NovelToon NovelToon
Dendam Anisa

Dendam Anisa

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Kutukan
Popularitas:66.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.

siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.

Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Bukan Anisa

Dengan telaten Ningsih memandikan Anisa yang duduk diam seperti tidak memiliki nyawa itu, Hardi masih memperhatikan dengan seksama karena dia juga tidak paham apa yang telah terjadi dan bagaimana Ningsih bisa menghidupkan anak mereka yang sudah lama meninggal dunia tersebut, ini adalah hal yang sangat tidak bisa mereka sangka-sangka.

Malah sekarang Ningsih seolah begitu mengurus Anisa agar dia tidak terluka walau hanya sedikit saja, Hardi kebingungan karena dia tidak tahu harus bagaimana untuk menentukan masalah yang sedang terjadi itu, pada siapa dia juga meminta tolong pun masih tidak tahu karena menurut dia ini sudah sangat tidak biasa sekali di kehidupan manusia biasa.

Sebab sudah di depan mata Anisa memang meninggal dunia dengan cara gantung diri dan juga bila memang Anisa tidak meninggal ketika dia melakukan gantung diri itu, maka dia pasti bisa meninggal di dalam freezer yang begitu ingin membeku sehingga jelas akan menjadi perhitungan besar untuk Hardi dan juga Ningsih.

Namun Kenapa saat ini malah Anisa bisa hidup kembali dengan keadaan normal dan seolah dia tidak pernah mengalami kematian, tentu itu menjadi hal yang begitu besar untuk Hardi sendiri dan dia tidak tahu harus bagaimana agar segera menumpahkan masalah yang sudah mereka hadapi saat ini, karena dia juga kebingungan dan tidak paham tentang hal gaib.

"Aku tidak akan tinggal diam, Ningsih." Hardi menatap sang istri yang masih ada di dalam kamar mandi.

"Kamu ini sebenarnya mau apa sih kok semakin tidak karuan seperti itu? anak kita sudah hidup lagi lho dan Kita hanya tinggal mengurus lalu membiarkan Anisa seperti yang lain." Ningsih berkata masih dengan nada lemah lembut.

"Lalu yang kemarin itu apa, Ningsih?" Hardi bertanya dengan suara gemetar.

"Yang kemarin lupakan saja karena kita akan menata hidup di masa depan dan tidak perlu menoleh lagi ke belakang, biarkan saja semuanya sudah berlalu." Ningsih berkata dengan sangat tenang sekali.

"Tidak, dia pasti bukan anak kita lagi dan dia hanya arwah gentayangan saja." Hardi sangat yakin dengan hal itu.

"Kamu jangan berbicara sembarangan seperti itu karena melukai hati Anisa juga!" Ningsih membentak dengan sangat keras.

"Kenapa Ayah seolah tidak terima ketika aku kembali lagi ke rumah ini?" Anisa menoleh dan menatap Hardi.

Tatapan yang sudah sangat berbeda sekali karena saat ini tatapan Anisa begitu kosong dan seolah menyimpan hawa dingin yang begitu luar biasa, Hardi saja sampai tidak tahan ketika bertatapan lama dengan mata tersebut sehingga dia memilih untuk menunduk dan membuang muka agar tidak ada perasaan aneh timbul di dalam hati ini.

Sebab ketika tadi dia tidak sengaja bertatapan secara langsung maka timbul getaran yang menurut Hardi itu adalah hal yang tidak biasa sekali, bukan hanya rasa kasih sayang yang timbul tapi juga seolah ada rasa takut yang begitu melukai hati dia sehingga Hardi memilih untuk tidak menatap bola mata itu lagi.

"Ayah mau bilang aku menghilang untuk selamanya saja?" Anisa bertanya kepada Hardi kembali.

"Anisa, Ayah tahu Kau pasti mengetahui bahwa dirimu sudah meninggal dunia." Hardi berbicara dengan hati-hati.

"Mas Kamu bicara apa kepada anak kita sendiri!" Ningsih berteriak keras karena dia tidak terima dengan ucapan Hardi barusan.

"Anisa memang darah daging ku, namun saat ini yang berdiri di hadapan kita bukan lagi Anisa yang dulu." Hardi berkata dengan sangat lantang.

"Apa salahku kepada ayah sehingga rela menolak aku seperti ini? apa Ayah malu karena aku buruk rupa dan juga gemuk!" Anisa menunduk dan dia menangis pilu.

Hardi gelagapan ketika di beri pertanyaan seperti itu karena menurut dia bila salah berbicara maka yang ada nanti akan menyakiti hati Anisa itu sendiri, jadi lebih baik bila dia tidak menjawab dan lebih baik fokus berbicara kepada Ningsih karena sumber utama dari permasalahan ini adalah Ningsih itu sendiri yang telah menyebabkan keributan.

"Aku akan pergi saja bila memang hanya akan menimbulkan masalah seperti ini." Anisa menunduk dan segera masuk ke dalam kamar.

