NovelToon NovelToon
Ceruk Hati Zahra

Ceruk Hati Zahra

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: picisan imut

Ada cinta yang tumbuh… bukan untuk dimiliki sepenuhnya, tapi untuk bertahan di hati yang sudah retak.

~ Zahra ~

Zahra menikahi Adnan, seorang duda yang kehilangan istrinya karena maut lebih dulu memanggil. Ia tahu, sejak awal, bahwa ia bukan cinta pertama. Ia hanya perempuan yang datang setelah sebuah kisah agung berakhir. Namun Zahra tetap memilih bertahan, menanam kasih di tanah hati yang sebagian masih ditumbuhi bayang-bayang masa lalu.
Setiap sudut rumah menyimpan kenangan yang bukan tentang dirinya dan Adnan.
Lalu sampai kapan sebuah hati sanggup bersabar?
Sampai kapan cinta bisa hidup tanpa benar-benar dimiliki?
Di antara kesetiaan, keikhlasan, dan luka yang tak pernah benar-benar sembuh… Zahra harus memilih: tetap berusaha mencintai, atau pergi menyelamatkan dirinya sendiri.
Sebab terkadang…
yang paling menyakitkan bukan tidak dicintai,
melainkan dicintai setengah hati oleh seseorang yang masih hidup di masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pertemuan dengan ibunya Marwah.

Selepas Magrib, Zahra berencana untuk memakan sesuatu yang segar. Entah kenapa, ia menginginkan asinan buah kedondong selama seharian ini. Jadi ia sengaja beli rada banyakan untuk stok setiap kali ingin mengkonsumsinya. Seperti saat ini, ia sedang malas makan makakan berat yang membuatnya jadi mual. Dan lebih memili asinan buah yang segar dan dingin.

Zahra yang baru saja membuka pintu kamar, langkahnya sontak berhenti. Ia tak menyangka Adnan sudah ada di depan pintu dengan pakaian santai. Celana training dan kaos oblong warna putih. Matanya membulat sesaat, lalu berubah hangat.

“Kak, kapan pulang?" tanyanya mendadak sangat senang melihat Adnan yang sudah berdiri di hadapannya.

"Baru aja," jawabnya. Adnan masuk kedalam melewati tubuh Zahra yang berharap sebuah pelukan. kemudian pria itu menghentikan langkah, menghela nafas dan menoleh lagi ke belakang. Tatapannya tetap datar seperti biasa, namun sorotnya memeriksa wajah istrinya dengan cermat.

“Udah mendingan?” tanyanya singkat. Nada suaranya terdengar biasa saja, seolah hanya basa-basi. Tapi berhasil membuat hati Zahra menghangat.

Zahra mengangguk kecil. “Alhamdulillah. Setelah minum obat sama tidur tadi siang, badan sudah lebih enteng." Ia menjawab dengan semangat. Meskipun mualnya masih ada sedikit… tapi nggak separah tadi pagi.

Adnan menghela napas pelan. “Syukurlah.”

Ia terdiam beberapa detik. Tangannya merapikan jam di pergelangan. Seperti sedang menimbang sesuatu. Dan meskipun agak berat terucap di bibir. Ia akhirnya berbicara juga.

“Lusa kamu luang, nggak?”

Zahra mengerjap. “InsyaAllah luang, Kak.”

Adnan mengangguk. “Kalau begitu… Kita bisa pergi ke acara walimatul khitan krabatku. Sekalian silaturahmi.”

Perempuan itu mengangguk pelan sambil melihat suaminya yang hanya berbalik dan berlalu mendekati sofa di sudut ruangan kamar. setelah itu Zahra kembali melanjutkan langkahnya ke tujuan awal.

