Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
"pagi pak.."ucap pak sarip saat mendapati majikannya yang baru terlihat batang hidungnya.
"oh iya pak,tadi telpon rumah bunyi terus,saya mau angkat tapi rumahnya di kunci pak"ucapnya lagi.
Pak arman mengerutkan keningnya,ia mengira telpon itu berasal dari kantor.namun juga sedikit berpikir itu kabar dari putrinya yang sejak semalam tak kunjung ada mengabarinya.
"saya lupa kasih kamu kunci cadangan,nanti ambil di istri saya ya"
Pak sarip mengangguk,ia lalu kembali ke dalam pos satpam.
"Ma..."teriak pak arman mencari istrinya yang msih berada di dalam kamar.Karena hari libur dan mereka tak jadi pergi berlibur.Bu wida dan pak arman sengaja bangun siang karena tak ada kegiatan apapun pikirnya.
"pa!!"
Teriakan istrinya membuat pak arman terkejut,ia berlari menaiki anak tangga menuju ke kamar dimana istrinya berada.
"kenapa ma?"tanyanya dengan nafas terengah engah.
"aulia..."
Bu wida menangis,tak kuasa melanjutkan ucapanya karena syok.pak arman merebut ponsel yang masih di genggam oleh bu wida.ia membaca pesan dari dinda teman anaknya.
...[tante,om...aulia hilang dari semalam.kita sama warga udah nyari tapi belum ada hasilnya.sesepuh desa minta om sama tante buat datang kesini,ceritanya panjang tan..nanti dinda jelasin disini ya]...
[lokasi]📍
Pak arman ikut terkejut saat melihat pesan dari teman anaknya.ia memeluk bu wida yang masih menangis,meski hatinya hancur namun pak arman mencoba untuk menenangkan istrinya.
"ma..ma liat papa"
Bu wida melirik ke arah suaminya dengan air mata yang terus mengalir.
"Mama tenang dulu ya,papa janji akan cari aulia sampe ketemu.mama di rumah ya di temenin sama istri pak sarip"
Dengan cepat bu wida menggelengkan kepalanya.ia menolak untuk menungu di rumah,sedangkan anaknya tak tahu ada dimana,dan bagaimana kondisinya.
"gak..mama mau ikut.mama mau cari aulia juga pa"ucapnya.
Mau tak mau pak arman pun mengiyakan demi membuat istrinya sedikit tenang.mereka bersiap lalu pergi ke parkiran untuk mengambil mobil.
"pak sarip..buka gerbang!kita mau keluar"
"siap pak"
setelah gerbang di bukanya,ia berdiri di samping pos satpam.ingin mengetahui kemana perginya pak arman dan bu wida yang tampak terlihat buru buru.
"kamu jaga rumah ya.kunci gerbang,pintu.saya gak janji bakal pulang malam ini,tapi semoga saja segera kembali"ucap pak arman saat mobilnya sudah terparkir di luar gerbang.
"mau kemana emang pak?"tanyanya.
"aulia.anak saya hilang,bantu do'ain ya semoga cepet ketemu.kamu baik baik di rumah ya"ucap pak arman lagi.
"Astaghfirullah..ya pak.semoga non aulia cepet ketemu.hati hati pak,bu"
Keduanya mengangguk lalu meninggalkan rumah mereka.Kini tinggalah pak sarip,juga istri dan anaknya.
"Pa...kenapa itu ibu sama bapak kaya buru buru banget?"ucap minah yang masih memegang sapu.sekilas ia melihat majikannya keluar dari rumah dengan langkah cepat saat sedang menyapu halaman rumah dengan anaknya yang masih berusia 5tahun.
"non aulia hilang bu,mereka mau nyusulin kesana"
"ya allah..semoga cepet ketemu ya pa.kasian.."ucap minah.
"yaudah kembali kerja bu..jangan masak banyak banyak bu kata pak arman mereka gak janji bakal pulang malem ini"ucap pak sarip yang di angguki oleh istrinya.
...****************...
"udah ma.jangan nangis terus.berdo'a aja supaya aulia ketemu dan keadaannya baik baik aja"
Tangan pak arman menggenggam tangan bu wida yang masih gemetar.
Sesekali ia melirik ke ponselnya,melihat lokasi yang di bagikan oleh dinda.
Berjam jam sudah mereka menempuh perjalanan yang jauh dari rumahnya,pak arman melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena sangat mengkhawatirkan anak semata wayangnya.
[SELAMAT DATANG DI DESA PANURUGAN]
Saat memasuki gapura,pak arman di suguhkan dengan pemandangan yang tak asing baginya.Pepohonan besar dan jalanan yang tampak sepi.
Saat melewati salah satu gubuk.ingatannya saat 20 tahun yang lalu kembali muncul.dimana gubuk itu pernah menjadi tempat peristirahatannya dengan teman temannya kala itu.
