NovelToon NovelToon
Puncak Kultivasi Tertinggi 2

Puncak Kultivasi Tertinggi 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Ruang Ajaib / Fantasi Timur
Popularitas:25.6k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Yan Jian— seorang generasi muda yang awalnya terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, kini bangkit sebagai Generasi Muda terkuat di Provinsi Chang Yuan.

Setelah melakukan pertarungan panjang yang melelahkan waktu, menepati janji, menorehkan prestasi, hingga dirinya disebut Generasi Muda nomor satu di Provinsi Chang Yuan.

Yan Jian bersama sembilan Generasi Muda perwakilan Provinsi Chang Yuan lainnya berangkat menuju Kota Kekaisaran, tempat Kompetisi terbesar di salah satu Kekaisaran Wilayah Timur. Namun di wilayah timur besar, Provinsi Chang Yuan di anggap sebagai debu berjalan, karena setiap kompetisi, provinsi Chang Yuan selalu menjadi yang terlemah dan selalu berada di peringkat paling rendah.

Mampukah Yan Jian bersama rekan-rekannya mengangkat dan mengharumkan Provinsi Chang Yuan di Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung itu? Yuk, ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PKT 2: Chapter 1

Istana Kekaisaran Api Agung berdiri seperti raksasa yang terbangun dari tidur ribuan tahun. Hari ini, halamannya yang seluas sepuluh lapangan tempur dipenuhi lautan manusia. Lantai marmer putih bersihnya diukir garis-garis magma hidup yang mengalir lambat, menyala jingga emas, seolah lantai itu sendiri bernapas. Setiap langkah kaki membuat api kecil menyembur pelan dari celah-celah batu, seakan istana sedang menggeram pelan.

Angin panas membawa bau belerang bercampur wewangian mahal dari ribuan tubuh yang berdesak-desakan.

Di balkon-balkon emas, para bangsawan berjubah sutra merah darah berdiri angkuh, kipas giok di tangan bergetar pelan karena antisipasi. Pedagang kaya dari Provinsi Perak Api berbisik-bisik sambil menghitung taruhan jutaan koin api di atas meja giok. Di belakang pagar tembaga yang membara, rakyat biasa berpakaian sederhana berjejal-jejal, keringat bercampur debu, tapi mata mereka semua sama: berbinar penuh harap, iri, dan sedikit ketakutan.

Hari ini adalah hari pembukaan Kompetisi generasi muda Kekaisaran Api Agung, acara terbesar di Kekaisaran yang diadakan setiap lima tahun sekali. Dari 99 Provinsi yang ada di Kekaisaran Api Agung, masing-masing mengirimkan sepuluh generasi muda paling berbakat di bawah usia 30 tahun.

Sembilan ratus sembilan puluh nama generasi muda yang siap dibakar habis... atau menjadi matahari baru bagi seluruh Kekaisaran.

Di panggung utama yang terbuat dari tulang naga api purba yang sudah menggelap karena ribuan tahun terpapar panas, seorang pria tua berdiri tegak. Jubah merah emasnya berkibar pelan meski angin seolah tak berani menyentuhnya. Di atas kepalanya, mahkota api kecil menyala tanpa henti dengan tujuh tusuk sate emas yang menancap di atas kepalanya, tidak pernah redup, tidak pernah berkobar terlalu liar kendali sempurna.

Kaisar Huo Tianjun, Kaisar generasi ke 17 Kekaisaran Api Agung, Ranah Samsara Tahap Awal.

Kaisar Huo Tianjun berbicara, "Para generasi muda Kekaisaran Api Agung... Hari ini, kalian datang bukan untuk bermain-main. Bukan untuk pamer kekuatan kecil di desa kalian. Kalian datang untuk menunjukan bakat kalian masing-masing dan... sepuluh peringkat teratas... akan mewakili Kekaisaran Api Agung untuk mengikuti pertempuran 40 Kekaisaran di Wilayah Timur Benua."

"Api yang lemah akan menjadi abu. Api yang kuat... akan menjadi cahaya yang menerangi 99 Provinsi selama seratus tahun ke depan. Ingat: di kompetisi ini, tidak ada tempat untuk belas kasihan. Tidak ada tempat untuk keraguan. Hanya ada api dan abu. Hidup dan mati kalian bergantung kepada keberuntungan dan kemampuan kalian masing-masing." Suara beliau menggelegar seperti letusan gunung berapi, membuat seluruh halaman terdiam seketika.

Namun, seketika tepuk tangan menggelegar seperti badai petir. Teriakan membahana dari segala penjuru. Beberapa peserta di barisan depan sudah gemetar, bukan karena dingin, tapi karena semangat di dada mereka mulai bereaksi terhadap kata-kata Kaisar.

Di antara barisan peserta resmi, tepat di ujung paling belakang, tempat yang biasanya dibiarkan kosong karena malu, berdiri sepuluh pemuda dari Provinsi Chang Yuan.

Provinsi kecil di pinggiran timur Kekaisaran, Provinsi kecil yang selalu diremehkan, fondasinya rapuh, dan selama seratus tahun terakhir, nama mereka selalu tercatat sebagai peringkat terakhir di setiap kompetisi.

