Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Bab 1: Kebangkitan Sistem Master Sekte Terkuat

​Bau anyir darah adalah hal pertama yang menyapa indera penciuman Lin Chen.

​Ia membuka matanya dengan susah payah. Rasa sakit yang luar biasa seolah merobek-robek dadanya. Ketika pandangannya mulai fokus, ia mendapati dirinya terbaring di lantai batu giok yang retak, dikelilingi oleh pilar-pilar kayu yang patah dan atap bangunan yang setengah runtuh.

​"Di mana... aku?" gumam Lin Chen, suaranya serak seperti kertas pasir.

​Tiba-tiba, gelombang memori asing membanjiri pikirannya seperti badai.

​Benua Langit Bela Diri. Wilayah Selatan. Sekte Puncak Awan.

​Ia telah bertransmigrasi! Ia merasuki tubuh seorang pemuda yang kebetulan juga bernama Lin Chen, Master Sekte generasi ke-18 dari Sekte Puncak Awan. Terdengar hebat? Kenyataannya sangat menyedihkan.

​Sekte Puncak Awan yang ribuan tahun lalu pernah berjaya, kini telah jatuh miskin. Para tetua membelot, murid-murid kabur membawa lari aset sekte, dan puncaknya terjadi hari ini: Geng Serigala Hitam, sebuah faksi perampok lokal, menyerang gunung ini untuk merebut tanah dan Mata Air Spiritual yang tersisa.

​Pemilik tubuh asli telah berjuang mati-matian untuk mempertahankan Aula Utama sekte, namun kultivasinya yang hanya berada di tahap Kondensasi Qi Lapis ke-5 bukanlah tandingan Pemimpin Geng Serigala Hitam. Pemuda malang itu tewas dengan dada terluka parah, meninggalkan kekacauan ini untuk Lin Chen yang baru dari Bumi.

​"Sialan. Transmigrasi macam apa ini? Baru bangun langsung disuruh mati lagi?" umpat Lin Chen sambil memegangi dadanya yang berdarah.

​Terdengar suara langkah kaki kasar dan tawa beringas dari luar Aula Utama.

​"Bos! Bocah Master Sekte itu pasti sudah mati! Aula Utama ini sekarang milik Geng Serigala Hitam kita!" teriak sebuah suara cempreng dari luar.

​"Hahaha! Bagus! Mulai hari ini, gunung ini akan menjadi markas besar kita!" balas suara berat dan arogan. Itu adalah Zhao Kuang, Pemimpin Geng Serigala Hitam, seorang kultivator di tahap Kondensasi Qi Lapis ke-8.

​Lin Chen menggertakkan giginya. Ia mencoba berdiri, tetapi kakinya lemas tak bertenaga. Kematian sudah berada di depan mata.

​Tepat pada saat keputusasaan mulai mencekiknya, sebuah suara mekanis tanpa emosi bergema di benaknya.

​[Ding!]

[Mendeteksi fluktuasi jiwa yang sesuai. Persyaratan terpenuhi.]

[Sistem Pembangunan Sekte Terkuat mulai mengikat...]

[10%... 50%... 100%. Pengikatan berhasil!]

​Mata Lin Chen melebar. Sistem? Senjata rahasia para transmigrator akhirnya datang!

​[Sistem Master Sekte Terkuat siap melayani Anda, Tuan Rumah. Tujuan Sistem: Membantu Tuan Rumah membangun sekte nomor satu di seluruh Alam Semesta.]

​[Memeriksa kondisi Tuan Rumah: Sekarat.]

[Mengirimkan Paket Hadiah Pemula. Apakah Tuan Rumah ingin membukanya?]

​"Buka! Buka sekarang juga, sialan! Aku butuh kekuatan!" raung Lin Chen dalam hati.

​[Ding! Paket Hadiah Pemula berhasil dibuka!]

[Selamat! Tuan Rumah mendapatkan: Basis Kultivasi Tahap Pembangunan Yayasan (Foundation Establishment)!]

[Selamat! Tuan Rumah mendapatkan Bangunan Sistem: Token Paviliun Pedang Ilahi!]

[Selamat! Tuan Rumah mendapatkan Seni Bela Diri Tingkat Surga: Tebasan Awan Kesunyian!]

​Boom!

