"Katanya, sebelum semua ilmu nya lepas.. nenek nggak akan bisa mati."
"Jadi sekarang nenek dimana?"
"Nenekmu sedang menjalani semua hukuman sebelum akhir nya dia mati. Selama 40 hari, dia akan dalam pengaruh Iblis."
"Tapi kan nenek udah meninggal!?"
Sebuah ilmu tua membuat seorang nenek mengalami hal di luar nalar ketika akan mendapatkan ajalnya.
Elma, gadis biasa yang baru saja datang dari Jakarta itu harus menelan bulat - bulat atas semua rentetan kejadian tak masuk akal yang dia alami selama mencari jasad nenek nya, dalam waktu 40 hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.31. Malam ke 4.
Elma pulang ke rumah, dia di selimuti handuk oleh bude nya. Dia masih tampak seperti orang linglung yang seperti tidak percaya dengan semua yang baru saja menimpa dirinya, ternyata dia sudah hilang selama dua hari.
Dan ya, setelah bapak - bapak yang menemukan nya bilang bahwa rumah yang baru dia masuki ternyata bukan rumah dan dalam kondisi tergembok, Elma langsung memeriksa nya dan dia jadi kebingungan karena ternyata memang di gembok.
Padahal dia baru saja keluar dari rumah itu sesaat sebelum di temukan oleh bapak - bapak yang mencarinya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, bangunan yang Elma pikir itu rumah, nyatanya memang bukan rumah, tapi..
"Kuburan? Itu kuburan!?" Ucap Elma, dia syok.
Bude nya baru saja memberitahu dia bahwa bangunan yang Elma masuki itu merupakan kuburan leluhur nya. Kuburan, Elma tentu syok mendengar nya, jelas - jelas dia masuk ke dalam dan ruangan nya seperti rumah biasa, juga dia bercakap dengan seorang nenek - nenek.
"Terus kalo itu kuburan? Nenek - nenek itu siapa, dong?" Tanya Elma, dia makin mendetail.
Meski memang Elma sudah melihat kejanggalan sebelum nya dari nenek yang tiba - tiba sudah masuk kedalam tanpa buka pintu, tapi dia tidak menyangka bahwa rumah tempat dia sembunyi dari kejaran makhluk yang entah apa itu adalah kuburan.
Dan lagi.. Bangunan itu terletak jauh dari titik terakhir Elma bersama abah Surip sedang mencari nenek nya. Elma tidak ahu apa yang terjadi padanya, entah yang mana yang adalah mimpi atau halu atau mistis atau apapun itu, dia tidak bisa mendeskripsikan pada bude nya tentang kejadian aneh yang dia alami.
"Mungkin itu nini, nduk." Jawab bude nya, Elma tertegun..
"Oh iya, dia bilang dia niniku. Siapa nini ini, bude?" Tanya Elma, bude nya tersenyum.
"Bude nggak banyak tau tentang nini, dulu beliau meninggal sebelum bude nikah sama pakdemu, beliau adalah ibunya nenek, seharus nya dia adalah buyut mu, nduk." Ucap bude, Elma makin terdiam.
"Jadi aku ketemu hantu??" Gumam Elma, dia dengan sadar berucap.
"Aku ngobrol ini itu, di omelin, dan aku liat dia guyur boneka nya Salsa pake darah ayam, tapi ternyata dia hantu." Ucap Elma, dia masih tidak percaya.
"Nduk, sangat jarang nini bisa muncul di dalam mimpi keluarga ini. Jika nini sudah menemui anggota keluarga ini, berarti ada bahaya di keluarga kita." Ucap bude nya, Elma diam mendengarkan dengan serius.
Mimpi?? Tapi Elma tidak merasa itu mimpi, dia merasa itu nyata. Bahkan saat dia baru saja keluar dari rumah yang ternyata adalah kuburan itu.. dia langsung di temukan oleh bapak - bapak dalam keadaan sadar.
Bahkan Elma masih belum mengerti fenomena apa yang baru dia alami beberapa saat yang lalu. Apalagi dia bahkan di temukan setelah hilang selama dua hari.
'Ini bukan mimpi, kalo di bilang gue masuk ke dunia lain apa ini masih masuk akal?' Batin Elma.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
MALAM HARINYA.
Malam hari di hari ke empat hilang nya nenek.
Elma menunggu kabar ibunya, dia sekarang sendirian di rumah itu. Memang tidak benar - benar sendirian, ada mbak Er dan mang Udin yang masih belum sembuh dari linglung nya. Tapi rumah itu kian sepi sekarang karena mbak ibu dan adiknya sudah pulang ke Jakarta, mbak Lis pun menemani ibunya Tian di rumahnya.
"Tut.. Tut.. Tut.."
