NovelToon NovelToon
Dari Putri Terbuang Jadi Permaisuri

Dari Putri Terbuang Jadi Permaisuri

Status: tamat
Genre:Ruang Ajaib / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Konflik etika / Obsesi / Tamat
Popularitas:602.6k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Ketika Ling Xi menjadi putri yang tak dianggap di keluarga, lalu tersakiti dengan laki-laki yang dicintai, apalagi yang harus dia perbuat kalau bukan bangkit? Terlebih Ling mendapatkan ruang ajaib sebagai balas budi dari seekor ular yang pernah dia tolong sewaktu kecil. Dia pergunakan itu untuk membalas dan juga melindungi dirinya.

Pada suatu moment dimana Ling sudah bisa membuang rasa cintanya pada Jian Li, Ling Xi terpaksa mengikuti sayembara menikahi Kaisar kejam tidak kenal ampun. Salah sedikit, habislah nyawa. Dan ketika Ling Xi mengambil sayembara itu, justru Jian Li datang lagi kepadanya membawa segenap penyesalan.

Apakah Ling akan terus bersama Kaisar, atau malah kembali ke pelukan laki-laki yang sudah banyak menyakitinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengapa Ling Xi Sedingin Ini?

Kenapa aku begitu bodoh, sampai baru menyadari bahwa Xiu Ying memiliki sifat seperti itu. Aku tahu, dari wajahnya ia sedang menahan mual dan jijik.

Namun ada kebodohan yang jauh lebih besar daripada itu. Bisa-bisanya Jian Li menyakiti cinta sejatinya sendiri, hanya demi wanita manipulatif seperti Xiu Ying. Semua karena tertukar, karena ia terlalu percaya pada informasi yang salah. Dan kini ia hanya bisa merutuki dirinya yang begitu bodoh.

Jian Li bahkan sampai melenyapkan orang yang telah salah memberinya informasi, saking kesalnya.

Begitu turun dari kereta, dia dihampiri pengawalnya yang datang dengan menunggang kuda.

"Tuan muda mahkota, ini kudanya," ucap sang pengawal sambil turun dari pelana, menyerahkannya kudanya.

Jian Li tidak menjawab, hanya menerima tali kekang lalu melompat naik. Tanpa banyak kata ia memacu kudanya, mengejar kereta kuda Ling Xi yang sudah mulai jauh. Laki-laki yang dipegang adalah omongannya. Dia bilang mengawal dari belakang, maka apapun yang terjadi dia harus melakukannya.

Sampai di tempat tujuan,

Kerumunan petani antusias mengelilingi Ling Xi. Wanita itu berdiri di atas panggung kayu sederhana yang dibangun warga, menjelaskan dengan semangat tentang cara mengendalikan hama menggunakan ramuan alami. Tangannya lincah menunjuk ke wadah bambu berisi bahan-bahan campuran pupuk.

Jian Li yang baru tiba, menarik kendali kudanya dan berhenti di pinggir kerumunan. Pandangannya terhenti pada sosok Ling Xi, begitu mempesona. Mengapa ia baru sadar Ling Xi sangat cantik setelah kini menjadi mantan kekasih.

Salah satu petani tiba-tiba berteriak,

"Nona Ling Xi, talinya lepas! Airnya tumpah!"

Tanpa pikir panjang, Jian Li menerobos kerumunan, mengambil alih ember kayu yang hampir jatuh. Ia mengangkatnya dengan satu tangan dan menahan talinya dengan tangan satunya. Gerakannya cepat, tapi saat ia mengangkat ember itu, darah segar merembes dari luka yang masih belum dibalut.

Ling Xi yang semula fokus memberi penjelasan, menoleh. Matanya langsung membesar.

"Lukamu belum diobati?" serunya.

Jian Li menghindari tatapannya, meletakkan ember di tempat aman. "Nanti aku akan obati."

Ling Xi turun mendekat, dan langsung meraih lengan Jian Li. Biasanya laki-laki itu refleks menarik diri saat dulu mereka masih menjadi pasangan kekasih karena Jian Li enggan disentuh Ling Xi, tapi kali ini hati Jian Li mendesir, tidak mau menyiakan-nyiakan kesempatan ini dan memilih terduduk di tanah.

Ling Xi merogoh tas kainnya, mengeluarkan ramuan herbal dan kain bersih. Sambil berlutut, ia mulai membersihkan luka itu dengan telaten. Jian Li mengalihkan pandangannya ke sawah, merasakan debaran cingta di dadanya. Di saat bersamaan, Ling Xi melirik Jian Li yang sedang lengah, kemudian cepat-cepat langsung meleburkan pil penyembuh ke luka Jian Li.

Ling Xi hanya mendengus. "Kalau kau mati di sini, aku yang repot. Sepertinya aku juga harus membuat penyuluhan tentang cara merawat luka sebelum jadi borok." Sarkas Ling Xi.

"Terimakasih, ternyata kau masih peduli padaku."

"Lain kali minta bantuan Xiu Ying untuk mengobatimu. Dia kan pintar dalam segala hal." Habis berkata begitu, Ling Xi pergi dari Jian Li dan melanjutkan aktivitasnya.