​Dalam sekejap mata, pilar cahaya keemasan yang tak terlihat oleh orang luar turun dari langit, langsung menghantam tubuh Lin Chen.

​Luka menganga di dadanya sembuh dengan kecepatan yang kasat mata. Otot-ototnya terisi energi yang meledak-ledak. Meridiannya yang sempit dan tersumbat langsung diperlebar secara paksa, disapu bersih oleh energi spiritual murni yang luar biasa masif.

​Kondensasi Qi Lapis ke-6!

Kondensasi Qi Lapis ke-8!

Kondensasi Qi Lapis ke-10 (Puncak)!

​Brak!

​Sebuah penghalang tak kasat mata di dalam tubuhnya hancur. Lautan Qi di Dantian-nya memadat, membentuk sebuah fondasi spiritual yang kokoh.

​Tahap Pembangunan Yayasan! Di kota-kota kecil sekitar wilayah ini, seorang ahli Pembangunan Yayasan sudah cukup untuk menjadi penguasa mutlak yang dihormati semua orang!

​Perasaan berkuasa mengalir di pembuluh darah Lin Chen. Ia berdiri tegak, debu dan darah di jubah putihnya mengering dan terlepas oleh tekanan energi spiritual yang memancar dari tubuhnya.

​"BRAK!"

​Pintu kayu Aula Utama ditendang hancur dari luar.

​Zhao Kuang, pria bertubuh besar dengan bekas luka di wajah dan memegang golok besar berlumuran darah, melangkah masuk dengan senyum buas. Di belakangnya, belasan anak buahnya menatap ke dalam ruangan dengan mata serakah.

​"Hah? Bocah tengik ini ternyata masih bisa berdir—"

​Kalimat Zhao Kuang terhenti di tenggorokan. Matanya melotot menatap Lin Chen yang berdiri di tengah reruntuhan Aula Utama.

​Bukan tubuh sekarat yang ia lihat, melainkan sosok pemuda dengan rambut hitam yang berkibar tanpa angin, memancarkan aura menindas yang membuat udara di dalam ruangan terasa seberat timah.

​"K-kau... bagaimana kau bisa...?" Zhao Kuang mundur selangkah tanpa sadar. Golok di tangannya bergetar. Tekanan spiritual ini... ini bukan lagi tingkat Kondensasi Qi!

​"Geng Serigala Hitam," suara Lin Chen terdengar tenang, namun bergema di setiap sudut ruangan seperti vonis dewa kematian. Matanya menatap Zhao Kuang seperti melihat seekor semut. "Kalian berani mengotori lantai Sekte Puncak Awan-ku?"

​"Bos, jangan tertipu! Dia pasti menggunakan semacam teknik ilusi peningkat kekuatan sementara! Cincang dia!" teriak salah satu bawahan Zhao Kuang.

​Zhao Kuang menggertakkan giginya, mengusir rasa takut di hatinya. "Mati kau, Master Sekte sampah!"

​Dengan raungan marah, Zhao Kuang melompat ke udara, mengayunkan golok besarnya yang memancarkan Qi tajam ke arah kepala Lin Chen. Serangan ini membawa kekuatan penuh dari seorang praktisi Kondensasi Qi Lapis ke-8!

​Lin Chen bahkan tidak berkedip. Ia hanya mengangkat dua jari tangan kanannya, memusatkan sedikit Qi, dan menebas udara secara horizontal.

​Tebasan Awan Kesunyian.

​Sebuah lengkungan cahaya pedang berwarna perak transparan melesat dari ujung jarinya. Kecepatannya melampaui suara, merobek udara dengan siulan tajam.

​Sring!

​Gerakan Zhao Kuang terhenti total di udara. Wajahnya membeku dalam ekspresi penuh kengerian. Detik berikutnya, golok baja tebal di tangannya terbelah menjadi dua bagian yang sangat rapi.

​Dan tidak hanya goloknya... sebuah garis merah tipis muncul di tengah dahi Zhao Kuang, memanjang hingga ke perutnya. Tubuh pria raksasa itu terbelah menjadi dua secara vertikal, jatuh berdebum ke lantai dalam genangan darah, bahkan sebelum ia menyadari bahwa dirinya telah mati.

​Hening.