Elma menghubungi ibunya tapi belum di angkat juga sejak tadi, dia khawatir terjadi sesuatu pada mereka. Apalagi sudah dua hari sejak dia hilang bahkan Tian dan pak ustad belum kembali ke jawa.
"Halo, kak." Elma langsung sigap saat ibunya menjawab telpon nya.
"Assalamualaikum, ma. Mama sama adek udah di Jakarta, kan? kok bang Tian sama pak Ustad belum balik?" Tanya Elma.
"Waalaikumsalam. Mama nggak ke jakarta kak, waktu di pertengahan jalan adekmu kerasukan dan nyaris buat kami semua celaka. Sekarang mama ada di rumah temen mama yang kebetulan ngerti juga sama hal - hal spiritual." Ucap ibunya Elma, Elma tentu saja terkejut.
"Lho, jadi mama nggak jadi ke Jakarta?! Terus keadaan adek gimana, ma?" Tanya Elma.
"Adekmu lagi tidur kak, nggak tau dia tidur atau gimana tapi dia terus - terusan ngamuk dari pagi sampe sore. Kata temen mama adek nggak bisa keluar dari daerah ini, karena sukma nya udah di ambil sama sosok jahat katanya." Ucap ibunya.
Seketika Elma teringat dengan sosok "Nini" yang mengatakan bahwa adiknya itu bukan adiknya, sekarang Elma mendapat jawaban nya.. ternyata karena sukma nya sudah di ambil dan yang ada di tubuh adiknya ini sekarang sosok jahat.
"Tapi jangan khawatir, mama sama adekmu nggak apa - apa di sini. Pak Ustad sama Tian udah jalan balik, harus nya udah sampe, kak." Ucap ibunya Elma, Elma tertegun.
"Belom, ma. Mereka belom nyampe ke sini." Ucap Elma, perasaan nya tidak enak sekarang.
"Selama mama di situ aman sama adek, aku tenang. Ntar kalo nenek udah ketemu, aku jemput mama sama adek. Aku bakal lebih berusaha lagi buat mencari keberadaan nenek. " Ucap Elma lagi.
"Kak, kamu di situ harus selalu baik - baik aja ya, kak." Ucap ibunya, Elma tersenyum mendengar ucapan ibunya.
"Iya, ma." Jawab nya.
"Mama sayang banget sama kamu dan adek, mama nggak mau kehilangan kalian berdua. Mama udah kehilangan papa, mama nggak mau kehilangan orang - orang yang mama sayang lagi." Ucap ibunya Elma, mendengar itu Elma bukan sedih.. malah dia merasa janggal.
"Kenapa mama ngomong nya gitu? aku pasti baik - baik aja, aku lebih khawatir sama adek. Aku janji bakal nyari nenek lebih keras lagi." Ucap Elma.
"Ya udah ya, ma.. jangan mikir yang enggak - enggak, kita semua pasti akan baik - baik aja, kita akan kembali kumpul bersama lagi, mama doain aku aja." Ucap Elma, ibunya mengiyakan.
Setelah percakapan yang singkat itu, panggilan pun di akhiri.. Elma menghela nafas dan meletakan hp nya di atas ranjang. Itu bukan hp nya melainkan hp milik bude nya, hp kedua karena budenya memiliki dua hp. Elma telentang menatap langit - langit kamar nya dan kemudian menghela nafas..
"Huft.. Seenggak nya mungkin adek akan lebih aman dari pada di rumah ini." Gumam Elma..
Saat Elma sedang mulai merem - merem mengantuk dan ingin tidur, tiba - tiba dia kembali mendengar suara seperti orang yang sedang mengaduk teh dengan sendok. Suara antara gelas beling yang beradu dengan sendok saat mengaduk teh, itu Elma dengar lagi.
Tentu saja Elma yang semula mengantuk jadi seketika segar kembali. Saat itu memang belum terlalu malam, tapi tidak ada orang lain di rumah itu, hanya dia dan mbak Er saja di sana.. Dan mbak Er pun tidak pernah membuat teh malam - malam.
'Jelmaan nenek pasti.' Batin Elma.
Elma yang sudah tau kemungkinan nya akhir nya dia diam saja di atas ranjang dan lebih memilih memejamkan mata, tapi..
"Dog! Dog! Dog!"
Elma kaget karena pintu kamar nya di gedor dengan keras dari luar.
"Mbak! Mbak Elma tolong, mbak!" Suara mbak Er.
"Mbak Er!"
BERSAMBUNG!
di cri g ketemu
di apa ain lagi coba
Kalopun iya, semoga nanti Ali bisa kerjasama dengan Elma dan Tian untuk menemukan jasad nenek Tri ☺🫰
semangat elma tian 🥰🥰
Kasihan Elma.. Eh, tapi Salsa gimana yah keadaannya? Kan terakhir kali, Salsa ikut ibunya kan?
jadi yg me dominasi itu sisi iblisnya ya
kok bisa sih