Chelsea Cellina Stefani adalah seorang gadis cantik dan juga pintar dia adalah sahabat baik Earlyn.
Mereka telah bersahabat semenjak kecil.
Darielle Abrisham Nathaniel atau yang biasa dipanggil Ziel adalah sahabat kecil mereka.
Ketika lulus SMA Ziel melanjutkan kuliah di Harvard University sehingga mereka terpisah selama beberapa tahun. Namun walau begitu mereka masih tetap saling memberi kabar.
Ziel tidak mengetahui bahwa diantara Celline dan Earlyn memendam perasaan yang sama pada orang yang sama. Akankah Ziel memilih salah satu diantara mereka ataukah dia menjatuhkan pilihan pada gadis lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ThaRoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencoba Menghindarimu
Celine diam-diam masuk ke dalam rumahnya. Ahh....sukurlah semua orang sudah dikamar masing-masing.
Baru mau menjejakkan kakinya ditangga bermaksud pergi ke dalam kamarnya tiba-tiba saja "Celline kenapa mengendap-endap masuknya, apa ada masalah?" Tanya papa Yugho
Celline langsung mencari sosok tubuh tinggi kekar yang sedang berdiri dibelakangnya sambil memegang secangkir kopi.
"Ahh..papa mengagetkan aku saja" lalu dia menghampiri ayahnya dan memeluknya.
"Tumben anak papa manja begini ada apa sayang?" Tanyanya.
Sambil mencubit lengan ayahnya "Ihhh...papa apa sih, aku akan selalu baik-baik saja. Apa papa tidak lihat aku?aku tidak kekurangan apa-apa sedikitpun" lalu dia merendeng lengan ayahnya dan mengajaknya duduk di sofa keluarga.
"Tadi siapa yang mengantarmu? Axel?" Tanya papanya.
"Tentu saja memang siapa lagi pria yang tergila-gila padaku pah?" Celline.
"Apa kamu menyukainya nak?" Papa Yu
"Tidaklah pah...akan sangat aneh jika aku membalas perasaannya. Dia itu seumuran Kean nanti apa kata adikku pah? Habislah aku diceramahin oleh dia. Dia tidak suka jika aku berpacaran dengan kawannya" jawab Celline sambil menunduk dan memainkan jari tangannya.
Yugho membelai-belai rambut putrinya dengan sayang. "Jika kamu tidak menyukai Axel maka kamu jangan pernah memberinya harapan. Kasihan dia karena papa lihat dia menyukai kamu sayang"
"Jadi apa yang harus aku lakukan pah?"
"Katakan padanya terus terang...lebih baik sakit sekarang daripada sakit nanti biar luka itu tidak akan semakin dalam" Papa Yu
"Ah iya benar pah...aku harus bersyukur sekarang karena sudah tau lebih dulu hatinya dia kepadaku"jawabnya sambil berguman.
"Apa sayang...maaf papa tidak dengar" ujar Yugho
"Tidak ada apa-apa papa sayang. Aku akan mengambil formulir besok untuk mengikuti turnamen memanah dari kampus" jawab Celline berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah....jika kamu memiliki masalah tentang pria kita akan diskusikan bersama" ujar papa Yu.
"Baiklah papa gantengku...cup...cup.. aku sayang papa" Celline langsung memeluk papanya dengan erat.
"Hmmm...aku tahu anak gadisku sedang ada masalah dengan hatinya. Papa tidak akan memaksamu papa akan tunggu sampai kamu sendiri yang mencari papa untuk mengatasi masalahmu" ucap Yugho dalam hati lalu dia mengusuk-usuk rambut anak gadisnya.
"Semoga berhasil sayang apapun yang kamu lakukan.Papa akan menghadiri turnamen kamu dan papa yang akan memberi semangat untukmu. Cayooo....semangat anak papa" Yugho mengangkat tangannya sebagai simbol memberikan semangat kepada anak gadisnya dan Celline pun ikut mengangkat tangannya.
