Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby¹⁶
'lagi lagi dia mengancam ku' Serafina memilih untuk diam, karena percuma baginya untuk melawan dan pada akhirnya dialah yang kalah. Alexander berdiri, ia melangkah mendekati istrinya dan sedikit membungkuk, ia menarik dagu Serafina agar menatap wajahnya. "tatap mataku saat aku berbicara denganmu istriku" bisiknya melayangkan tatapan tajamnya pada gadis itu.
Mata Serafina berkaca kaca, ia benar benar lelah dengan sikap pria itu yang suka seenaknya padanya. melihat mata istrinya yang sudah mulai berair, Alexander melepaskan dagu istrinya dengan kasar dan berdiri tegak lalu ia memasukkan kedua tangannya disakunya. "aku akan berangkat ke kantor, lakukan tugasmu" Ucap Alexander dengan dingin.
Serafina mengusap air matanya dan berdiri, Alexander berjalan lebih dulu kemudian diikuti oleh Serafina. Alexander melangkah dengan tegas, beberapa pelayan yang berpapasan berhenti sebentar untuk memberikan salam penghormatan.
Alexander kini telah berdiri di pintu mension, wajahnya penuh percaya diri, ia seperti pemimpin yang sulit diruntuhkan. "ingat semua tugasmu, aku tidak ingin kesalahan sekecil apapun, apa kau paham?" ucapnya tanpa membalikkan tubuhnya ketika berbicara dengan istrinya.
Namun, tidak ada sahutan sama sekali membuat Alexander mengernyitkan dahi. Ketika ia berbalik kebelakang, ia melihat Serafina masih berjalan menuju kearahnya. Lantas, Alexander memijat keningnya karena sakit, ia lupa kalau memiliki istri yang jalan seperti siput. Alexander menatap kesal gadis itu yang kini baru sampai dihadapannya sementara Serafina hanya bingung melihat pria itu sudah kesal lagi padanya.
"ada apa tuan..?" tanyanya semakin mendapatkan tatapan tajam dari pria itu. Seketika Serafina teringat pada peraturan nya dan bersikap sesantai mungkin. "m-maksudku....suamiku...." Ucap Serafina dengan kaku.
Tatapan pria itu belum juga melunak. Sorot matanya tajam, rahangnya mengeras, seolah satu kata yang salah saja bisa membuat suasana runtuh. Ia melangkah mendekat, sepatunya berhenti tepat di depan Serafina. Gadis itu menelan ludahnya dengan kasar kini jantungnya berdebar tidak karuan dengan tangannya yang meremas ujung gaunnya.
Alexander mendekati wajah istrinya dan menatap kedalam mata bulat yang indah itu. "hari ini masih terlalu kaku, terkesan seperti aku memaksamu, belajar lebih dalam lagi, agar kau bisa menempatkan dirimu disisiku" bisik Alexander.
Tiba-tiba kepala pelayan sedang lewat untuk membersihkan ruang tamu, mata Alexander melirik sekilas, kemudian pria itu maju dan mencium kening Serafina. "Aku berangkat dulu istriku, jika ada apa-apa hubungi aku" Alexander menunjukkan senyum palsunya, dan Serafina tahu itu. 'baiklah, kau yang mengajakku bermain drama ini tuan, maka aku akan melayani permainan drama ini' pikir Serafina.
Serafina hanya mengangguk, kemudian Alexander meninggalkan Serafina yang masih berdiri didepan pintu. Semua sikap ini dilakukan oleh Alexander hanyalah karena tidak ingin membuat kakek kesayangan nya marah padanya. Alexander tahu betul, jika kakeknya pasti bekerja sama dengan para pelayannya untuk memantau perlakuan nya kepada Serafina.
Gadis itu masih memasang senyum palsunya, sampai mobil suaminya kini menjauh dari pandangannya, barulah Serafina bisa bernafas dengan lega. "permisi nyonya, sarapan anda sudah siap" ucap pelayan sembari menahan perasaan kesalnya. "ah, baiklah, terimakasih banyak" ucap Serafina tersenyum tulus. 'cih, wajahnya yang sok kecantikan itu benar benar membuatku mual, awas saja, aku akan membuat dia ditendang dari sini' batin pelayan itu sembari terus menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajah munafiknya.
Serafina berjalan menuju ruang makan. Saat sampai disana, Serafina merasakan hawa didalam ruang makan itu terasa panas lalu ia menatap ke segala arah, dan benar saja, beberapa pelayan ada yang menatapnya tak suka dan bahkan menggunjingkannya dihadapannya sendiri.
rasanya kepala Serafina ingin pecah, baru satu hari menjadi nyonya Alexander dia sudah dihadapkan pada situasi yang rumit. 'Apakah mereka tidak suka aku menjadi istri tuan mereka?' Serafina memilih untuk fokus pada makanannya, yang terpenting saat ini adalah, ia menyelesaikan makannya dan kembali ke kamar. Ia sudah tidak tahan berlama lama diruang makan ini.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
maklumlah udah Bangkotan
siapa tau kakak tertarik
mau lihat sebengis paa sih tuan Alex kalau jiwa mafia muncul pas istri di sakiti oleh kedua Kunti bogel itu
insting mafia kuat loh kalau ga tau pergerakan musuh fikk Alex kamu mafia kadaluarsa 🤣🤣
Seraphina lagi bahaya