*THE HEIR'S MISTAKE*
*Kesalahan Sang Pewaris*
Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling mencintai.
Dia adalah pewaris keluarga terpandang. Dingin, arogan, dan punya reputasi buruk.
Pertunangan yang diatur kedua orang tuanya adalah mimpi buruknya.
Dia adalah gadis baik-baik, putri dari sahabat orang tuanya.
Sama-sama benci perjodohan ini. Sama-sama ingin bebas.
Sampai satu malam menghancurkan segalanya.
Alkohol. Amarah. Dan satu kesalahan besar.
Dia hamil. Tanpa pernikahan. Tanpa cinta.
Penuh benci dan malu, dia memilih pergi.
Menghilang selama 5 tahun. Membesarkan anak itu sendirian.
Bersumpah tidak akan pernah kembali.
Kini dia kembali. Lebih kuat. Lebih dingin.
Menggandeng tangan putra yang wajahnya mirip sekali dengan sang pewaris.
Dia tidak butuh istri.
Tapi dia akan melakukan apa saja demi anaknya...
Bahkan jika itu berarti berlutut di hadapan wanita yang bersumpah akan membencinya selamanya.
_Beberapa kesalahan tidak bisa dihapus.
Kau harus menikahinya._
---
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sembilan
# Sembilan
“Maaf, Pak. Tolong hargai privasi saya, kita sedang bekerja!” Hanum menyembunyikan ketegangannya di balik sikapnya yang tegas. Padahal ia sudah cemas sekali, bagaimana bila Leon mengetahui bahwa hasil hubungan malam itu menghasilkan Sean. Anak yang ia kandung tanpa sepengatahuan Leon.
“Aku hargai pendapat kamu, Hanum. Akan aku cari sendiri kebenarannya!” Kata-kata Leon terdengar mengancam bagi Hanum. Sementara itu Desi di jok belakang, jadi bertanya-tanya. Ternyata dugaannya benar. Dua orang itu pernah terlibat di masa lalu.
Sambil fokus dengan laporannya, Desi tetap menguping.
“Tolong janga ganggu keluarga kami!” ujar Hanum kemudian. Seolah-olah ia sudah hidup bahagia dengan keluarga kecilnya.
‘Bohong! Aku bahkan tahu kamu tidak pernah menikah! Keluarga mana yang kamu maksud?’ batin Leon sambil tetap fokus menatap ke depan.
“Kita lihat nanti!” Setelah mengatakan itu, Leon nampak diam. Sudah tak ada niat bertanya lagi pada Hanum untuk saat ini, percuma saja. Segala yang ke luar dari bibir manis itu penuh dengan kebohongan.
Sesaat kemudian mobil berhenti di sebuah cafe yang tak jauh dari kantor mereka, ketiganya turun dari mobil dan memilih tempat paling ujung dan sepi. Karena akan membicarakan masalah bisnis juga nantinya.
Leon memanggil pelayan cafe, memesankan mereka makanan. Kali ini ia yang akan mentraktir Hanum dan Desi.
Di sela-sela makan, Leon bertanya pada sekretarisnya. “Desi, apa sulit menjadi ibu tunggal?”
Hanum yang merasa tersindir, meletakkan garpu yang semula ia pakai untuk mengambil steak. Ekor matanya melirik ke arah Leon. ‘Apa dia tahu tentangku?’ pikir Hanum.
“Tidak juga, karena masih ada keluarga lain yang membantu mengurus putraku.” Dengan santai Desi menceritakan pengalamannya selama ini. Ia menjadi single mom lantaran suaminya meninggal karena kecelakaan.
“Hanum, ceritakan tentangmu.” Desi mencoba memancing ikan di air keruh.
“Tidak ada yang menarik, semuanya biasa saja.”
“Semua orang pasti memiliki hal menarik dalam hidupnya, Hanum,” sergah Desi.
“Kecuali aku!” Hanum melirik ke arah Leon yang sedang menyeruput kopinya.
Merasa Hanum menatapnya, Leon pun mencoba bertanya. Namun ia menyuruh pada Desi untuk mengatakannya.
“Tanyakan padanya, dia masih single atau sudah berkeluarga?” Leon hanya ingin mengetes, padahal ia tahu jawabannya.
Desi yang kemarin di suruh mencari data tentang Hanum, akhirnya ingat. ‘Ini kan wanita yang kemarin? Ya ampun bodohnya aku baru sadar!’ rutuk Desi.
