NovelToon NovelToon
Kenapa Harus Aku

Kenapa Harus Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Wanita Karir / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Romansa / Konflik etika
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vanillastrawberry

Meski tidak di awali dengan baik, bahkan sangat jauh dari pernikahan impian nya. sejak kalimat akad di lantunkan, saat itu ia bersumpah untuk mencintai suami nya, bahkan dalam keadaan terburuk sekalipun.
Tanpa Arina tau kalau detik itu juga ia dengan sadar membakar hidup nya, dunia nya bahkan cinta nya dengan perihnya api neraka pernikahan .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanillastrawberry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tidak sesuai rencana

" Astaghfirullah!" Arina terkejut begitu ia membuka pintu, Alvian sudah menjulang di depannya, tatapan yang tak pernah ramah sudah terlalu biasa bagi Arina

Tapi tetap saja kemunculan nya yang tiba-tiba membuat nya terlonjak kaget. Ada yang aneh, ia bahkan sudah lupa kapan terakhir kalinya Alvian membuka pintu kamar nya dengan beringas seperti awal-awal ia datang ke rumah ini.

Kalau tidak salah ingat, setelah Alvian berniat mengerjai nya untuk membersihkan rumah ini sendirian setelah acara akad nikah mereka, ya walaupun gagal. Pria itu sudah tidak pernah asal masuk lagi ke kamar nya. Baguslah, setidaknya Alvian mengerti batasan di antara mereka.

" ada apa?" Arina memasang wajah datar, ia masih kesal karena di tuduh ingin mencelakai Tania.

"cepat masak! Riska ingin sarapan bubur Ayam."

Meski tanpa disuruh pun Arina terbiasa bangun pagi untuk membantu Desi membuatkan Alvian sarapan, ia sama sekali tidak keberatan masak setiap hari karena itu memang tugas nya melayani suami, tapi kalau untuk masakin Raisa kenapa ia sangat tidak rela.

Ternyata wanita itu ada di sini? Hhhh, sepagi ini? Takut banget laki nya gue ambil. Tapi, apa masalah nya, meskipun Alvian pacar nya tapi kan dia suami gue. Enak aja mau jadiin gue jongos nya.

" suruh Desi aja!" tiba-tiba mood nya untuk masak menguap seketika, di sini dialah istri nya, jadi wajar kan kalau dia menolak melayani ' pacar ' suami nya

Arina berbalik untuk masuk ke kamar, namun langkahnya berhenti begitu Alvian mengatakan sesuatu yang tidak di sangkanya." Desi aku pindah ke rumah utama, kamu aja yang masak!"

Setelah menghela napas panjang, Arina kembali berbalik menatap Alvian." kalau gitu kamu mau sarapan apa?"

" apa aja."

Arina mengangguk lalu melangkah menuju dapur, dimana wanita itu? Kenapa di ruang tamu tidak ada." kalau begitu aku masak apapun kecuali bubur ayam." ujarnya setelah memutus atensi dari ruang tamu.

" apa kamu tuli? Aku minta buatkan bubur ayam untuk Riska!" Alvian mengikuti langkahnya karena kesal mendengar penolakan Arina.

" aku tidak mau!"

" jangan kurang ajar kamu Arina! Aku ini suami mu, jangan pernah membantah ucapan suami kalau tidak mau dosa!"

Suami? Sejak kapan Alvian menganggap dirinya sebagai seorang suami!

" Aku tau, karena itu aku hanya mau masak untuk suami ku!"

" Arina!" Si pemilik nama memutar bola matanya malas sebelum berbalik menatap Alvian. Enak aja, udah nggak pulang berhari-hari datang-datang malah mau jadiin Arina jongos untuk wanita lain, mana niat banget lagi mau ngerjain dia dengan memindahkan Desi ke rumah utama.

" Apa!"

Alvian menghela napas kesal, ia tampak malas untuk bertengkar pagi ini." Riska sakit, kamu nggak ngerti adab kepada tamu?"