"Pasti papa..aku akan giat lagi berlatih. Sudah ya pah aku masuk kamar dulu mau istirahat karena besok pagi aku akan ke kampus" Line
"Oke sayang..ingat papa akan selalu ada waktu untukmu" teriak Yugho kepada Celline yang sedang berjalan menaiki anak tangga.
Ditangga dia pun berpapasan dengan mamanya." Wah tumben anak mama jam segini udah pulang?pestanya tidak menyenangkan kak?" Tanyanya
"Mama...pestanya sangat menarik hanya saja aku ingin cepat istirahat sampai dirumah karena besok aku akan mengambil formulir turnamen memanah mah" jawabnya sambil terus berjalan menuju kamarnya.
"Woy...kakak..jangan turnamen terus kamu ikutin coba kamu ikutin lomba cari jodoh kak biar gak jomblo terus. Cewek sih hobi banget kerja jangan kaya papa kamu gila kerja kak nanti kamu bisa jadi perawan tua. Mama seumuran kamu udah mau nikah sama papa kamu" ujar Firda.
"Ya...ya...ya...iya mah sebentar lagi aku akan memanah jodohku" jawabnya lalu dia segera masuk ke dalam kamarnya.
Firda segera turun dari tangga dan menghampiri suaminya.
"Anak gadis kamu kenapa pah? Tumben banget agak lesu dia" Firda
"Biasalah mah mungkin masalah cowok tapi biarkan dia mengatasi masalahnya sendiri. Jika dia butuh bantuan baru papa akan membantunya. Papa tidak akan mencampuri urusannya selagi dia tidak salah jalan" Yugho segera menyeruput kopinya.
Firda segera mengambil remote control dan mencari chanel kesukaannya.
"Untung baru mulai tayangannya" ucapnya sambil tiduran dipaha suaminya.
"Dasar emak-emak korban sinetron, sejak kapan kamu suka tayangan ikan terbang mah?" Tanyanya
"Ini gara-gara anak buahku di kantor pah tiap hari ngomongin sinetron terus sambil nonton tayangan gosip. Papa kan tau sendiri kalau mama orangnya gak bisa dipancing. Jadi mama ikutan mereka pah hehehe" jawabnya
Yugho segera menjentil jidat istrinya.
"Aduh papa sakit tau" dia segera membalas ulah suaminya dengan menggigit paha Yugho dengan keras.
"Awww...sakit mah..cukup...cukup..papa nyerah"
Akhirnya Firda melepaskan gigitannya dan menciumi paha suaminya.
"Makanya jangan nakal" ucapnya.
"Baiklah....sudah jangan ngomong terus nanti kamu gak ngerti jalan ceritanya" Yugho segera mengusap-usap wajah istrinya dan menemaninya menonton film yang amat membosankan itu.
Celline masuk ke dalam kamarnya lalu dia melemparkan tasnya kesembarang tempat dengan kasar dia hempaskan tubuhnya ke ranjang empuk itu.
Ahhh....hari ini benar-benar melelahkan pikirnya. Bukan tubuh yang lelah tapi hatinya yang lelah. Ucapan Ziel terus terngiang-ngiang di kepalanya dan membuat kepalanya pusing. Adik...adik....dan tidak mempunyai perasaan apa-apa....aahhhh...sungguh menyebalkan kamu itu Ziel...amat menyebalkan. Ditutupinya kepalanya dengan bantal berharap dia bisa menghilangkan bayangan Ziel malam ini.
Malam semakin larut angin berhembus dengan kencangnya seakan ikut merasakan kegundahan hati gadis itu. Berkali-kali dia mengecek ponselnya tak sekalipun Ziel menghubunginya yang ada hanya foto Earlyn dan Ziel tertawa bersama didepan meja makan itu. Hanya itu yang terlihat di status Earlyn.
Ada beberapa pesan dari Axel yang isinya mengatakan besok akan menjemputnya.
Ahhh....Axel lagi....axel lagi....kenapa bukan Ziel sih yang bersikap manis seperti itu kenapa harus Axel sesalnya.