​Keheningan yang mematikan menyelimuti pelataran Aula Utama. Belasan perampok Geng Serigala Hitam berdiri mematung. Darah memercik ke wajah beberapa dari mereka, namun tak ada satu pun yang berani mengedipkan mata, apalagi bernapas.

​Bos mereka... seorang ahli Kondensasi Qi tingkat lanjut... dibunuh hanya dengan dua jari?

​Lin Chen menurunkan tangannya perlahan. Ia menyapu pandangannya yang dingin ke arah gerombolan perampok yang gemetar hebat di depan pintu.

​"Beri kalian waktu tiga tarikan napas. Tinggalkan gunung ini, atau jadilah pupuk untuk Kebun Herbal sekteku."

​"M-MONSTER!!!"

​"LARI! Master Sekte telah menjadi iblis!"

​Jeritan histeris meledak. Para perampok itu membuang senjata mereka dan berlari tunggang langgang menuruni gunung, saling injak dan mendorong dalam keputusasaan yang absolut.

​Dalam waktu kurang dari satu menit, pelataran Sekte Puncak Awan kembali sunyi. Hanya menyisakan angin gunung yang bertiup melewati reruntuhan, dan Lin Chen yang berdiri sendirian.

​Lin Chen menghela napas panjang, senyum tipis akhirnya mengembang di wajahnya.

​"Sistem, aku mulai menyukai dunia ini."

​[Ding! Ancaman awal berhasil diatasi.]

[Misi Utama Pertama Dikeluarkan: Reputasi Sekte Puncak Awan saat ini adalah 0 (Bahkan anjing liar pun tidak tahu namamu). Tuan Rumah diwajibkan untuk merekrut satu (1) Murid Berkualitas Bintang dalam waktu 7 hari!]

[Hadiah Keberhasilan: Paket Bangunan Menara Latihan Gravitasi & 500 Poin Sistem.]

[Hukuman Kegagalan: Penurunan Kultivasi ke tahap Manusia Biasa.]

​Senyum di wajah Lin Chen langsung membeku.

​"Bahkan anjing liar pun tidak tahu?! Dan apa-apaan hukuman kejam itu?!"