"apa perasaan ku aja ya?ini bukan air terjun yang pernah aku kunjungi kan?ah namanya saja beda.tapi jalannya benar benar mirip"ucap pak arman dalam batinnya.
Jika memang gubuk itu gubuk 20 tahun yang lalu.Tak akan mungkin masih berdiri kokoh di sana pikirnya.
Sepanjang jalan ia memperhatikan sekeliling jalanan yang tampak sepi itu.Tak ada siapapun yang ada di sana bahkan sekedar warga yang berjalan atau melintas.benar benar sepi.
Pandangannya terhenti.memperhatikan seorang perempuan yang tengah berlari menggunakan gaun merah.Sekejap perempuan itu seolah menyadari kehadiran mobil pak arman yang tengah melaju di jalan itu.
Pak arman mengusap usap matanya berkali kali.barang kali memang penglihatannya yang sedang bermasalah.
Benar saja perempuan itu tiba tiba hilang dari pandangannya.tak ada rumah atau bangunan yang bisa menjadi tempat persembunyian perempuan itu.bahkan semak semak pun sangat jauh dari letak dimana posisi perempuan itu tadi berdiri.
Senyumnya yang menyeringai bak seseorang yang sedang meledek.
Semakin jauh..pak arman menghembuskan nafasnya dengan panjang.
"ternyata benar.air terjun yang dituju aulia adalah air terjun yang aku datangi 20 tahun yang lalu.perempuan tadi?hah.."batinnya.
"pa!kenapa sih.mama dari tadi nanya loh"ucap bu wida yang tengah menggoyah goyahkan bahu suaminya.
"hah..gapapa ma"
"gapapa kok keringetan,papa gak nyembunyiin sesuatu kan dari mama?"ucap bu wida dengan wajah datar.
"ah..nggak kok ma"ucap pak arman yang tampak celingukan.
Mereka menepikan mobilnya tak jauh dari pondok tua karena tak ada jalan lagi di depannya.
"coba telpon dinda ma,udah gak ada jalan lagi"
Bu wida meraih ponsel yang berada di dalam tas nya.menghubungi salah satu teman anaknya.
"gak di angkat.coba mama chat ya"
"gak di bales juga pa,gimana nih?"
Sedangkan di pondok,dinda tertidur karena merasa lelah setelah bermalaman mencari aulia.
"Din..dinda bangun hp lu bunyi terus dari tadi.siapa tau mama lu"
Dery membangunkan tubuh dinda dengan pelan.Seketika gadis itu bangun,meski sebentar namun rasa kantuknya sedikit hilang.
"Mama aulia,bentar bentar gue telpon balik"ucapnya yang langsung duduk dari posisinya semula yang tengah berbaring.
Panggilan pun tersambung.Bu wida dengan cemas menanyakan anaknya,ia bahkan mengeluarkan lagi air matanya karena sangat mengkhawatirkan kondisi aulia.
"Tante nengok ke sebelah kiri tan,nanti ada mobil dery deket kuburan"
"ah..iya nak ada.kamu pake baju merah ya?"tanyanya.
Pak arman ikut melirik ke arah istrinya memandang,tak ada perempuan yang di maksud oleh bu wida.Jantungnya berdebar,apa mungkin yang di maksud istrinya tadi adalah perempuan bergaun merah tadi??
"salah orang kayaknya tan.aku pake baju.."
Bu wida tak tahu jika dinda sedang berbicara.ia mematikan sambungan telpon itu begitu saja.lalu memilih untuk berjalan karena jaraknya hanya beberapa langkah saja,karena ingin segera menanyakan aulia kepada teman temannya.
Sedangkan pak arman memarkirkan mobilnya untuk di parkir di sebelah kiri.tempat yang di maksud oleh teman anaknya itu.
"dinda...itu kamu nak?tunggu tante"teriak bu wida yang berlari kecil mengikuti langkah perempuan itu.
"tante.."teriaknya dari arah belakang.
"loh dinda.bukannya kamu tadi di sana"tunjuknya ke arah kuburan kuno.
"salah orang mungkin tan.ayo kita tunggu ki dajeng balik ke pondok ini sambil aku ceritain kejadiannya tan."ucap dinda.
Pak arman yang memperhatikan keduanya jelas tak melihat perempuan yang di maksud oleh istrinya itu.Setelah mobilnya terparkir dengan rapi persis di sebelah mobil dery.ia turun dari mobilnya lalu menyusul kepergian bu wida dan dinda.
Bulu kunuk nya berdiri,angin secara tak sadar menyerangnya.namun saat mencoba sadar,tak ada angin yang melintas di sana.ia melirik ke berbagai arah,barangkali ada yang memperhatikannya.namun jelas tak ada.
"kenapa pikiranku jadi gak karuan gini"batinnya.