NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Sang Mafia

Pengantin Pengganti Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Mafia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:953k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

Dipaksa menjadi pengantin pengganti demi melunasi utang lima miliar keluarga angkatnya, Kiyora Aleena pasrah dibawa oleh penguasa mafia Italia yang paling ditakuti—Salvatore.

Namun, alih-alih dijadikan tawanan atau simpanan, pria dingin nan kejam itu justru memperlakukannya bagai seorang ratu. Puncaknya terjadi saat sebuah bisikan misterual membakar ingatan masa lalunya.

"Aku tidak pernah salah mengenali milikku," bisik Salvatore rendah, menatap gelang perak berbandul merah di pergelangan tangan Kiyora.

"Kamu adalah Istriku. Ratu dari seluruh kerajaanku ... Alaura."

"N-Nama aku Kiyora, Om Tuan Mafia! Salah orang kali!" pekik Kiyora panik dengan mata bulatnya yang berbinar kaget.

Siapa sebenarnya Alaura? Dan mengapa takdir mempertemukannya kembali dengan Salvatore di tengah ancaman perang berdarah antar-klan mafia yang siap membongkar rahasia besar tentang identitas aslinya?

Terlebih, ada bocil cadel menggemaskan yang merecoki kisah percintaan mereka.

"Ini Mama Milooo!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Seorang Ibu

Setibanya mobil lapis baja milik Salvatore di halaman mansion, lampu sorot teras menyinari sosok mungil yang sudah berdiri menanti di dekat pintu utama. Milo. Bocah kecil itu melipat kedua tangan pendeknya di depan dada, menatap tajam ke arah mobil yang baru saja berhenti.

​Kiyora turun terlebih dahulu. Begitu kakinya menyentuh lantai teras, pandangan mata Milo langsung terkunci padanya. Bola mata bulat bocah itu menyipit penuh kecurigaan. Tak lama, Salvatore turun dari pintu kemudi, menyusul di samping Kiyora. Para pelayan dengan sigap mendekati bagasi, mengambil bermacam-macam kantong belanjaan dan membawanya masuk ke dalam rumah.

​Milo melangkah maju dua langkah, kepalanya terdongak menatap dua orang dewasa di hadapannya.

​"Dali pukul delapan campe cepuluuuuuh, kemana olang tua bawa Onty milo pelgiiiii?! Nda bawa miloooo?" pekik Milo dengan tatapan tajam dan nada menuntut yang menggelegar.

​Kiyora menyeringai canggung, merasa bersalah pada keponakan kecilnya itu. "Bukan enggak mau, tapi Milo udah tidur," ucap Kiyora pelan, berusaha memberikan pengertian.

​Milo melirik Kiyora dengan raut makin kesal. "Kan bica banguniiiiiin! Milo emang tidulnya kayak kebooo? Ndaaaaa, kenapa nda ada yang mau bangunin milooo?! Kenapa maunya tinggalin Milo cengcala di kamal tidul Miloooo?!" pekik anak itu dengan dramanya yang membumbung tinggi, sementara matanya mendadak berkaca-kaca menahan rasa sengsara yang dibuat-buat.

​Salvatore yang berdiri di samping Kiyora hanya memutar bola matanya malas. Pria itu sama sekali tidak terpengaruh oleh sandiwara keponakannya.

​"Mulai dramanya," desis Salvatore dingin. Tanpa memedulikan rengekan Milo, pria itu melangkah masuk melewati pintu utama, meninggalkan Milo yang terpaku menatap punggung pamannya.

​Sebelum langkah Salvatore terlalu jauh, Milo menarik napas dalam-dalam lalu berteriak sekuat tenaga.

​"CITU YANG CELALU BELDELAMAAAAA! BELDELAMAA MENYIKCA DILIII INIIIIIII!" teriak Milo dengan begitu emosi, suaranya melengking memenuhi area teras.