Tuhan...seperti pintaku jika memang dia bukan untukku jauhkan dia dari hidupku. Hari ini aku memang menangis tetapi bukankah selalu ada pelangi setelah hujan? Tolong hapus nama dia dari dalam hatiku Tuhan. Walaupun ini amat sakit tetapi biarlah cinta dan rindu ini ku lepas dengan ikhlas. Semoga dengan keikhlasan aku bisa menjalani ini semua dengan tenang dan bisa hidup tanpa beban.
Akhirnya lama kelamaan mata Cellinepun terpejam dan waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 dinihari.
Suara berisik dari dapur begitu mengganggunya belum lagi suara cempreng mamanya yang memarahi adiknya itu. Celline segera melihat jam wekernya dan dia langsung terkejut.
Astaga sudah hampir jam 8 dan dengan cepat dia segera berlari ke kamar mandi dan secepat kilat dia buru-buru mandi walau hanya sikat gigi dan sabunan saja biarlah nanti sore baru dia akan benar-benar membersihkan tubuhnya.
Dengan menggunakan pakaian sekenanya saja dan tanpa ada polesan make up Celline buru-buru turun keruang makan.
"Aku tidak keburu sarapan mah...tolong bungkusin roti sama jus mah aku akan makan dikantin saja" ucapnya lalu dia segera ke garasi untuk memanaskan mobil mamanya.
"Kean kamu ada kuliah jam berapa?" Line
"Jam 10 kak kenapa?" Tanyanya
"Antar kakak dulu ke kampus Kean" pintanya
"Wah....sori gak bisa kak, aku mau jemput pacar aku sudah janjian" jawabnya
"Heran deh kakak sama kamu, lebih penting nganterin ceweknya daripada kakaknya" omel Celline
"Biasa aja kali kak ngomongnya lagipula kan kakak juga suka dijemput Axel kenapa gak minta sama dia saja kak?" Tanyanya.
"Sori....kakak gak suka nyusahin orang. Ya sudah kalau gak mau nganterin kakak bisa naik ojek...bye" jawabnya dengan kesal.
"Kakak bareng mama saja nanti mama anterin" Firda
"Lama nunggu mama, mandi aja mama belum. Ya sudahlah aku buru-buru aku naik ojek saja mah" Celline
"Kak....bawa mobil mama sana kalau kamu buru-buru nanti mama minta antar Kean atau bisa juga nanti mama naik taxi gak apa-apa" Firda.
"Gak usah mah..aku sudah pesan ojeknya. Mana bekal aku mah? Ini punya aku?" Tanyanya sambil mengambil tas kecil toperwer yang berisi kotak makan dan gelas jus.
"Iya sayang jangan yang biru itu punya mama"
"Oke mah..aku jalan ya ojek aku sudah didepan....cup...cup" lalu Celline mengambil tangan mamanya dan menciumnya setelah menjitak kepala adiknya dia berlari ke depan menghampiri abang gojeknya. Dia tidak perduli omelan adiknya.
Dia segera mengambil helm abang gojeknya dan langsung memakainya.
"Bang gak usah pake rem langsung gaspol terus ya bang...saya sudah telat" ujar Celline
"Waduh neng...jangan begitu atuh anak sama istri abang nunggu dirumah" jawab abang gojek sambil melajukan motornya dengan kencang.
"Wuihhh...keren juga si abang berani ngebut hehehe..lanjoot banggg" seru Celline
Mendengar perintah dari penumpangnya abang gojek dengan lihai meliuk-liukkan motornya hingga membuat gemas pengendara mobil sementara Celline malah tertawa gembira karena dengan begitu dia bisa segera sampai kampus.
Akhirnya hanya dengan menempuh perjalanan selama 30 menit sampai juga dia dikampus. Dengan segera dia melepas helmnya dan memberi uang lebih kepada tukang ojek itu sebagai kompensasi karena telah berani mengebut dijalan raya dan mengantarnya dengan selamat.
"Line...Celline" panggil Ira teman kampusnya itu.
"Oiii....ada apa Ra?" Tanyanya dan dengan segera Ira menghampiri Celline kemudian menariknya duduk di koridor kampus.
