NovelToon NovelToon
Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: JAYDEN AHMAD

LIMA TAHUN IA DI INJAK-INJAK. SATU MALAM IA MEREBUT SEGALANYA.

Rizky Santoso adalah aib. sampah. suami tak berguna yang ditakdirkan untuk hidup di dapur, di bawah kaki istrinya yang kaya raya,
Adelia. selama 5 tahun, hinaan adalah sarapannya dan pengkhianatan adalah makan malamnya.

Ketika Adelia mencampakkannya demi seorang selingkuhan, ia pikir hidup Rizky telah berakhir.

DIA SALAH BESAR.

Di malam tergelapnya, takdir datang menjemput. Dua sosok misterius berjas hitam membawakan sebuah kebenaran yang mengguncang kota: pria yang ia buang adalah PUTRA MAHKOTA dari kerajaan bisnis yang paling berkuasa.

kini, Rizky kembali. Bukan lagi sebagai suami yang tunduk, tapi sebagai raja yang dingin dan tak tersentuh. ia akan duduk di singgasana kekuasaannya dan menyaksikan mereka yang pernah menghinanya...
bertekuk lutut.

Penyesalan Adelia tidak akan ada artinya. Karena dalam permainan takdir ini, sang pewaris telah kembali untuk mengambil apa yang jadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JAYDEN AHMAD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: NUSANTARA CONNECT - TAKHTA YANG TERBENTANG LUAS

Semangat yang membara itu tidak padam seiring malam. Rizky tidak tidur. Pikirannya dipenuhi skema jaringan, peta topografi, dan wajah-wajah jutaan orang yang akan terhubung.

Proyek "Nusantara Connect" bukan sekadar bisnis; ini adalah kanvas raksasa tempat ia bisa melukis warisan yang berbeda, jauh melampaui bayang-bayang balas dendam.

Ia merasakan adrenalin yang sama seperti saat merancang kehancuran Maheswari Corp, namun kali ini, sensasinya lebih murni, lebih membangun. Ini adalah gairah seorang arsitek, bukan seorang algojo.

Membentuk Pasukan dan Menjelajahi Medan Perang Baru

Pagi harinya, Rizky langsung bergerak. Ruangan kerjanya yang dulu menjadi markas strategi balas dendam, kini bertransformasi menjadi pusat komando "Nusantara Connect". Ia memanggil Haryo, yang kini telah menjadi tangan kanan kepercayaannya, bukan hanya dalam urusan keamanan, tetapi juga strategi bisnis.

"Haryo, aku butuh tim terbaik," kata Rizky, menunjuk peta digital yang kini menampilkan proyeksi jaringan internet di seluruh kepulauan.

"Orang-orang yang tidak hanya cerdas, tapi juga punya visi dan integritas. Ini bukan proyek biasa.

Haryo mengangguk, matanya berbinar. Ia telah menyaksikan transformasi Rizky dari seorang pemuda yang terluka menjadi sosok yang penuh perhitungan, dan kini, menjadi pemimpin yang visioner. "Siap, Tuan Muda. Saya akan menyusun daftar nama dari berbagai divisi. Kita butuh ahli teknologi, insinyur sipil, pakar logistik, dan tentu saja, negosiator ulung untuk berurusan dengan pemerintah daerah dan komunitas.

Rizky juga meminta Haryo untuk mengidentifikasi beberapa manajer kunci dari divisi properti yang dulu berasal dari Maheswari Corp.

"Bramantyo bisa menjadi sumber informasi yang berharga tentang dinamika lapangan, tapi pastikan dia bekerja di bawah pengawasan ketat. Aku tidak ingin ada celah.

Pembentukan tim inti berjalan cepat. Rizky menghabiskan hari-harinya dalam serangkaian wawancara, bukan hanya melihat CV, tetapi juga menggali motivasi dan visi calon anggota tim. Ia mencari orang-orang yang matanya memancarkan semangat yang sama dengannya. Ia bahkan secara pribadi mendekati beberapa insinyur muda brilian yang baru lulus, menawarkan mereka kesempatan untuk menjadi bagian dari sesuatu yang besar.

