NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia Tuan CEO

Pernikahan Rahasia Tuan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / CEO
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Melania-1623

Jika kau jatuh cinta padaku selama dua tahun ini, kau tidak akan mendapatkan satu sen pun saat bercerai nanti."

Demi membiayai operasi sumsum tulang belakang adiknya, Aura Dania terpaksa menandatangani perjanjian pernikahan kontrak dengan Evan Adijaya seorang CEO dingin dan kejam yang hanya memanfaatkan Aura untuk merebut takhta perusahaan keluarga.

Di atas kertas, mereka hanyalah orang asing. Tanpa cinta, tanpa sentuhan, dan tanpa pesta. Tugas Aura sederhana: berpura-pura menjadi istri yang manis di depan kakek Evan yang sedang sakit.

Namun, ketika mantan kekasih Evan kembali membawa niat jahat dan rahasia besar terungkap, pernikahan rahasia mereka berubah menjadi pusaran rasa sakit dan hasrat. Bisakah Aura bertahan tanpa menyerahkan hatinya pada sang CEO berdarah dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melania-1623, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Balasan Sang Presdir

Selamat membaca...

_____________

Keheningan malam di kamar utama Adijaya Tower terasa kian mencekam. Aura berdiri membeku di dekat jendela kaca, berusaha menyembunyikan layar ponselnya yang masih menyala di balik lipatan gaun tidurnya. Namun, tatapan tajam Evan yang lurus mengunci matanya membuat napas Aura makin tersengal.

"Aura," panggil Evan dengan suara rendah yang amat tenang, namun justru ketenangan itulah yang paling menakutkan. "Berikan ponselmu."

"E-Evan... ini tidak ada apa-apa, hanya spam pesan dari—"

Belum sempat Aura menyelesaikan kalimatnya, Evan melangkah satu tapak maju, meraih pergelangan tangan Aura dengan lembut namun tak terelakkan, lalu mengambil ponsel dari jemari istrinya yang gemetaran.

Aura menahan napas, memejamkan mata rapat-rapat saat melihat Evan menyalakan layar ponsel tersebut.

Layar menunjukkan ruang percakapan dari nomor tak dikenal yang baru saja mengirimkan ancaman demi ancaman. Ibu jari Evan mengusap layar, membaca setiap kalimat pemerasan yang dilontarkan oleh Aris Pratama termasuk lampiran foto Surat Perjanjian Pernikahan Kontrak 2 Miliar Rupiah.

Raut wajah Evan berubah drastis. Otot-otot rahangnya mengeras, binar matanya menyipit diliputi amarah yang bergejolak dahsyat. Namun, alih-alih meledak marah pada Aura, Evan justru menarik napas dalam-dalam, lalu menatap istrinya yang menunduk takut.

"Kenapa kau menyembunyikan ini sendirian, Aura?" tanya Evan, nada suaranya seketika melembut, sarat akan rasa bersalah karena telah membuat istrinya merasa terancam sendirian.

"Aku... aku takut, Evan," cicit Aura, air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya menetes. "Dia mengancam akan membocorkan ini pada Kakek dan media. Aku tidak mau Kakek terkena serangan jantung, aku tidak mau kau kehilangan jabatanmu..."

Evan mengusap air mata di pipi Aura dengan ibu jarinya, lalu merengkuh kepala Aura ke dadanya. "Dengar aku. Selama aku masih bernapas, tidak akan ada satu orang pun yang bisa menyentuhmu atau merusak apa yang sudah kita bangun. Biar aku yang selesaikan pria ini."

Evan membawa ponsel Aura, mendudukkan dirinya di tepi ranjang. Jemari panjangnya bergerak cepat mengetik balasan pada ruang percakapan Aris Pratama yang masih terus mengirimkan ancaman.

_________________________________________________________________________________________

[Aris Pratama]: "Bagaimana\, Aura? Waktumu tidak banyak. Pilih tawaran ku\, atau besok pagi reputasi suamimu                                  hancur berantakan di seluruh surat kabar."

[Aura / Evan]: "Sayangnya\, kau sedang tidak berbicara dengan Aura\, Tuan Aris Pratama."

