NovelToon NovelToon
ASI Untuk CEO

ASI Untuk CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.

Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3.

"Ta - tapi Nyonya, saya tidak tahu. Apakah saya bisa melakukan pekerjaan yang Nyonya berikan? Karena bayaran atau gaji 100 juta perbulan itu adalah uang yang sangat banyak. Apalagi saya adalah seorang pelajar yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA Nyonya, saya belum lulus sekolah," tutur Qiandra dengan suara halus, lembut dan juga sopan. Tapi raut wajahnya terlihat begitu kebingungan. Karena sekarang ini ada sebuah rasa takut yang menghampiri dirinya, Qiandra sungguh jika semua ini adalah penipuan.

Tapi lagi lagi Qiandra hanya bisa menepis semua pikiran buruk yangsekarang ini ada di benaknya. Karena keuntungan apa yang di dapatkan? Untuk orang yang sekarang ini berdiri tepat didepannya, jika sampai menipu dirinya yang berstatus sebagai orang miskin ini.

"Sekarang lebih baik, kamu ikut saya ke hotel. Karena sekarang waktu saya itu tidak banyak. Ada banyak sekali urusan yang harus saya urus," ucap Julia dengan tatapan nyalang, bahkan ucapannya itu terdengar begitu serius.

Karena tidak ada pilihan lain, Qiandra akhirnya memilih untuk mengikuti langkah wanita yang berpenampilan seperti orang kaya yang ada di depannya.

Karena dia yakin, jika adiknya itu tidak di lakukan tindakan medis seperti operasi kulit atau operasi plastik. Adik kandungnya itu pasti saat bangun akan langsung kaget dan pastinya akan mengamuk pada dirinya.

*****

****

*

*

Pertemuan Qiandra dengan wanita kaya raya itu akhirnya telah selesai. Dengan dirinya yang setuju untuk menandatangani surat perjanjian itu.

Dengan langkah yang terlihat begitu pelan, Qiandra pun akhirnya berjalan keluar dari kamar hotel. Dia berjalan dengan tatapan mata kosong.

Bahkan Qiandra sekali lagi terlihat menabrak orang yang berjalan di depannya.

"Maafkan aku. Aku benar benar minta maaf, karena aku gak sengaja," ucap Qiandra sembari menundukkan wajahnya.

"Elo itu punya mata gak sih! Gak di sekolah, gak di hotel milik bokap gue. Selalu bikin sial orang lain, apalagi muka lo itu. Kenapa harus berseliweran didekat gue? Gue enek lihat wajah elo!" Qiandra menabrak seorang anak laki laki yang berseragam sama dengan yang dia kenakan.

"Maafkan Rio, aku ber sungguh minta maaf sama kamu. Tadi itu aku beneran gak sengaja nabrak kamu Rio," ucap Qiandra dengan nada memohon. Bahkan dia terlihat menempelkan kedua telapak tangannya menjadi satu di depan dada, tangannya membentuk kode memohon maaf.

"Maaf maaf enak saja, tas sama wadah sialan elo mengenai sepatu gue yang mahal ini! Lebih baik sekarang itu lo bersihin sepatu gue makai rok sekolah yang lo gunakan!" teriak Rio amarah memuncak, bahkan wajahnya juga terlihat merah padam kala menatap ke arah Qiandra.

Sekarang ini, Qiandra berada di koridor hotel Dewandaru, awalnya dia merasa tidak asing dengan nama hotel yang akan dia masuki.

Tapi akhirnya ingatan Qiandra langsung tertuju pada Rio Dewandaru, anak pintar yang selalu membully dirinya di kelas. Ntah kenapa dari masa MOS, sampai kelas dua SMA. Rio selalu mengganggu dan menyusahkan dirinya.

Qiandra sadar diri, dirinya bukan hanya miskin, tapi dia juga mempunyai kapasitas otak yang pas pasan.

Kadang Qiandra juga memaklumi orang orang yang telah membuly dirinya. Termasuk adik kandung nya sendiri, juga sering menghina dan menyakiti perasaannya, tapi Qiandra sendiri merasa pantas mendapatkan semua itu.

Tanpa menunggu lama, Qiandra langsung mengelap sepatu milik Rio Dewandaru dengan rok abu abu yang dia kenakan.

Kini Qiandra dan Rio menjadi pusat perhatian orang yang berlalu lalang di koridor hotel.

Bug

"Udah pergi saja lo itu dari sini!" bentak Rio dengan wajah menahan malu, karena sekarang ini dirinya malah menjadi pusat perhatian dari orang orang yang lewat.

Lalu Rio dengan kasar menendang tubuh Qiandra, membuat Qiandra yang sedang menunduk kala mengelap sepatu milk teman sekelasnya itu. Membuat tubuh Qiandra akhirnya tersungkur ke belakang.

Lalu Rio meninggal kan Qiandra begitu saja.

Air mata luruh dari ke dua kelopak mata Qiandra, lalu dia mengambil kotak tempat donat dan juga tas yang dia pakai untuk jualan donat, yang berserakan di lantai koridor hotel.

Tidak ada yang membantu dirinya, semua yang orang yang lewat dan berlalu lalang saat melewati dirinya.