Namun, tidak semua berjalan mulus. Beberapa direktur senior, terutama dari divisi yang merasa terancam oleh proyek lintas sektoral ini, menunjukkan resistensi pasif.

Mereka mempertanyakan anggaran, jadwal, dan terutama, pengalaman Rizky yang masih minim dalam proyek infrastruktur berskala nasional.

"Tuan Muda Rizky, proyek ini membutuhkan pengalaman bertahun-tahun dalam negosiasi dengan kementerian dan pemerintah daerah, ujar Pak Wijaya dalam salah satu rapat awal.

"Apakah kita tidak sebaiknya menunjuk tim yang lebih berpengalaman untuk memimpin, dengan Anda sebagai pengawas?"

Rizky tahu ini adalah upaya untuk meminggirkannya. Ia tersenyum tipis. "Pak Wijaya, saya menghargai kekhawatiran Anda. Namun, justru karena ini proyek yang belum pernah ada sebelumnya, kita butuh pendekatan baru, energi baru.

Saya akan memimpin langsung, dan saya akan belajar dari setiap tantangan. Saya juga akan memastikan bahwa setiap keputusan besar akan melalui persetujuan dewan direksi. Saya tidak akan mengambil risiko yang tidak perlu.

Ia menatap mata Pak Wijaya, menunjukkan ketegasan yang tak terbantahkan.

"Saya tidak akan membiarkan proyek ini gagal. Ini bukan hanya reputasi Hadiningrat Group, tapi juga masa depan jutaan orang.

Menjelajahi Labirin Birokrasi dan Tantangan Lapangan

Begitu tim terbentuk, Rizky dan pasukannya langsung terjun ke medan perang baru: labirin birokrasi. Pertemuan demi pertemuan dengan kementerian terkait, pemerintah provinsi, hingga kepala desa di pelosok-pelosok terpencil. Setiap wilayah memiliki regulasi, adat istiadat, dan tantangan geografisnya sendiri.

"Tuan Muda, di Papua, kita menghadapi masalah perizinan lahan adat yang sangat kompleks," lapor salah satu manajer lapangan. "Di Kalimantan, hutan lindung menjadi kendala utama. Sementara di Jawa, kepadatan penduduk dan pembebasan lahan menjadi isu sensitif.

Rizky mendengarkan dengan saksama. Ia menyadari bahwa proyek ini jauh lebih rumit daripada yang ia bayangkan. Ini bukan lagi tentang angka-angka di laporan keuangan, melainkan tentang manusia, budaya, dan alam. Ia harus belajar untuk bersabar, bernegosiasi dengan hati-hati, dan mencari solusi yang menguntungkan semua pihak.

Ia seringkali ikut turun langsung ke lapangan. Dari rapat di gedung-gedung tinggi Jakarta, ia bisa tiba-tiba berada di tengah hutan belantara Kalimantan, berdialog dengan kepala suku, menjelaskan manfaat internet bagi anak-anak mereka. Ia melihat langsung bagaimana listrik saja masih menjadi barang mewah di beberapa tempat, apalagi internet. Pengalaman ini membuka matanya, memberinya perspektif yang lebih luas tentang arti "kekuatan" yang Suryo bicarakan.

Bramantyo: Bayangan yang Bermanfaat

Bramantyo, dengan pengalamannya di lapangan dan jaringan yang luas, memang terbukti bermanfaat. Ia ditempatkan sebagai koordinator lapangan untuk wilayah Jawa dan Sumatera, tugas yang menuntut mobilitas tinggi dan kemampuan negosiasi yang licin. Ia bekerja dengan efisien, seringkali berhasil memecahkan masalah perizinan yang rumit dengan pendekatan yang tidak konvensional.

Rizky mengawasinya melalui laporan Haryo. Bramantyo tidak pernah menunjukkan tanda-tanda pembangkangan, justru sebaliknya, ia tampak menikmati peran barunya, seolah-olah ia telah menemukan tempatnya di bawah bayangan kekuasaan Rizky. Namun, Rizky tidak pernah lengah. Ia tahu, ambisi seperti Bramantyo tidak akan pernah sepenuhnya jinak. Haryo selalu memastikan bahwa setiap langkah Bramantyo terdokumentasi dan setiap keputusan pentingnya selalu melalui persetujuan berjenjang.

