NovelToon NovelToon
System Pohon Ajaib Warisan Kakek

System Pohon Ajaib Warisan Kakek

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:175.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lelah dengan kehidupan keras sebagai budak korporat di kota besar dan duka setelah kehilangan kedua orang tuanya, Lin Ye memutuskan untuk pulang ke Desa Qingshui, tempat kakeknya dulu tinggal.

Di sana, ia menemukan ladang dan rumah kakeknya yang sudah terbengkalai, kecuali sebatang pohon raksasa misterius di belakang rumah yang anehnya tetap subur dan hijau.

Saat tangan Lin Ye yang terluka menyentuh pohon tersebut, Sistem Warisan Alam yang terkunci sejak kematian kakeknya mendadak aktif, mengenali garis keturunannya sebagai pewaris sah.

Kini, dengan bantuan sistem yang memudahkan pekerjaan bertani dan kehadiran roh-roh alam fantasi, Lin Ye memulai kehidupan barunya yang santai namun penuh keajaiban untuk membangun kembali kejayaan ladang kakeknya, melawan intrik tetangga yang rakus, dan perlahan menjadi kaya raya di tengah kedamaian pedesaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

"Kamu... kamu membersihkan petak tanah itu sendirian? Malam ini?" tanya Zhao He, nada suaranya berubah dari mencemooh menjadi penuh rasa tidak percaya.

"Ya. Sesuai peringatan dari Kepala Desa Wang sore tadi. Saya harus segera mengurus tanah ini agar tidak disita, bukan?" jawab Lin Ye dengan nada datar. "Saya tidak punya bnayak waktu untuk bersantai."

Zhao He mendengus kasar. Dia menutupi rasa terkejutnya dengan cepat. Akar rumput di tanah itu sangat dalam dan kuat. Bahkan dirinya yang sudah puluhan tahun menjadi petani butuh waktu setidaknya setengah hari penuh dengan bantuan traktor tangan kecil untuk membersihkan area seluas itu hingga tanahnya benar-benar gembur. Bagaimana mungkin anak kota dengan tangan bersih ini bisa melakukannya hanya dalam hitungan jam setelah dia tiba?

"Kamu hanya merapikan permukaannya saja," tuduh Zhao He. "Jangan pikir kamu bisa membodohi orang desa. Menanam di tanah yang akarnya belum dicabut sampai bersih sampai ke bawah hanya akan membuang-buang bibitmu saja."

"Terima kasih atas saran pertaniannya yang sangat berharga," balas Lin Ye dengan nada sarkastis. "Sekarang, jika Anda tidak ada urusan lain, bisakah Anda matikan senter Anda dan kembali ke rumah? Anda mengganggu pekerjaan saya saat ini."

"Cih. Sombong sekali. Aku hanya datang untuk memeriksa ladang jagungku. Babi hutan sering turun dari bukit kalau malam. Aku tidak mau tanamanku dirusak karena ladangmu yang kotor mengundang mereka datang." Zhao He mematikan senternya, membuat suasana kembali gelap gulita. "Teruslah bekerja di kegelapan. Jangan salahkan aku kalau besok pagi kamu demam tinggi karena masuk angin."

Zhao He membalikkan badannya dan berjalan menjauh menembus ladang jagungnya. Langkah kakinya terdengar terburu-buru dan kesal.

"Orang tua yang menyebalkan," batin Lin Ye. "Dia bilang istrinya sakit, tapi dia punya waktu luang untuk mengawasi pekerjaanku di malam hari. Dia pasti takut aku benar-benar berhasil menghidupkan kembali ladang ini."

Lin Ye kembali fokus pada tujuannya. Dia mengangkat ember kayu itu, meraup sedikit air keruh dengan kedua tangannya, dan memercikkannya secara merata ke atas lima gundukan tanah tempat bibit kubis energi itu ditanam. Tanah yang kering seketika menyerap air tersebut.

"Semoga ini cukup untuk membuat kalian tumbuh," kata Lin Ye pelan.

Ting.

Sebuah suara notifikasi yang jernih dan menyenangkan bergema di dalam kepala Lin Ye. Layar hijau kembali muncul dengan tulisan kuning terang yang berkedip.

