NovelToon NovelToon
Cinta Posesif Arlan

Cinta Posesif Arlan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dark Romance / Posesif
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Voyager

"Jangan pernah berpikir untuk melangkah keluar dari bayanganku, Mika. Karena sedetik saja kamu menghilang, aku akan pastikan dunia ini mencarimu dengan cara yang tidak akan pernah kamu lupakan."

Mikaela siswi SMA cantik dari keluarga yang biasa. Suatu malam mengubah segalanya. Menyaksikan dan bertemu dengan Arlan Gavriel—pria berkuasa di Kota Glazy, menghabisi nyawa seseorang dan membuatnya menjadi tawanan yang harus dimiliki Arlan sepenuhnya. Terjebak dalam keadaan yang tidak menguntungkan, perlahan ada rasa tumbuh di benak Mika setelah mengetahui sisi lain dari Arlan. Arlan adalah monster berdarah dingin, tapi juga penyelamat bagi Mika.

Ada apa dengan Mika dan Arlan? Kenapa Arlan membuatnya sebagai Tawanan? Apakah hanya karena melihat kejadian malam itu? Atau ada sesuatu yang harus Mika bayar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Voyager, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Ulang Tahun

“Mampus, gaunnya hilang!”

Keesokan harinya, tepat pada hari ulang tahun Arlan, sebuah pesta besar telah disiapkan. Lampu-lampu mewah menghiasi langit di sekitar Hotel Pogan. Makanan yang disajikan pun sangat spesial dan mewah.

Banyak pebisnis dari berbagai kota datang menghadiri acara tersebut. Klien-klien Arlan juga berbondong-bondong hadir.

Keluarga besar Gavriel pun tidak ketinggalan. Kakek, paman, sepupu, hingga keluarga jauh ikut datang untuk merayakan hari itu. Semua orang menunggu kedatangan tamu utama.

Sementara itu, Arlan masih berada di apartemennya, begitu juga dengan Mika.

“Aku harus pakai baju apa?” gumam Mika pada dirinya sendiri. “Baju yang dikasih Arlan ke mana, sih?”

Ia sibuk membongkar lemari. Pakaian berserakan di lantai. Para pengawal bahkan ikut membantu mencarinya.

“Gawat nih, bisa-bisa aku dipenggal sama Tuan Arlan,” ucap Mika pelan.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Arlan masuk. Sebelum Mika sempat menjelaskan apa pun, Arlan sudah melihat keadaan kamar yang berantakan dan memahami bahwa gadis di depannya sedang kebingungan mencari pakaian yang ia berikan.

“Anu ... itu—” Mika langsung gugup dan gagap.

Para pengawal segera mundur dan keluar dari kamar. Arlan melangkah maju mendekati Mika dengan aura dingin yang begitu menekan.

“Stop!” teriak Mika spontan. Ia benar-benar tidak tahan dengan tatapan tajam dan langkah intimidatif Arlan.

“Ma—maafin aku! Ba—bajumu itu nggak aku apa-apakan, suwer!” kata Mika cepat sambil mengangkat dua jarinya sebagai tanda bersumpah. “Tapi di dalam lemari nggak ada,” lanjutnya menjelaskan.

Arlan menyipitkan mata. Tetapi ia tidak mengatakan apa pun. Ia hanya menggenggam ponselnya.

Tit!

Tit!

Suara ketikan di layar ponsel terdengar jelas. Tak lama kemudian Arlan menempelkan ponselnya ke telinga.

“Siapkan aku beberapa gaun pesta,” perintahnya dengan suara datar.

Tidak butuh waktu lama, tiga puluh gaun pesta mewah tiba di apartemen. Mika hanya bisa melongo. Satu per satu ia mencoba gaun tersebut, hingga akhirnya hanya satu gaun yang menarik perhatian Arlan.

Gaun berwarna emas mewah dengan belahan samping yang membuat kaki Mika terlihat panjang dan elegan.

Riasan wajah dan tatanan rambutnya membuat penampilannya berubah drastis. Untuk beberapa detik, Arlan bahkan lupa berkedip.

“Apa aku cantik?” tanya Mika sambil menatapnya.

Arlan terdiam sejenak. Namun jawabannya tetap dingin. “Kecantikanmu tertolong sama harga yang mahal,” ucapnya ketus.