Suatu kali, Bramantyo berhasil mendapatkan persetujuan pembebasan lahan yang sangat krusial di Jawa Barat dengan biaya yang jauh di bawah perkiraan. Ia datang ke ruangan Rizky dengan senyum bangga.

"Tuan Muda, saya berhasil meyakinkan para pemilik lahan. Mereka setuju dengan harga yang kita tawarkan, dan prosesnya akan sangat cepat," lapor Bramantyo.

Rizky menatapnya tajam. "Bagaimana caramu melakukannya, Bramantyo? Aku dengar ada beberapa pihak yang sangat keras kepala di sana.

Bramantyo tertawa kecil. "Ah, itu hanya masalah pendekatan, Tuan Muda. Sedikit sentuhan personal, sedikit pemahaman tentang kebutuhan mereka. Mereka hanya butuh diyakinkan bahwa proyek ini akan membawa kebaikan bagi desa mereka.

Rizky tidak sepenuhnya percaya, tetapi hasilnya memang menguntungkan. "Bagus, Bramantyo. Teruslah bekerja seperti ini. Tapi ingat, semua harus sesuai prosedur dan etika. Aku tidak ingin ada masalah di kemudian hari.

"Tentu saja, Tuan Muda," jawab Bramantyo, senyumnya sedikit memudar. Ia tahu Rizky tidak akan pernah sepenuhnya mempercayainya, tetapi ia juga tahu bahwa ia dibutuhkan.

Refleksi di Tengah Badai

Di tengah hiruk pikuk proyek, Rizky seringkali menyempatkan diri untuk merenung. Ia membandingkan kepuasan dingin saat melihat Maheswari Corp runtuh dengan kelelahan yang mendalam namun bermakna saat berhasil meyakinkan sebuah komunitas terpencil untuk menerima menara BTS. Dulu, ia merasa kuat saat menghancurkan. Kini, ia merasa lebih kuat saat membangun.

Suryo, dari kejauhan, terus mengamati. Ia tidak lagi banyak bicara, tetapi tatapan matanya penuh kebanggaan setiap kali Rizky berhasil mengatasi sebuah rintangan. Suatu malam, Suryo memanggil Rizky ke ruangannya.

"Bagaimana, Nak? Apakah takhta ini terasa lebih berat dari yang kau bayangkan?" tanya Suryo, tersenyum.

Rizky menghela napas. "Jauh lebih berat, Ayah. Tapi juga jauh lebih memuaskan. Dulu,

Aku hanya melihat musuh. Sekarang, aku melihat masalah yang harus dipecahkan, dan orang-orang yang bisa kubantu.

Suryo mengangguk. "Itulah esensi kepemimpinan sejati, Rizky. Bukan tentang seberapa banyak yang bisa kau ambil, tapi seberapa banyak yang bisa kau berikan. Balas dendammu telah selesai. Sekarang, saatnya kau menulis babak baru, bukan hanya untuk dirimu, tapi untuk banyak orang.

Ujian Sesungguhnya: Badai Politik dan Rivalitas

Proyek "Nusantara Connect" berjalan selama beberapa bulan, menunjukkan kemajuan yang signifikan. Namun, proyek sebesar ini tidak mungkin luput dari perhatian. Sebuah badai mulai terbentuk di cakrawala.

Sebuah konsorsium telekomunikasi raksasa, "GlobalNet," yang selama ini mendominasi pasar, mulai merasa terancam. Mereka melihat "Nusantara Connect" sebagai invasi ke wilayah kekuasaan mereka. Diam-diam, mereka mulai melobi di lingkaran politik, menyebarkan isu-isu negatif tentang Hadiningrat Group dan proyek tersebut.

