NovelToon NovelToon
Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Floravest

Perubahan signifikan dari sikap suami, membuat Azalea curiga dan mulai menaruh perhatian pada gerak-gerik Ramdan.

Biasanya yang pulang kerja menyambut dengan senyuman hangat, kini cuek dan mengabaikannya. Azalea mulai meneliti setiap kelakuan suaminya.

Ia yang di cap mandul oleh mertua, membuatnya memilih mengakhiri pernikahan 2 tahun ini. Dan pulang ke rumah. Namun di rumah pun ia ditolak, alhasil ia luntang-lantung di jalanan.

Bagaimana kisah Azalea kelanjutannya? Kita kuak balik ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Floravest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Azalea bunuh diri

Koper yang ia genggam jatuh lemah ke bawah. Ia berbalik menatap hamparan air yang luas nan deras di bawah sana. Seolah bisikan-bisikan itu memintanya untuk terjun ke bawah.

Seolah ada kebahagiaan disana. Kebahagiaan yang tidak akan direnggut oleh manusia lain. Tempat dimana setidaknya ia bisa di terima, didahulukan, dan tempat yang membuatnya tidak perlu bertanya salahnya dimana, dan kenapa diperlakukan seperti ini.

*

"Kamu cape yah? Orang-orang yang datang seperti kamu juga datang kesini. Mereka sama seperti kamu. Mengharapkan kebahagiaan yang tidak akan diganggu oleh orang lain."

"Sini, aku tau kamu butuh tempat pulang bukan? Di atas sana tidak ada yang mau menerimamu. Setidaknya disini kau hanya akan merasakan dadamu penuh. Tapi cuma sebentar kok, karena setelah itu kamu pasti akan tenang."

*

Air mata Aza luruh perlahan, tawa getir terasa begitu menyayat, menatap nanar air yang seolah sedang menyambutnya dibawah sana.

Otaknya kosong sekarang. Jangankan berfikir, ia saja tidak sadar dengan apa yang hendak ia lakukan sekarang. Rasa sakit, tidak diterima, penghinaan, dan penghianatan. Mereka seolah merasakan capek yang sama, seperti ingin cepat keluar dari tubuh Aza.

"Tuhan, jika aku menghadapmu dengan tergesa, apa engkau akan menghukum ku?"

Satu kaki Aza mulai naik ke pipa baja pembatas paling bawah. Melewatinya dengan langkah lemah. Salah pijak saja ia akan benar-benar menghadap pada sang pencipta.

Kini ia berdiri hanya dengan tumit yang menginjak pembatas paling pendek, dengan kedua tangan yang masih berpegangan pada pipa baja dibelakang pinggangnya, menatap kosong sungai di bawah sana. Sebelum akhirnya ia tersenyum lebar, senyum yang pasti membuat semua orang merasakan sakit yang ia rasakan. Senyum keputus asaan yang sudah sangat lelah menjalani hidup tidak adil ini.

"Selamat tinggal, Mas Ramdan. Berbahagialah, karena setelah ini, kau tidak akan melihatku lagi."

BYURRRR!!

Dewa yang tak sengaja berada di dalam semak samping jalan, terkejut saat mendengar suara benda jatuh yang cukup keras. Dadanya langsung sesak, hawa tidak enak seolah merasuk hingga relung terdalam.

"Lea?!"

Kata itu keluar tanpa sadar dari bibir Dewa. Ia yang berniat menelfon seseorang di dalam semak langsung urung. Berlari cepat menuju jalan besar, menoleh ke arah samping kiri dimana jembatan tempat Aza tadi berdiri.

Netranya membeliak saat melihat koper tergeletak dengan lemah di ujung sana. Ia lempar begitu saja handphone di tangannya, berlari cepat menuju tengah jembatan. Pemandangan yang ia lihat pertama kali adalah sandal berwarna ungu pucat, sandal yang Aza kenakan tadi siang. Mendelik langsung bola mata Dewa. Berlari cepat menuju pembatas jembatan, mencondongkan tubuhnya ke bawah.

"LEAAAA!!" Teriak Dewa kesetanan.

Matanya memerah, tangannya gemetar menggenggam erat pipa baja pembatas, sebelum akhirnya ia melihat sebuah tubuh mengambang terbawa arus, baju warna pink renda putih dengan gambar bunga Peony di dadanya.

Bola mata Dewa nyaris keluar, "LEAAA!!"

Tanpa fikir panjang, Dewa langsung melompat. Berenang sekuat tenaga mengikuti arus. Dadanya berkecamuk liar, fikirannya menggila, berenang sekuat tenaga untuk menggapai tubuh pujaan hatinya itu.

"Leaa!! Aku tidak akan mengampuni orang yang membuatmu seperti ini, Leaa!!"

Sementara orang-orang yang tak sengaja melihat Dewa melompat ke sungai langsung berlari mendekat, berkerumun di depan koper milik Aza.

"Ada yang bundir! Astaghfirullah....ini kan koper mba-mba linglung tadi sore!"

"Astaghfirullah....seharusnya kita menghentikannya tadi!"