Terpopuler

Comments

Deevy Tresiyana

Deevy Tresiyana

💪Thor karya mu sangat kereeen

2026-05-11

1

Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️

Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️

alur ceritanya bagus dan beda dr yang lain👍

2026-05-15

0

Amrye Jhon

Amrye Jhon

mantap

2026-05-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kebangkitan Sistem Master Sekte Terkuat
2 Bab 2: Sang Jenius Terbuang
3 Bab 3: Tulang Pedang Kuno Bangkit, Murid Pertama!
4 Bab 4: Penaklukan Pedang Pemutus Surga
5 Bab 5: Darah di Puncak Awan
6 Bab 6: Formasi Surga Turun
7 Bab 7: Gadis Buta Pembawa Sial
8 Bab 8: Kuali Sup Ratusan Tahun dan Pecahnya Inti Emas!
9 Bab 9: Toko Sistem Terbuka, Utusan Sekte Bintang Dua!
10 Bab 10: Sayap yang Terpotong
11 Bab 11: Seratus Pedang Bintang Jatuh
12 Bab 12: Badai Pedang Perak
13 Bab 13: Penaklukan Si Penelan Surga dan Menara Ilusi Waktu
14 Bab 14: Tujuh Hari Berakhir
15 Bab 15: Pembalasan Berdarah
16 Bab 16: Tanah Suci Baru dan Undangan Penguasa Regional
17 Bab 17: Kereta Singa Kuno
18 Bab 18: Perintah Sang Master
19 Bab 19: Kejatuhan Sang Penguasa
20 Bab 20: Evolusi Paviliun Pedang
21 Bab 21: Badai Lautan Kematian
22 Bab 22: Kapal Perang Menutupi Langit
23 Bab 23: Puncak Kaisar Jatuh
24 Bab 24: Gerbang Pemecah Langit Turun
25 Bab 25: Kaisar yang Ditelan dan Genderang Perang Tiga Tanah Suci
26 Bab 26: Telapak Tangan Penggenggam Surga
27 Bab 27: Pegunungan Harta Karun
28 Bab 28: Sembilan Naga Penarik Kapal
29 Bab 29: Hancurnya Formasi Pembantai Dewa
30 Bab 30: Sapu Sang Mantan Kaisar
31 Bab 31: Utusan Hukuman Surga dan Peringatan dari Langit Tinggi
32 Bab 32: Ujian Tangga Awan
33 Bab 33: Darah di Tangga Awan dan Lahirnya Sepuluh Ribu Iblis Kecil
34 Bab 34: Paviliun Segala Takdir dan Neraka Pelataran Luar
35 Bab 35: Keluar dari Neraka dan Dekrit Penaklukan Jurang Dewa
36 Bab 36: Bayangan Raksasa di Utara
37 Bab 37: Hujan Darah di Ngarai Tulang
38 Bab 38: Kera Besi Darah
39 Bab 39: Pertemuan di Gerbang Kematian
40 Bab 40: Sang Penguasa Kehancuran di Mata Semut
41 Bab 41: Hujan Lengan Berdarah
42 Bab 42: Kereta Giok Kekosongan
43 Bab 43: Bilik Surgawi Nomor Satu
44 Bab 44: Wajah Sang Kaisar Tidur
45 Bab 45: Aliansi Pembunuh Langit
46 Bab 46: Evaluasi Makam Dewa
47 Bab 47: Garis Depan Pengepungan
48 Bab 48: Kilatan Perak Pembelah Inti
49 Bab 49: Teguran Sang Tiran
50 Bab 50: Sangkar Darah Sembilan
51 Bab 51: Dua Bulan Kematian Semu
52 Bab 52: Siaran Langsung dari Neraka
53 Bab 53: Bayangan Kiamat di Utara
54 Bab 54: Badai Pedang Bintang
55 Bab 55: Turunnya Tiga Inkarnasi Dewa
56 Bab 56: Akhir Era Kuno dan Dekrit Penguasa Benua
57 Bab 57: Meninggalkan Tanah Buangan
58 Bab 58: Latihan Kelangsungan Hidup di Lautan Kekosongan
59 Bab 59: Bangkai Armada Perunggu
60 Bab 60: Peta Bintang Kuno
61 Bab 61: Pajak Darah dan Runtuhnya Gerbang Timur
62 Bab 62: Fondasi Baru di Pegunungan Tulang Bintang
63 Bab 63: Pesta Berburu Poin Kontribusi dan Teror di Pegunungan Tulang
64 Bab 64: Armada Timbangan Emas
65 Bab 65: Memanen Hukum Jiwa dan Pembantaian di Ruang Hampa
66 Bab 66: Kesengsaraan Pemusnahan
67 Bab 67: Kejatuhan Kota Pusaran Bintang
68 Bab 68: Harga Sebuah Kerapuhan dan Tembok Cincin Dalam
69 Bab 69: Gurun Bintang Kosong
70 Bab 70: Pedang Karatan Pembelah Jutaan Niat
71 Bab 71: Menembus Tembok Ratapan
72 Bab 72: Kayu Besi Surgawi
73 Bab 73: Kehendak Dao di Atas Energi
74 Bab 74: Pasar Gelap Kota Batu Merah
75 Bab 75: Arena Darah Bintang
76 Bab 76: Perintah Satu Jari
77 Bab 77: Satu Ayunan Pemutus Ratusan Nyawa