Mika langsung mengerutkan kening.

“Maksudmu apa? Aku cantik karena baju sama riasan ini?” tanya Mika dengan nada emosi.

“Ya. Itu tau,” jawab Arlan santai. Ia berdiri tegak lalu merapikan jasnya.

“Ayo. Kita udah terlambat.”

Ketika mereka sampai di lokasi acara, hampir semua mata langsung tertuju pada Mika. Bisikan-bisikan mulai terdengar di antara para tamu.

“Eh, siapa itu?”

“Itu Nona Kamalia, kah?”

“Bukan. Itu kayaknya wanita lain.”

“Bukannya Tuan muda mau tunangan sama Nona Kamalia?”

Bisikan semakin ramai. Arlan yang datang bersama Mika jelas menarik perhatian semua orang.

Ketika Arlan memperkenalkan Mika kepada keluarganya, suasana langsung berubah.

“Siapa yang kamu bawa ini?” tanya Paman Oska dengan wajah tidak suka. “Bikin malu aja.”

Ucapan itu terdengar cukup keras. Arlan hanya diam. Begitu pula dengan kakeknya, Hustan. Pria tua itu hanya menggeleng pelan, tanda ketidaksetujuan.

Mika yang merasa tidak enak dan sangat canggung perlahan menarik lengan jas Arlan. “Tuan, aku kembali ke apartemen aja, ya,” bisiknya pelan.

Tetapi Arlan tidak menjawab. Ia justru tetap memegang tangan Mika. Tatapan tidak suka terlihat jelas dari para tamu. Tak lama kemudian Kamalia datang bersama kedua orang tuanya. Penampilannya sangat elegan. Gaunnya pun mewah.

“Arlan, gimana penampilanku?” tanya Kamalia.

“Cantik,” jawab Arlan singkat.

Pujian itu membuat Kamalia tersipu malu. Tapi senyum cantiknya langsung memudar ketika ia melihat tangan Arlan menggenggam tangan Mika.

Ia segera menyerobot posisi. “Arlan, apa kata orang nanti kalau kamu gandeng anak ini? Nanti Mika malah makin terpojok,” katanya.

Arlan pun sedikit melonggarkan genggamannya. Sementara Mika menepi di dekat meja makanan ringan.

Duk! Duk!

Suara mikrofon diketuk pelan. “Selamat malam para hadirin yang kami hormati serta tuan rumah acara ini, Tuan Arlan Gavriel dan keluarga.” Sapa pembawa acara.

“Tuan Arlan, kami persilakan ke podium!”

Tepuk tangan langsung menggema. Langkah tegap Arlan menuju podium diiringi sorakan para tamu.

“Terima kasih semuanya. Kali ini aku nggak banyak berkata-kata. Selamat menikmati pesta, peresmian Hotel Pogan, dan hari spesialku. Terima kasih,” ucap Arlan singkat.

Arlan kemudian turun dari podium. Namun, tiba-tiba Hustan mengambil mikrofon.

“Selamat malam semuanya. Malam ini bukan hanya perayaan ulang tahun dan peresmian hotel yang didirikan cucu saya. Tapi hari ini adalah hari pertunangan antara Arlan dan putri cantik kita, Kamalia. Berikan tepuk tangannya!”

Prok! Prok!

Semua orang bersorak riang. Arlan berusaha untuk tidak membicarakan pertunangannya. Tapi justru Hustan yang membuat dirinya semakin terhempit antara janji kakeknya dengan keluarga Kamalia. Arlan terlihat enggan menggandeng Kamalia, tetapi ia tetap melakukannya. Pertukaran cincin pun berlangsung di hadapan semua tamu.

Setelah itu mereka menjalani sesi foto. Di sela-sela sesi tersebut Arlan berbisik pada Kamalia.

“Jangan senang dulu. Meski kita udah kenal dari kecil, pertunangan ini bukan karena aku suka sama kamu, paham? Aku melakukan ini demi kakekku yang berutang budi sama keluarga kamu.”

Kamalia tidak menggubris ucapan itu. Senyumnya justru semakin lebar.

“Baru satu keberhasilanku ... tunggu yang lain,” batinnya.

Sementara itu Mika melihat semuanya dari kejauhan. Ia memegang kantong merah mudanya erat-erat. Tak lama kemudian Tristan muncul.

