NovelToon NovelToon
V.I.P (KILL YOU)

V.I.P (KILL YOU)

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Mata-mata/Agen / TKP / Psikopat itu cintaku / Agen Wanita
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dae_Hwa

“Siapa pun yang masuk ke pulau ini ... tak akan pernah keluar dengan selamat.”

Pulau Darasila diduga menjadi markas penelitian bioteknologi terlarang. Bella, agen BIN yang menyamar sebagai dosen KKN, ditugaskan menyelidikinya. Namun sejak kedatangannya, Bella menemukan tanda-tanda ganjil bermunculan. Beberapa kali ia mendapati penduduk pulau memiliki tatto misterius yang sama persis dengan milik Edwin, suaminya. la pun mulai menduga-duga, mungkinkah sosok sang suami yang dulunya memiliki masa lalu kelam, kembali melakukan kesalahan dan turut terlibat dengan hal yang akan diselidikinya?

Misi Bella yang awalnya hanya soal penyelidikan, kini berubah menjadi perjuangan bertahan hidup. Karena siapa pun yang masuk ke Pulau Darasila tak akan pernah bisa keluar dengan selamat kecuali dengan satu syarat. Akankah Bella mampu menuntaskan misinya dan keluar hidup-hidup?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dae_Hwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

VIP16

Seorang pria bertubuh besar berjalan mengendap-endap bak pencuri. Di tangannya, sebuah kapak dengan ujung berkilat digenggam erat. Sedari tadi ia memantau adu jotos antara temannya dan seorang wanita dari balik dinding pos jaga.

‘Bodoh kali kau, bah! Masak kalah sama perempuan,’ makinya dalam hati.

Saat melihat kepala temannya dililit plastik wrap, ia menepuk jidat kesal.

‘Bikin malu kali. Macam tulang lunak kau bujang!’ umpatnya lagi.

Kini matanya tertuju pada tubuh Bella. Dari belakang, lekuknya tampak aduhai. Ia menelan kasar saliva, sudah lama ia tak bercocok tanam. Mungkin inilah waktunya, pikirnya.

‘Ah, hari ini lah rezeki ku. Kubuat mampus dulu betina ini daripada bikin repot. Habis itu, baru ku genjot puas-puas,’ batinnya penuh niat busuk. ‘Persetan lah, mau barang pesanan elit kek, apa kek, mana peduli aku. Yang penting, jhon mau nyapa dulu. Untuk elit, gampang lah itu, ku carikan yang laen.’

Pria berkepala plontos yang sudah berkali-kali menggauli mayat para wanita di pulau itu pun maju selangkah demi selangkah. Tepat saat berdiri di belakang Bella, ia mengayunkan kapak dengan cepat.

Namun Bella sudah menyadari kehadirannya sejak tadi. Dalam sepersekian detik, ia berbalik sambil menarik tubuh si gondrong dengan kasar ke depan. Posisi mereka bertukar—Bella melangkah mundur, sementara si gondrong terdorong tepat di jalur ayunan kapak.

KRAK!

Kepala si gondrong terbelah dua, otaknya berceceran.

Darah segar mengalir ke papan dermaga, menyusuri celah-celah kayu dan jatuh ke laut.

Menyadari aksinya gagal, si plontos kembali mengayunkan kapak. Bella lekas mendorong tubuh si gondrong ke arah lawannya dan melompat menghindar. Namun, pria itu lebih cepat—kakinya menerjang pinggang Bella dengan brutal.

BRUGH!

Bella tumbang di atas papan dermaga. Saat kapak kembali diayunkan ke arahnya, ia berguling menjauh, papan kayu berdecit di bawah tubuhnya.

KRAK!

KRAK!

KRAK!

“Bangsat!” geram si plontos ketika ayunan kapaknya terus meleset, hanya menghantam papan dermaga yang mulai retak.

Ayunan terakhir nyaris mengenai kepala Bella, untungnya perempuan itu gesit menahan gagang kapak dengan kedua tangan. Si plontos tak menyerah, ia menekan semakin kuat, tangan mereka sama-sama bergetar saling dorong.

Si plontos menyeringai, napasnya memburu, urat leher menegang.

“Heh, Binal! Makan apa kau? Kok kuat kali tenaga kau?! Ngeri-ngeri kali tenaga perempuan jaman sekarang, bah,” sungut si plontos.