​Milo lalu beralih menatap Kiyora yang memandangnya dengan raut syok sekaligus menahan tawa. Dalam sekejap mata, ekspresi emosi di wajah Milo meluruh. Ia menatap ke arah Kiyora dengan tatapan lemah dan sayu, berubah dari mode pemarah menjadi bocah paling merana di dunia.

​"Milo kan mau jagain onty, bial nda di culik mucang klempeng," ucap Milo dengan nada pelan dan mengasihan.

​Hati Kiyora seketika meleleh. Gadis itu segera berlutut kecil, meraih tangan mungil Milo dan menuntunnya berjalan masuk ke dalam ruang tengah yang hangat.

​"Tadi Aunty belikan Milo makanan, susu, popok," ujar Kiyora mencoba mencairkan suasana seraya mengelus kepala Milo.

​Milo mendongak, menunjukkan raut wajah keberatan. "Milo cudah becal, nda pelu popok," tolaknya tegas.

​"Tapi Milo masih enggak mau cebok sendiri," balas Kiyora menggoda.

​"Bukan nda mau, geli Onty. Capi aja nda mau cebok cendili, Milo nda mau juga lah," balas anak itu dengan logika ajaibnya yang sangat percaya diri, membuat Kiyora akhirnya tak sanggup menahan tawa dan terkekeh kecil seraya merangkul bocah ajaib itu.

.

.

.

.

​Sementara itu, di waktu yang sama di kediaman klan D'Alterio, atmosfer di dalam ruang keluarga terasa begitu berat dan mencekam. Tangisan Amoera kembali pecah, bergema pilu menembus dinding-dinding batu megah mansion. Wanita itu terduduk di sofa panjang, menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangannya yang gemetar. Di sampingnya, Leon tampak berusaha menenangkan sang istri dengan mengusap lembut punggungnya.

​Namun kali ini, usapan hangat itu tak mampu meredakan badai trauma di hati Amoera. Wanita itu mendadak menepis tangan Leon secara kasar. Ia mendongak, memperlihatkan wajahnya yang sembab dan memerah oleh air mata.

​"Kenapa kamu tidak pernah percaya padaku?!" seru Amoera dengan suara serak yang memutus keheningan malam.

​Leon tersentak pelan. Matanya menatap Amoera dengan penuh keprihatinan. "Amoera, tenanglah—"

​"Tidak! Aku tidak bisa tenang!" potong Amoera histeris, napasnya kempas-kempis menahan sesak di dada. "Sejak dulu ... bahkan di mana putri kita hilang, bahkan sampai detik ini, kamu tidak pernah mempercayai ucapanku! Kamu selalu menganggapku gila! Kamu menganggap setiap jeritan hatiku hanyalah ilusi dari penenang!"

​"Amoera, aku hanya tidak ingin kamu terus menyiksa dirimu sendiri dengan harapan palsu ...," lirih Leon, suara bass-nya bergetar jarang memperlihatkan kerapuhan.

​"Sekali ini saja ... tolong percaya padaku!" jerit Amoera, jemarinya mencengkeram erat kerah kemeja Leon dengan sisa tenaga yang dimilikinya. "Aku melihat putri kita! Aku menyentuh wajahnya, Leon! Aku ibunya ... perasaanku, naluriku mengatakan dia adalah anakku! Seorang ibu tidak akan pernah salah mengenali darah dagingnya sendiri!"

​Dada Amoera kempas-kempis, air matanya menetes membasahi kemeja Leon. Tatapan matanya yang sarat akan duka mendalam dan keyakinan mutlak menghantam dinding pertahanan Leon hingga hancur berkeping-keping. Pria ketus yang terkenal tak berhati di dunia bawah itu membeku. Selama belasan tahun, ia menutup rapat pintu harapannya agar tidak hancur saat kecewa, namun melihat keputusasaan di mata istrinya malam ini, rasa ragunya mulai goyah.

​Bagaimana jika ... kali ini Amoera benar?

​Di sudut ruangan, Enzo Eren turut menyaksikan pertengkaran emosional kedua orang tua mereka. Pria kembar itu saling pandang dengan raut wajah yang mendadak berubah sangat serius. Binar tengil yang biasanya ada pada wajah Eren seketika sirna, digantikan oleh kewaspadaan tinggi.

