NovelToon NovelToon
CINTA KEDUA DI RUMAH MEWAH

CINTA KEDUA DI RUMAH MEWAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / CEO / Romantis / Cinta setelah menikah / Pengasuh
Popularitas:27.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Di balik dinding rumah mewah yang megah dan sunyi, seorang pelayan perempuan menjalani hari-harinya dengan setia dan penuh kesederhanaan. Ia tak pernah menyangka, kehadirannya yang hangat justru menjadi pelipur lara bagi sang majikan. seorang pria mapan yang terjebak dalam kesepian pernikahan.

Sang majikan memiliki istri cantik dan sukses, seorang model terkenal yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar negeri demi karier gemilangnya. Rumah megah itu pun berubah menjadi tempat yang dingin, tanpa cinta dan kehangatan.

Dari percakapan singkat hingga perhatian kecil yang tulus, benih-benih perasaan terlarang tumbuh tanpa disadari. Di antara kesepian, status, dan batasan moral, cinta kedua itu hadir menguji kesetiaan, nurani, dan pilihan hidup yang tak lagi sederhana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 TANGISAN SARI.

Langit sore meredup perlahan, menurunkan bayangan panjang di dalam rumah besar itu. Suasana hening terlalu hening seolah dinding-dinding rumah ikut menyimpan napas.

Ammar berdiri di ambang pintu kamar Queen.

Putri kecilnya tertidur pulas di ranjang mungil dengan boneka beruang yang dipeluk erat. Wajah polos itu tampak damai, jauh dari badai yang mengamuk di dunia orang dewasa.

Di sisi ranjang, Sari berjongkok, membereskan mainan Queen satu per satu dengan gerakan pelan agar tak membangunkan sang nona kecil. Rambutnya tergerai

sederhana, wajahnya lelah namun tetap lembut.

Langkah kaki Ammar yang tiba-tiba membuat Sari terkejut.

“T-Tuan,” sapa Sari cepat, menunduk sopan.

Tatapan Ammar singgah sebentar pada Sari, lalu kembali ke Queen.

“Lanjutkan,” ucapnya singkat, suaranya datar.

Sari mengangguk, kembali merapikan mainan. Ammar hanya berdiri beberapa detik, menatap putrinya seakan ingin menghafal setiap detail wajah itu sebelum akhirnya berbalik dan pergi.

Pintu kamar Queen tertutup pelan. Dan bersama itu, hati Ammar kembali runtuh.

Mini bar menjadi pelariannya. Lampu temaram menyinari botol-botol minuman yang tersusun rapi. Ammar menuang minuman beralkohol ke dalam gelas tanpa berpikir panjang.

Satu tegukan.

Lalu satu lagi.

Tak ada hangat, tak ada lega hanya rasa pahit yang semakin menebal.

Setiap tegukan membawa wajah Sabrina ke benaknya.

Istrinya yang semakin jauh.

Telepon yang tak pernah diangkat. Pesan yang tak pernah dibalas. Dan suara ibu mertuanya yang selalu menjadi penghalang.

“Aku tidak pernah melarangmu berkarier…” gumam

Ammar lirih, menatap pantulan wajahnya di kaca. “Aku hanya ingin kamu ingat… kamu istri. Kamu ibu.”

Namun rumah ini terlalu sepi untuk seorang suami.

Dan terlalu sunyi untuk seorang ayah.

Ammar menenggak minumannya lagi, kali ini lebih banyak. Kepalanya mulai ringan, langkahnya goyah.

Ia meninggalkan mini bar dengan tubuh sempoyongan, menaiki tangga tanpa benar-benar sadar arah.

Di lantai atas, Sari baru saja keluar dari kamar Queen. Ia berniat kembali ke dapur ketika melihat sosok

Ammar hampir kehilangan keseimbangan di tangga.

“Tuan!” Sari refleks berlari, menahan tubuh Ammar sebelum jatuh.

Tubuh Ammar berat. Aroma alkohol menyeruak.

“Maaf, Tuan… Anda baik-baik saja?” tanya Sari panik.

Ammar menatapnya tatapan yang berbeda dari biasanya. Tidak sedingin biasanya. Tidak setegas biasanya.

Kosong. Dan terluka.

Senyum kecil terbit di bibir Ammar, senyum yang

membuat Sari merinding tanpa tahu sebabnya.

“Kau…” Ammar bergumam, suaranya serak.

Sari bingung. Ia hanya tahu satu hal Tuan Ammar tidak dalam kondisi baik.

“Biar saya antar ke kamar, Tuan,” ucap Sari pelan.

Ammar tidak menolak. Dengan susah payah, Sari menuntunnya masuk ke kamar utama. Ia membantu Ammar duduk di tepi ranjang, lalu menanggalkan sepatu dan meluruskan tubuhnya agar berbaring dengan nyaman.