"Panggil polisi sekarang!! Cepatt!! Aku tadi liat mas-mas ikut terjun!!"

"Astaghfirullah....yang bundir dua?!"

"Astaghfirullah....dadaku deg-degan banget Ya Allah....!!"

Malam itu, kabar seorang wanita melompat di sungai tersebar di media tv. Semua orang tampak gempar karena yang diberitakan, dua orang bundir di tempat yang sama.

Sementara di rumah Ramdan sedang panik, ia mondar-mandir mencoba menghubungi Aza. Namun telfonnya sudah tidak aktif semenjak kepergiannya tadi.

Ramdan mondar-mandir sembari menggigit kuku jempolnya gusar, mengirimi pesan berderet pada wanita yang masih ia anggap istri itu.

"Kenapa kau belum kembali, Aza!" serunya semakin panik.

Sementara Mia, Bu Ratna dan Rara yang asik menonton tv hanya menatap malas ke arahnya. Bu Ratna berdecak kesal karena putranya masih kecintaan sekali pada istrinya.

"Udahlah Dan. Nanti juga pulang. Ibu pusing liat kamu mondar-mandir kaya gitu." gerutu Bu Ratna kesal.

Ramdan yang sudah emosi langsung membanting handphone miliknya tepat di depan mereka. Tatapan tajamnya langsung mengarah pada Mia yang sedang bermain-main dengan Rara.

Pria itu lantas mendekat. Mencekik leher Mia hingga Bu Ratna dan Rara terkejut, menjerit kuat, mencoba melepaskan cekekan tangan Ramdan di leher Mia.

"Gara-gara kamu! Ini semua gara-gara kamu! Kalo kamu tidak datang Azaku tidak akan pergi!!"

"Dasar kau wanita ular! Aku sudah dengar semua dari Gian kau yang menjebak ku! Wanita sialan! Kembalikan Azaku, kembalikan!!"

Mata Ramdan nyaris memerah, gemetar hebat. Membuat Mia menjerit ketakutan.

"Kenapa hanya aku?! Bayi di kandunganku juga anakmu, mas!" teriak Mia histeris, gemetar ketakutan.

"Ramdan cukup Ramdan! Apa yang kamu lakukan!! Mia sedang mengandung cucu pertamaku!!" seru Bu Ratna menarik-narik tangan Ramdan untuk melepaskan. cekekannya.

Ramdan melotot menatap Mia tanpa sedikitpun rasa iba atau rasa bersalah. Sementara Mia nyaris kehilangan kesadarannya, ia tidak bisa bernafas, dan wajahnya mulai membiru.

"Bangg!! Lepasin bang! Kak Mia bisa mati!!" teriak Rara menangis histeris.

Akhirnya Ramdan mau melepaskan cekekannya di leher Mia. Terduduk di bawah sofa, menghadap ke arah tv yang mulai menyiarkan berita terkini.

Seorang wanita berumur sekitar 25 tahun. Bernama Azalea Arutala, melakukan bunuh diri Di Sungai Cekung Galungan. Identitas sudah dipastikan karena koper korban tertinggal di jembatan. Menurut kesaksian warga sekitar, korban mengalami depresi berat yang belum teridentifikasi penyebabnya.

DEG!

Tubuh Ramdan langsung membeku, melotot tajam ke arah tv. Sementara Bu Ratna, Rara dan Mia melotot syok, saling berpandangan sambil menutup mulut masing-masing.

"Aza..." lirih Ramdan dengan bibir gemetar, air mata luruh seketika dari pelupuk mata.

Pria itu lantas berdiri, menatap tak percaya ke arah tv yang menyorot sebuah koper milik Aza.

"AZAAA!!!"

Ramdan langsung berlari ke arah tv, menjotosnya kuat hingga jebol, membuat tiga wanita di belakangnya menjerit ketakutan.

Dada Ramdan memburu, nafasnya bergerak liar. Ia jambak rambutnya frustasi, melotot menatap kosong lantai di bawahnya sambil menggeleng kuat.

"Ngga, itu bukan Aza..." lirihnya gemetar.

"ITU PASTI BUKAN AZA!! DIA TAKUT KETINGGIAN!!" Serunya kesetanan, memukul semua benda yang ada di ruang tengah itu.

Bu Ratna, Rara dan Mia sampai keluar dari rumah saking takutnya melihat Ramdan sekarang. Putranya itu kesetanan setelah mendengar kabar istrinya memilih bunuh diri daripada kembali kepada suaminya.

"Seharusnya kau kembali, Aza! Aku suamimu!! AZAA!!"

"Aza kumohon kembalilah!! Aku tidak akan menikahi Mia aku janjii!! Aku mohon Aza!!"

"ARRRGHHH!! BANGSATT!! KAMU BODOH RAMDAN, BODOHH!!"

PRANGGG!!!

1
anggita
ikut ng👍like, kasih iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Floravest🔥: aamiin makasih kakak🤗
total 1 replies
anggita
di novel, tiap pintu dibuka pasti... ceklek😅, ora tau grobyak, bruuak dll
Floravest🔥: nanti jadi aneh😂
total 1 replies
Dynhz
bagus bgt🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!