NovelToon NovelToon
THE AGENTS : Perburuan Aset

THE AGENTS : Perburuan Aset

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Thriller / Mata-mata/Agen
Popularitas:34.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Sequel Kembalinya Sang Agen Rahasia & Heroes

Zyan kembali menjalani misi. Kali ini akan menjadi misi terakhirnya, mencari keberadaan Arkan, juniornya.

Siapa sangka kembalinya pria itu ke lapangan malah menemukan konspirasi sejumlah petinggi menggagas Project Black Lock. Diam-diam mereka mengembangkan virus yang diberi nama Regalis-V.

Ada enam target yang sedang dibidik untuk memproduksi Regalis-V. Salah satunya adalah Arsela, anak presiden.

Ketegangan semakin bertambah ketika Zyan tahu target terakhir adalah anaknya sendiri.

Bersama dengan Arkan, pria itu berjibaku, berusaha menyelamatkan target dan menghancurkan Black Lock.

Dalam aksinya, mereka mendapatkan bantuan dari seorang agen tambahan.

Siapakah agen tersebut?

Jangan lupa ikuti medsosku di
FB : Khairunnisa (Ichageul)
IG : ichageul9563
TT : @novelme @ichageul21
Threads : Ichageul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Pelarian

Sesampainya di klinik, Kenzo langsung mendapatkan perawatan. Kenzo membaca name tag yang terpasang di jas sang dokter, tertera nama Caelen Thorne.

Tak sampai lima menit, luka Kenzo sudah selesai diobati. Pria itu hanya mengalami luka goresan saja dan tidak terlalu dalam. Terakhir dokter lapas itu memberikan suntikan anti tetanus kepada Kenzo.

Selesai diobati, Kenzo bermaksud untuk pergi, tetapi dokter tersebut langsung menghalangi. “Segera ganti pakaianmu.”

Kening Kenzo mengerut. Kemudian dokter Caelen memperlihatkan logo SIV dari balik jasnya. “Sergio yang mengirimmu?”

“Ya. Aku yang bertugas memberikan suntikan untuk profesor. Sekarang dia berada dalam pengawasan SIV.”

Kenzo terdiam sejenak. Pria itu masih belum mempercayai sepenuhnya dokter di depannya. Namun akhirnya dia mengambil juga seragam petugas yang sudah disiapkan.

Dia harus secepatnya bertemu dengan Profesor Elio Sarin. Membawanya keluar dari sini dan menemukan orang-orang dengan DNA haplogroup yang ditargetkan.

Setelah berganti seragam, Kenzo segera mengikuti dokter Caelen. Blok D berada di bawah tanah, sekitar sepuluh meter dari permukaan tanah.

Mereka turun dengan menggunakan lift yang hanya ada satu saja. Pintu keluar dari blok ini hanya satu dan dijaga dengan ketat. Kenzo harus memutar otak untuk membawa sang profesor keluar.

Sesampainya di Blok D, dokter Caelen langsung menunjukkan kartu identitasnya. Petugas yang berjaga segera memeriksa peralatan medis yang dibawa oleh dokter lapas tersebut. Kemudian petugas itu melihat pada Kenzo.

“Aku baru melihatmu di sini,” ujarnya sambil menatap penuh selidik.

“Kamu terlalu lama bertugas di sini. Aku baru dipindah seminggu yang lalu,” jawab Kenzo santai.

“Di mana sebelumnya kamu bertugas?”

“VPDU.”

Tidak ada pertanyaan lagi dari petugas tersebut. Dia memang selalu ditugaskan di Blok D, jadi tidak tahu pergantian personil yang ada di atas. Dengan gerakan tangan dia mempersilakan dokter Caelen untuk masuk ke sel profesor.

Kenzo masih belum mengatakan apa-apa. Dia masih membungkam mulutnya, memperhatikan dokter Caelen yang sedang memberikan suntikan.

Setelah penyuntikan selesai, barulah Kenzo bergerak. “Apa aku boleh berbicara berdua saja dengannya?” tanyanya pada dokter Caelen.

“Ya, tapi waktumu hanya lima menit!”

“Tinggalkan kami berdua.”

Walau enggan, akhirnya dokter Caelen keluar dari sel. Pada penjaga dia mengatakan butuh ke kamar kecil.

“Mana petugas yang tadi?”

“Aku memintanya menunggu. Takutnya ada reaksi tidak terduga. Aku mengganti obatnya.”

Sang petugas percaya saja apa yang dikatakan dokter Caelen. Dia tetap berada di tempatnya, menjalankan tugas seperti biasa.

Di dalam sel, tanpa membuang waktu Kenzo langsung memulai pembicaraan.

