Tiga hari setelah menandatangani surat perceraian itu aku menikah lagi tanpa pernikahan tanpa pesta tanpa gaun dan tak ada ucapan selamat sama seperti pernikahan pertamaku. Pernikahan yang begitu kejam aku dibuang setelah tidak dibutuhkan lagi dan lalu aku menikah dengan bos mafia besar dinew york,, Bagaimana kisah selanjutnya antara mia dengan bos mafia itu akankah mia akan ditinggalkan lagi untuk kedua kalinya?? Yuk mari kita tonton novelnya saja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Aisyah29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Tujuh hari lalu begitu cepat, Tepat pada hari senin
Keesokannya bus perusahaan membawa semua orang ke villa semenanjung Luxery Point dan Claudia duduk yang paling depan membicarakan masa lalu dia bersama Tuan Julian Smith di sepanjang perjalanan dan dia mengatakan bahwa Julian sangat menghargainya. Dan dia bisa berkunjung kapan saja di Luxery Point.
Mia hanya tersenyum dan bersandar dijendela dia terdiam merasa geli dengan ucapan Claudia itu.
Lalu bus telah berhenti di gerbang besi tempa kediaman villa Luxery Point yang megah tersebut.
Di saat berhamburan dan begegas turun semua orang memandangi kediaman villa Luxery Point di tepi pantai yang luas itu dengan takjub, Gerbang berat terukir rumit itu tertutup rapat, Di sebelahnya panel akses berkilau di bawah cahaya dingin.
Lalu rekan yang lain menyuruh agar Claudia membuka pintu nya ;
" Claudia cepat buka gerbangnya, Kami sudah tidak sabar melihat bagian dalamnya".
Claudia hanya mengangguk tenang dan merogoh ke dalam tas nya dan dia mengaduk - aduk isi tas nya, Lalu wajah nya berubah pucat dan ketakutan, Mia hanya berdiri diam dibelakang rombongan itu dengan tenang, tangan menyilang dan berbicara perlahan kepada Claudia ;
" Ada apa tanpa kartu akses " . Ucap Mia dengan tegas.
Lalu semua orang menatapku, wajah Claudia semakin memerah padam dan muka yang sangat ketus itu Lalu dia mendongakkan kepalanya dan menatapku tajam ;
" Omong kosong, aku nyonya di rumah ini mana mungkin aku tidak punya kartu akses hanya saja terselip di dalam tasku, aku akan mencarinya ". Suara Claudia yang tegas
Tangan nya terus mencari dan merogoh tas nya bahkan sampai di keluarkan semua isi tas yang ada di dalam nya tetapi kartu akses itu tetap tidak ada di dalam tas nya.
Kemudian para rekan nya berbisik - bisik makin keras di sekitarnya ;
" Apakah Claudia mencoba membohongi kita ?". Ucap seorang rekan kerjanya yang perempuan
Lalu lapisan keringat tipis terbentuk di dahinya, Claudia hanya terdiam dan khawatir gimana caranya agar bisa masuk ke dalam kediaman villa itu.
Ketika tangan Mia sudah menemukan kartu akses hitam yang diberikan Julian pada malam itu, disaku ku tepat saat aku menyentuhnya, tiba - tiba pintu samping terbuka sedikit longgar, lalu seorang pengurus rumah tangga paruh baya bergegas keluar tanpa disadari dia menyelipkan sesuatu kepada Claudia dan menghilang kembali ke dalam villa itu.
Ternyata itu adalah bibi Luna kepala pengurus rumah tangga di kediaman villa Luxery Point.
Dengan bangga nya Claudia dan dia mengangkat dagunya tinggi - tinggi lalu berkata ;
" Lihat apa yang ku pegang kali ini kartu akses putih di depanku kawan ".
" Lihat lah baik - baik Mia barangnya ada disini ditangan ku, aku hanya mengetesmu saja melihat betapa kesalnya dirimu ini, Bahkan kamu pun tidak akan pernah bisa memegang kartu akses ini hanya bisa berdiri diam dan mencemooh dan mengatakan komentar yang buruk saja terhadapku kamu iri kan Mia ". Ucap Claudia dengan nada sombong dan bangga nya.
Kemudian dia berbalik dan menempelkan kartu akses putih itu
Bipppp !!!!
Pintu gerbang kediaman Luxery Point terbuka.
" Wahhh hebat sekali kami Claudia , jangan - jangan kamu benar nyonya rumah ini ". Ucap salah seorang rekan nya.