Meskipun lantai tiga. Tapi di rumah itu terdapat lift juga yang dulunya di buat untuk memudahkan Marwah naik turun karena pada saat itu kesehariannya lebih banyak di atas kursi roda. Dan, sebelumnya juga cukup jarang di gunakan Zahra karena ia pikir lebih sehat kalau naik turun tangga. Tapi beberapa hari ini Zahra lebih sering menggunakannya karena tubuh yang merasa lebih cepat lelah.

Di dapur, Zahra menyapa para asisten rumah tangga yang sedang makan malam bersama.

"Makan, Bu," ucap salah satu di antara mereka menawarkan. Begitu juga yang lainya.

"Iya silahkan." Zahra membuka kulkas side by side dan mengambil asinan yang ia simpan tadi siang.

"Ibu cari apa?" tanya Mak Rini.

"Asinan, Mak," jawabnya mencari-cari. Tak lama ia pun menemukan wadah berukuran cukup besar, dan mengeluarkannya.

"Harusnya tadi telfon aja ke dapur, Bu." Mak Rini bangkit.

"Udah, Mak. Duduk aja... lanjutin makan kalian. Aku nggak papa, Kok." Zahra mengambil wadah kecil. Memindahkan sebagian ke dalam mangkuk. Setelahnya mengembalikan lagi sisanya ke dalam kulkas.

Setelah Zahra berlalu mereka saling berbisik. "mungkin nggak sih? Bu Zahra lagi ngidam?"

"Bisa jadi tuh! Wah... bakal nambah personil lagi di sini..."

"Mbak Sus?"

"Ho'oh!"

"Hhuuus!" Mak Rini menghentikan celotehan keduanya. Mereka pun diam seketika. "Bagus itu... berarti Pak Adnan tokcer."

Mereka bertiga cekikikan. Merasa senang jika benar istri majikannya hamil. Itu tandanya rumah ini akan semakin ramai dan kesibukan akan terus terjaga. Karena sebelum ini? Salah satu dari mereka terancam akan di berhentikan karena bagi Adnan pekerjaan rumah cukup di handle paling banyak dua orang saja sudah cukup. Namun, entah mengapa Beliau berubah pikiran. Hingga saat ini masih mempekerjakan mereka meskipun sudah lebih dari 8 tahun lamanya.

...🍂🍂🍂...

Keesokan harinya sebelum berangkat kerja, Zahra sibuk luar biasa. Isi lemari bahkan sampai dibongkar guna mencari pakaian yang pas untuk acara kondangan nanti. Walau dalam hati sebenarnya dia ingin memakai busana yang kembar dengan suaminya. Atau paling tidak senada tapi ia pahan situasi yang membuatnya hingga saat ini masih segan untuk bertindak dengan egonya.

"Duh, pakaianku masih banyak di rumah Abah. Kalau pulang dulu ke sana rada males."

Zahra menilik jam tangan, kedua matanya membulat, dan bibirnya beristigfar. Ia sudah cukup kesiangan untuk tetap di sini. Sehingga ia memilih memasukkan lagi pakaiannya dengan cepat kemudian berjalan cepat keluar.

Sepulang kerja, Zahra pergi ke butik kecil langganannya, memilih abaya yang elegan sopan, dan tak terlalu mencolok. Warna hitam dengan detail lipit halus di bagian lengan. Kerudung latte kesayangannya tetap ia pertahankan.

Di depan cermin butik itu ia termenung sesaat. Kenapa aku sebahagia ini hanya karena dia mengajakku pergi kondangan?

Wajar sih, karena selama ini meskipun Adnan terlihat baik tapi ada satu sisi dimana suaminya masih saja memberi jarak di antara mereka. Zahra juga paham, sulitnya menjadi istri kedua bagi pria yang di tinggal wafat istri pertamanya. Ia hanya terus menenangkan hatinya. Kalau cinta itu bisa tumbuh pelan-pelan…? Meskipun entah kapan momen itu datang.

...🌺🌺🌺...

Hari-H.