" kalau sakit ya ke rumah sakit, kenapa kesini!"

" kamu__" Alvian meraup wajah nya kasar." cukup ya Arina, aku nggak mau di tawar, sekarang juga kamu buatkan bubur ayam, lalu bawa ke kamar ku!" tanpa mau mendengar pemberontakan Arina lagi, Alvian bergegas naik ke kamar nya.

Arina mendengus kesal, lalu menghentakkan kakinya sebelum melangkah menuju dapur, males banget sebenarnya, tapi dari pada dia telat kerja karena harus berdebat dulu dengan Alvian, mau tidak mau akhirnya dia mengalah juga.

Setelah selesai dengan urusan dapur, Arina mengantarkan dulu bubur ayam pesanan nyonya meneer itu sebelum bersiap-siap untuk berangkat kekantor.

Pintu kamar Alvian setengah terbuka, mungkin dia sengaja agar Arina tidak usah mengetuk pintu lagi. Baguslah! jadi dia tidak usah repot-repot mengetuk pintu karena tangannya sedang penuh dengan nampan besar.

Namun, betapa terkejutnya dirinya, begitu pintu di buka hal pertama kali yang di lihatnya adalah Riska yang berada di atas pangkuan Alvian, mereka tengah berciuman panas sehingga suara kecipak mulut keduanya terdengar begitu menjijikkan.

Ada rasa sakit yang menghantam dadanya, seperti luka yang sengaja di siram oleh air garam, apapun posisinya di hati Alvian, tidak bisakah laki-laki itu menjaga perasaan nya sebagai seorang istri.

Secuil pun tidak ada keinginan Arina untuk diperlakukan layaknya seorang istri sesungguhnya, mengingat atas dasar apa Alvian menikahi nya. Tapi melihat laki-laki yang berstatus sebagai suaminya berciuman dengan wanita lain di depan mata kepalanya sendiri memang terasa begitu menyakitkan, ini adalah penghinaan terbesar di sepanjang sejarah hidupnya.

Arina berdehem menginterupsi, " kalau mau berbuat maksiat, di tutup dulu dong pintunya." meski dadanya bergemuruh menahan amarah yang memuncak, Arina berhasil bersikap biasa saja layaknya melihat sesuatu yang biasa.

Kedua manusia yang lupa daratan itu lantas mengurai penyatuan bibir mereka, Ada seringai di bibir Riska, sedang Alvian bersikap biasa saja seperti hal yang dia lakukan memang hal yang wajar.

Setelah meletakkan nampan di atas meja dengan sikap yang sangat tenang. Arina lantas melenggang keluar tanpa memperdulikan dua makhluk yang tidak tau malu itu.

" eh ada Arina, kamu pasti nggak pernah ya berciuman seperti itu dengan Al, kasian banget di nikahi tapi tidak di anggap." Riska mencoba memprovokasi nya, bahkan dia dengan sengaja tidak turun dari pangkuan Alvian seakan mempertegas posisi nya di depan Arina.

Arina menghentikan langkah, lalu tersenyum tipis tanpa berbalik, Rasanya tidak sudi matanya kembali terkontaminasi perbuatan menjijikan mereka. " masih mending aku di nikahi. Lah, kamu udah di pakai berulang kali tapi masih nggak di beri status. Heran, jaman sekarang orang jadi jalang kok bangga banget!"

" kamu___!" Riska sudah bersiap untuk mengejar Arina yang akan melenggang pergi, namun Alvian menahan pinggangnya lalu kembali mencium nya dengan brutal. Tidak mau membiarkan dirinya di injak-injak lebih lama lagi, Arina segera pergi begitu telinganya kembali mendengar kecipak mulut mereka berdua.

Amarah yang sempat tersulut kembali mereda, hatinya bersorak penuh kemenangan karena bagaimanapun dirinya jauh lebih berarti dari pada Arina.

