. "
"Aku punya kesempatan ni kalau istri mas Dedi gak bisa punya anak lagi asyik, bahagia banget hatiku memikirkan nya, " pikir Mawar sambil tersenyum jahat.
Mawar, Becky menikmati obrolan mereka sambil menikmati minuman dingin. Keduanya saling bertukar cerita, saling tertawa dan saling memuji satu sama lain. Mawar sengaja mendekati ibu Dedi agar kesempatan yang di harapkan nya bisa jadi lebih mudah.
"Tante, Mawar harus pergi dulu. Ada yang perlu Mawar urus tante. "
"Cepat sekali, tante senang nak Mawar bisa main di rumah tante. Lain kali datang lagi ya temani tante ngobrol di sini, kita ngopi bersama. "
"Iya tante, Mawar pulang dulu ya. "
"Iya nak Mawar. "
"Hmm, syukur aja aku hari ini gak di buatkan kopi kalau sampai di buatkan kopi aku benar-benar merasa tersiksa karena aku sebenarnya tidak suka kopi. " demi mengambil hati Becky Mawar rela meminum kopi yang tidak di sukainya hanya untuk menyenangkan hati Becky.
"Andai saja dia jadi menantu ku pasti menyenangkan, dia nyambung dengan ku bisa di ajak ngopi bersama, ngobrol bersama dan bisa jadi teman cerita juga. "
seharusnya instrospeksi diri c Becky ini ...
Semangat.