"Tuan Muda, ada laporan bahwa GlobalNet menyebarkan rumor tentang ketidakmampuan kita dalam mengelola proyek sebesar ini," lapor Haryo suatu pagi, wajahnya tegang. "Mereka juga mencoba mempengaruhi beberapa anggota parlemen untuk meninjau ulang perjanjian kita dengan pemerintah.

Rizky mengepalkan tangannya. Ini adalah jenis pertempuran yang ia kenal baik: perebutan kekuasaan, intrik di balik layar. Namun, kali ini, ia tidak bisa hanya menghancurkan. Ia harus melindungi.

"Kita tidak bisa membiarkan mereka merusak proyek ini, Haryo," kata Rizky. "Ini bukan hanya tentang Hadiningrat Group. Ini tentang janji kita kepada rakyat.

Rizky segera menyusun strategi. Ia memanggil tim hukum dan komunikasi. Ia memerintahkan untuk mengumpulkan semua bukti tentang praktik monopoli GlobalNet di masa lalu. Ia juga memutuskan untuk mengambil langkah berani: mengadakan konferensi pers besar, mengundang media nasional dan internasional, untuk menjelaskan visi "Nusantara Connect" secara transparan, menyoroti manfaat sosial dan ekonomi yang akan dibawa proyek ini.

"Kita akan melawan mereka dengan kebenaran dan visi, Haryo," kata Rizky. "Kita akan menunjukkan kepada publik siapa yang benar-benar peduli pada kemajuan bangsa, dan siapa yang hanya peduli pada keuntungan pribadi.

Konferensi pers itu menjadi sorotan utama. Rizky, dengan karisma yang kini semakin matang, berbicara dengan penuh keyakinan. Ia tidak hanya mempresentasikan data teknis, tetapi juga menceritakan kisah-kisah inspiratif dari desa-desa yang telah ia kunjungi, tentang harapan anak-anak untuk belajar, tentang potensi pengusaha kecil untuk berkembang. Ia bahkan secara terbuka menantang GlobalNet untuk bersaing secara sehat, bukan dengan intrik politik.

"Kami tidak takut bersaing," tegas Rizky di hadapan kamera. "Kami percaya pada kekuatan inovasi dan pelayanan. Jika GlobalNet benar-benar peduli pada kemajuan Indonesia, mari kita bersaing di lapangan, bukan di balik meja-meja politik.

Tantangan Rizky menggema di seluruh negeri. Publik mulai melihat "Nusantara Connect" bukan hanya sebagai proyek bisnis, tetapi sebagai perjuangan untuk masa depan digital Indonesia. Tekanan publik mulai berbalik melawan GlobalNet. Beberapa anggota parlemen yang tadinya terpengaruh, kini mulai menarik dukungan mereka.

Rizky tahu, pertempuran belum usai. GlobalNet adalah lawan yang tangguh. Namun, ia juga tahu bahwa ia tidak sendirian. Ia memiliki tim yang solid, dukungan ayahnya, dan yang terpenting, visi yang lebih besar dari sekadar dirinya sendiri.

Malam itu, Rizky menatap langit Jakarta dari jendela ruangannya. Proyek "Nusantara Connect" adalah takhta yang terbentang luas, penuh tantangan, namun juga penuh janji. Ia telah melangkah jauh dari bayangan masa lalunya. Kini, ia adalah Rizky Hadiningrat, seorang pemimpin yang siap membangun, bukan hanya membalas. Dan ini, ia tahu, barulah permulaan.

1
AHMAD SAEPUDIN
Mohon dukungannya yah warga NOVELTOON 🥰
"jangan lupa share, like, dan komen, maaf kalo ada alur yang berantakan komen aja di kolom komentar ini yahh☺️🙏♥️
Gio Raraawi
suka cerita nya
AHMAD SAEPUDIN: Makasih banyak kak 🙏 seneng banget kakak suka ceritanya, ditunggu terus ya kelanjutannya 😊
total 1 replies
Ngeju Aroma
joss
Ngeju Aroma
💪💪
Ngeju Aroma
semangat kak💪💪
AHMAD SAEPUDIN: Makasih banyak kak 🙌 sering-sering mampir ya, biar makin rame 😁☺️🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!