                        Di tempat lain, Aris yang sedang menyesap anggur merah di ruang kerjanya seketika mengerutkan                            kening membaca balasan tersebut.

[Aris Pratama]: "Evan Adijaya?"

[Aura / Evan]: "Menyusup ke rumah keluargaku\, mencuri dokumen pribadi\, dan mengancam istriku di tengah                                     malam... Kau menggunakan taktik yang sangat murah untuk ukuran seorang CEO\, Aris."

[Aris Pratama]: "Hahaha! Kau marah\, Evan? Bukti ini asli! Surat kontrak dua miliar ini ditandatangani olehmu dan                                Aura! Jika Kakekmu tahu bahwa pernikahan cucu kesayangannya hanyalah transaksi bisnis\, dia                                tidak akan pernah menyerahkan Adijaya Group padamu!"

[Aura / Evan]: "Dengar baik-baik\, Aris. Kertas dua miliar itu adalah masa lalu. Hari ini\, esok\, dan selamanya\, Aura                              Dania adalah istri sahku yang dilindungi oleh seluruh kekuatan hukum dan nama besar Adijaya."

[Aris Pratama]: "Kau hanya berpura-pura tenang! Kita lihat sejauh mana kau bisa bertahan saat pers rilis ini                                        kusebarkan besok pagi!"

[Aura / Evan]: "Silakan sebarkan. Tapi pastikan kau sudah menyiapkan pengacara terbaikmu besok pukul delapan                         pagi. Karena saat kau menekan tombol kirim\, tim hukum Adijaya Group akan membekukan seluruh                         aset Pratama Logistics atas tuduhan peretasan data internal\, pencurian dokumen negara\, dan                         tindakan pemerasan berencana."

[Aris Pratama]: "Kau gila?! Kau tidak akan berani mengambil risiko itu!"

[Aura / Evan]: "Jangan pernah menguji seberapa jauh aku bisa bertindak untuk melindungi istriku. Sentuh dia sekali                         lagi\, dan aku pastikan namamu musnah dari bursa saham Indonesia dalam waktu 24 jam. Selamat                         malam."

___________________________________________________________________________________________

Evan menekan tombol block pada nomor Aris, lalu meletakkan ponsel itu di atas meja nakas. Ia bernapas teratur, mengendalikan emosi liarnya yang sempat membakar dada.

Aura melangkah mendekat, menatap Evan dengan pandangan tak percaya sekaligus haru yang membuncah. Keberanian dan ketegasan Evan berhadapan langsung dengan Aris membuat seluruh rasa takut yang menghimpit dadanya menguap seketika.

Evan berdiri, melangkah mendekati Aura lalu merengkuh tubuh wanita itu ke dalam pelukannya yang hangat dan kokoh.

"Maafkan aku karena sempat membuatmu merasa takut sendirian," bisik Evan di pucuk kepala Aura. "Aku tidak akan biarkan kertas kontrak masa lalu itu menghancurkan kita. Kau adalah istriku, Aura. Bukan karena uang dua miliar itu, tapi karena kau adalah satu-satunya wanita yang ada di hatiku."

Aura melingkarkan tangannya rapat-rapat di pinggang Evan, menyandarkan wajahnya di dada bidang sang suami. "Terima kasih, Evan... Terima kasih sudah menjadi pelindungku."

Evan tersenyum tipis, mengangkat dagu Aura lembut lalu mendaratkan ciuman yang dalam dan penuh kepastian sebuah penegasan bahwa badai apa pun yang dikirimkan oleh Aris dan Siska tidak akan pernah sanggup meruntuhkan tembok cinta mereka.

Namun, di kegelapan malam, permainan baru saja dimulai. Aris yang murka di ruang kerjanya membanting gelas anggurnya hingga hancur berkeping-keping, mendial nomor Siska Adijaya dengan mata merah menyala.

"Nyonya Siska... kita gunakan Rencana B," desis Aris dingin.

Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa tinggalkan Like & Komen...

1
Orang
Kerenn...
Orang
/Drool/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!