78 Bab 78: Kepingan Pertama Jantung Dewa dan Keangkuhan Teratai Putih
79 Bab 79: Mata Dao
80 Bab 80: Menyembelih Dewa Buas
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1: Kebangkitan Sistem Master Sekte Terkuat
2
Bab 2: Sang Jenius Terbuang
3
Bab 3: Tulang Pedang Kuno Bangkit, Murid Pertama!
4
Bab 4: Penaklukan Pedang Pemutus Surga
5
Bab 5: Darah di Puncak Awan
6
Bab 6: Formasi Surga Turun
7
Bab 7: Gadis Buta Pembawa Sial
8
Bab 8: Kuali Sup Ratusan Tahun dan Pecahnya Inti Emas!
9
Bab 9: Toko Sistem Terbuka, Utusan Sekte Bintang Dua!
10
Bab 10: Sayap yang Terpotong
11
Bab 11: Seratus Pedang Bintang Jatuh
12
Bab 12: Badai Pedang Perak
13
Bab 13: Penaklukan Si Penelan Surga dan Menara Ilusi Waktu
14
Bab 14: Tujuh Hari Berakhir
15
Bab 15: Pembalasan Berdarah
16
Bab 16: Tanah Suci Baru dan Undangan Penguasa Regional
17
Bab 17: Kereta Singa Kuno
18
Bab 18: Perintah Sang Master
19
Bab 19: Kejatuhan Sang Penguasa
20
Bab 20: Evolusi Paviliun Pedang
21
Bab 21: Badai Lautan Kematian
22
Bab 22: Kapal Perang Menutupi Langit
23
Bab 23: Puncak Kaisar Jatuh
24
Bab 24: Gerbang Pemecah Langit Turun
25
Bab 25: Kaisar yang Ditelan dan Genderang Perang Tiga Tanah Suci
26
Bab 26: Telapak Tangan Penggenggam Surga
27
Bab 27: Pegunungan Harta Karun
28
Bab 28: Sembilan Naga Penarik Kapal
29
Bab 29: Hancurnya Formasi Pembantai Dewa
30
Bab 30: Sapu Sang Mantan Kaisar
31
Bab 31: Utusan Hukuman Surga dan Peringatan dari Langit Tinggi
32
Bab 32: Ujian Tangga Awan
33
Bab 33: Darah di Tangga Awan dan Lahirnya Sepuluh Ribu Iblis Kecil
34
Bab 34: Paviliun Segala Takdir dan Neraka Pelataran Luar
35
Bab 35: Keluar dari Neraka dan Dekrit Penaklukan Jurang Dewa
36
Bab 36: Bayangan Raksasa di Utara
37
Bab 37: Hujan Darah di Ngarai Tulang
38
Bab 38: Kera Besi Darah
39
Bab 39: Pertemuan di Gerbang Kematian
40
Bab 40: Sang Penguasa Kehancuran di Mata Semut
41
Bab 41: Hujan Lengan Berdarah
42
Bab 42: Kereta Giok Kekosongan
43
Bab 43: Bilik Surgawi Nomor Satu
44
Bab 44: Wajah Sang Kaisar Tidur
45
Bab 45: Aliansi Pembunuh Langit
46
Bab 46: Evaluasi Makam Dewa
47
Bab 47: Garis Depan Pengepungan
48
Bab 48: Kilatan Perak Pembelah Inti
49
Bab 49: Teguran Sang Tiran
50
Bab 50: Sangkar Darah Sembilan
51
Bab 51: Dua Bulan Kematian Semu
52
Bab 52: Siaran Langsung dari Neraka
53
Bab 53: Bayangan Kiamat di Utara
54
Bab 54: Badai Pedang Bintang
55
Bab 55: Turunnya Tiga Inkarnasi Dewa
56
Bab 56: Akhir Era Kuno dan Dekrit Penguasa Benua
57
Bab 57: Meninggalkan Tanah Buangan
58
Bab 58: Latihan Kelangsungan Hidup di Lautan Kekosongan
59
Bab 59: Bangkai Armada Perunggu
60
Bab 60: Peta Bintang Kuno
61
Bab 61: Pajak Darah dan Runtuhnya Gerbang Timur
62
Bab 62: Fondasi Baru di Pegunungan Tulang Bintang
63
Bab 63: Pesta Berburu Poin Kontribusi dan Teror di Pegunungan Tulang
64
Bab 64: Armada Timbangan Emas
65
Bab 65: Memanen Hukum Jiwa dan Pembantaian di Ruang Hampa
66
Bab 66: Kesengsaraan Pemusnahan
67
Bab 67: Kejatuhan Kota Pusaran Bintang
68
Bab 68: Harga Sebuah Kerapuhan dan Tembok Cincin Dalam
69
Bab 69: Gurun Bintang Kosong
70
Bab 70: Pedang Karatan Pembelah Jutaan Niat
71
Bab 71: Menembus Tembok Ratapan
72
Bab 72: Kayu Besi Surgawi
73
Bab 73: Kehendak Dao di Atas Energi
74
Bab 74: Pasar Gelap Kota Batu Merah
75
Bab 75: Arena Darah Bintang
76
Bab 76: Perintah Satu Jari
77
Bab 77: Satu Ayunan Pemutus Ratusan Nyawa
78
Bab 78: Kepingan Pertama Jantung Dewa dan Keangkuhan Teratai Putih
79
Bab 79: Mata Dao
80
Bab 80: Menyembelih Dewa Buas

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!