NovelToon NovelToon
BOS KU Ternyata JODOHKU??

BOS KU Ternyata JODOHKU??

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Beda Usia
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yurnalis Lidar0306

Menghilang selama lima belas tahun, ia akhirnya kembali karena tuntutan pekerjaan. Luka masa lalu mengajarkannya bahwa apa yang bukan milikmu, tak akan pernah bisa dipaksa menjadi milikmu. Kini ia hadir dengan versi terbaik, bertekad menjalani hidup lebih dewasa.

Namun, takdir justru mempertemukannya dengan sosok menyebalkan yang menjadi atasannya. Kesabaran pun terus diasah karena harus bertemu setiap saat.

Lantas, mampukah benih cinta tumbuh di antara pertemuan mereka? Atau justru mereka akan tetap memilih jalan masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode-12

Satu minggu kemudian....

Suasana kantor kembali berjalan seperti sedia kala. Tidak ada lagi pemandangan indah kota Bandung, tidak ada momen romantis di dalam mobil, dan yang paling penting... tidak ada lagi Arkan yang bersikap manis atau perhatian.

Kini yang ada hanyalah Bos Monster versi aslinya!

Brak!

Sebuah map tebal terlempar tepat di atas meja Nara dengan kasar.

"Ini laporan bulan lalu kenapa masih belum rapi?! Angkanya berantakan semua! Saya mau hasil revisinya di meja saya dalam waktu satu jam! Jangan ada salah satu angka pun yang meleset!" hardik Arkan dengan wajah datar dan tatapan tajam yang mengintimidasi.

Nara yang sedang mengetik langsung terhenti. Ia menatap tumpukan berkas itu dengan malas, lalu mendongak menatap bosnya dengan tatapan kesal.

"Iya Pak, iya... Bapak ini ya, kalau lagi galak gak lihat waktu dan tempat. Padahal kan kemarin-kemarin baik banget, eh sekarang balik lagi jadi naga," gumam Nara pelan namun cukup terdengar.

Arkan yang hendak masuk ke ruangannya berhenti melangkah. Ia menoleh sedikit, sudut bibirnya tersenyum miring menyebalkan.

"Kamu ngomong apa? Berani-beraninya kamu ngomelin bos di depan mata? Mau gaji dipotong?" ancamnya santai.

"Nggak Pak! Nggak! Saya bilang siap Pak! Segera saya kerjakan!" Nara langsung pasang wajah patuh secepat kilat. Siapa juga yang berani melawan kalau soal gaji?

Arkan mendengus lalu masuk ke dalam ruangannya dan membanting pintu.

Brak!

"Hhh... dasar pria aneh! Moodnya berubah-ubah lebih cepat daripada cuaca," gerutu Nara sambil mulai membolak-balik halaman dokumen.

Namun, meski mengomel sepuas hati, Nara tidak bisa membohongi perasaannya sendiri. Ada hal kecil yang berubah.

Sesekali saat Nara masuk membawa kopi, Arkan tidak lagi mengomeli soal rasa yang kurang manis atau terlalu panas. Ia hanya akan mengambilnya, mengucapkan terima kasih dengan nada ketus, tapi matanya akan menatap Nara lebih lama dari biasanya.

Atau saat jam makan siang, Arkan akan menyuruh Nara membelikan makanannya, tapi kali ini ia selalu menyisihkan uang lebih atau bahkan membayar makan Nara juga tanpa meminta kembali.

"Nah, ini uangnya. Kembaliannya buat kamu beli es teh atau apa," kata Arkan singkat sambil melempar selembar uang besar.

"Eh? Bapak nggak minta kembalian?" tanya Nara kaget.

"Gak usah! Cepet pergi sana! Jangan bikin saya lapar lama-lama!" serunya sok galak, tapi telinganya terlihat sedikit memerah.

Nara hanya bisa geleng-geleng kepala. Sok keras padahal hati lembut, batinnya terkekeh.

Hari pun terus berjalan dengan ritme yang sama. Teriakan, perintah, omelan, tapi diselingi dengan perhatian-perhatian kecil yang membuat hati Nara hangat tanpa sadar.

Hingga suatu sore...

Saat Nara sedang membereskan barang-barang mau pulang, interkom berbunyi.

🔈 "Nara, masuk sini."

Dengan langkah malas, Nara masuk ke ruangan besar itu. "Ada apa lagi Pak? Mau suruh lembur lagi ya? Padahal kan kerjaan sudah selesai semua lho..."

Arkan duduk di kursi kebesarannya, menatap Nara dengan pandangan yang sulit diterjemahkan. Ia tidak marah, tidak juga tersenyum.

"Duduk," perintahnya pelan.

Nara duduk dengan waspada. "Kenapa sih? Serius banget mukanya."

Arkan menghela napas panjang, lalu menyodorkan sebuah amplop cokelat tebal ke arah Nara.

"Ini..."

