Rania saraswati seorang mahasiswi jenius, membuat riset tentang mati suri. Gadis periang dan tomboi ini mengalami kejadian yang aneh. Tiba-tiba jiwanya tertukar dengan seorang gadis kaya raya yang tertindas
Rania menolong gadis yang telah di siksa dan di perlakukan tidak manusiawi oleh ibu, paman dan saudara tirinya. Rania yang telah bertukar jiwa dengan gadis bernama Clara berusaha melawan orang-orang yang telah menindasnya.
Masalah tidak sampai disitu, Clara telah di jodohkan oleh pria kaya raya bernama Radit manggala putra, pria dingin dan angkuh. Pria ini sulit jatuh cinta dengan lawan jenisnya bahkan menolak mentah-mentah bila di jodohkan oleh sang kakek. Namun, siapa sangka ia tertarik dengan wanita bar-bar bernama Clara, yang telah bertukar jiwa dengan Rania.
Lalu bagaimana kah kehidupan Clara dan Rania setelah tertukar jiwa?'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rania mengetahui kebusukan Ratih, Ronald dan Bianca.
Sementara di dalam kamar, Rania berdiri didepan jendela, sambil menatap kepergian Bianca dan Ratih mengunakan mobil sport merah keluaran terbaru.
"Luka-luka di tubuh Clara mulai mengering, walaupun masih terasa nyeri. Aku ingin ke salon untuk creambath rambut ini dan melakukan body massage."
Gegas Rania masuk kedalam kamar mandi untuk bersih-bersih. ia melihat begitu banyak macam perawatan dari ujung rambut sampai ujung kaki milik Clara.
"Clara sangat resik menjaga tubuhnya dengan perawatan mahal. Aku tidak akan bisa membeli semua ini, sebab keuangan ku sangat terbatas."
"Aku mau coba body scrub ini, aku jarang gunakan lulur, hanya sabun cair yang aku pakai."
Rania mulai membersihkan kulitnya dengan body scrub, lalu di bilas dengan air hangat. Aroma bunga sedap malam menguar di indra penciumannya. Lalu ia keluar dari kamar mandi dan menuju ruangan wardrobe. Rania tidak terkejut saat membuka lemari untuk memilih pakaian Clara. Pakaian mahal yang tersusun di dalam lemari.
Rania memilih kemeja kotak-kotak dan celana jeans untuk pergi ke salon. Tak lupa ia memoles wajahnya dengan bedak padat dan lipstik agar terlihat natural.
Clara sudah rapih dengan penampilannya, namun ia masih bingung dengan lokasi tempat tinggalnya sekarang. Dia sendiri baru pertama kali ada di kota Moskow dan belum pernah mengenal kota tersebut.
(Moskow adalah ibu kota negara Rusia. Kota ini merupakan pusat politik, ekonomi, budaya, dan sains terbesar di Rusia serta menjadi kota terpadat di negara tersebut dan benua Eropa. Secara geografis, Moskow terletak di bagian barat Rusia, tepatnya di tepi Sungai Moskva.)
"Bodoh! dengan apa aku membayar salon? Clara tidak memiliki banyak uang, di dalam dompetnya hanya terdapat 50 dollar ( mata uang Rusia di sebut Rubel, kita gunakan mata uang umum, yaitu Dollar, biar gak ada yang komplen 😁)
Rania yang pusing memikirkan keinginannya. Tiba-tiba pintu kamar di buka dari luar, masuk seorang wanita muda berpakaian seragam putih biru. Ia adalah asisten rumah tangga yang biasa mengurus kebutuhan Clara dan Bianca.
"Pagi nona, saya mau ambil pakaian kotor." katanya sambil masuk kedalam kamar
Rania mulai punya ide, ia mendekati wanita itu dan berkata. "Hmm, apa kamu orang asli sini?
Alis wanita itu mengeryit, bukanlah nona nya sangat tahu siapa dirinya. Kenapa ia masih bertanya lagi. Melihat raut wajah wanita itu, Rania sangat paham.
"Setelah tabrakan malam itu, otak ku agak sedikit konslet dan beberapa ingatan ku mulai terganggu."
Anne mengagguk "Iya saya paham nona, saya asli kebangsaan Rusia, tapi beda kota dan saya berasal dari desa."
"Jadi Kamu tahu tempat salon langganan Clara? Ahh.. maksud nya aku." ralat Rania
"Tau Nona, bukanlah nona pernah mengajak saya shopping ke salon dan jalan-jalan ke mall, bila nona sedang bosan di rumah."
"Bagus, jadi wanita ini sangat tahu sifat-sifat Clara. Dari wanita ini aku akan mengetahui semua yang terjadi di rumah ini." gumamnya dalam hati.
"Kenapa saat saya terbaring satu minggu disini, aku tidak melihat kamu?"
"Panggil saja saya Anne, seperti yang nona ucapkan setiap hari."
"Oohh Anne! Sorry Anne aku sampai lupa nama mu." kata Rania sambil garuk-garuk kepala.
