NovelToon NovelToon
Visionaries Of The Sacred

Visionaries Of The Sacred

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Slice of Life / Keluarga / Action / Persahabatan / Fantasi / Tamat
Popularitas:176
Nilai: 5
Nama Author: Nakuho

menceritakan sang pangeran bernama iglesias Lucyfer seorang pangeran yang manja dan kekanak-kanakan suatu hari dia dan kakak perempuan Lucyfer iglesias Elice ingin menjadi penyihir high magnus dan bertahun tahun berlalu di mana saat sang kakak kembali lagi ke kerajaan vantier Elice berubah pesat dan menjadi sangat dingin, perfeksionis,fokus dan tak peduli dengan siapapun bahkan Elice malah menantang sang adik dan bertarung dengan sang adik tetapi sang adik tak bisa apa apa dan kalah dalam satu teknik sihir Elice,dan Elice mulai menyadarkan Lucyfer kalau penyihir seperti nya tak akan berkembang dan membuat lucyfer tetap di sana selama nya dan sang adik tak menyerah dia ke akademi yang sama seperti kakak nya dan mulai bertekad menjadi high magnus dan ingin membuktikan kalau diri nya sendiri bisa jadi high magnus tanpa kakak nya dan Lucyfer akan berjuang menjadi yang terhebat dengan 15 teman teman nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8 high magnus yang terpilih

Di sebuah gedung agung yang menjulang tinggi—Gedung High Magnus—marmer putih berlapis sihir memantulkan cahaya redup dari langit senja.

Pilar-pilar raksasa berdiri kokoh, seolah menopang keseimbangan dunia sihir itu sendiri.

Langkah kaki terdengar pelan namun pasti.

Elice Iglesias berjalan menyusuri aula utama dengan kepala tegak.

Rambut putih lurusnya tergerai indah di punggung, berkilau samar.

Mata merahnya tajam, dingin, dan penuh perhitungan—tatapan seseorang yang terbiasa memutuskan hidup dan mati.

Ia duduk di kursinya.

Di sekelilingnya, tersusun bangku melingkar—kursi untuk delapan High Magnus terkuat generasi ini.

Namun saat ini, hanya dirinya yang telah hadir.

Tak lama kemudian, pintu besar menuju Gedung high magnus terbuka.

Tujuh aura berbeda masuk bersamaan.

Mereka adalah monster-monster dunia sihir.

Wajah sangat putih dan bening, seperti porselen

Rambut hitam panjang, diikat dengan pita di belakang

matanya tertutup atau kosong tanpa fokus karena seorang yang tunanetra

Tubuh tinggi, ramping, dan anggun

Memakai gaun putih sederhana dengan mantel tipis putih keabu-abuan

Selalu membawa biwa sebagai alat penyalur sihir

Gerakannya lembut seperti penari atau musisi klasik

Dialah Seraphina Lyricelle — High Magnus of Sound.

Ia memetik biwa yang dibawanya dengan senyum tipis.

“Nahh… kami datang, Nona Elice,” ucapnya santai, seolah sedang menghadiri pertemuan biasa.

Suasana langsung pecah oleh teriakan kasar.

Wajah tegas dan galak, dengan ekspresi keras seperti selalu siap menantang siapa pun

Rambut merah-blonde, terlihat panas dan liar Mata merah seperti api, dengan pupil bermotif nyala—memberi kesan kekuatan membara

dan memakai sepasang anting berbentuk api di kanan dan kiri

Pakaian outfit tempur elegan warna hangat, desain tajam, terlihat seperti prajurit elit

Postur atletis dan siap bergerak, bahu terbuka, berdiri mantap

Ignavia Roestra — High Magnus api.

“OIII, KAPTEN!” teriaknya.

“Apa-apaan ini? Ngapain repot-repot rapat?”

“Kalau ada masalah, hancurkan saja kotanya! Bakar semuanya!”

Aura panasnya membuat udara bergetar.

Rambut putih keperakan, potongan wolf cut agak berantakan

Wajah tampan dingin, garis tegas, jarang menunjukkan emosi

Mata hitam pekat, terasa seperti menilai orang, bukan melihat

Memakai mantel panjang merah darah dengan bagian dalam hitam

Kemeja dan celana hitam rapi, gaya elegan tapi mengintimidasi

Satu anting tetesan darah di telinga kiri — simbol khasnya

Postur tinggi ramping, gerakan tenang seperti penguasa

Matanya tajam—seolah bisa menguliti lawan.

Vermila Serguire — High Magnus darah

“Ignavia,” ucapnya datar.

“Tahan emosimu.”

“Kita belum tahu apa yang akan disampaikan kapten.”

Ignavia mendecak, namun diam.