"Kau lihat itu atas ucapan yang sudah keluar dari mulut sialan mu itu!" Ningsih langsung marah dan membentak Hardi.

"Apa yang aku katakan itu semua memang benar bahwa saat ini Anisa sudah meninggal dunia, raga yang kau bawa pulang itu entah milik siapa!" Hardi juga tak kalah emosi.

"Kau tidak bisa membantu aku untuk mengurus segala macam dan ketika aku sudah selesai mengurus seperti ini namun justru kau kacau kan begitu saja!" Ningsih berkata dengan emosi yang sangat tinggi.

"Mau sampai kapan kau akan terus seperti ini dan tidak menyadari kesalahan yang sudah kau lakukan itu?!" Hardi mendekati istri dia untuk menatap mata yang tidak pernah memiliki rasa bersalah.

Praaaang.

Praaaang.

Belum lagi mereka melanjutkan perdebatan yang begitu seru sekali, kini malah terdengar suara bantingan demi bantingan yang ada di dalam kamar milik Anisa sehingga Ningsih segera berlari menuju kamar tersebut untuk mencari tahu apa yang telah terjadi. sebab mungkin saja telah terjadi sesuatu di dalam kamar itu, pergi juga ikut berlari karena dia penasaran dan tidak mungkin membiarkan sang istri serta anak dia melakukan hal gila lain.

"Aku memang tidak pernah bisa diterima oleh siapa saja!" Anisa berteriak keras ketika dia telah membanting kaca yang ada di meja.

"Sayang, tidak usah dengarkan apa yang ayah katakan itu ya karena masih ada ibu yang akan mengurus kamu." Ningsih segera mendekati Anisa.

"Huhuhuuuu karena aku jelek begini sehingga tidak ada yang mau menerima aku." Anisa kembali menangis.

"Air mata yang keluar itu bahkan berwarna hitam pekat." Hardi membatin di dalam hati dan dia semakin yakin bahwa ini bukan Putri dia.

Bagaimana bisa ada air mata yang berwarna hitam pekat seperti itu sehingga membuat siapa saja yang melihat pasti akan sangat ketakutan sekali, Hardi saja saat ini merasa merinding dan dia tidak merasa yakin bahwa yang sedang dipeluk oleh Ningsih itu adalah Putri mereka sendiri yang sudah melakukan tindakan gantung diri.

"Aku memang tidak berguna dan hanya membuat malu saja sehingga siapa saja yang ada di sini tidak mau mengakui aku." Anisa semakin kencang menangis.

Ningsih tidak peduli dengan hal itu Dan dia terus memeluk Anisa agar gadis itu merasa tenang dan tidak menangis terus, air mata yang berwarna hitam pekat itu tidak usah menggunakan kain yang ada di sana karena Hardi sendiri dapat mencium aroma yang sangat tidak enak dari air mata tersebut.

Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komentar nya.

1
vania larasati
lanjut kak
Nurr Tika
ternyata member purnma yg bru ini punya kekuatan
ρυтяσ kang'typo✨
hadeh...jadi ingat sama Arya n Sam dulu🤣🤣🤣🤣dia pas barru ketemu pun gelud, siapa sangka mereka sekarang rukun toh walaupun sering debat
ρυтяσ kang'typo✨
wkwkwkwk... ketemu pocong gosong Digo, itu member Purnama yang baru 🥰
Tri Lestari
bisa di sucikan ngak sih Pur si Koswara,, lepas Pur dia benar calon menantu lho
Shinta Teja
kok Udin sih,Thor?! bukannya Digo ya🤔🤔🤔
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
malah pada berantem wkwk. . gak tau aja kalian di bawah naungan yang sama 🤣
K & T K & T
mlm jg Bess..
ga nyangka si pocong patah hati bs gelut jg👻
Apriyanti
sadis jg ni pocong hitam🤣🤣
Ass Yfa
kayaknya..Koswara deh kalo nggk salah😄
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Betri Betmawati
pocong nanti kau kna marah SMA Kiara kau apakan itu si Digo,
calon mantu pangeran ular itu,
ada yg datang ngk sich nolong Digo bisa mampus tu anak orang
Nengsih Irawati
Hadeh malah berantem sih😌
tse
aduh Digo... pantas aja Kiara belum mau dinikahi sama kamu wong kamu ngelawan pocong gosong aja kalah telak gitu ko🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jeakawa loving❤️
potam alias pocong hitam aja gimana😄
Sabrina Qheyla Putrie
🤣🤣🤣
Chie
Lucu deh sidigo dan sipocong
MiilaaManurung
😂😂😂
Brina
ky na blm ksh nm deh tu pocong gosong atau aq yg lupa yaa
Ela Jutek
si posong ini jahat kagak sih
Ela Jutek: iya semoga dia berguna deh, bukan jadi beban
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!