Kehidupan Bryan Lionel Woodrow (30) yang penuh misteri. Pemuda tampan menawan memiliki sejuta pesona dan misteri. Bahkan di setiap langkah pemuda ini selalu menebar senyum tipis menawan, tetapi palsu.
Bryan sendiri adalah seorang Komisaris di Woodrow Corporations sekaligus Dosen baik hati serta jadi idola kaum hawa. Dia adalah sosok sempurna bagi semua orang, tetapi siapa tahu kalau dirinya adalah psychopath sejati yang menakutkan.
Angelica Sonja Cornelius (20) mahasiswa populer, primadona kampus. Gadis baik hati, polos dan ramah. Dia juga memiliki segudang prestasi membuatnya menjadi idol para Mahasiswa.
Siapa sangka Angel sangat mengidolakan sang Dosen (Bryan), hingga suatu hari mengetahui rahasia sang Dosen. Angelica tidak pernah tahu kalau sebenarnya Dosen favoritnya adalah seorang psychopath.
Mampukah Bryan melabuhkan hati serta menjadikan Mahasiswinya sebagai tambatan hati?
Rahasia kelam membuat Bryan menjadi iblis berkedok malaikat. Akankah Angel bisa menerima Bryan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Crystal 030199, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PIL – Plan!
Bryan merebahkan dirinya di ranjang. Jemari panjang kekarnya masih aktif mengelus punggung polos, Angelica.
"Honey, kapan ke New York?"
"Lusa."
"Good, kamu mengantuk?"
"Belum. Bagaimana bisa mengantuk saat dirimu memasuki ku?" sarkasme Angelica.
"Ahahaha, maaf sayang. Ayo lakukan 1 ronde lagi," pinta Bryan menggoda.
"Ngga mau, tadi sudah 5 ronde. Aku capek. Ayo tidur dulu!"
"Ngga mau, satu ronde lagi!"
Bryan membalik posisi mereka. Dengan gerakan cepat dia mencium bibir bengkak sang kekasih. Ia sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama sang kekasih. Bryan bersyukur Angelica menjadi wanitanya yang akan selalu singgah dalam hati.
Suara desahan erotis terus meluncur indah di bibir bengkak, Angelica. Mendengar desahan nikmat itu, Bryan terus aktif memanjakan sang wanita.
***
Bryan terpaksa datang ke kantor karena ada meeting antar dewan komisaris. Terlihat wanita berpenampilan sexy dengan baju kurang bahan mengerling nakal padanya.
Wanita cantik itu mendekat ke arah Bryan, "kamu tidak ingat, siapa aku?" tanya wanita itu sambil mengelus lengan kekar, Bryan.
Bryan tersenyum tipis nan menawan," Sorry, Mrs Anda sopanlah sedikit karena di sini ruang meeting bukan club malam," ujar Bryan kalem tapi menusuk.
Wanita cantik itu segera duduk di tempatnya. Sekretaris pribadi Bryan bernama Andres terlihat mendengus jijik menatap ke arah wanita itu.
"Ekhem ... maaf ada insiden tidak mengenakan yang harus kalian tonton ...! Mari meeting kita mulai!" tegas Bryan.
Akhirnya rapat penting dimulai. Terlihat mereka khusuk mendengarkan setiap beberapa dewan komisaris mengeluarkan argumennya.
Bryan terlihat jengah di tatap begitu mesum oleh wanita berpenampilan hot itu. Ingin sekali Bryan membuang wanita itu ke dasar laut. Tidak lama seringai psycho hadir di bibir tipisnya.
***
"Hello, Mr Bryan," sapa wanita cantik itu dengan suara mendayu. Ia tersenyum karena rapat telah usai dan kini tinggal mereka berdua.
"Hi, Mrs Laura!"
"Mau One Night stand bersama?" ajak wanita itu sambil menempelkan dada besarnya ke dada bidang, Bryan.
Bryan tersenyum mesum menanggapi ucapan Laura. Telapak tangan besarnya, dia gunakan untuk mengelus bokong padat, Laura.
"It's ok, Baby .... Di mana? Di sini ada kamera CCTV, bagaimana kalau kita di hotel dekat sini?" ajak Bryan sambil tersenyum miring.
"Terserah kamu mau membawa ku di mana? Asal aku bisa merasakan intimu memasukiku."
"Hn."
Bryan mengajak Laura ke sebuah hotel mewah tepat berada di tengah pantai. Pemandangan indah terlihat memukau di dalam dan di luar. Seperti saat ini Bryan dan Laura berciuman di kamar pesanan Bryan.
Setelah puas berciuman, Bryan melepas tautan bibir mereka, "Apa kamu tahu? Kematian mendekat ke arah mu?" pernyataan Bryan terdengar dingin nan mencekam.
"Hanya kenikmatan yang akan ku dapatkan, bukan kematian," balas wanita itu sambil mengedipkan matanya genit.
"Aku akan memberikan kenikmatan itu, seperti ini kan?" Bryan dengan kasar *** dada besar Laura.
"Argh...! berengsek kau, Bryan ...! Kau kasar sekali!" seru Laura emosi.
"Sebenarnya apa yang kamu inginkan? Ingin menggodaku dengan tubuh sexy-mu? Ah iya bukanya kamu ingin mendekatiku karena uang? Dasar Bitch, murahan!" pungkas Bryan kalem.
"Apa katamu? Aku punya banyak uang...! Aku ingin merasakan milikmu memasukiku. Jangan sok ya, tampang jelek seperti mu harusnya bangga bisa tidur denganku!" marah Laura dengan nada meremehkan.
"Sialan kau, Jalang!" maki Bryan masih menggunakan nada tenang.
"Kau ...!!! Berani-beraninya memaki ku. Ingat ini, aku akan membuatmu menyesal!" seru Laura terdengar lantang.