Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih mendendam cinta dulu adalah pasangan muda yang menikah muda di usia mereka baru 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dari orang tua masing-masing...
yang mau tau cerita selengkapnya nya di baca☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 16 flashback
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi itu setelah adegan ciuman amatir Arkan dan Leana tadi, sekarang mereka telah berada di dapur untuk memasak sarapan. Sebelumnya mereka sudah membersihkan diri terlebih dahulu.
"sayang mending gak usah masak deh, biar aku pesan aja ya, aku takut kamu capek.!" Arkan merayu Leana untuk tidak memasak , takut Istrinya capek dan jatuh sakit lagi.
"Aku gak akan capek Ar, cuma masak doang kok. Lagian aku udah sembuh juga.!!" kekeh Leana untuk tetap masak.
Jam sudah menunjukkan waktu pukul delapan pagi lebih beberapa menit. Mereka hari ini tidak sekolah, selain karena telat bangun, juga karena pipi suami istri itu masih kelihatan memarnya. Klau di lihat teman-teman sekolahnya apa kata mereka.
dan kebetulan juga besok hari Minggu jadi sekalian aja gak sekolah karena hari kejepit kata Arkan pada Leana tadi.
"ya udah deh terserah kamu, eh btw ibu kamu belum pulang sayang,? Arkan tidak melihat siluit ibunya Leana. Kalau ditanya Arkan takut bertemu ibu mertuanya itu jawabannya Tidak! Arkan tidak takut, yang dia takutkan dia di pisahkan dengan istrinya itu.
"kayaknya belum deh, soalnya aku gak melihat sandalnya ibu di rak sepatu tadi." sebenarnya Lea tadi sebelum ke dapur dia memeriksa ke rak sepatu di samping pintu untuk mengecek ibunya sudah pulang atau belum, tapi tak ada sepatu milik sang ibu yang ternyata belum pulang.
"memang ibu kamu pulang jam berapa sayang.?"
"Biasanya jam 6 dah ada rumah, tapi hari ini gak tahu kenapa belum pulang." Leana sebenarnya khawatir karena ibunya belum pulang tapi tidak mau terlihat sedih di depan Arkan. padahal Arkan tahu kalau Leana sedang memikirkan ibunya.
"sayang gak apa-apa ya, nanti kita bicara sama ibu kamu baik-baik, lama-lama juga ibu kamu akan terima. Hanya butuh waktu saja sayang." kata Arkan yang sudah berada di samping Lea yang tangannya sedang mengelus belakang kepala sang istri dan memberi kecupan di rambut halus istrinya itu. Sungguh manis sekali Arkan ini, yang membuat Leana tidak menyesali pernikahan mereka dan sedikit-sedikit dia terbiasa dengan sentuhan Arkan, walaupun belum genap sehari mereka menikah dan masih juga terasa geli ketika Arkan menyentuhnya.
setelah beberapa saat masakan Leana sudah matang. Hanya nasi goreng simple yang di taro toping telur ceplok di atas nya.
"Ar, ayo makan aku hanya goreng nasi aja ya.! Aku gak tahu kamu suka apa gak,! Nanti kalau gak suka bilang aja ya supaya lain kali aku gak masak lagi."
"baunya harum loh sayang, pasti enak ini.!!"
"mudah-mudahan kamu suka.!"
Arkan mencoba masakan istrinya dan rasanya lumayan cocok juga di lidah Arkan.
"gimana Ar, cocok gak di lidah kamu.?" tanya Leana was-was.
"no bad, aku suka kok.! Jawab Arkan dan melahap makanannya hingga habis tak tersisa. Sedangkan Lea tersenyum senang karena melihat suaminya menyukai masakannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suara pintu terbuka dari luar menandakan seseorang akan masuk ke rumah. Dan benar saja Jasmin ibu Leana yang membuka pintu masuk ke rumah dan berjalan melewati sepasang suami-istri yang masih mengobrol di meja makan padahal sudah selesai makan beberapa menit yang lalu.
Jasmin bisa melihat kalau menantu tiba-tibanya itu sedang duduk saling berhadapan dengan anaknya, tidak tahu malu pikir Jasmin, padahal tadi malam sudah dilarang untuk tidak datang, tapi tidak dihiraukan oleh menantunya itu.
Tapi jasmin tidak peduli, dia tetap melangkah melewati mereka menuju ke dalam kamarnya,
Meski Arkan tadi sudah berdiri untuk menyapa dan Leana menawarkan untuk ibunya serapan tetap tidak perduli. Yang membuat Leana sedih dan Arkan mengelus tangan istrinya untuk menenangkan."aduh, cuek banget sih ibu mertua ku, untung anaknya sudah aku halalin.!" kata Arkan membatin dan juga lega walaupun mertuanya cuek tapi tidak melarang dan marah Arkan berada dirumah itu.