Sebenarnya, yang menghadiri acar ini bukan hanya mereka berdua saja. Tapi Papa dan Mama juga turut di undang. Adnan sengaja mengatur agar bertemu Papa dan Mama di lokasi. Sebab lokasi yang saling berlawanan arah. Mereka turun dari mobil hampir bersamaan. Mama langsung tersenyum lebar. Mendekati sang menantu yang berpenampilan sangat cantik malam ini dengan riasan yang tak berlebihan tapi sangat cocok untuknya.

“MasyaAllah, Zahra cantik sekali.”

Mama meraih tangan Zahra, lalu dengan sengaja menyelipkannya ke lengan Adnan. “Pegangan. Biar serasi.”

Zahra kaku, matanya melirik ke suaminya. Di sana, Adnan justru terlihat lebih kaku lagi. Namun ia tak menolak. Rahangnya sedikit mengeras, saat memaksa dirinya sendiri untuk membiarkan tangan istrinya melingkar di lengannya.

"Yuk, masuk..." ajak Papa. Yang sudah memberikan ruang untuk wanita yang ia nikahi berpuluh-puluh tahun berpegangan pada tanganya. Mama mendekat, dan langsung merespon kode keras suaminya. Mereka berdua berjalan lebih dulu.

Adnan menoleh ke arah Zahra. "Yuk..."

Perempuan itu mengangguk. Mereka masuk bersama. Dan baru beberapa langkah, Adnan tiba-tiba berhenti. Tatapannya terpaku ke satu arah.

Ibu Marwah?

Wajah itu membuat langkahnya terlepas begitu saja. Tangan Zahra yang tadi berada di lengannya perlahan dilepaskan tanpa kata. Zahra terkejut dengan itu. Dan jujur saja, ada sedikit sensasi seperti sebuah penghinaan. Tapi dia tidak bisa bereaksi apapun selain menahan diri dengan tubuh mematung di tempat. Sementara matanya tertuju pada suaminya yang justru meninggalkannya seorang diri. Dan mendekati seorang wanita paruh baya.

“Assalamu’alaikum, Ma…” suara Adnan berubah lebih lembut.

Wanita paruh baya itu terkejut. “Adnan?” Matanya berkaca-kaca. Ia langsung memeluk pria itu..

“Aduuuh, ka kangenku terhadapnya jadi sedikit terobati setelah lihat kamu." Mama Marwah menyentuh wajah berkarismatik itu dengan tatapan berkaca-kaca. "Terima kasih… kamu sudah mau dateng kesini.”

"Iya, Ma. Maaf, aku terlalu sibuk mengurus bisnis. Karena sekarang, Saya udah nggak kerja lagi. Tapi berusaha berdiri sendiri."

Mama Marwah tersenyum lebar. "Andaikan..." kata-katanya terhenti. Ia tahu, setelah dirinya yang amat kehilangan, ada Adanan yang bahkan lebih gila lagi setelah kepergian Marwah. Ia pun mengalihkan pembicaraan. “Mana istrimu?”

Adnan membisu. Sebenarnya ia sangat tidak enak hati karena harus menunjukkan istri barunya itu kepada sang ibu mertua.

"Nggak apa-apa. Kamu berhak bahagia Adnan. Ayo... mana istrimu? Mama ingin kenalan."

Pria itu menoleh singkat, lalu jari telunjuknya terangkat pelan keara Zahra.

Di tempat Zahra masih berdiri. Senyumnya ia perlihatkan semanis mungkin. Meski jantungnya seperti turun perlahan karena hal sepele tadi. Hingga pria itu memberi isyarat agar dirinya mendekat. Zahra pun melangkah kearah mereka. Yang tentunya, tetap dengan tersenyum hangat.

Ibu Marwah menatapnya lama, lalu meraih tangannya. “Cantiknya...”

"Terima kasih, Bu." Zahra hanya menjawab pelan.

"Saya Sari. Dulu saya adalah ibu mertua Adnan."

