NovelToon NovelToon
Dua Kehidupan Suamiku

Dua Kehidupan Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Konflik etika
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Me Tha

​Rania, seorang dokter spesialis bedah yang logis dan tenang, merasa hidupnya adalah definisi kebahagiaan. Suaminya, Damar, adalah kontraktor sukses yang penyayang. Namun, kesempurnaan itu runtuh saat Damar hilang tanpa jejak. Polisi menyerah, namun insting Rania sebagai istri dan dokter mengatakan ada yang tidak beres.

​Penyelidikan mandiri membawanya ke sebuah ruang bawah tanah di kantor lama Damar. Di sana, ia menemukan koleksi gaun, wig, dan alat rias.

Apa yang terjadi pada Damar ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Tha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Menggatal

Semarang di malam hari memiliki wajah yang berbeda. Di balik deretan bangunan kolonial yang angkuh, tersimpan gemerlap modernitas yang hanya bisa diakses oleh segelintir orang. Di sebuah bar elit yang terletak di lantai teratas sebuah hotel butik kawasan pusat kota, dentuman musik jazz-fusion mengalun rendah, berpadu dengan suara denting gelas kristal dan tawa tertahan yang elegan. Cahaya lampu temaram berwarna amber menciptakan bayangan-bayangan panjang yang eksotis di atas lantai marmer hitam.

Di salah satu sofa kulit paling pojok, yang memberikan privasi sekaligus pemandangan ke arah lampu-lampu kota, seorang wanita tampak menjadi pusat perhatian terselubung. Ia sangat cantik. Kulitnya putih bersih, dengan rambut panjang hitam yang ditata bergelombang sempurna. Gaun malam berwarna merah marun yang dikenakannya melekat ketat, menonjolkan lekuk tubuh yang proporsional. Wanita itu—yang dikenal oleh lingkungan sosial elit ini sebagai Dara , sedang bergelayut manja di lengan seorang pria yang duduk di sampingnya.

Pria itu adalah Mario. Di usianya yang menginjak 48 tahun, Mario adalah definisi dari pria yang matang.Mario sudah menikah dan di karunia seorang anak yang cantik.Tapi rasa tertarik kepada istrinya sudah hilang,dulu dia menerima istrinya karena perjodohan orang tua nya,dan sekarang Mario sedang berusaha menceraikan istrinya itu.

Tubuh Mario atletis dan kekar, hasil dari latihan beban yang disiplin selama bertahun-tahun. Otot-otot lengannya tampak menonjol di balik balutan kemeja linen santai yang kancing atasnya dibiarkan terbuka. Celana panjang kain yang dipotong sempurna membungkus kakinya yang jenjang. Mario bukan sekadar pria tampan; ia adalah pemilik gurita bisnis sepatu kulit yang sukses, dengan ekspor yang sudah merambah pasar Eropa.

"Sayang... ayo pulang," bisik Dara, suaranya serak dan manja. Ia sudah menghabiskan tiga gelas cocktail dan kepalanya mulai terasa berat. Ia membenamkan wajahnya di ceruk leher Mario, menghirup aroma maskulin yang bercampur dengan parfum mahal yang sangat ia sukai.

Mario terkekeh rendah, suara baritonnya bergetar di dada. Ia mengusap rambut Dara dengan penuh kasih. "Baru jam sebelas, Sayang. Kamu sudah mengantuk?"

"Aku tidak mengantuk, aku hanya ingin bersamamu... berdua saja," Dara merajuk, jemarinya yang lentur memainkan kancing kemeja Mario, memberikan tatapan sayu yang penuh godaan.

Mario menatap wanita di sampingnya dengan tatapan yang sangat dalam—tatapan seorang pria yang telah menemukan pelabuhan terakhirnya. Bagi Mario, Dara adalah segalanya. Kelembutannya, kecerdasannya, dan cara wanita itu memujanya adalah sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan dari hubungan-hubungan sebelumnya bahkan dari istrinya. Tanpa menunggu lebih lama, Mario meletakkan beberapa lembar uang ratusan ribu di atas meja sebagai tip, lalu membimbing Dara berdiri.