Ia tak menyangka Hanum malah datang ke kantornya sendiri. Wanita yang beberapa waktu identitasnya ia selidiki. ‘OMG!’ lagi-lagi Desi merasa takjub.
Desi tahu betul, jika identitas yang ia kirim hampir sama dengan dirinya. Cuma lebih parahnya Hanum memiliki anak tanpa pernah menikah.
Deg!
Sekretaris Leon itu pun menarik benang merah yang semula kusut. ‘Jadi mereka memiliki anak di masa lalu, ya Tuhan!’ Desi ngeri sendiri dengan kesimpulan sepihaknya.
Karen ingin tahu juga dari bibir Hanum, Desi pun bertanya atas seruan si bos dan rasa ingin tahunya sendiri.
“Kamu masih single kan?”
“Kata siapa?” Hanum tersenyum penuh dusta.
“Ehem... ehem!” Leon berdehem. Mencoba menghentikan Desi yang mendesak Hanum, percuma saja. Wanita itu akan terus berbohong hingga kata-kata tak bisa terucap barulah dia akan berhenti. Rasa bencinya pada Leon menjadi penyebabnya. Dan Leon menyadari akan hal itu.
Tidak ingin suasana jadi tidak nyaman, mereka pun melanjutkan membahas point-point penting yang Leon tak sukai dari proposal yang diajukan Hanum.
Ketika mereka berdiskusi tentang masalah pekerjaan, baik Hanum dan Leon sama-sama menepis masalah pribadi mereka. Kali ini keduanya memang fokus membicarakan pekerjaan saja.
Satu jam kemudian, mereka kembali ke kantor bersama-sama. Karena mobil Hanum masih ada di sana. Sepanjang perjalanan semua hening, sibuk dengan pikiran masing-masing.
Sampai di parkiran, Hanum langsung turun. Dan mengucapkan terima kasih atas makan siangnya.
“Sampai ketemu lagi, tiga hari ke depan,” ucap Leon sembari menatap Hanum. Karena ini demi pekerjaan. Hanum pun mengangguk.
Ketika Hanum sudah hilang dari pandangannya, Leon pun turun disusul sekretaris yang mengikuti dari belakang.
“Kamu tahu siapa dia kan, Des?” tanya Leon sambil terus berjalan menuju lift.
“Iya, Pak!”
“Cari informasi lebih banyak lagi tentang dia.”
“Baik, Pak!”
Keduanya pun masuk di dalam lift, “Jangan lupa!”
“Iya, Pak!” Desi sampai tak bisa berkata-kata lagi. Ia rasa bosnya itu benar-benar jatuh hati pada wanita yang bernama Hanum tersebut.
Jam terus berputar, langit sudah berubah warna. Senja menyapa siapa saya menengadah ke atas sana. Hari ini Leon pulang dengan agak bersemangat. Lantaran sebentar lagi ia akan berjumpa lagi dengan Hanum.
Siang dan malam Leon terus terbayang wajah Hanum, entah mengapa pertemuan tak sengaja itu membuat ia terus memikirkan hanum berhari-hari.
Tiga hari kemudian
Leon sedang menunggu di ruangannya, sudah pukul sepuluh lewat lima belas menit. Harusnya Hanum sudah duduk di depannya lima belas menit lalu.
‘Kemana kamu Hanum?’
Bosan menunggu, Leon menelpon sekretarisnya.
“Apa Hanum belum datang?”
“Belum, Pak. Biar saya hubungi ponselnya.”
“Baiklah!” Leon pun menunggu lagi.
Lima menit kemudian, telpon di mejanya berdering.
“Bagaimana? Mengapa dia datang terlambat?”
“Bu Hanum ada di rumah sakit, Pak!”
“Apa?” Ada apa yang terjadi pada Hanum?”
“Bukan Bu Hanum, Beliau baik-baik saja, hanya saja sebelum ia berangkat ke ke mari. Pusat penitipan anak menghubungi Bu Hanum. Putrinya dibawa ke rumah sakit.”
“Apa? Kirim alamat rumah sakitnya.”
Leon langsung bergegas turun ke bawa, ketika pintu lift tak kunjung terbuka. Ia pun berlari menunggu tangga darurat.
“Ya Tuhan, apa yang terjadi pada mereka?”
Leon terus berjalan cepat setengah berlari, ia terlihat buru-buru sekali. Setelah membaca alamat yang dikirimkan oleh sekretarisnya. Leon langsung menyalakan mesin mobil dan menuju ke rumah sakit anak.
Pria itu mengemudi dengan cukup kencang. Hampir saja ia menyenggol tukang becak, untung saja ia bisa menguasai kendaraannya. Hingga tak sampai tabrakan.