“Aku akan membawamu keluar dari sini. Bersiaplah dalam beberapa hari,” ujar Kenzo tanpa basa-basi.

“Apa? Aku tidak mau!”

“Anda mau atau tidak, aku akan tetap membawa Anda keluar.”

“Siapa kamu?” tanya profesor yang mulai bersikap waspada.

“Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya orang yang ditugaskan mencari keberadaan anak pimpinanku yang sudah diculik oleh antek Vexion Pharma Global karena memiliki DNA haplogroup.”

Mata sang profesor langsung membelalak. Jantungnya langsung berdebar kencang. Tanpa sadar dia beringsut mundur dari Kenzo.

“Aku tidak akan membunuh Anda. Aku mau membawa Anda keluar. Anda sudah menciptakan Regalis-V, jadi Anda harus bertanggung jawab mencari penawarnya.”

“Virus itu belum selesai. Dan belum tentu bisa digunakan. Masih butuh dua DNA lagi dan satu DNA kunci.”

“Ya, tapi aku yakin mereka akan mendapatkannya tidak lama lagi.”

“Apa maksudmu?”

“Apa Anda tidak tahu kalau Vexion Pharma menyebarkan vaksin ke seluruh dunia? Penerima vaksin akan langsung masuk dalam database mereka. Dengan mudah mereka bisa mendapatkan DNA yang tersisa. Kita berpacu dengan waktu. Kalau Anda terlambat mengambil keputusan, dunia bisa hancur.”

Mata Elio Sarin bergerak ke kanan dan kiri. Telapak tangannya mendadak terasa dingin dan dipenuhi keringat. Kakinya sedikit gemetar, membuat pria itu harus duduk di sisi ranjang. Membayangkan dunia kacau akibat Regalis-V seketika membuat dadanya sesak.

“Aku butuh jawaban, Profesor!”

“B-Baiklah. Aku setuju keluar dari sini.”

“Baiklah. Kamu harus selalu siap sedia. Dalam hitungan hari, kita akan keluar dari sini.”

“Aku bisa mengajukan pembebasan diri.”

“Anda pikir bisa semudah itu? Kalau Anda mengajukan pembebasan, begitu keluar Anda akan langsung ditangkap.”

“Lalu aku harus bagaimana?”

“Seperti yang kubilang. Tunggu dengan tenang tapi tetap siaga. Dalam beberapa hari aku akan mengeluarkan Anda.”

“Baiklah.”

“Dan ingat, jangan percayai siapa pun, termasuk dokter tadi.”

Kepala Elio Sarin mengangguk cepat. Tepat setelah pembicaraan mereka selesai, dokter Caelen masuk ke dalam sel.

“Kita kembali sekarang,” ujar Kenzo.

“Tunggu, apa pembicaraan kalian?”

“Anda tidak perlu tahu, dokter,” jawab Kenzo sambil menepuk pelan pundak dokter lapas tersebut.

Dengan perasaan dongkol, dokter Caelen mengikuti Kenzo. Entah rencana apa yang ada di benak pria itu.

Selesai menemui Elio Sarin, Kenzo kembali ke studio dan melanjutkan kegiatan seperti biasanya. Mateo langsung mendekati pria itu. Dia cukup cemas dengan apa yang terjadi pada rekannya itu. “K-Kamu tidak apa-apa? Bagaimana dengan lukamu?” tanya Mateo dengan wajah cemas.

“Hanya luka kecil. Tidak ada masalah,” jawab Kenzo dengan entengnya.

Pria itu kemudian melihat pada Kael. Dia menaruh tangannya di paha, kemudian mengetukkan jarinya beberapa kali. Tengah mengirimkan kode pada Kael.

Begitu pekerjaan mereka selesai, Kenzo memilih membersihkan diri sebelum menuju aula makan. Saat masuk ke kamar mandi, sudah ada Kael di dalam. Setelah mengunci pintu, Kenzo mendekati Kael yang sedang memutar kran shower.

“Apa Kolonel sudah bertemu profesor?”

“Ya. Dalam tiga hari ke depan, kita akan mengeluarkannya dari sini. Aku akan berkoordinasi dengan Sergio. Dia yang akan membuka jalan untuk kita.”

“Sergio? Apa dia agen SIV?”

“Ya, tapi … aku merasa ada yang salah. Pertemuanku tadi dengan profesor terkesan mulus. Kita harus membuat rencana cadangan. Aku tidak bisa mempercayai Sergio dan dokter Caelen begitu saja.”

“Apa yang harus kulakukan?”

“Kamu sudah mempelajari tempat ini?”

“Sudah. Aku sudah buat juga jalur pelarian.”

