NovelToon NovelToon
Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi / Sistem
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kend 13

Seorang pria remaja mendapatkan kekuatan dari aura ghaib Putri Mahkota Bangsa Iblis. Yang membuat perubahan seratus delapan puluh derajat dari kehidupan sebelum nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kend 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Multi Sistem?

Target Misi.

Nama : Aida Wilhelm

Umur : 45 tahun

Tinggi : 168 cm

Berat badan : 57 Kg

Ras : Manusia

Pesona : level satu 5/10

Kekuatan : level satu 3/10

Kemampuan khusus : Mata tembus pandang

Ketertarikan pada Host

- ‎Keinginan : 40/100

- ‎Nafsu : 75/100

- ‎Cinta : 30/100

- ‎Kenyamanan : 20/100

"Jay! Kok diam aja?" Panggil Aida pelan dengan lembut.

Jay tertegun mendengar kelembutan suara bibinya itu di telinganya. dipandangi nya wajah cantik kakak ibu kandung nya itu sesaat. Darah nya jadi berdesir mengingat suara robotik itu menargetkan Aida untuk misi pertama nya.

Walaupun sudah berumur, entah kenapa cara pandangan Jay kini berubah terhadap bibi nya itu. Apa itu karena dorongan misi, atau selama ini bibinya itu memang lah sangat menarik?

Apalagi bibinya itu terus saja tidak memakai armor pelindung nya. Membuat Jay semakin sakit kepala bila terus berdekatan dengan bibinya itu.

"Nggak apa-apa, bi." Ucap Jay menjawab pertanyaan Aida.

"Kamu, demam?" Tanya Aida lagi. Menempel kan punggung tangan nya yang halus pada dahi pemuda itu.

Shiva dan Shilla ikut menoleh mendengar pertanyaan Aida pada Jay.

"Ahh! Panas banget, Jay!" Komentar Aida saat telah merasakan suhu pemuda itu. "Ntar siang, jangan keluar dulu, oke!" Lanjut Aida memperingati Jay. Terlihat semburat kekhawatiran di wajah nya.

Jay mengangguk pelan. "Baiklah." ucap nya dengan patuh.

"Huh! Manja banget!" Dengus Shiva. Namun, tak ada nada sinis dalam suaranya, itu terlihat seperti sebuah ejekan biasa yang di lontarkan seorang kakak terhadap adiknya.

Melihat kakak sulung nya seperti itu, bibir Shilla berkedut-kedut. Ingin sekali juga ikut menimpali obrolan absurd itu. Tetapi, sekuat tenaga nya dia mencoba untuk menekan lonjakan tersebut.

Aida yang melihat adanya perubahan dari para putrinya, tersenyum dengan riang. sampai-sampai dia tak sadar menambah porsi makanan nya kembali yang tak biasa di lakukan nya.

"Heh! Nggak biasanya nambah makan nya, mah." Celetuk Shitta yang sedari tadi memperhatikan ibu kandung nya itu diam-diam.

"Hah? Iya ya? Kok bisa?" Aida yang tanpa sadar nambah makanan jadi tercengang.

"Hahaha. Kan bibi sendiri yang nambahin." Gelak Jay. "Nggak takut melar lagi bi?" imbuhnya menggoda Aida.

"Ah, sudahlah! Udah terlanjur juga." Jawab nya sambil kembali memasukkan makanan kedalam mulut nya. "Sesekali nggak apa-apa kan?" Imbuhnya membenarkan kelakuannya sendiri dengan mulut yang penuh dengan makanan.

semua nya pun jadi terkekeh mendengar cara bicara Aida.

***

Jam dua belas siang penghuni rumah satu per satu mengendarai motor mereka masing-masing. Shiva ijin ke rumah temannya, sedangkan Shitta dan Shilla katanya jalan-jalan ke pantai. Itu dekat dengan kediaman Tomi yang memang tinggal di daerah selatan kecamatan Padimas.

Sesuai anjuran Aida, Jay istirahat di dalam kamarnya. Pemuda itu kini sedang memainkan game online pada ponselnya.

'Main hape terus!' celetuk Milea tiba-tiba.

'trus? mau ngapain lagi?' Tanya Jay meminta saran. Sementara tangan nya terus bermain menyentuh layar ponsel dengan kedua ibu jari nya.

'Ajak ngobrol, kek!' Terdengar suara Milea sedikit merajuk.

'Tunggu bentar, nanggung banget nih!' Jawab Jay sekenanya. Matanya terus memperhatikan layar di ponselnya dengan penuh ketelitian.