"Misi Pemula Selesai: Buka Jalan Baru Menuju Kejayaan."

"Kondisi: Membersihkan lahan dan menanam bibit berhasil dipenuhi."

"Status Energi Pohon: Stabil. Kematian dihindari. Aliran nutrisi kembali normal."

Lin Ye menghela napas panjang dan menjatuhkan dirinya duduk di atas rumput. Rasa lega luar biasa menyelimuti hatinya. Beban berat dari ancaman kematian pohon ajaib itu akhirnya terangkat. Dia menatap daun-daun zamrud di atasnya, yang kini terlihat memancarkan cahaya yang sedikit lebih terang dari sebelumnya.

"Menyerahkan Hadiah Penyelesaian Misi..."

Layar hijau itu memunculkan tiga kotak hadiah kecil yang terbuka secara berurutan.

"Hadiah 1 Diterima: 10 Koin Alam."

"Hadiah 2 Diterima: Pembukaan Fitur Toko Sistem Level 1."

"Hadiah 3 Diterima: 1 Botol Mata Air Murni."

Sebuah botol kaca kecil berukuran sebesar telapak tangan perlahan terbentuk dari partikel cahaya hijau dan jatuh tepat ke pangkuan Lin Ye. Botol itu ditutup dengan sumbat kayu gabus. Di dalamnya terdapat cairan bening yang memancarkan pendaran cahaya biru muda yang sangat indah. Air itu terlihat begitu murni hingga tidak ada satu pun gelembung udara di dalamnya.

Lin Ye mengambil botol itu dan mendekatkannya ke matanya. "Ini Mata Air Murni? Untuk apa aku menggunakannya? Apakah ini untuk diminum?"

Sistem segera memberikan jawaban tertulis di layar.

"Item: Mata Air Murni."

"Fungsi: Cairan bernutrisi tinggi hasil penyulingan energi alam. Jika diminum oleh pengguna, dapat menyembuhkan penyakit ringan dan memulihkan stamina secara instan. Jika diteteskan pada tanaman sistem, dapat mempercepat masa pertumbuhan tanaman secara drastis sebesar 90 persen dan meningkatkan kualitas panen."

Mata Lin Ye langsung berbinar membaca penjelasan tersebut. "Mempercepat masa pertumbuhan secara drastis? Sembilan puluh persen?"

Lin Ye menatap kelima gundukan tanah di depannya. Dia membuka sumbat gabus botol tersebut. Aroma segar yang sangat kuat dan menenangkan langsung memenuhi udara, mengalahkan bau tanah basah. Aroma itu membuat pikiran Lin Ye menjadi sangat jernih dan rasa lelah di ototnya benar-benar lenyap seluruhnya.

"Sistem, berapa lama waktu yang dibutuhkan bibit kubis energi ini untuk siap panen dalam kondisi normal tanpa bantuan air ini?" tanya Lin Ye.

"Waktu pertumbuhan normal untuk Kubis Energi Kualitas Rendah adalah 7 hari kalender."

Lin Ye menghitung cepat di dalam kepalanya. Tujuh hari dikurangi sembilan puluh persen. Itu artinya waktunya akan terpotong drastis menjadi hanya beberapa jam saja.

"Mari kita lihat keajaiban apa yang bisa dilakukan sistem ini sebenarnya," ucap Lin Ye dengan penuh semangat.

Dia mencondongkan badannya ke depan, mengarahkan mulut botol kaca itu tepat di atas gundukan tanah pertama. Dengan sangat hati-hati, dia memiringkan botolnya.

Tesss.

Satu tetes air yang memancarkan cahaya biru jatuh tepat di atas gundukan tanah. Lin Ye melakukan hal yang sama untuk empat gundukan tanah lainnya. Dia hanya menggunakan lima tetes, menyisakan air di dalam botol yang masih terlihat hampir penuh. Dia segera menutup kembali botol itu dan menyimpannya erat-erat di dalam saku kemejanya.

Lin Ye mundur selangkah dan menahan napasnya, menatap lekat-lekat ke arah tanah yang baru saja dia tetesi air ajaib tersebut.