"Tidak apa-apa nona, kemarin saya izin pulang ke desa. Sebab ibu saya sakit, dan baru kembali tadi subuh."
"Baiklah, sekarang kamu ikut aku ke salon. Aku lupa tempat itu."
"Sekarang nona?"
"Iya!"
"Tapi___?"
"Tapi apa?!".
"Kalau nyonya Ratih tahu kita keluar dan shopping. Pasti Nona dan saya akan di hukum seperti dulu."
Rania menaikkan satu alisnya. "Di hukum?! Hukuman apa yang biasa wanita tua itu lakukan? aku tidak ingat!"
Anne menaruh telunjuk di depan bibirnya "Sstttt.. Hati-hati nona jangan asal bicara, bila nyonya mendengarnya, Nona akan habis di siksa."
Bola mata Rania membulat "Di siksa?! Katakan padaku, apa saja yang mereka lakukan pada ku?"
"Apa Nona tidak ingat? Nyonya Ratih akan membawa cemeti dan memukuli tubuh nona hingga biru-biru." ucapnya sambil berbisik.
Rania di buat terkejut dengan pengakuan Anne. "Pantas saja di tubuh Clara penuh dengan warna biru, aku pikir akibat tabrakan malam itu, ternyata wanita tua itu lebih ganas daripada singa!" pekiknya dalam hati.
"Lalu siapa lagi yang memukuli ku selain wanita tua itu."
"Tuan Ronald! Pria itu seringkali memukuli Nona dengan gesper dan pernah mencelupkan wajah nona kedalam bathtub."
"Apa!" teriak Rania, kedua tangannya mengepal kuat. "Brengsek! Begitu sadis nya mereka semua!"
"Lalu apa yang di lakukan Bianca pada Clara!"
Anne terdiam sambil menatap bingung Rania.
"Maksudnya padaku?" maaf, aku masih lupa siapa diriku Anne."
"Ahh-iya, ingatan nona masih belum pulih?"
"Makanya, tolong ceritakan kejahatan mereka semua pada ku!"
"Nona Bianca seringkali provokator, agar nona di hukum dan di pukuli tuan Ronald dan nyonya Ratih. Sebab tuan Ronald sangat menyayangi keponakannya.'
"Hanya itu saja yang di lakukan Bianca?"
"Banyak nona!"
Rania menatap Anne penuh tanya. "Ceritakan semuanya, jangan ada yang terlewatkan."
"Nona Bianca selalu cari gara-gara, pernah nona di dorong kedalam kolam renang. Padahal nona tidak bisa berenang, untung saya melihat aksi nona Bianca, dan saya langsung minta tolong satpam untuk menolong nona."
Rania meraih kedua tangan Anne. "Apa lagi Anne?"
"Perhiasan milik nona di curi oleh nona Bianca, dan perhiasan dari almarhum ibu nona di ambil oleh nyonya Ratih."
Mobil sport merah adalah keluaran terbaru yang di berikan oleh tuan Darwin, kakek nona. Dan mobil itu di kuasai oleh Bianca."
"Tuan Darwin? Aku memiliki Kakek?"
"Iya, Nona masih memiliki Kakek dari ayah nona. Tuan Darwin sedang menjalani perawatan di Amerika. Semua yang urus keperluan nona dan kelurga ini asisten Frans, kaki tangan Tuan Darwin."
Rania menggut-manggut, ia mulai mengerti sekarang. kenapa Clara selalu hidup dalam penderitaan dan di tabrak malam itu. Pasti ada hubungannya dengan mereka bertiga, mereka menginginkan Clara mati dan seluruh aset kekayaannya jatuh ke tangan Ratih.
Anne terus menceritakan semua kebusukan Ratih, Ronald dan Bianca tanpa ada satupun yang ia tutupi.
Rania menyeringai, bola matanya menggelap. Tatapannya tajam, dan dadanya yang bergemuruh menahan amarah. Rania dapat merasakan sakit dan penderitaan yang di alami Clara. Siksaan yang bertubi-tubi terasa menyayat hatinya. Kini saatnya ia akan membalaskan sakit hati Clara.
"Baiklah, permainan akan segera dimulai. Bersiap-siaplah kalian untuk menghadapi maut!" gumamnya seperti berbisik, namun, kata-kata itu adalah sebuah ancaman. Telapak tangan Rania terkepal kuat hingga urat-uratnya menonjol.
Rania wanita tangguh yang memiliki ilmu bela diri tingkat tinggi. Keahliannya dalam berkelahi tidak mudah di kalahkan. Kini Rania mendapatkan lawan yang tangguh. Ronald adalah salah satu targetnya yang harus ia hadapi.
Yuk ikuti terus kelanjutannya 🥰
ALL tolong bantu LIKE setelah membaca, berikan VOTE/GIFT sebagai penyemangat bunda 🥰, bantu komen di like' bintang lima. Dan sertakan komentar kalian ya sayang 💜💜💜💜
*Bila masih banyak yang like dan baca, bunda lanjutkan karya ini, jadi please jangan berhenti baca ya sayang 💜💜
Terima kasih
lg seru soalnya 🤣🤣😍