Mereka kembali berciuman panas, jari-jari lentik Riska menari-nari di dada Alvian, sepanjang mereka bersama, inilah kali pertama mereka berciuman di dalam kamar, Riska tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, ia akan membuat Alvian melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar ciuman, dengan begitu ia yakin Alvian tidak akan pernah meninggalkan nya karena dia akan selalu dalam kendalinya.

Riska terus memberikan servis terbaik milik nya untuk membuat Alvian lupa diri, di sentuhnya seluruh titik sensitif Alvian, ia tak menyia-nyiakan kesempatan begitu Alvian mengungkungnya.

Bibirnya terus mengeluarkan suara sensual begitu tangan Alvian meraba puncak dadanya. Tapi, ia harus menelan kekecewaan saat Alvian tiba-tiba mengurai keintiman di antara mereka. Tubuhnya merasa kehilangan begitu Alvian menjauh dari nya.

Jujur saja, dalam situasi seperti ini naluri kelaki-lakiannya memang sempat terpancing, tapi ekspresi Arina yang terlampau biasa, membuat hasrat nya menurun seketika.

Harusnya tidak seperti ini, meskipun tidak ada cinta di antara mereka, seharusnya Arina tetap merasa tersinggung dengan penghinaan yang ia lakukan secara terang-terangan. Bukannya diam seakan memang tidak ada apa-apa di antara mereka

" Al kamu apa-apaan sih!" protes nya tidak terima.

" maaf Ris, aku nggak bisa" Alvian menggeleng membuat amarah Riska tersulut seketika. Wanita itu menggeram frustasi.

" kamu nggak bisa gitu dong, aku sudah terlanjur seperti ini!" pekik nya tidak terima.

" ini di luar rencana kita, aku tidak mau merusak mu sebelum kita resmi menikah."

Riska mengumpat dalam hati, selalu hal itu yang menjadi alasan Alvian tidak mau menyentuhnya.

" aku nggak apa-apa Al, i'm oke, aku yakin kamu pasti akan tanggung jawab."

Alvian kembali menggeleng membuat amarah Riska semakin tak terkendali, dadanya naik turun karena berusaha menahannya, ia tidak mau Arina mengolok nya karena mendengar apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka.

" sekarang sebaiknya kamu pulang, tenangkan diri kamu"

Riska mendengus, ia menyambar tas nya dengan kasar lalu melangkah pergi begitu saja.

1
Tulisan_nic
hmmmm sakit hati banget sih🥹
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
kan baru dibilangin
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
awas loh.. nanti ada yang mikir aneh²🙏🤭
j_ryuka
bagus
Mentariz
Good girl! Kusuka gayamu 😄
Mentariz
Idih sok beralasan luuu kelaut aja lu sono
Panda%Sya🐼
Habislah kalau di suruh nikah😆
Panda%Sya🐼
Lumrah manusia ini. Setiap kali ada hal darurat, pasti ponselnya lowbet atau gak ada jaringan
Blueberry Solenne
Bener, semua harus ke handle, dan harus mengutamakan pekerjaan utama, semangat ya Arina!
Blueberry Solenne
Ya ampun gemesnya yang lagi kasmaran, cuit cuit... 😁
HOPEN
😢😢
Kim Umai
wajar sih gak mau ketemu
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
paling benci sama cowok selingkuh
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
bukan kesalahan kamu Arina jangan merasa bersalah
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
waalaikumsalam
j_ryuka
kamu gak salah, tapi waktu yang membuatnya ini harus terjadi
Tulisan_nic
Aduh, tapi ya gimana ya. Sebagai posisi korban aku rasa juga wajar kalau begitu
Tulisan_nic
banyak juga kornanya
Tulisan_nic: korban🥲
total 1 replies
Panda%Sya🐼
Yang sabar Rin/Sob/
Panda%Sya🐼
Hmm selingkuh lagi ini/Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!