Wushhh.

Angin malam tiba-tiba bertiup cukup kencang, berpusat tepat di area petak tanah kecil itu. Tanah di kelima gundukan tersebut mulai bergetar pelan.

Sring.

Sebuah tunas hijau kecil tiba-tiba menyembul menembus permukaan tanah gembur itu. Diikuti oleh tunas kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Tunas-tunas itu tidak berhenti tumbuh. Di depan mata Lin Ye sendiri, batang tunas itu menebal, daun-daunnya membelah dan melebar dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

Suara gemerisik daun yang saling bergesekan terdengar sangat jelas. Daun-daun hijau yang tebal dan lebar terus bertambah banyak, melingkar dan membungkus satu sama lain membentuk bulatan yang sangat padat.

Dalam waktu kurang dari dua menit, lima bonggol kubis berukuran raksasa, masing-masing sebesar bola basket, telah duduk manis di atas petak tanah tersebut. Daun terluarnya berwarna hijau tua yang sangat segar, sementara bagian dalamnya memancarkan cahaya hijau terang yang menerangi wajah Lin Ye.

Lin Ye berlutut di tanah, tubuhnya gemetar karena campuran rasa tidak percaya dan kegembiraan yang luar biasa. Dia mengulurkan tangannya dan menyentuh permukaan daun kubis raksasa yang dingin dan renyah itu.

"Hanya dalam dua menit," bisik Lin Ye dengan suara serak. Dia menatap langit malam dan tertawa pelan. "Zhao He... Kepala Desa... kalian semua tidak akan pernah siap melihat apa yang akan aku bawa ke pasar kota besok pagi."