“Tuan, istirahatlah,” kata Sari, hendak pergi.

Namun tiba-tiba...

Tangan Ammar mencengkeram pergelangan tangannya.

Sari terkejut. “T-Tuan…?” suaranya bergetar.

Ammar bangkit setengah, menarik Sari mendekat. Wajahnya terlalu dekat. Napasnya berat.

“Sabrina…” bisiknya lirih, seolah melihat orang lain di hadapannya.

Hati Sari mencelos.

“Tuan, Anda salah…” Sari mencoba menarik diri, air mata mulai menggenang. “Saya Sari…”

Namun genggaman Ammar menguat. Kepalanya dipenuhi emosi yang tak terkendali kesepian, kemarahan, kekecewaan semuanya bercampur menjadi satu.

Sari menangis, berusaha melepaskan diri, memanggil dengan suara tertahan.

" Tuan, saya mohon jangan hiks.. "

" Aku sangat merindukanmu sayang.. " Ammar mengecup bibir ranum sari dengan penuh gairah.

Tidak hanya kecupan Ammar juga memaksa membuka kancing pakain sari sehingga terjadilah perenggutan paksa...

Di balik pintu kamar yang tertutup, malam menelan segalanya. kesucian yang selama ini sari jaga telah sirna begitu saja.

#SKIP

Waktu berlalu tanpa ampun. Ketika kesadaran perlahan kembali, Ammar membuka mata dengan kepala berdenyut hebat.

Langit-langit kamar tampak asing atau justru terlalu familiar. Ia menggerakkan tubuhnya sedikit… lalu berhenti.

Ada seseorang di sampingnya. Ammar menoleh.

Sari.

Tubuh Sari terbaring menyamping, setengah tertutup selimut. Wajahnya pucat, mata sembab, sisa air mata mengering di pipinya.

Dunia Ammar seakan runtuh dalam sekejap. Ingatan malam tadi datang menghantam terpotong, kabur, namun cukup jelas untuk membuat jantungnya berhenti berdetak.

“Apa… yang telah aku lakukan…?” bisiknya gemetar.

Tangannya bergetar hebat. Dadanya sesak. Untuk pertama kalinya dalam hidup

Ammar Abraham merasa takut pada dirinya sendiri.

Dan pagi itu, ia sadar… Tak ada lagi yang bisa kembali seperti semula.

1
💗 AR Althafunisa 💗
Kaya-kaya koq bisa dimanfaatkan begitu, kagak ada ketenangan, kagak ada kehangatan. Sepi seakan tak punya istri kalau begitu, kenapa ga cerai aja sih 😬
ollyooliver🍌🥒🍆
saranku sih pangggil mama aja, soalnya kalau anak sari lahir, trus panggil ammar papa dan sari bunda jatohnya kek.. anaknya sari juga anak tiri/anak angkat karna mengikuti panggilan queen.
Yatiek Widhodho
lanjut thorr
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
selamat ya Sari..
Felycia R. Fernandez
jadi ingat nge liwet dengan teman2 kerja🤍
Felycia R. Fernandez
aku laper jadinya 🤤😆😆😆
Felycia R. Fernandez
mas Ammar donk,masa panggil nama aja
Felycia R. Fernandez
Tetiba membuat nya berdua,eeeh yang salah cuma Ammar sendiri 🤣🤣🤣🤣
gak adil ya Mar...
semangat Mar...
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤦‍♀️😭😭😭😭
Reni Anjarwani
makin seru thor
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Queen kamu akan punya bunda🥰🥰
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
yeaaayyy queen punya bunda🥰🥰
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Felycia R. Fernandez
biang kerok,gak bisa nahan nafsu🤬
Felycia R. Fernandez
ikutan 😭😭😭😭😭😭😭
Felycia R. Fernandez
ini datang karena Queen rindu atau sekaligus melamar Sari
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
😥😥😥😥😥😥
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
semoga keluarga Ammar benar² menerima Sari..
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
yang kuat ya Sari...
Sweetie blue
Sejauh ini yang aku baca ada pesan yang di taman dalam cerita ini.

jika sudah memiliki suami sebisa mungkin diam di rumah. ngurus suami, anak dan juga rumah. jangan banyak gaya ingin kerja di luar dan mengabaikan kewajiban seorang istri.

kalo semuanya harmonis maka semuanya akan berakhir bahagia terutama restu orang tua. 😍😍

Mudah-mudahan happy ending ya cerita nya thour.. semangat berkaya💪💪💪😍😍😍
Felycia R. Fernandez: Sebenarnya gak gtu juga kk,
istri bole bekerja,aku juga bekerja.cuma kita juga harus ingat kewajiban kita sebagai istri dan ibu.
Sabrina diijinkan Ammar kerja tapi dia kebablasan,malah mentingin kerjaaan dari suami dan anak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!