Setelah itu Claudia mendahului masuk pertama, Dia melangkah begitu sombong lalu melirik taham ke arah mia dari balik bahunya. Mia hanya terdiam dan mengikuti dibarisan paling belakang saja.
Tanpa tergesa - gesa Luna berdiri dibalik bayang - bayang aula depan, Lalu saat dia melihat ku alisnya berkerut hampir tak terlihat, tapi sedetik kemudian wajahnya kembali ke ekspresi datar profesionalnya yang biasa bahkan dia jelas - jelas tidak mengenaliku baginya aku hanyalah karyawan lain yang ikut serta dalam acara itu.
Bagian dalam kediaman itu begitu mewah , Lampu gantung kristal menggantung diatas kepala, Lantai marmer carrara white terbentang di bawah kaki kami dan karya seni memenuhi setiap ruangan , Rekan - rekan kerja Mia memandang sekeliling dengan takjub Lalu dengan sombong nya Claudia memimpin semua orang melewati ruangan - ruangan itu seolah - olah dialah pemilik tempat itu dan dia berkata ;
" Julian membuatkan villa ini khusus untukku, aku sendiri yang memilih karya- karya seni itu" .
Dengan ucapan tegas yang membuat semuanya terdengar begitu meyakinkan setiap apapun yang di ucapkan seolah properti ini benar - benar miliknya.
Mia berjalan kearah jendela setinggi langit - langit di ruang tamu dan memandang keluar ke arah pantai pribadi lalu sinar matahari mengenai kalungnya yang berliontin diamond biru dan memancarkan kilatan cahaya biru kecil - kecil lalu Claudia menoleh tepat pada saat itu dan melihat nya matanya berbinar kemudian langsung menghampiri Mia.
" Apa yang kamu pakai Mia ".
Kemudian dia mencengkeram pergelangan tanganku dan mengangkat tangan dan merebut kalungku begitu saja. Rekan - rekan kerja Mia langsung berkerumun dan bergosip menatap kalungku yang dipegang oleh Claudia itu.
" Bukankah itu kalung diamond biru yang dibeli tuan Julian di malam amal tahun lalu". Ucap salah seorang karyawan lainnya.
" Oh tidak bukan kah itu seharga 2 milyar itu, Tuan Julian memberikan itu kepada istrinya. ". Ujar teman yang lainnya juga
Lalu Claudia menatap tajam mataku dan memperat tangannya dengan mengepalkan tangannya
" Kamu memakai ini seolah kamu bisa membeli yang asli nya Mia, Jangan mimpi kamu!!!, Ini barang tiruan murah kan, Desainnya memang mirip tetapi terasa sangat ringan" . Saut Claudia
Lalu kalung itu dibuang begitu saja dan di injak injak oleh Claudia dan terjatuh dan hancur sudah kalung itu serpihan diamond berubah menjadi butiran kecil lalu seseorang mendorongku dan Mia jatuh kelantai tangan nya melukai serpihan diamond itu dan Mia terluka.
" Oh maaf Mia, Tetapi kamu seharusnya tidak memakai kalung diamond biru barang murahan untuk pamer Mia dan mungkin lebih baik barang itu rusak, Setidaknya kamu tidak mempermalukan dirimu sendiri dengan memakai gelang tiruan itu di depan umum". Ujar Claudia sambil menyilangkan tangannya.
" Betul sekali yang diucapkan Claudia, Kau tidak pantas memakai nya Mia, Claudia lah yang cocok jadi nyonya di rumah ini dan Claudia lah yang cocok memakai kalung aslinya kau hanya meniru nya dasar perempuan ga tahu diri!!! " . Salah seorang yang berucap seperti itu kepada Mia.
Mia hanya diam dan duduk dilantai sambil menekan tangan nya yang penuh dengan darah itu akibat terjatuh karena goresan butiran kalung itu.
Kemudian terdengar suara langkah kaki kecil dan datang dari pintu masuk, Suara cerah seorang bocah laki - laki yang penuh semangat menggema untuk bertemu dengan Mia dia berlarian di sepanjang lorong pintu masuk dan berkata ;
" Ibu aku mencarimu "...
Lalu semua orang refleks menoleh ke suara itu, Caspian berdiri masuk dengan ransel kecil di punggungnya , mata nya berbinar penuh semangat.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya lagi
Jangan lupa like, komen dan follow ya guys
Terima kasih sudah membaca
Kasih vote juga boleh ya agar penulis makin semangat nih menulis episode selanjutnya
aku curiga entar kalo udh gede, caspian bukan ngeklaim Mia bukan ibu tpi malah pacar /Facepalm/
pas Julian pulang langsung takjub dia nya