Sambil mengambil napas dalam-dalam, Leon kembali mengemudikan mobilnya dengan hati-hati. Sampai akhirnya ia sampai di sebuah rumah sakit.
Leon bergegas ke ruang informasi, di sana ia tahu bahwa anak dari Hanum sedang dibawah ke UGD. Leon berlari ke ke sana dengan cepat sekali, lagi-lagi ia hampir menabrak seseorang perawat.
Dilihatnya dari kejauhan, Hanum sedang terisak di depan ruang UGD. Leon pun menghampiri wanita yang pipinya sudah basah itu.
“Apa yang terjadi?”
Cekrek
Pintu UGD terbuka, seorang perawat mencari wali pasien. Hanum pun langsung menghampiri perawat tersebut.
“Bu Hanum, putri anda kehilangan banyak darah. Dan golongan darah putri ibu termasuk langkah. Kami tak memilikinya. Bisa cari anggota keluarga untuk kami cek golongan darahnya?”
Tubuh Hanum bergetar, hampir saja ia tumbang kalau bukan tangan Leon yang sigap menangkap tubuhnya.
“Katakan siapa Ayahnya?” Leon menuntut jawab.
dan Leon sudah tidak di marahin lagidi usir di dorong dan tidak pakai baju ya hanya koloran saja wong kadung nesu ga ngertio ulah calon Leon Junior 👍👍🌹🌹😂😂
Su TREMOSI. hampir meledak kaya gunung Krakatau ,,, memuntahkan lahar koyo wedus gembel 😆 gregeten sama dua orang itu,,,,sudah di panghil sayang ga terima,,,di galak i mewek,,,di belani hanya pakai kolor ijo. ngopo ga pakai kaca mata riben nya Hanum Leon,,,,,biar kocak. ,
coba acak cerita bagaimana awal ketemu nya ,,,tapi lagi senang ketemu pak Su nya beruntung Lo ga di bikin amnesia. sapa sang jawara penulis 😂 baik Lo Jeng Sept
wong di buat jebur berenang lama,,
mempermain kan wanita Ahir sekarang
sedang di uji,, kasian Hanum dan Shian
sabar ya shean ,,,jadi kantor nya siapa yang pegang,,,apa di jarah
anak dan istrinya berpisah dalam keadaan tidak tau mati opa urip,,,😭😭 penuh air mata
namanya juga pELaKoR dan dia juga mau balas dendam menggunakan anak pria lain dodol kuprettt Leon,,,
Leonardo ko ga cerds si sewa dong mata mata,,,masa percaya begitu saja. dan jujur pah agar ada tempat untuk curhat jangan
malah jadi takut,,, justru malah ketauan
bobrok nya cerdas dong Leon. jangan terlbat,,,,ehhh protes sama penulis nya keles 😄😄 ngapa sama Leonardo di ke
pruk i,,😈😈
berat Leon. menjaga hati sang istri dan buah hati,,,
dengan sendirinya lebih baik jujur dan seperti tadi bilang seandainya terjadi sesuatu di masa lalu jangan tinggalkan Ak ya Hanum gitu dan jangan bawa Sean,,,
ya katakan juga mengapa baru bilang ya
karena baru tau dan yang tau justru mama Yesi ,,,
seandainya tau ternyata kebaikan Leon
saat ini ada Nido besar di masa lalu kini,,
tinggal menunggu Bom nya meledak ,,,,
beruntung Hanum tidak keluar dari kerjanya. jadi apabila kelak terjadi percekcokan karena masa lalu sang Suami sebagai pemain wanita ternyata membuahkan anak laki-laki tak berdosa,,,
berarti lebih cerdas Hanum. memang si di tolong Hendra. tetapi tidak pacaran apa
lagi menikah,,,lebih baik hanya hidup berduaan dengan putrinya,,
yang sudah sudah kalau abis bahagia biasanya di bikin sedih sengsara. mudah mudahan kali ini ga ya kasian sudah sama sama menderita 4 th dah cukuplah tinggal meraih kebahagiaan saja,,,,tapi masih ada Anak nya Zura bikin dah dig dug derrrr,,,,
menyesal karena merusak Anak gadis
wanita yang sangat di kenal,,,duh kayanya akan ada perang dunia ke empat 😂👍
semoga Leon benar' benar insyaf ,,,menjadi suami dan Ayah terbaik dan Mama Yesy. menjadi orang tua yang sangat bangga 👍🤲🤲♥️♥️