NovelToon NovelToon
Bayang Rembulan

Bayang Rembulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:808
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

Di tengah kekacauan lima klan bela diri yang saling berebut pengaruh dan rahasia kuno, lahirlah sebuah organisasi bernama bayangan kegelapan. Mereka adalah sekelompok pembunuh bayaran yang dilatih untuk menjadi mesin kematian tanpa emosi, sering kali ditugaskan untuk menghabisi para petinggi klan yang dianggap mengganggu keseimbangan atau menyimpan kekuatan terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 - CAWAN PENAWAR DAN DARAH HITAM

Ruangan yang mereka masuki kini bukan lagi lorong pembuangan, melainkan jantung medis Laboratorium Bunga Hitam. Dindingnya terbuat dari logam putih yang steril, namun di sela-selanya menjalar pembuluh darah tanaman yang berdenyut hijau. Ribuan botol kecil berisi cairan berpendar tertata rapi di rak-rak kristal.

"Itu dia!" Elara menunjuk ke sebuah peti perak yang dijaga dalam tabung vakum di tengah ruangan. Di sana tertulis: 'Sari Rembulan Abadi - Penawar Saraf'. "Itu satu-satunya hal yang bisa menyelamatkan adikku."

Kaelan mengaktifkan Domain Kesunyian, namun ia merasa ada yang aneh. Suasana di ruangan ini terlalu sunyi—bukan sunyi yang tenang, melainkan sunyi yang disengaja.

"Jangan menyentuhnya," Kaelan memperingatkan, tangannya sudah memegang gagang belati hitam.

Tiba-tiba, suara tepuk tangan yang garing bergema dari pengeras suara di sudut langit-langit. "Selamat datang kembali, Mahakarya 07. Aku tidak menyangka kau akan membawakan dirimu sendiri ke mejaku secepat ini."

Dari balik bayang-bayang di ujung ruangan, muncul seorang pria dengan jubah putih yang berlumuran noda kimia hijau. Wajahnya tertutup masker tembaga dengan lensa kaca pembesar di mata kirinya. Dialah Dr. Arkhon, sang arsitek genetik yang menciptakan racun di darah Kaelan.

"Berikan penawarnya, Arkhon!" teriak Elara, tombaknya sudah diarahkan ke leher sang dokter.

Arkhon tertawa, suara yang terdengar seperti gesekan botol kaca. "Penawar? Kau pikir kami menciptakan penawar di sini? Itu hanyalah 'katalis'. Cairan di dalam peti itu bukan untuk menyembuhkan, tapi untuk menyempurnakan mutasi. Jika adikmu meminumnya, dia tidak akan sembuh, dia akan menjadi monster tanaman seperti penjaga di luar."

Wajah Elara pucat pasi. Harapan terakhirnya hancur dalam satu kalimat.

"Dan kau, Kaelan..." Arkhon menatap Kaelan dengan tatapan lapar. "Darahmu adalah kunci terakhir. Aku butuh jantungmu yang masih berdenyut untuk menstabilkan pasukan baruku."

Arkhon menekan sebuah tombol di meja kontrolnya. Lantai di bawah mereka bergeser, dan dua peti mati logam berdiri tegak. Dari dalamnya keluar dua sosok yang identik dengan Kaelan—rambut putih, kulit pucat, namun mata mereka dijahit mati. Mereka adalah 'Bayangan Kembar', klon gagal yang hanya digerakkan oleh instruksi kimia Arkhon.

"Bunuh mereka semua, tapi biarkan Subjek 07 tetap bernapas sedikit," perintah Arkhon.

Kedua klon itu bergerak dengan kecepatan yang sama persis dengan Kaelan. Mereka tidak menggunakan belati, melainkan cakar tulang yang tumbuh dari punggung tangan mereka.

Kaelan mendorong Rian dan Elara ke sudut ruangan. "Ambil peti perak itu dan lari! Aku akan mengurus mereka."

"Tapi Kaelan, itu bukan penawar—"

"Lakukan saja!" raung Kaelan.

Kaelan menerjang kedua klon tersebut. Benturan Qi es yang identik meledak di tengah ruangan, menghancurkan tabung-tabung kaca di sekitarnya. Kaelan merasa seperti bertarung melawan cerminnya sendiri. Setiap serangan yang ia lancarkan dipatahkan dengan teknik yang sama.

Teknik Bulan Dingin: Tarian Belati Kembar.

Kaelan berputar, menghindari cakar salah satu klon, namun klon lainnya berhasil menggores pinggangnya. Darah perak Kaelan menetes ke lantai, dan Arkhon tertawa kegirangan melihatnya.

"Luar biasa! Darah itu murni!"

Kaelan menyadari bahwa ia tidak bisa menang jika terus menggunakan teknik yang diajarkan sekte, karena klon-klon ini telah diprogram dengan data yang sama. Ia harus melampaui batas yang diciptakan Arkhon.

Ia memejamkan mata, membiarkan Qi es di tubuhnya berhenti mengalir dengan pola biasa. Ia membiarkan racun ular di sumsum tulangnya mengambil alih kendali.

"Kalian adalah bayangan..." bisik Kaelan, auranya berubah dari biru dingin menjadi hitam pekat yang mengerikan. "Dan aku adalah kegelapan yang menciptakan bayangan itu."

Kaelan melepaskan teknik orisinal buatannya sendiri: Gerhana Abadi - Pemutus Benang Takdir.

Dalam satu gerakan yang melampaui batas kecepatan manusia, Kaelan tidak menebas tubuh mereka. Ia memutus aliran Qi di udara di sekitar klon-klon itu menggunakan Benang Perajut Jiwa yang dialiri racun hitam. Kedua klon itu membeku di tempat, bukan karena es, tapi karena sistem saraf mereka hancur seketika oleh frekuensi energi Kaelan yang kacau.

Kaelan menatap Arkhon yang kini gemetar di balik meja kontrolnya. "Sekarang, giliranmu, Dokter."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!