Kisah seorang ilmuan gila yang melawan pemerintah dunia yang dzalim
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Michael Jack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Invasi Dunia
Dua bulan sebelum aksi itu dimulai, mereka secara diam-diam mengevakuasi para warga negara dari wilayah yang akan mereka invasi. Tidak semuanya, hanya warga yang benar-benar ingin merdeka dan bukan merupakan pengkhianat negara.
Sebagian dipindahkan melalui teleportasi, sebagian menggunakan jalur bawah tanah, dan berbagai cara lainnya. Alasan mengapa pemerintah di sana tidak mencurigai apa pun adalah karena semua warga itu digantikan dengan pasukan siap tempur, dan karena pemerintah di sana tidak peduli terhadap rakyatnya, mereka tidak merasa ada kejanggalan sedikit pun.
Di wilayah barat, tepatnya di Spanyol dan Portugal, terjadi pertempuran dahsyat antara pasukan Six Eyes melawan pasukan W.D.A.
"Semuanya jangan takut, serang!!!" teriak Vickery menyemangati pasukannya.
Vickery memulai aksinya dengan menembakkan meriam yang telah ia siapkan di sepanjang perbatasan Spanyol dan Prancis. Ia juga menyiapkan armada laut untuk mengepung kedua negara dari laut bagian barat Portugal. Vickery menginvasi semua jalur sekaligus, baik jalur darat, laut, bahkan udara.
Pasukan W.D.A tidak mau kalah. Mereka pun meluncurkan beberapa unit kapal terbang tempur untuk menghadapi serangan itu. Teriakan penderitaan terdengar di seluruh penjuru medan perang.
"Semuanya, pertahankan wilayah kita....!!!" teriak salah satu komandan W.D.A kepada anak buahnya.
Pasukan Vickery maju perlahan hingga berhasil menguasai beberapa kota besar di Spanyol seperti Barcelona, Zaragoza, Bilbao, dan San Sebastian. Sementara itu di laut, armada Six Eyes masih menunggu perintah dari Vickery untuk menggempur pesisir pantai serta pelabuhan lawan.
Setelah malam tiba, Vickery memberikan komando kepada pasukannya untuk berhenti dan beristirahat sejenak. Mereka merawat yang terluka, mengubur para korban yang gugur, memulihkan energi, dan menyiapkan diri untuk pertempuran esok hari. Mereka juga menempati wilayah yang telah berhasil dikuasai agar musuh tidak dapat merebutnya kembali.
Vickery berjalan-jalan sembari meninjau pos medis lapangan. Ia kemudian berhenti di suatu tempat yang telah sepi. Vickery menatap langit dengan mata berkaca-kaca.
"Jack, saat kau kembali, kau akan melihat perubahan besar dalam organisasi ini. Dan dunia akan segera damai setelah kau kembali."
Keesokan harinya, Vickery kembali melanjutkan invasinya. Kali ini ia merencanakan pertempuran yang sangat chaos, di mana seluruh pasukan ditarik dan difokuskan di wilayah Spanyol terlebih dahulu. Seluruh armada laut yang berada di Portugal pun ditarik menuju laut Spanyol untuk menyerang wilayah pesisir.
Hal itu membuat pasukan W.D.A serta pemerintah Spanyol kewalahan. Meskipun tentara nasional Spanyol bersatu dengan pasukan W.D.A, mereka tetap tidak mampu menahan serangan besar-besaran dari pasukan Six Eyes. Pemerintah Spanyol pun meminta bantuan kepada Portugal dan Britania Raya untuk mengirimkan bala bantuan.
Britania Raya segera mengirimkan armada lautnya untuk membantu Spanyol. Namun di tengah perjalanan mereka mendapati bahwa jalur tercepat tidak dapat dilewati, karena terdapat sangat banyak ranjau laut yang dipasang di sepanjang jalur tersebut.
Pertempuran itu berlangsung selama dua bulan dua puluh hari dan berakhir dengan menyerahnya Portugal serta penyerahan wilayahnya.
"Ah, divisi satu telah berhasil, sekarang waktunya aku beraksi," ucap Rey setelah mendengar kabar bahwa pasukan Vickery telah berhasil.
Mendengar bahwa Vickery telah menyelesaikan tugasnya dengan baik, Rey yang sebelumnya belum bergerak akhirnya memulai aksinya. Ia menggunakan strategi yang sangat chaos, yaitu dengan gempuran rudal. Rey mengarahkan ratusan rudal menuju wilayah Italia pada tengah malam, karena pertahanan pada malam hari lebih lemah dibandingkan pada siang hari.