Hanya menatap Qiandra dengan tatapan menghina, bahkan tak jarang orang orang itu hanya mencibir aksi yang tadi Qiandra lakukan. Ada beberapa orang juga yang mencibir bajunya yang memang sudah tidak layak pakai.

Lalu Qiandra berlari ke arah pintu keluar hotel, dengan posisi lutut yang lecet,l dan luka di lututnya itu mengeluarkan darah.

Perih?

Qiandra sudah tidak peduli, apa itu rasa sakit? Dia memilih untuk memaksakan kakinya, walaupun dia harus berjalan dengan langkah tertatih tatih. Dia berjalan menuju ke rumah sakit, dimana adiknya itu di rawat.

Julia melihat semua aksi kasar yang keponakannya itu lakukan pada Qiandra. Dia hanya bisa menghembus kan nafas dengan kasar.

Rio Dewandaru adalah keponakan dari Julia Wayne.

Ada rasa iba yang menyelimuti hati Julia, setelah melihat apa yang keponakannya lakukan pada Qiandra.

Tapi  Julia yang memang sangat sibuk memilih untuk abai dan memilih langsung pergi menuju ke ruang rapat hotel Dewandaru. Karena memang sedang di lakukan rapat bulanan untuk para pemegang saham.

Biasanya yang datang ke rapat RUPS itu adalah anaknya, tapi karena sekarang anaknya itu sedang terbujur koma. Akhirnya membuat Julia yang menggantikan semua pekerjaan yang biasa dilakukan oleh anaknya.

Qiandra sendiri berjalan dengan langkah kaki pelan dan juga tertatih tatih menuju rumah sakit, tepatnya dia ingin ke ruang inap dimana adiknya yang bernama Diandra itu sedang di rawat.

Untung saja, jarak hotel dan juga rumah sakit lumayan dekat, jadi walaupun lututnya sakit, Qiandra bisa segera sampai ke rumah sakit.

Qiandra menggigit bibir bawahnya, untuk menahan perih di bagian kakinya. Bahkan sekaranh ini cacing cacing di perutnya itu seakan meminta jatah makan pada dirinya.

Karena hari ini donat yang di jual Qiandra laku semua, jadi dirinya belum makan dari pagi. Biasanya dia makan di siang hari, saat ada sisa donat yang tidak laku untuk di jual.

Saat melewati area kantin, Qiandra mencium aroma mie rebus yang sungguh menggugah selera. Tapi lagi lagi Qiandra memilih untuk melewati area kantin itu begitu saja.

Memang sekarang ini Qiandra sedang memegang uang 100 ribu dari penjualan semua donat yang dia buat. Tapi uang itu memilih untuk dia simpan, untuk membelikan adiknya yang sedang sakit itu makanan.

Sehari hari biasanya dia hanya mendapat kan uang delapan puluh ribu saja. Tiga puluh ribu dia gunakan untuk modal beli bahan, sisa sepuluh ribu sehari, dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah seperti bayar air, gas dan juga listrik.

Terus untuk uang empat puluh ribu, biasanya Qiandra serahkan semua lnya untuk adiknya. Agar adiknya itu bisa membeli makan yang dia suka, dan bisa membeli perlengkapan untuk sekolahnya.

Jika Qiandra tidak begitu pintar, alias biasa saja, beda dengan Diandra dia adalah murid teladan di sekolah nya, yang terkenal akan kepintaran dan juga kecerdasannya.

Makanya Qiandra berharap lebih kepada adiknya, dia bersemangat bekerja keras untuk mencari uang yang banyak. Guna menyekolahkan adiknya itu setinggi langit, karena adiknya memang terlahir dengan mempunyai otak yang pintar.

Qiandra berharap adiknya itu bisa merubah kehidupan perekonomian keluarganya, dan dia juga berharap adiknya kelak akan hidup enak. Makanya sekarang ini Qiandra merasa tidak papa jika harus bekerja keras sambil bersekolah.

Terlalu baik bukan jiwa dan juga hati yang Qiandra punya.

Qiandra berjalan begitu pelan, sembari memegang perutnya yang sakit, karena dia itu menahan lapar.

Tapi apalah daya, Qiandra sungguh takut jika nanti adiknya itu tidak mau makan, karena tidak menyukai makanan yang di berikan oleh pihak rumah sakit.

Qiandra takut saat adiknya itu meminta uang untuk dibelikan makanan. Dia takut kalau dirinya tidak bisa membelikan makanan untuk adiknya.

Makanya Qiandra lebih baik menahan lapar seperti sekarang ini. Tak berselang lama akhirnya Qiandra pun sampai di depan ruang inap adiknya, ruang inap kelas 3 yang di isi oleh enam orang pasien.

Ceklek

Saat Qiandra membuka pintu ruangan inap milik adiknya itu, dia mendengar suara riuh dan juga keributan. Ternyata adiknya lah yang membuat keributan saat ini. Diandra sedang mengamuk dan mencari masalah dengan pasien lain.

Qiandra melihat adiknya itu berteriak teriak membuang barang yang ada di mejanya itu ke sembarang arah. Sungguh aksi yang di lakukan Diandra saat ini sangat menggangu pasien lain yang berada dalam satu ruang inap yang sama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!