Orang-orang menyebut mereka "abu berjalan".

Tawa sinis sering terdengar saat rombongan Chang Yuan lewat: "Lagi-lagi mereka datang hanya untuk jadi penutup?"

Di antara kesepuluh generasi muda itu, satu pemuda berdiri lebih tegak daripada yang lain. Pakaiannya sederhana, jubah hitam tua dengan bordir Phoenix es dan naga hitam yang sudah pudar tapi posturnya tenang, hampir terlalu tenang. Rambut hitamnya diikat longgar, wajahnya tampan tapi dingin, seolah dunia di sekitarnya hanyalah latar belakang yang tak penting.

Dia adalah Yan Jian. Juara pertama Provinsi Chang Yuan. Yang terkuat di antara sepuluh perwakilan mereka.

Di lengan kirinya, tanda peserta resmi terpampang jelas: Nomor 981 - 990 (Provinsi Chang Yuan).

Nomor terakhir. Selalu saja Provinsi Chang Yuan mendapatkan nomor terakhir.

Yan Jian menatap panggung dengan mata hitam naga vertikal. Di tangan kirinya, dia memegang sehelai kain kecil yang sudah robek, kain lambang Provinsi Chang Yuan yang dulu merah menyala, sekarang hanya tinggal noda hitam pekat karena darah dan abu.

Di kain itu tertulis satu kalimat dengan darah yang sudah mengering, ditulis oleh leluhur pertama Provinsi Chang Yuan sebelum meninggal seratus tahun lalu: Chang Yuan tidak akan selamanya jadi abu.

Yan Jian menggenggam kain itu lebih erat. Nafasnya pelan, tapi di dalam dadanya, sesuatu mulai bergerak. Bukan api jingga biasa seperti milik yang lain. Ini adalah api yang lahir dari tanah gersang, dari ejekan ratusan tahun, dari malam-malam di mana dia hanya punya satu tujuan: membuktikan bahwa provinsi lemah pun bisa membakar langit.

Tiba-tiba, lonceng besar di menara istana berdentang sembilan kali.

Dong! Dong! Dong! Dong! Dong! Dong! Dong! Dong! Dong!

Itu tanda upacara pembukaan selesai. Peserta resmi mulai berbaris menuju sembilan gerbang api raksasa di sisi halaman gerbang yang akan membawa mereka ke Lembah Api Pertama, tempat ujian pertama dimulai. Saat rombongan Chang Yuan berjalan, tawa kecil terdengar dari barisan provinsi besar.

"Sepertinya tahun ini Chang Yuan masih jadi penutup upacara."

"Mereka datang hanya untuk jadi batu loncatan bagi yang lain."

"Jika aku jadi mereka... aku tidak akan datang, itu hanya membuat diri sendiri malu saja."

Yan Jian bersama sembilan rekannya tidak menoleh. Mereka hanya melangkah maju, tenang seperti air yang diam di atas lava. Saat melewati salah satu gerbang, api jingga di ambang gerbang menyambutnya... lalu seketika bergetar pelan, seolah merasakan sesuatu yang asing. Api itu tidak berubah warna, tapi getarannya terasa seperti ketakutan. Tak ada yang memperhatikan, Kecuali satu orang.

Di balkon tertinggi, jauh di atas semua orang, seorang gadis berjubah putih-perak berdiri diam. Rambutnya panjang seputih salju, matanya merah darah seperti api yang membeku. Dia adalah Huo Xue, putri ketiga Kaisar, dan salah satu pengawas rahasia peserta kompetisi yang mewakili Istana Kekaisaran.

Huo Xue melihat Yan Jian menghilang ke dalam gerbang bersama rombongannya yang diremehkan. Lalu bibirnya melengkung tipis.

"Provinsi Chang Yuan... tahun ini mereka mengirimkan sesuatu yang berbeda." dia menoleh ke samping, berbisik pada bayangan di belakangnya.

"Awasi pemuda bernomor 981 itu. Jangan bunuh dulu. Aku ingin tahu... apa yang disembunyikan oleh 'abu berjalan’ ' itu. Sehingga instingku berbicara bahwa pemuda itu sangat berbahaya." ucap Huo Xue, memberi perintah.

Bayangan itu mengangguk tanpa suara, lalu lenyap seperti asap.

1
Ruan Yuan
lanjut up thor semangat
APRILAH: asyiappp kak
total 1 replies
Ruan Yuan
mantap Thor, seru.
Ruan Yuan
/Plusone//Rose//Rose/
Ruan Yuan
/Plusone//Plusone//Plusone/
Ruan Yuan
tetap semangat thor, selamat sampai tujuan 👍
Ruan Yuan
yg villain emang selalu tampil beda 😍
Ruan Yuan
mantap thor
Ruan Yuan
tingkatkan semua kemampuan kalian dan buat Kekaisaran Api Agung terkejut
Fajar Fathur rizky
thor lumpuhkan kultivasi fengxian thor
APRILAH: mwehehe, siyappp
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Klannya fengxian thor
Mamat Stone
/Chuckle/
Mamat Stone
/Tongue/
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
Yoi Puput
Mamat Stone
Oke Doski
Mamat Stone
/Smirk/
Mamat Stone
/Joyful/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!