NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:124.8k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bakwan

"Nggak bisa ini. Udah masuknya sempit begini, masa kita nggak dapat apa-apa. Kan lucu," ucap orang di luar sana mencoba membuka pintu belakang rumah Ariska.

Drrrrrt...

Aaaaa...

"Lo kenapa?" seru temannya yang tiba-tiba berteriak kesakitan sambil memegang kaca jendela.

Aaaa...

Brugh...

Argh...

Suara pukulan dan teriakan kesakitan pagi dini hari itu membuat Ariska ketakutan. Sedangkan rumahnya memang lumayan jauh dari tetangga. Apalagi ada sebuah lapangan yang menjadi pembatasnya. Jika ada suara pukulan, kemungkinan terdapat oranglain lagi yang baru datang. Ariska pun menyibakkan gorden dan melihat dua orang pingsan. Sedangkan satu oranglain lagi memakai masker dan memegang tongkat baseball sedang menatap ke arah dua orang yang pingsan.

"Kalau itu pengawal dari Om Bayu, tidak mungkin memakai masker dan topi begitu. Pasti penampilannya kaya Niel," gumam Ariska yang langsung memundurkan langkahnya. Dia harus mencari ponselnya dan menghubungi nomor pengawal yang tadi sudah disimpan oleh Arka.

"Ariska, aku tahu kamu ada di dekat sini. Jangan coba-coba kamu pergi dari area dapur," ucap orang itu penuh penekanan. Ariska membekap mulutnya kuat-kuat dengan tangan agar tak mengeluarkan suara. Ternyata dia ketahuan oleh orang itu dan ini sangat aneh. Berarti yang mengincar rumah ini tidak hanya dua orang tadi, tapi seseorang ini juga.

"Kalau sampai kamu pergi dari dapur, anakmu yang ada di lantai 2 akan anak buahku habisi. Aku tidak main-main, Ariska." lanjutnya dengan mengancam.

Jantung Ariska berdetak sangat kencang saat mendengar ancaman itu. Ariska merasa mengenali suara ini tapi dia lupa. Jika sudah berhubungan dengan anaknya, dia tidak bisa diam begitu saja. Berarti ini semua sudah direncanakan dan orang ini bukan lah pengawal Papa Bayu. Ariska berjongkok di dekat kompor agar tidak kelihatan. Beruntung lampu dapur hanya remang-remang saja. Dia harus berani melawan tapi juga bingung karena belum tahu keadaan Arka.

"Mama ngapain di situ? Mau main petak umpet?" tanya Arka dengan pelan. Bocah cilik itu tiba-tiba datang dari balik punggung Ariska. Perempuan itu sampai berjingkat kaget.

Sttt...

"Ada orang di situ," ucap Ariska dengan berbisik. Air matanya tak berhenti mengalir saat melihat Arka ternyata baik-baik saja. Ariska menunjuk ke arah pintu dengan sebelah tangan menarik tangan Arka agar berjongkok di sampingnya.

"Ariska, buka pintunya sekarang juga." ucap orang itu lagi.

"Anakmu sudah ada di tanganku. Turuti perintahku," lanjutnya.

Bukannya menuruti perintah Ariska untuk berjongkok di sampingnya, Arka malah mendekati pintu. Ariska kembali menarik tangan Arka tapi malah dipelototi oleh bocah cilik itu. Arka tadi terbangun karena merasa haus. Tadi lupa bahwa saat akan tidur, dia belum minum susu. Alhasil dia mencari keberadaan Mamanya yang tidak ada di sampingnya. Saat dia mencari Mamanya di dapur, ternyata Arka menemukannya dalam keadaan berjongkok dengan punggung bergetar. Arka sangat khawatir dengan keadaan Ariska.

"Itu olang bohong, Mama." ucap Arka dengan menggerakkan bibirnya agar tidak keluar suara.

Srekkk...

Ciluk baa...

Aaaaa...

"Mana itu anaknya Aliska yang ada di tanganmu? Aku masih di sini tuh," ledek Arka setelah membuka gorden yang ada pada jendela. Bahkan orang itu sampai berteriak dan memundurkan langkahnya saat melihat wajah julid Arka dengan mata melotot. Orang itu pikir yang membuka gorden itu adalah tuyul.

"Siapa kamu? Si bakwan ya? Ini bakwan pakai jagung atau polosan?" serunya lagi.

"Sialan kamu bocah ge..."

"Apa gemblot? Alka memang gemblot. Ndak papa, yang penting sehat." sela Arka tak mau kalah.

Sialan kamu ya,

Hiyaaattt...

Bugh...

Brugh...

Lasakan...