"Sini deh gue mau tanya sama elo. Bule yang kemaren mojok sama elo kemana?" Tanyanya
"Siapa Ra?" Celline nampak mencoba mengingat-ingat.
Aahh... iya dia baru ingat sekarang.
"Kak Ziel?" Tanyanya
"Entahlah siapapun namanya elo mau tau sekarang dia sama siapa diparkiran mobil?" Ira
"Memang sama siapa dia? Paling-paling nganterin Axel adiknya terus apa hebohnya jika dia cuma ngantar adiknya?" Line
Dengan gemas Ira menarik tangan Celline dan mengajaknya berjalan menuju arah parkiran mobil dan dengan sengaja berjalan didepan mobil Ziel.
"Noh..elo liat situ mojok sama siapa dia? Sama anak Ekonomi Manajemen" ujarnya.
Celline segera melihat ke arah mobil Ziel dan tampak dia sedang mengobrol dengan Earlyn. Mata merekapun bertemu Celline langsung kaget dan buru-buru buang muka lalu dia segera menarik tangan Ira dan pergi berlalu dari tempat itu.
Dadanya saat ini langsung berguncang hebat. Pria yang tidak mau ditemuinya malah mereka beradu pandang saat itu. Duh hati... kenapa jadi mencelos begini sih runtuknya dalam hati dan ini semua karena ulah Ira teman sekelasnya itu.
Dengan kesal dijitaknya jidat Ira itu hingga dia mengaduh kesakitan.
"Pagi-pagi kamu sudah bikin aku sial tau gak. Masa kamu nyuruh aku ngeliatin orang pacaran sih yang benar saja kamu Ra" semburnya dengan kesal
"Line....setau gue diakan pacar elo. Bukannya elo beberapa hari yang lalu mojok sama dia dikantin. Elo gak tau apa kalau berita loe jadi trending topik nomor satu dikampus?" Ujarnya
"Mojok berdua kan bukan berarti pacaran Ira. Buktinya gue sendiri jalan ke kampus gak diantar sama dia" Line
"Ahh...sori deh gue kira beneran elo pacaran sama dia jadi tadi gue bermaksud ngajak elo buat ngelabrak pacar loe itu karena ada main sama anak Ekonomi itu ya temen loe yang paling elo sayangin itu si Earlyn" Ira mencibir begitu menyebut nama Earlyn.
"Gagal dah ngelabrak orang pagi-pagi. Sudah yuk masuk kelas kita bikin silabus buat anak baru aja" ajak Ira
Dengan gontai Celline mengikuti langkah kaki Ira. Mereka menuju kelasnya dan berarti mereka harus melewati mobil itu lagi. Duh Tuhan....semoga Ziel sudah tidak ditempatnya lagi begitu doa Celline.
Baru melangkahkan kakinya beberapa langkah pandangannya langsung tertuju melihat sosok tinggi dihadapannya yang sedang berjalan bersama Earlyn. Celline tidak bisa menghindar lagi tidak menyapa juga tidak mungkin akhirnya dengan senyum dipaksakan dia segera menyapa Ziel dan Earlyn.
"Kalian baru sampai Lyn?kakak?" Ujarnya sambil tersenyum getir.
Mereka hanya menatap Celline namun Celline tidak memperdulikannya yang penting dia harus berlalu dari kedua makhluk itu.
"Aku duluan ya kak ada yang harus aku kerjakan saat ini..permisi" pamitnya kepada kedua sahabatnya itu. Lalu Celline segera pergi dari hadapan Ziel secepat mungkin.
********
Duh..hati rasanya sesak sekali kenapa juga harus melihat mereka😭😭
Lumayan bisa nulis lagi untuk kalian karena bos gak ada hari ini🤣🤣
Jangan lupa genks like, vote n komennya😘😘😘
Lope....lope...buat kalian semua😘😘😘
Kenapa juga aku harus menatapmu Ziel😣
Aku dengan kesedihanku tapi tak mengapa aku ikhlas kamu bersamanya Ziel
Yang minta visual Queen