Serangan ini sangat efektif. Dalam satu malam hampir seluruh wilayah di Italia telah dikosongkan. Keesokan paginya Rey segera melancarkan aksinya. Ia sama sekali tidak menggunakan pasukan manusia, melainkan pasukan hewan roh dan hewan sihir untuk menginvasi wilayah tersebut.
"Mari kita berpesta....!!!" teriak Rey dengan wajah penuh kegirangan.
Hal ini membuat pemerintah Italia sangat terkejut, karena hewan-hewan seperti itu tidak pernah hidup di wilayah Eropa, sehingga pemandangan tersebut terasa sangat asing bagi bangsa Eropa. Wilayah Italia dalam dua minggu akhirnya berhasil ditaklukkan, dan dalam tiga minggu wilayah Swiss, Austria, serta Ceko juga berhasil ditaklukkan.
Di sebuah gedung tinggi, Rey duduk menyeruput teh hijau sambil memandang wilayah yang cukup hancur dengan wajah penuh kepuasan.
"Ah, indahnya pemandangan ini."
Ia kemudian mengirimkan surat ke pusat yang berisi laporan keberhasilan misinya.
Rio dan Pio yang mendengar bahwa kedua divisi telah menyelesaikan tugasnya segera mempercepat pergerakan mereka. Mereka mengubah strategi menjadi total destruction atau penghancuran total, di mana sebagian wilayah di setiap negara akan dibumihanguskan. Mereka memulai invasi dari wilayah Lituania.
Ratusan pasukan udara segera dikerahkan. Mereka dibekali dengan senapan plasma. Dari darat, puluhan meriam plasma dan artileri dikerahkan bersama ratusan pasukan bersenjata lengkap. Di laut, armada tempur juga telah disiapkan dengan persenjataan lengkap. Dengan semua kekuatan itu, mereka menghancurkan banyak wilayah di ketiga negara tersebut.
Dalam waktu tiga minggu, mereka berhasil menaklukkan ketiga negara itu. Namun ketika menginvasi Belarus, mereka justru mengalami kekalahan telak dengan kerugian yang sangat besar. Hal ini terjadi karena Belarus mendapatkan bantuan militer dari dua negara besar di Eropa, yaitu Russia dan Ukraina. Mereka pun meminta bantuan kepada pusat, sehingga Rey dan Vickery segera melakukan teleportasi ke titik koordinat mereka.
Kedatangan mereka berdua langsung mengubah keadaan perang. Rey memanggil pasukan hewannya, sementara Vickery memimpin pasukan yang masih mampu bertarung.
"Aku akan membuat tempat ini menjadi neraka," ucap Rey dengan ekspresi kejam.
Dan seperti yang terjadi di Italia, militer musuh kewalahan menghadapi pasukan Rey. Dalam waktu dua hari, mereka akhirnya berhasil menguasai seluruh wilayah Belarus.
Setelah misi sukses, mereka pun melakukan rekonstruksi atau pembangunan ulang terhadap wilayah-wilayah yang sebelumnya mereka hancurkan. Seluruh masyarakat diminta untuk ikut membantu proses pembangunan tersebut.
Kekaisaran Xianying yang melihat kesuksesan Six Eyes kemudian secara terang-terangan menyatakan kepada seluruh dunia bahwa Kekaisaran Xianying secara resmi telah beraliansi dengan organisasi Six Eyes. Hal ini memicu berbagai respon dari banyak pihak, terutama dari keempat kerajaan wilayah terlarang dan juga pemerintah dunia.
Kekaisaran Samudera Atlantik merespon hal ini sebagai sebuah tantangan besar. Mereka secara terang-terangan menyatakan perang kepada Kekaisaran Xianying. Langkah pertama yang mereka lakukan adalah dengan menguasai Samudera Pasifik yang merupakan jalur dagang utama Kekaisaran Xianying.
Hal tersebut membuat Ji Wujiu, Kaisar Xianying, sangat murka. Ia segera memerintahkan pasukannya untuk bertempur demi merebut kembali Samudera Pasifik. Namun karena pertempuran terjadi di lautan, tentu hal itu sangat menguntungkan pasukan duyung dalam peperangan tersebut.
Kapal-kapal perang Kekaisaran Xianying banyak yang ditenggelamkan. Armada yang dikerahkan hancur dalam waktu singkat tanpa mampu memberikan perlawanan sengit. Kekaisaran Xianying pun mengalami kerugian yang sangat besar.
Sang kaisar kemudian mengirimkan utusannya menuju markas besar organisasi Six Eyes untuk meminta bantuan dari mereka.