​Leon memejamkan matanya rapat-rapat selama beberapa detik, menghela napas panjang yang amat berat. Ketika ia kembali membuka mata, ketegasan seorang Don Mafia telah kembali ke dalam binar matanya, namun kali ini bercampur dengan rasa tekad yang membara.

​Ia membelai lembut pipi Amoera, menghapus jejak air mata di sana. "Baik," bisik Leon pelan namun mantap di depan wajah istrinya. "Aku akan mempercayaimu kali ini, sayang."

​Leon perlahan berdiri dari sofa. Tubuh tegapnya berbalik menatap kedua putra kembarnya yang berdiri sigap di dekat ambang pintu. Suasana di dalam ruangan seketika berubah tegang dan dipenuhi aura perintah yang tak bisa dibantah.

​Leon menatap Enzo dan Eren dengan sorot mata tajam nan mengintimidasi.

​"Cek CCTV mall tersebut," perintah Leon dingin dan tegas. "Cari tahu siapa gadis yang ditemui mommy malam ini. Lakukan sekarang juga."

__________________

Dor dor dorrr🤣🤣

1
Vera Wilda
Agak heran sich sama cerita nya , seorang mafia yg menguasai dunia bawah tanah tp tidak bisa menemukan putrinya ? 😁
Vera Wilda
Ketangkap lagi kamu kiyora sama keluarg withmart baru tau rasa , d kasih hidup enak malah kabur
Vera Wilda
Tetep aja klo bukan Leon yg menolong kamu udah d siksa dan d jual Kael, kamu d ajarkan sm Leon agar kamu bisa melindungi diri kamu sendiri , Ampera sayang sm kamu Kael
Vera Wilda
Kesan nya Kael tidak tau balas budi, udah d kasih makan oleh D’altero d ajarkan segala nya sekarang malah jd musuh s kembar , Aneh 🤔🤔
Nanik Kusno
Okey Kak.... terimakasih ceritanya.... seperti biasanya.... sangat menghibur....cush ke cerita berikutnya....🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Nanik Kusno
Akhirnya.... perjuangan Kiyora terbayar sudah dengan lahirnya sang putri..... selamat datang di dunia ini princess....
Nanik Kusno
Nah.....auto kicep kan.....Si singa tunduknya hanya ma pawangnya....😏😏😏😏😏
Nanik Kusno
Kasian banget Kiyora.....😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Nanik Kusno
Terus terang dan mohon ampun sekarang juga ke Daddy....😥😥😥😥😥
Nanik Kusno
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Nanik Kusno
Salvatore pasti selalu memantau istrinya....jadi begitu Kiyora pergi ke rumah sakit....dia langsung menyusul....
Nanik Kusno
Salvatore..... jangan sedih.....saat ini kamu sudah bisa mengelus perut Kiyora dan anakmu juga merespon..... saat melahirkan nanti kamu pasti menungguinya......
Nanik Kusno
Betul Milo....dipasar banyak di jual ikan merah putih.....satu plastik 10 ribu sudah dapat banyak.....🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Vera Wilda
Nah ini yg d tunggu2 Thor S BODEL 🤣🤣🤣🤣
Nanik Kusno
Datanglah ke kediaman keluarga Alterio....bicara baik2 dan mohon ampun.... mereka pasti punya hati...
Nanik Kusno
Keluarga Leon mpunya hiburan buntelan lontong ini.....🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Vera Wilda
Waduh kisah Alaura sama dg ibunya terpisah dr keluarganya Thor 😁, semoga Leon cepat bertemu dg princes nya ya Thor
Saya hadir Thor
Nanik Kusno
Penyesalan selalu datang belakangan..... kalau di awal namanya pendaftaran......🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Nanik Kusno
Thomas emang keleta api the best dah.....👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Nanik Kusno
Keluarga Leon sudah berkumpul+ buntelan lontong itu..... bahagia selalu 👏👏👏👏👏👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!