Perjalanan Menuju Cakrawala

Mereka menuruni lift menuju area parkir eksklusif. Mobil sedan mewah berwarna hitam metalik sudah menunggu. Mario membukakan pintu untuk Dara dengan sangat sopan, lalu ia sendiri duduk di balik kemudi. Perjalanan menuju apartemen mewah di kawasan perbukitan Semarang hanya memakan waktu lima belas menit. Sepanjang jalan, Dara terus memegang tangan Mario, sesekali mencium telapak tangan pria itu dengan penuh perasaan.

Begitu masuk ke dalam unit apartemen penthouse yang didesain dengan gaya industrial modern, Dara langsung melepas sepatu hak tingginya. Ia berjalan dengan sedikit sempoyongan menuju kamar utama yang luas, yang memiliki dinding kaca menghadap langsung ke arah pelabuhan dan laut Jawa.

Mario meletakkan kunci mobil dan arlojinya di atas nakas, memperhatikan Dara dari kejauhan. Hasrat di matanya mulai menyala. Ia melihat Dara masuk ke dalam ruang ganti, dan tak lama kemudian, wanita itu muncul kembali dengan pakaian yang sama sekali berbeda.

Dara kini mengenakan baju tidur satin berwarna krem yang sangat tipis dan terbuka. Potongannya yang rendah di bagian dada dan belahan tinggi di paha memperlihatkan keanggunan fisiknya yang luar biasa. Ia berjalan perlahan ke arah Mario, setiap langkahnya diatur untuk menggoda. Hasrat yang tinggi terpancar dari gerak-geriknya yang mulai melucuti kemeja Mario satu per satu, memperlihatkan dada bidang pria itu yang penuh otot.

Dara mulai mengecup dada Mario, tangannya membelai punggung kekar kekasihnya. Di bawah keremangan lampu tidur, pasangan ini hanyut dalam ciuman yang dalam. Namun, di balik kemesraan yang tampak sempurna seperti pasangan pria dan wanita pada umumnya, tersimpan sebuah realitas yang hanya diketahui oleh mereka berdua di dalam kamar tertutup ini.

Ini adalah hubungan intim yang oleh sebagian besar masyarakat masih dianggap tabu atau terlarang. Di balik identitasnya sebagai wanita cantik bernama Dara, ia sebenarnya adalah Damar. Dan di balik kemaskulinan Mario, ia adalah pria yang mencintai jiwa yang ada di dalam tubuh tersebut. Mereka adalah pasangan gay yang telah membangun dunia kecil mereka sendiri selama dua tahun terakhir, jauh dari jangkauan mata publik yang menghakimi.

Janji di Bawah Cahaya Bulan

Setelah badai hasrat itu mereda, mereka berbaring bersisian di atas tempat tidur dengan napas yang masih memburu. Mario memeluk tubuh Dara dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu wanita itu. Ia merasa sangat nyaman. Bersama Dara, Mario merasa menjadi dirinya sendiri tanpa perlu memakai topeng pengusaha sukses yang kaku.

"Dara..." bisik Mario pelan.

"Hmm?" Dara menoleh, menatap mata kekasihnya.

Mario mengusap pipi Dara dengan ibu jarinya. "Aku sudah memikirkan ini matang-matang. Semua jadwalnya sudah aku atur. Bisnisku di Thailand sedang stabil, dan aku punya koneksi dokter bedah terbaik di Bangkok."

Dara terdiam, ia tahu arah pembicaraan ini.

"Aku ingin kamu segera terbang ke Thailand bulan depan, Sayang," lanjut Mario dengan nada serius namun penuh dukungan. "Aku ingin kamu menjalani operasi kelamin secara penuh. Aku ingin kamu berubah gender menjadi wanita seutuhnya, secara fisik dan legal. Aku ingin menghapus sisa-sisa 'Damar' yang masih membuatmu merasa tidak nyaman dengan dirimu sendiri."