"Ini apa, Pak? Surat pemecatan?!" Jantung Nara langsung copot.

"Bukan!" bentak Arkan pelan. "Itu bonus. Dan sekaligus undangan."

Nara mengernyit bingung lalu membuka amplop itu. Matanya membelalak melihat nominal uang yang sangat besar, dan sebuah kartu undangan mewah di dalamnya.

"Undangan... acara gala dinner perusahaan minggu depan?" tanya Nara bingung.

"Iya," Arkan menyandarkan punggungnya, menatap Nara lekat-lekat. "Kamu akan jadi pendamping saya malam itu. Dan kamu harus tampil semaksimal mungkin. Jangan sampai malu-maluin saya."

Mendengar itu kedua mata Nara memutar dengan malas,"Baik pak!"

Ia sudah tidak kaget lagi dengan undangan semacam ini, karena ia sudah biasa di bawa kemana mana oleh bosnya ini ke acara acara semacam ini, untuk apa?

Ya untuk dijadikan tameng dari para wanita-wanita haus akan perhatian yang selalu mengerubungi Arkan seperti lalat! Selama ada Nara di sampingnya, para wanita itu biasanya segan atau mengira mereka berpasangan.

 _________

Malam harinya, dengan semangat yang berbeda Nara pergi ke mall bersama kedua sahabatnya, Mona dan Ayu, untuk mencari gaun yang pas.

"Yuhuuu! Akhirnya shopping time juga!" seru Mona sambil menggandeng lengan Nara. "Ayo Nar, kali ini lo harus tampil memukau! Biar si Bos Muda itu klepek-klepek liat lo!"

Nara tertawa sambil menggeleng. "Ah apaan sih Mon! Cari yang sopan, elegan, dan yang penting nyaman dipakai. Gak usah yang terlalu terbuka, nanti malah dibilang saya mau cari perhatian."

"Yaelah, umur 43 itu kan masa-masa emas! Harus tetap sexy tapi berkelas!" sahut Ayu sambil memilah-milah gantungan baju di butik mewah yang mereka masuki.

Mereka bertiga pun sibuk mencoba berbagai model gaun. Mulai dari warna hitam elegan, merah anggun, hingga biru dongker yang misterius.

"Nah! Ini coba deh Nar! Warna emerald green ini pasti cocok banget sama kulit lo! Terus potongannya juga bikin badan kelihatan kencang!" seru Ayu antusias menyodorkan sebuah gaun panjang yang sangat cantik.

Nara mencobanya di ruang ganti. Saat ia keluar...

"Astaga...!!" Mona dan Ayu serentak menutup mulut takjub.

Gaun itu menempel sempurna di tubuh Nara yang masih sangat terawat. Warnanya membuat kulitnya tampak lebih cerah, lehernya terlihat jenjang, dan sedikit belahan dada yang tertutup manis justru menambah kesan seksi namun sopan.

"Gila Nar... lo ini mah bukan cuma sekretaris, tapi model beneran!" puji Mona. "Sumpah, kalau Arkan liat lo gini, dia bisa lupa sama kerjaan!"

Nara melihat pantulannya di cermin besar, tersenyum puas. "Yakin nih gak berlebihan?"

"Enggak banget! Ini yang terbaik! Ambil ini aja!" putus Ayu tegas.

Akhirnya Nara memutuskan membeli gaun itu beserta sepatu dan tas yang senada. Selesai berbelanja, mereka duduk santai di food court sambil menikmati minuman.

"Tapi serius Nar..." tiba-tiba Mona bicara lebih pelan. "Lo pernah gak sih ngerasa... hubungan lo sama Arkan itu bukan cuma sekadar Bos dan Sekretaris lagi?"

Nara tersedak sedikit. "Maksud lo?"

"Gimana ya... cara dia ngeliat lo, cara dia cemburu, cara dia ngelindungin lo. Itu bukan sikap bos ke bawahan biasa, Nar. Itu tanda-tanda dia sayang," jelas Ayu ikut menyahut.

Nara menghela napas panjang, menatap gelasnya dengan pandangan jauh.

"Aku gak tau, temen-temen... Aku bingung. Dia itu kadang baik banget, perhatian, bikin aku deg-degan. Tapi besoknya balik lagi jadi galak dan menyebalkan." Nara tersenyum kecut. "Lagipula... lihatlah kita. Dia muda, kaya, tampan. Aku? Wanita berumur, punya masa lalu yang kelam. Mana mungkin dia serius sama aku?"

"Ah jangan ngomong gitu dong!" potong Mona kesal. "Kecantikan wanita itu gak ada matinya Nar! Dan Arkan itu tipe laki-laki yang gak peduli omongan orang. Kalau dia suka, dia suka."

"Entahlah..." gumam Nara. "Yang jelas, besok aku cuma mau jalani tugas aku sebagai pendamping dia yang baik. Biar acara lancar, dan dia gak diganggu cewek-cewek itu lagi."

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!