Kael mengeluarkan selembar kertas dari saku celananya. Di sana tergambar jalur pelarian yang sudah dibuatnya.

“Di mana jalur keluar dari sini?”

“Ke sungai Novaris.”

“Aku akan pelajari dulu dan bandingkan dengan rute pelarian yang diberikan Sergio.”

“Baik.”

“Pastikan jalur yang akan dilewati aman. Dan bersiap untuk hal tidak terduga.”

Kael mengangguk cepat. Dia harus mengecek kembali jalur pelarian yang sudah disiapkan olehnya.

***

Sergio dan dokter Caelen kembali mendatangi Elio Sarin di Blok D. Sergio hendak mengeluarkan sang profesor dengan alasan kesehatan pria itu memburuk. Karenanya dokter Caelen diikutsertakan. Mereka mengeluarkan Elio Sarin saat malam hari.

Di tempat lain, Kenzo pun bersiap untuk keluar dari lapas. Pria itu sengaja membuat keributan lagi dengan Kael di aula makan, hingga keduanya harus ditahan di sel isolasi.

Kenzo menggedor pintu ruang isolasinya untuk memancing petugas datang.

Tak tahan dengan keributan yang ditimbulkan Kenzo, salah satu petugas mendekat. Dia membuka jendela kecil di pintu. “Ada apa?”

“Perutku sakit. Aku butuh obat!”

“Tahan saja!”

“Kalau aku mati di sini, apa kamu mau bertanggung jawab? Apa kamu tidak tahu kalau aku adalah tahanan prioritas? Aku bisa membantu negara ini memberantas La Corona Negra!”

Tidak ada jawaban dari petugas itu. Tapi diam-diam dia mencari informasi tentang tahanan D-315. Tiba-tiba saja terdengar teriakan dari dalam sel.

“AKH!”

Dari jendela kecil, petugas itu melihat Kenzo terkapar di lantai sambil memegangi perutnya. Dari mulutnya keluar busa dan tubuhnya mulai menggelepar. Setelahnya pria itu tidak bergerak lagi.

Dengan terburu, petugas itu membuka pintu sel. Tangannya sampai bergetar saking takutnya. Begitu pintu terbuka, dia langsung mendekati Kenzo yang terkapar di lantai.

***

Waduh kenapa lagi tuh Kenzo?

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesak nafas
Ayuk Witanto
baca aja udah kayak ngos ngosan aku mak😂😂 apalagi jadi timur
bener2 berasa ikut disitu
Ayuk Witanto
makin seru nih...dan pasti mendebarkan
Ayuk Witanto
arsela makin jatuh cinta
husniyah fadhilatul hasana
kepo siihh😆 ketahuan deh wkwkk
vania larasati
lanjut kak
Mio Amore
udh kena serang an jantung pasti bun
Fariedha Rahman Khan
kalau aku jadi timur otomatis aku dag dig dug ser...
Q akan larii cepet trus kalok ada bru mw aku lempar ke orang yg ngejar timur
wkwkwk
suka bnget ceritanya
up lgi dong thor
Ani
Kalau mungkin udah gemeteran plus pingsan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
dewi rofiqoh
Alhamdulillah, rencana pengecohan berhasil. Semoga upaya penyelamatan aset berikutnya juga lancar dan mereka tidak terdeteksi pihak vexion
Maure Nia
semoga berhasil Sergio dan dkk💪👌
Eka Burjo
tegang euy🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
woukehh 👌🏻.. perintah laksanakan 👍🏻👍🏻👍🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
wouw wouw.....target udah kena pukat yg tebar Arman..... Timur dan Priya udah otw...mereka akan tandang ke meja eksekusi sebagai korban persembahan untuk di isep darahnya😭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
yuupp betul ..meskipun sdh mengecoh musuh....tdk menutup kemungkinan suatu saat akan ketauan oleh pihak musuh...dan harus siap untuk menghadapi kemungkinan itu bila terjadi ✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
syukur deh akhirnya selamat dan tiba di safe house.....dgn penjagaan yg ketat untuk sementara' bisa lega....sebelum menghadapi masalah yg lebih besar lg 🫣
Ria alia
Yaampun udah berasa jdi agent aku ikut ama mrka beraksi 🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha sue gk berhasil nangkep Arsela sama Lyra kezelll dia.....
iddiiiihhhh Arman ngaamuk....
coba Kamu kerjakan sendiri becus gk nangkep mereka 😏
tehNci
Licik banget sih Global Pharma mendapatkan asetnya. Kedok beasiswa jadi andalan mereka. Semoga Kael dan Sergio bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Timur dan Priya bisa langsung ke safe house tanpa berurusan lagi dengan global Pharma vlexion
Safitri Agus
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!