Dara menatap langit-langit kamar dengan mata yang berkaca-kaca. Selama dua tahun berhubungan dengan Mario, pria inilah yang paling mendukung transformasinya. Mario-lah yang membiayai prosedur hormonal, perawatan kecantikan di klinik eksklusif, hingga membelikan gaun-gaun sutra yang selama ini hanya bisa ia impikan.

"Apakah kamu yakin, Mario? Biayanya sangat besar... dan proses pemulihannya akan lama," tanya Dara dengan suara bergetar.

Mario mencium keningnya dengan lembut. "Uang bukan masalah bagiku, Dara. Aku sudah sangat sukses, dan semua harta ini tidak ada artinya jika aku tidak bisa membuat orang yang kucintai merasa bahagia dan utuh. Aku merasa sangat cocok denganmu. Kita nyaman satu sama lain. Aku ingin segera menceraikan Kiara dan kita bisa tampil di publik tanpa rasa takut, sebagai sepasang kekasih yang legal setelah transisimu selesai."

Dara membalikkan tubuhnya, memeluk Mario erat-erat. Di dalam hatinya, ia merasa sangat beruntung sekaligus merasa bersalah. Ingatan tentang Rania dan tentang orang tuanya di desa sempat melintas seperti kilasan petir. Namun, keinginan untuk menjadi "dirinya yang sebenarnya"—sebagai Dara—terasa jauh lebih kuat. Ia merasa bahwa kehidupannya bersama Mario adalah kebenaran yang selama ini ia cari.

"Terima kasih, Mario. Terima kasih sudah mencintaiku apa adanya," bisik Dara.

"Aku mencintaimu karena jiwamu, Dara. Dan aku akan melakukan apa pun untuk memastikan jiwa itu memiliki rumah yang tepat," jawab Mario mantap.

Di apartemen mewah di atas bukit itu, di bawah pengawasan bulan yang perak, sebuah rencana besar telah dipancangkan. Damar telah sepenuhnya mati di dalam pikiran Dara, digantikan oleh ambisi untuk segera terbang ke Thailand dan meninggalkan masa lalunya selamanya. Ia tidak tahu bahwa saat ini, di sebuah desa terpencil tidak jauh dari sana, Rania sedang mengusap perutnya dan merindukan sosok suaminya.

Dara menutup matanya, membenamkan diri dalam dekapan otot-otot kekar Mario yang memberikan rasa aman semu. Baginya, Semarang adalah awal dari kebangkitannya, dan Thailand adalah gerbang menuju kebebasan yang ia impikan. Ia merasa nyaman, ia merasa dicintai, dan di atas semua itu, ia merasa telah menemukan tempat di mana ia tidak perlu lagi bersembunyi di balik topeng seorang kontraktor bernama Damar.

Di luar sana, kota Semarang terus berdenyut, tidak menyadari bahwa di salah satu sudut elitnya, sebuah drama identitas sedang mencapai puncaknya, bersiap untuk mengubah takdir banyak orang selamanya.

1
Junita Lempoi
bagus ceritanya
𝐀⃝🥀Weny
semoga kau menyesal setelah operasi damar...
Ayu Putri
bagus
Ayu Putri
udah lah ran SM Aris aja,mas damar mu gak kembali,walopun kembali jg bukan damar yg dulu yg ada udh JD dara
Halwah 4g: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayu Putri
ternyata damar gay, harusnya ceraikan Rania dulu, kasian Rania nunggu yg gak pasti
Halwah 4g: emang..kasian ya say
total 1 replies
Ayu Putri
belum up ya Thor 🥺🥺🥺
Ayu Putri
lanjut kak othor
Dian Yuliana
iya kok gak ada kelanjutannya
𝐀⃝🥀Weny
thor, Iki critane dilanjut opo gak to.. kok suwi men gak up neh🤦
Halwah 4g: suabarrr nggih
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
thor ayo lanjut dong, jangan bikin penasaran...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!