Leana tersenyum kecil yang tidak sampai ke mata tanda mengatakan dia tidak apa-apa.
"sayang bagaimana kalau malam nanti kita keluar kencan?" tawar Arkan semangat.
"kencan? Bukannya kencan buat orang yang lagi pacaran ya?" tanya Leana polos.
"astaga sayang, kan kita pacaran versi halalnya malahan bagus dong tidak akan berdosa!!".
"oh iya ya!! Ok deh aku mau, aku mau, aku juga mau lihat tempat yang kaya cafe-cafe gitu Ar!!" setuju Leana dengan semangat karena memang dia tidak pernah keluar jauh, ibunya juga tidak pernah mengajaknya dan Leanapun tidak pernah di izinkan untuk main ke luar kecuali hanya untuk sekolah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam telah tiba, dan jam menunjukkan hampir pukul delapan malam. Rencanya mereka akan pergi ke pasar malam , Leana katanya ingin mencoba menaiki wahana yang ada di pasar malam, dan untuk ke cafenya yang di rencanakan tadi siang bisa di undurkan esok hari, kerena kebetulan besok adalah hari libur.
Arkan dan Leana sudah siap-siap untuk keluar kencan. Mereka berdua menggunakan Hoodie couple yang dipesan oleh Arkan tadi di tokoh langganan Arkan dan bawahannya Arkan menggunakan celana cargo sneaker warna putih sedangkan Lea menggunakan celana jeans yang tidak ngepres body. outfit mereka sangat cocok untuk usia dan lagi cocok untuk mereka yang akan pergi menggunakan motor sport.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sekarang Arkan dan leana sudah berada di dalam pasar malam, setelah tadi ada drama antri yang di trobos oleh Arkan yang membuat penjaga marah tapi seketika diam ketika uang yang berbicara.
Lea sangat senang datang ke tempat itu, terlihat dari wajahnya tidak melepaskan senyum dari bibir tipisnya itu. tentu Arkan juga ikut senang melihat istrinya sebahagia itu.
"apakah kamu senang sayang?" tanya Arkan di telinga Lea yang di balas dengan anggukan semangat oleh Lea.
"kalau begitu aku akan bawa kamu naik wahana!" ajak Arkan sambil menarik tangan Lea melewati kerumunan manusia menuju wahana bianglala.
"Ar, aku mau naik itu!" tunjuk Lea ke arah bianglala.
"iya sayang, aku beli tiketnya dulu ya, kmu pegang belakang baju aku jangan di lepas!". Perintah Arkan.
"iya sayang, cepat ya!!" kata Lea tidak sadar bilang kata sayang yang di mana membuat Arkan mematung di tempat.
"Ar, kok malah bengong sih, tadinya mau pesan tiket!" ayo Arkan pesan tiketnya, aku gak sabar tau mau naik itu.!"
"sayang kamu ngomong apa tadi.?"
"Astaga Arkan aku bilang cepat pesen tiketnya.!"
"sayang kamu sadar gak kamu ngucap kata sayang tadi.!
"aaa? masa si.?" heran Lea diapun tidak ingat kalau dia panggil Arkan dengan kata sayang.
"iya Lea kamu tadi panggil aku dengan kata sayang, dan sekarang coba ulangi lagi,!" perintah Arkan. Dan Leanapun ingat kalau tadi dia ada menyebutkan kata sayang karena tidak ingin berdebat lama-lama karena Leana juga segera ingin naik wahana Lea akhirnya nya mau memanggil Arkan dengan sebutan sayang.
"sayang, Ayuk kita pesan tiketnya, istrimu yang cantik dan manis ini tidak sabar ingin cepat mencoba menaiki berbagai wahana,!" yang dimana kalimat itu membuat hati Arkan berbunga terbang melayang.
Tanpa lama-lama Arkan menarik tangan istrinya itu untuk membeli tiket tanpa antri, tentu saja lagi-lagi karena uang yang berkata.
Berbagai macam wahana yang mereka naiki, bukan hanya wahana saja tapi Arkan juga menjakan istrinya itu dengan membeli berbagai makanan yang istrinya sukai.
Sungguh Leana sangat bahagia, untuk pertama kali dia ketempat ini, dan itu bersama Arkan suaminya.
"Sayang terimakasih untuk malam ini, Cupp.!!"