Bibir Zahra sedikit membulat, ia manggut-manggut. Ibu mertuanya masih secantik ini. Jadi terbayang almarhum secantik apa.

"kamu adalah orang yang beruntung. Karena telah di cintainya. Semoga kamu panjang umur, dan bisa memdampingi Adnan hingga kalian berdua menua bersama." Wanita pra-lansia itu terlihat berkaca-kaca. Mungkin karena ia jadi mengingat putrinya yang telah tiada. Tapi jujur saja ia bahagia. Ketika akhirnya sang menantu kini sudah beristri lagi. Setelah sebelumnya merasa bersalah pada sang besan. Karena telah menghancurkan kehidupan putranya paska di tingg oleh putrinya.

1
mbuh
ah nyesek Nyesek dah
pdhl mending khlngan suami drpd anak/Cry/
Ummu Muhammad
kak imut aku nangis bagian part faqih nolongin . tiba2 ke triger takut d poligami nuha .
falea sezi
laki dzalim. cerai aja zahra
picisan imut: 😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
♨ˢᶜ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄༅⃟𝐐🍁Henny❣️
itu lah Adnan atas kezholiman mu terhadap istrimu. kau tidak mau intropeksi diri
Anjellita
kamu akan menyesal seumur hidup mu adnan
Tata Hayuningtyas
pergi aja lah Zahra ngapain jg bertahan SM suami yg egois...buat Adnan menyesal
picisan imut: betul 😭
total 1 replies
♨ˢᶜ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄༅⃟𝐐🍁Henny❣️
itu lah akibatnya Adnan kau terlalu menzolimin istrimu. kau akan terus"an terkena musibah. Doa istri mu akan bikin kau menjadi sukses. tp kesuksesanmu ajan hancur klu kau menzolomin istrimu
Anjellita
astagrfirullah bener bener keterlaluan kamu adnan
semoga saja otor memberi kamu kesengsaraan dan penyesalan yang lebih dari kamu kehilangan istri pertamamu.
Ai Meysi
ya lebih baik gitu adnan..bukan aku mendukung perceraian..tapi jika terus di pertahankan malah menyakiti lebih baik di lepaskan..mungkin dengan gitu kamu dan Zahra bisa sama" mencari kebahagian sendiri..berarti kalo mau bercerai harus nunggu sampe lahirnya ya ka...
Susilawati
sdh Zahra nggak usah di kirimin lagi pesan atau pun foto, kayaknya si Adnan semakin menjadi2 dia merasa seolah2 kayak di kejar2 gitu sama cewek.
♨ˢᶜ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄༅⃟𝐐🍁Henny❣️
Sudah lah Zahra jangan kau nengemis spt itu. Adnan tak pantas kau buat spt itu. Diamkan saja
Susilawati
mau sampai kapan Zahra bertahan.
Susilawati
aku sdh menduga pasti Zahra nggak akan ngomong tentang rumah tangganya ke orang tua nya.
Susilawati
biar kan aja Adnan sikapnya kayak gitu, nanti kalo Zahra nya menyerah sama si Adnan, ntar kalo dia nyesal jgn mau kembali lagi sama dia Zahra.
Anjellita
zahra😭😭😭😭😭😭😭😭😭
♨ˢᶜ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄༅⃟𝐐🍁Henny❣️
ketidak pedulianmu Adnan terhadap istrimu akan menghancurkan kariermu.
Anjellita
duh gemezzz banget sama kelakuan Adnan ini,penget tak jewer ginjalnya deh.
Ai Meysi
tega nya dirimu adnan..aduh nyesek lah aku..kasian ma zahra/Scowl//Sob/
♨ˢᶜ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄༅⃟𝐐🍁Henny❣️
masih gemes ama Adnan. dah kapn aja Zahra laki kata gitu cuekin aja. ygbptg km dah izin
Anjellita
nyeseknya sampai sini😭😭😭kasihan kamu zahra jadi korban ke egoisan adnan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!