1
SENJA
hadeeeh bulshit semua 🤮
Jeffie Firmansyah
keren semangat suka cerita nya
Jeffie Firmansyah
terimakasih Thor saya sdh baca hingga selesai, ceritanya bagus , dengan genre yg berbeda, pada novel 2 , yg lain... sehat selalu Thor 💪💪💪💪
Yui: terimakasih banyak kak sudah membaca sampai selesai, maaf klo banyak kesalahan dalam penulisannya, dan mungkin bisa baca juga novel author yang lain😊😊😊
total 1 replies
Endro Budi Raharjo
tanamannya gak jelas.... cm panen sekali bubar ganti lg...
Memyr 67
𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇 𝗓𝖺𝗆𝗋𝗎𝖽𝗇𝗒𝖺 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗌𝖺𝗍𝗎 𝗂𝗍𝗎 𝖺𝗃𝖺. 𝗅𝗂𝗇 𝗒𝖾 𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗆 𝖻𝖾𝗋𝖼𝗈𝖼𝗈𝗄 𝗍𝖺𝗇𝖺𝗆𝗇𝗒𝖺, 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍, 𝖽𝗂𝖼𝗈𝖻𝖺 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺.
Memyr 67
𝖽𝗂 𝗍𝖾𝗇𝗀𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇𝖺𝗎 𝖺𝖽𝖺 𝗉𝗎𝗅𝖺𝗎? 𝗈𝗐 𝗂𝗍𝗎 𝖽𝖺𝗁 𝗇𝗒𝖺𝗆𝗉𝖾 𝖽𝖺𝗇𝖺𝗎 𝗍𝗈𝖻𝖺 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗋𝗍𝗂 🤣🤣🤣
Memyr 67
𝖽𝗂 𝖼𝗁𝗂𝗇𝖺, 𝗌𝖺𝗒𝗎𝗋 𝖻𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀 𝖽𝗂𝗇𝖺𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗎𝗉 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗒𝖺? 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗂𝗇𝖽𝗈𝗇𝖾𝗌𝗂𝖺, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝖽𝖺𝗀𝗂𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝗌𝖺𝗒𝗎𝗋 𝖻𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀, 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗉.
Memyr 67
𝗌𝖺𝗐𝗂 𝖼𝖺𝗆𝗉𝗎𝗋 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇? 𝖺𝗉𝖺 𝗋𝖺𝗌𝖺 𝖽𝖺𝗎𝗇 𝗌𝖺𝗐𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇?
Reyzz: melonnya yang rasa sawi kak😭
tergantung genetik sih, kalo dominan melonnya ya sawi rasanya melon, kalo dominan sawi ya melon rasa sawi
total 1 replies
Memyr 67
𝗌𝖾𝗎𝗉𝗎 𝗐𝖺𝗇 𝗃𝗂𝗇 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗉𝖺𝖽𝖺 𝗌𝖺𝖽𝖺𝗋 𝖽𝗂𝗋𝗂, 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗀𝗎𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗎𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺, 𝗉𝖺𝖽𝖺𝗁𝖺𝗅 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀𝗍𝗎𝖺 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗄𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄, 𝗀𝖾𝗅𝖺𝗀𝖺𝗉𝖺𝗇, 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝗌𝖾𝗄𝖾𝗅𝗂𝗆𝗉𝗈𝗄 𝗆𝖺𝗇𝗎𝗌𝗂𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝗂𝗄𝗂𝗋
Memyr 67
𝗍𝖾𝗋𝗇𝗒𝖺𝗍𝖺, 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗉𝖾𝗍𝗂𝗇𝗀𝗀𝗂 𝗁𝗈𝗍𝖾𝗅 𝗀𝗋𝖺𝗇𝖽 𝗒𝗎𝗌𝗁𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗋𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗆𝗉𝗂𝗍. 𝗉𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌 𝖺𝗃𝖺 𝖽𝗂𝗋𝖾𝗆𝖾𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗅𝖾𝗁 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍
Memyr 67
𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗌𝖾𝗇𝖾𝗇𝗀 𝗌𝖾𝗇𝖾𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖽𝗎𝗂𝗍 𝗋𝖺𝗍𝗎𝗌𝖺𝗇 𝗋𝗂𝖻𝗎 𝗒𝗎𝖺𝗇, 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗀𝗂.
Memyr 67
𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗉𝗎 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍, 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝖺𝗉𝖺 𝖺𝗉𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗂𝖻𝖺𝗇𝖽𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗂𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍. 𝗄𝖾𝗁𝖺𝗇𝖼𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗀𝗋𝖺𝗇𝖽 𝗒𝗎𝗌𝗁𝖺𝗇, 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗋𝗍𝗂 𝗄𝖾𝗁𝖺𝗇𝖼𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺. 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝖺𝗇𝗀𝗀𝗈𝗍𝖺 𝖽𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗅𝖾𝗁 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗉𝗎 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇.
Memyr 67
𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗀𝗂
Memyr 67
𝗉𝖾𝗍𝖺𝗇𝗂 𝗎𝖽𝗂𝗄 𝗒𝖺? 𝗅𝗈𝗇𝗀 𝗐𝖾𝗂 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝖼𝖾𝗋𝗈𝖻𝗈𝗁 𝗀𝗂𝗍𝗎, 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗉𝖾𝗆𝗂𝗆𝗉𝗂𝗇 𝖽𝗎𝗇𝗂𝖺 𝖻𝖺𝗐𝖺𝗁. 𝗅𝗈𝗅
Memyr 67
𝗉𝖾𝗍𝖺𝗇𝗂 𝗎𝖽𝗂𝗄? 𝗍𝗎𝗇𝗀𝗀𝗎 𝗌𝖺𝗃𝖺, 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗎𝖽𝗂𝗄. 𝗅𝗈𝗇𝗀 𝗐𝖾𝗂 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖻𝗎𝖺𝗁, 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇𝖽𝖺𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗍𝗈𝗍, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗈𝗍𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺.
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖻𝖺𝖼𝖺 𝖺𝗃𝖺, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗂𝗄𝗎𝗍 𝗌𝖾𝗌𝖾𝗄 𝗇𝖺𝗉𝖺𝗌
Memyr 67
𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇
Memyr 67
𝖻𝗎𝖺𝗒𝖺 𝖻𝗎𝗇𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖾𝗄𝖺𝗍𝗂 𝗍𝖺𝗋𝗀𝖾𝗍
Memyr 67
𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝗆𝖺𝗍𝖺 𝖺𝗂𝗋 𝗄𝗈𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝖻𝗈𝗍𝗈𝗅?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!