“Halo, gadis cantik,” sapanya.

“Eh, kamu. Datang sama siapa?” tanya Mika canggung. Bukan hanya canggung. Ia juga teringat peringatan Arlan agar tidak dekat dengan pria ini.

“Sama papiku,” jawab Tristan santai. “Oh ya, nggak ikut dansa? Itu para tamu lagi dansa.”

Mika menggeleng sambil tersenyum. “Aku nggak bisa dansa.”

“Kalau mau aku ajarin,” tawar Tristan.

Mika melongo. Namun, bayangan ancaman Arlan langsung terlintas di kepalanya. “Enggak makasih, deh. Kamu teman Tuan Arlan?”

Tristan membusungkan dada dan memasukkan satu tangannya ke dalam saku celana. “Bukan. Aku sepupunya.”

Mika langsung melotot. “Hah? Beneran? Tapi—”

“Ada apa?”

“Nggak ... cuma beda aja,” jawab Mika sambil memegang kepalanya.

“Arlan itu nggak suka wanita. Terakhir kali wanita yang dekat sama dia meninggal karena ... ya, gitulah. Udah, nggak usah bahas Arlan. Yuk, kita dansa,” ajak Tristan sambil menarik tangan Mika.

Tanpa disangka Arlan melihat pemandangan itu. Ia langsung melepaskan tangan Kamalia dan berjalan menuju meja minuman. Ia meneguk beberapa gelas sekaligus.

“Ada apa?” tanya Kamalia.

Namun,, Kamalia juga sudah melihat kedekatan Tristan dengan Mika. Ia pun tersenyum tipis, memanfaatkan situasi. “Wah, itu sepupumu, 'kan? Mereka cocok banget, ya.”

Arlan tidak menjawab. Ia terus meneguk minuman. Saat pandangannya kembali tertuju pada Mika, genggaman tangannya pada gelas semakin kuat.

Saat itulah Kamalia diam-diam melakukan sesuatu. Beberapa gelas kemudian, kepala Arlan mulai terasa sangat pusing. Tubuhnya sedikit limbung. Orang-orang di sekitarnya langsung panik. Kamalia juga ikut panik, meskipun ekspresinya terlihat aneh.

Mika yang melihat kejadian itu segera menghampiri. “Tuan Arlan kenapa?”

Namun, Kamalia langsung menepis tangan Mika. “Biar aku yang antar dia ke kamar hotel. Kalian semua lanjutkan pesta aja!”

Mika mengangguk ragu. Ia tidak berbuat apa-apa lagi.

“Hm ... Nona Kamalia pasti bisa jaga dia. Kan mereka pasangan,” batin Mika.

Namun, entah kenapa ada rasa tidak nyaman yang perlahan muncul di dalam hatinya. "Perasaan apa ini?"

1
Moon
ak jdi mika langsung ku tonjok itu
Voyager: sabar bro jangan emosi ah, nggak jelas kali kau. ayo serbu yang di sebelah
total 1 replies
Moon
model!????
Moon
entah kenapa Arlan ini aku bingung sama sifatnya. lanjut Thor. apa nanti si Mika ketemu lagi dg Arlan ? soalnya Arlan itu kn sangat berkuasa! eh iya Thor sepertinya belum di Spil perlkerjaab Arlan pngen tau
Moon
hm, knp ya orang kyak Mika gini selalu digituin dlm novel cba Thor karakter Mika jadi tangguh aj gtu biar nggk di tindas orang. sih Kamalia juga cewek lenje 😤😤😤
Moon: haha GG bxa sbr ak. tau NDRI kesabaranku setipis tisu
total 2 replies
cleo lara91
lanjut lg dong kak , seruu😍
Moon
Rekomendasi banget ini cerita. tokoh pria bikin mengubah emosi pembaca, greget, sifatnya bener" bikin geleng kepala. tokoh wanita pun bikin kita iba, apalagi ketika penyakitnya kambuh. oh ya keluarga tokoh wanita ih bikin emosi parah apalagi dengan saudara tiri yang mokondo
Moon
up 5 bab sehari thor
Voyager: busett haha nanti ya. ayo nulis juga
total 1 replies
Voyager
Arlan gila. anak SMA dibuat nggak berkutik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!