Orang itu hendak mengayunkan tongkat baseballnya ke arah jendela. Belum juga diayunkan, tiba-tiba dari arah belakang ada beberapa orang yang memukul punggungnya. Dia terjatuh karena pukulan dari orang-orang yang tak lain adalah pengawal dari Papa Bayu. Tadi mereka mendengar suara kegaduhan dari arah belakang rumah. Namun karena belakang rumah Ariska itu merupakan gang sempit, jadi agak ragu-ragu untuk mereka akan ke sana. Seperti tidak mungkin orang dengan mudahnya bisa masuk ke dalam gang itu.

Mereka tetap berada di sana untuk memastikan sesuatu. Setelah ada suara teriakan lagi, baru lah mereka masuk gang tersebut. Melihat ada seseorang yang mengayunkan tongkat baseball ke arah jendela, salah satu pengawal Papa Bayu langsung menendangnya hingga tersungkur. Pengawal tersebut adalah Niel, Rafly, dan Ghani. Rafly langsung menginjak punggung orang yang tersungkur itu.

Arka yang melihat lawan tumbang pun akhirnya membuka pintu dapur. Arka segera membuka topi dan masker orang yang tengah diinjak punggungnya oleh Rafly. Sedangkan Ariska juga ikut berada di sana. Dia berani keluar karena melihat ada orang yang dikenalnya. Apalagi tiga orang lawan sudah tumbang dan pingsan. Kecuali yang terakhir, masih sadar.

"Tuh kan... Si bakwan," teriak Arka saat melihat sosok di balik masker itu.

"Jahat banget sih kamu. Kenapa nakut-nakutin dan mengancam aku?" seru Ariska sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.

"Mama, sudah tahu kan sekalang kenapa Alka ndak suka sama si bakwan yang ini? Dia itu jahat," ucap Arka memberikan penjelasan.

"Ini olang juga yang buat Papa lepot. Dia mau jahatin obat buatan Papa. Ditukalnya itu pakai obat palsu. Kaya sifat baiknya si bakwan nih, semua palsu. Ada maunya," lanjutnya.

Ariska hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya. Dia merasa bersalah kepada anaknya karena sering menegur Arka yang menurutnya tidak sopan pada Wawan. Ariska menghela nafasnya pelan saat melihat rentetan kejadian ini. Apalagi tadi Arka mengatakan bahwa Papanya sedang kesusahan juga karena Wawan. Dua laki-laki yang pingsan dan Wawan pun segera dibawa pergi oleh pengawal Papa Bayu melewati dalam rumah Ariska. Pasalnya jika lewat gang tersebut, sedikit susah karena tempatnya yang sempit. Apalagi Wawan yang masih sadar tampak memberontak.

"Ariska, aku hanya ingin membantumu agar tidak jatuh lagi dalam pelukan Frans. Dia itu tidak baik dan menyuruh dua orang ini untuk menakut-nakutimu," seru Wawan memang tidak mengenal dua orang yang datang sebelum dirinya. Dia bisa menjadikan dua orang itu sebagai orang suruhan dari Frans.

"Mama ndak usah dengalkan ucapan si bakwan itu. Pelcaya sama si bakwan, Alka pukul kepalanya bial bisa mikil mana yang benal dan salah." seru Arka memperingatkan Ariska. Padahal Ariska tidak berkomentar apa-apa tapi anaknya malah langsung menuduhnya.

"Om sungai Nil, tendang itu bulungnya bial ndak banyak omongnya." seru Arka melihat Wawan terus saja memberontak dalam kuncian tangan Niel. Ariska yang mendengar itu hanya bisa memelototkan matanya.

Eh...

Ada apa ini, Ariska? Kok ramai sekali. Mana banyak sekali warga yang masuk rumah kita?

1
Sani Srimulyani
hahahaha kasiannya kamu Frans.....😜
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😄😄😄😄🤣🤣🤣🤣🤣 sabar
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bnr
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pingit tidur
Novita Sari
cariin wewek om calo tiketnya zula
Maria Lina
wkwk dsr azura lanjut thoe
Novita Sari
lanjut thor..
Maria Lina
wkwk ngakak frans kek bocil wkwk
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 hayo
Sani Srimulyani
waaahhhh bakalan ada kondangan nih.....
Sani Srimulyani
aku juga ikutan mikir Lo ini.....🤭😜
Novita Sari
siap siap kondangan ariska n Frans
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pinter calo tiket
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 nah loh
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bosmu sensi calo tiket
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bnr tuh
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 majalah bobok.... gk bisa liat dong bkn bobok
Ita Xiaomi
Azura dgn pemikirannya 🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
setiap bodel muncul selalu bikin Ngakak🤣🤣
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣 Carlo.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!