Sudut bibir Bella terangkat. “Empat sehat lima sempurna.”

DUGH!

“AARGGHHH! ANJ*EEEEENG!”

Si plontos berguling-guling sambil menjerit histeris, biji mungil di dalam kolor terasa remuk di terjang Bella dengan dengkul. Tubuh besar itu sampai menggeliat, meriang menahan ngilu.

Bella lekas bangkit, meraih kapak yang tergeletak di atas papan retak. Langkahnya mantap saat mendekati si plontos yang masih terkapar dan berusaha merangkak menjauh dengan sisa tenaga.

“Sekarang giliranmu, Botak.” Bella mengayunkan kapak dengan mantap.

KRAK!

Tebasan pertama tepat mengenai leher si plontos, darah segar menyembur bak air pancur.

KRAK!

Bella kembali menebas, tanpa ragu.

KRAK!

Tebasan terakhir memisahkan kepala sang lawan dari raganya. Tubuh besar itu ambruk, tak lagi bergerak. Kepala plontos bergelinding hingga tercebur ke laut.

Dua rekan Abirama yang sudah sadarkan diri sejak lima menit lalu, tersentak-sentak di atas troli. Mata mereka membelalak, tubuh gemetar menyaksikan kengerian yang terpampang di hadapan. Pemandangan tadi merupakan pengalaman pertama yang paling menyeramkan di dalam hidup mereka.

“Kalian okay?” tanya Bella sambil memutus tali yang mengikat tangan keduanya.

Mereka mengangguk serentak.

Bella mengulurkan kedua tangan, membantu mereka bangkit.

“T-terima kasih,” ucap mereka gugup.

“Pistol kalian?” Bela menelisik sekeliling pinggang Dito dan Haris.

Dua pria bertubuh tegap itu meraba pinggang masing-masing, lalu saling pandang. Wajah mereka pias seketika.

“Sepertinya sudah disingkirkan oleh dua pria ini saat kami pingsan,” jawab Dito dengan rahang mengeras.

Bella berdecak pelan. Pandangannya menyapu dermaga yang kini dipenuhi noda darah dan serpihan papan kayu, sebelum akhirnya jatuh pada tas hitam miliknya yang tergeletak tak jauh dari sana. Ia melangkah mendekat, meraihnya, lalu merogoh bagian dalam tanpa ragu.

Ia mengeluarkan dua bungkusan hitam berisi dua benda bulat dingin, lalu menyodorkannya masing-masing ke tangan Dito dan Haris.

“Ambil ini. Untuk berjaga-jaga,” ucapnya datar. “Gunakan di saat benar-benar genting.”

Haris menatap benda di tangannya, alisnya berkerut. “Apa ini?”

“Granat.”

*

*

*

1
Sriwahyuu
cepat sembuh author kesayangan kami😍
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
amiinnnn
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
jadi sedih otor. semoga ga ada yang bahaya yah. cepat sembuh dan pulih.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
belum taaauuuuu dia
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
izzz jabir kalilah kau babang.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
dasar si babang, masih aja nakal
Anna
Cepet pulih mentor terbaikk kuhhhh, mau selama apapun Anda hiastus. Saya akan tetap setia menunggu 🫶
Anna
Dinda heyyyy tolong. Bahkan Mas Edwin saja di bikin semapot tanpa menyentuh ama Mbak Bella. 🤣
Anna
Definisi peduli tapi gengsi🫢🤣
jay naomi
semoga cepat sembuh semangat othor q.
Wenty Lucia Wardhani
cepat sehat author kesayangan....🥰🥰🥰
youyouen Rahayu
syafakillah kak semg ALLAH mengangkat segala penyakit kak author,diberikan kesehatan seperti semua dn bisa berkarya lagi,love you kak author semngtt sellu yaaa akn ku nanti setiap upnya,dengan sesabar mungkn,maaf ya kak author kalau aku sellu mengintip trs🙈🙈 di cerita ini.
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
😂😂
CallmeArin
semoga segera di angkat penyakitnya Thor 🤲🏻
Sayuri
aamiin ya Allah 🥺
Sayuri
y Allah kget q :(
k dehwa lekas sembuh 😩
Sayuri
kmu blm tw ja bu bella gmn din.. klo tau, bs trcngang
Sayuri
yg hcker kpal selam itu y tor?
Sayuri
/Joyful/
Sayuri
ber berbagi apa papa ed?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!