Wajah: manis dan ekspresif, mudah terlihat ceria atau dramatis

Rambut: biru tua dengan sedikit helai putih sebagai aksen

Mata: biru tua dengan lingkar putih kecil di pupil, memberi kesan unik dan berkilau

Topi: topi biru gaya pesulap, jadi ciri khas visualnya

Pakaian: outfit biru tua agak gelap, memakai rok pendek dengan hiasan gantungan emas

Postur: pendek tapi anggun, langkahnya ringan

Aura: manis, ceria, dan sedikit teatrikal, bikin orang gampang tertarik

Nerissa Amphira — High Magnus ikan ikan sihir.

“Hei, kapten~” katanya ceria.

“Aku malas sebenarnya datang ke sini, tapi kelihatannya seru.”

“Jadi rapat apa nih?”

Wajah tajam dan serius, tapi sebenarnya terlihat kalem dan tertutup

Rambut coklat, sedikit acak-acakan seperti orang yang jarang peduli gaya

Mata hitam tenang, memandang dunia dengan sikap observatif

Pakaian seragam akademi dengan dasi, rapi tapi sederhana

Postur normal dan tidak mencolok, lebih suka berdiri di pinggir

Daziel Harmonis — High Magnus pasir.

Ia tidak berkata apa-apa.

Wajah tenang dan tajam, dengan tatapan

Rambut kuning dengan sedikit acak acakan

Mata kuning jernih, terasa analitis

Kacamata memberi kesan cerdas dan fokus

Pakaian seragam akademi dengan dasi, rapi dan sederhana

Postur tinggi dan tegap, jarang bergerak tanpa alasan

Ciri unik 10 bola kuning melayang dan berputar pelan di belakangnya

Julian Bernhard — High Magnus bola sihir.

“Kapten Elice,” katanya santai.

“Kau benar-benar cekatan.”

“Tragedi itu sekarang sudah berskala nasional.”

Bola-bola sihir di belakangnya berputar lebih cepat.

Wajah imut dan ekspresif, dengan senyum yang sering terlihat misterius

Rambut ungu, dengan satu sisi wajah tertutup rambut

Postur ramping dan lincah, gerakannya ringan

Selalu membawa palu dan boneka kelinci

Gaya terlihat lucu dan ceria, tapi ada kesan aneh dan tidak terduga

Violet Zhinchad — High Magnus Boneka Kutukan.

“Kapten…” ucapnya lembut.

“Apakah ini soal tragedi saat itu?”

Elice berdiri.

Ia membungkuk sedikit—sebuah gestur langka dari seseorang selevel dirinya—lalu menatap mereka satu per satu.

“Benar,” ucapnya dingin, suaranya menusuk ruangan.

“Kalian dikumpulkan karena ini penting.”

Ia menarik napas pelan.

“Salah satu tahanan penyihir abnormal… telah kabur.”

Keheningan jatuh.

“Tahanan itu berada di Penjara Tingkat Dua Belas,” lanjut Elice.

“Penjara dengan pengamanan tertinggi.”

“Sihirnya telah disegel sepenuhnya.”

Tatapan Elice mengeras.

“Namun ia tetap berhasil kabur,”

“Tidak, bukan ia, tapi lebih tepat nya mereka.”

Beberapa High Magnus langsung berubah ekspresi.

“Itulah yang ingin kita diskusikan.”

Di tempat lain—di antara pilar-pilar raksasa yang bahkan High Magnus jarang menginjakkan kaki—

Seorang pemuda duduk sendirian di sebuah singgasana.

Usianya muda, sekitar dua puluh tahun.

Wajah tenang dan sangat sangat lembut sekali

Rambut hitam yang lurus dan rapi

Postur yang selalu duduk di singgasana itu

Itu adalah kursi pemimpin tertinggi High Magnus.

Adam Zapata.

Ia tersenyum tipis.

“Hm… anak-anak,” ucapnya pelan.

“Mereka mulai bergerak.”

Tangannya bertumpu di sandaran singgasana.

“Kalian harus berhati-hati,” lanjutnya lembut.

“Karena Kai juga mulai bergerak.”

“Dan jika dibiarkan…”

Matanya menyipit.

“Bisa saja ada korban dari manipulasi mereka.”

Udara di ruangan itu terasa berat.

Perang dunia sihir…

Telah mulai bergerak dari balik bayangan.

1
Villiante
saya selaku author novel ini minta maaf buat yang baca sampai di chapter 39 saja kalau mau lanjutan nya ke arc ujian high magnus nya ya karena saya mencoba hapus chapter 40 sampai 60 nya ini namun nampak nya tak bisa

sekali lagi saya minta maaf
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!