'Lu, udah dapet misi belum?' Tanya Milea sedikit ragu-ragu.

'Misi?' Jay terlonjak kaget. Seakan baru menyadari sesuatu. 'Bukankah, lu sendiri yang ngasih misi mesum itu?' Jay mengernyitkan alisnya dengan penasaran.

'Bukan lah! Itu seperti sebuah eksistensi yang ikut bersama gue.' Jawab Milea dengan jujur.

Jay meletakkan ponsel nya diatas nakas, menjadi sedikit tertarik dengan perkataan Milea yang katanya sang Putri Mahkota Iblis. 'Benarkah? Apakah sanksinya juga akan benar-benar terjadi?' Tanya nya penuh keingintahuan.

'Benar lah! Tapi, biasanya target nya itu untuk seseorang yang juga mempunyai sistem loh!' Jelas Milea sedikit memberi bocoran soal operasional sistemnya.

'lho? emang nya bibi Aida punya sistem?' Tanya Jay lagi.

'Memang nya sistem menargetkan Aida?' tanya Milea balik.

Jay mengangguk ringan membenarkan pertanyaan Milea.

'Bagus! Sistem Aida punya kemampuan khusus lho. juga nggak selemah Shiva dan yang lainnya.' Ucap Milea sedikit memberi tahu.

'Shiva juga punya?' Jay semakin bersemangat mendengar bocoran bocoran pengetahuan dari Milea.

'Dirumah ini, semuanya punya. Makanya gue masuk ke tubuh lemah lu ini. Guna mengumpulkan poin buat gue sendiri.' Tutur Milea

"hah?' Jay tercekat mendengar kata-kata Milea yang sedikit mustahil itu.

'Lu nggak tau? Padahal Aida lah yang pertama kali di berkahi sistem di kawasan ini lho.

Tok, tok, tok.

"Jay! Kamu tidur?" terdengar suara Aida di balik pintu setelah pintu di ketuk.

"Nggak bi." Jay sedikit mengeraskan nada suara nya agar Aida mendengar nya dengan jelas.

Ce klek.

Aida masuk, masih dengan gaun tidur nya yang transparan berwarna putih. Gaun itu menempel hanya sebatas pangkal pahanya saja, puncak dada nya jelas terlihat.

Walaupun sudah pernah menyusui ketiga putri nya, pu ting itu masih terlihat berwarna merah muda.

"Badan kamu masih panas?" Tanya Aida setelah berdiri di tepi ranjang yang Jay tempati.

"Kayaknya nggak sepanas tadi bi, aku udah baikan kok." Ucap Jay lembut. meyakinkan Aida agar tak perlu khawatir lagi dengan kondisi nya saat ini.

Aida menempel kan punggung tangannya di dahi Jay untuk memastikan. Dan ternyata benar adanya, tak sepanas waktu sarapan tadi.

"Ntar mandi, nggak?" Tanya Aida kemudian sambil mendaratkan bokongnya di atas ranjang Jay.

Jay beringsut mundur untuk dudu, lalu menyenderkan punggungnya di sandaran kepala ranjang. "Mandi dong, soalnya tadi pagi nggak mandi. hehehe." Jawab dengan terkekeh.

Aida terdiam sejenak, dia masih saja menatap layar hologram di depan matanya itu.

- Misi : nge wek

- Target terdekat : Jay Pradana

- Syarat : Inisiatif Host sendiri

- Hadiah : Kemampuan Mata tembus pandang meningkat.

- Kewajiban : Jadi Anggota Harem Jay

- Batas waktu : Jam empat sore

- Sanksi : Kerutan di wajah

"Jay!" panggil Aida lembut.

Jay mengangkat kepala nya yang menunduk, menunggu Aida melanjutkan perkataannya.

Aida tampak ragu-ragu, sebenarnya misi nya kali ini menunjukkan banyak target. Selain Jay, ada target nya yang lain, bahkan hadiah nya jauh lebih baik.

Namun, mengingat kewajiban nya harus jadi anggota harem sang target, dia jadi dilema untuk memilih.

Sistem yang Aida punya cukup unik. Eksistensi nya hanya menampilkan layar hologram yang cenderung memilih banyak target dan perbedaan hadiah. Misi, syarat, kewajiban, batas waktu dan sanksi nya tetap lah sama.

Dan sekarang dia harus di hadapkan dengan misi nge wek, yang baru kali ini di tugas kan oleh sistem nya.

"Nge wek yuk, Jay!"

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!