...***...

Ling Xi selesai memberikan penyuluhan dan memutuskan untuk kembali ke kediaman. Ia terkejut melihat Jian Li masih bersamanya, tetapi ia memilih untuk mengabaikannya. Anggap saja laki-laki itu tidak terlihat.

"A Mei, kita kembali ke kediaman. Minta kusir jangan melewati jalan yang tadi. Aku sudah tahu jalur alternatif lain."

"Baik, Nona."

Ling Xi berusaha menikmati hidup tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain. Ia merasa senang saat bisa bermanfaat bagi banyak orang dengan apa yang ia mampu. Memang, ia tak begitu pintar dalam hal akademik, apalagi soal tata krama kerajaan. Tapi kalau urusan pertanian dan tata letak kota, ia bisa diandalkan, terlebih dengan bantuan ruang Fengyun.

Seperti saat mengurus penyimpanan pupuk, menyelamatkan persediaan padi ketika lumbung rusak, atau menanam tanaman langka berkhasiat di ruang Fengyun agar jumlahnya mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Itulah proyek yang pernah ia kerjakan bersama teman-teman hewannya di ruang itu.

Sedikit demi sedikit, Ling Xi mulai bangkit dari luka hatinya. Perhatiannya teralihkan oleh senyum rakyat, membuat hidupnya tidak lagi berputar hanya pada urusan cinta.

Ia menarik napas dalam, lalu menghembuskannya perlahan, menikmati sejuknya udara. Pandangannya berkeliling hingga tertuju pada bunga yang indah.

"Bunga itu cantik sekali. Aku suka," ujarnya kagum pada bunga yang tumbuh di tempat sulit dijangkau.

"Iya, Nona. Sangat cantik seperti Nona Ling Xi," jawab A Mei, membuat Ling Xi tertawa renyah. "Bisa saja kamu."

Itulah percakapan singkat mereka sebelum naik ke kereta kuda. Tidak disangka, Jian Li yang mendengarnya justru diam-diam bertekad.

Dulu aku mati-matian memenuhi keinginan Xiu Ying, sampai membuatmu tak mendapatkan apa pun. Sekarang aku ingin melakukannya untukmu, Ling Xi.

Setelah memastikan kereta Ling Xi aman karena sudah dekat kediaman, Jian Li memacu kudanya kembali ke tempat bunga itu. Ia membayangkan wajah Ling Xi yang akan tersenyum senang saat menerima kejutan malam nanti. Senyum lebar pun terukir di wajahnya.

Ternyata, mengambil bunga itu tidaklah mudah. Ia harus berhati-hati melewati semak-semak tinggi, menghadapi babi hutan yang agresif, dan batang bunga itu ternyata dipenuhi duri. Meskipun begitu, Jian Li berhasil melewatinya.

Malam harinya,

Jian Li mendatangi kediaman Ling Xi dengan penampilan rapi dan senyum sumringah, membawa bunga spesial itu.

Ia meminta pelayan untuk memberitahu Ling Xi bahwa dirinya ingin bertemu. Setelah menunggu beberapa saat, A Mei yang menemuinya.

"Di mana Nona-mu?" tanya Jian Li.

"Maaf, Tuan Muda Jian Li. Nona Ling Xi sedang sibuk. Nona mengutus bawahan ini untuk menemui Anda jika ada hal penting yang perlu disampaikan."

Jian Li gusar. "Ini tidak bisa diwakilkan. Kalau dia sibuk, aku yang akan menemuinya langsung." Tanpa menunggu jawaban, ia melangkah menuju kamar Ling Xi dan mengetuk pintu.

Akhirnya Ling Xi keluar.

"Untukmu," kata Jian Li sambil menyodorkan bunga yang tadi siang disukai Ling Xi. Ling Xi menatap bunga itu dengan datar, sedikit mengernyit karena merasa familiar. Setelahnya, ia tersenyum tipis dan mengambil bunga itu.

"Terima kasih."

Jian Li mengangguk, hatinya berbunga-bunga.

Namun tidak lama kemudian, Ling Xi berjalan menghampiri pelayan yang lewat. "Ini untukmu," katanya sambil menyerahkan bunga dari Jian Li.

"Ling Xi, kenapa kau memberikannya padanya? Aku… aku memberikannya untukmu," ucap Jian Li, terkejut.

"Aku tidak memintanya padamu."

Tarikan napas Jian Li terdengar berat. Senyum bahagianya seketika sirna. Ya, memang Ling Xi tidak pernah memintanya. Ia hanya ingin menyenangkan wanita itu dengan kejutan. Ia sempat mengira Ling Xi mulai peduli padanya lagi karena tadi siang telah membalut lukanya. Ternyata ia salah, Ling Xi tetap saja dingin.

Tapi kenapa sedingin ini? Jian Li bertanya-tanya, menyangka Ling Xi marah hanya karena ia terlalu memperhatikan Xiu Ying.

.

.

Bersambung.

1
Endang Sulistia
pret..
Nay Galcite Nay Galcite
😊😊
Ari Peny
sptnya yg ngutuk lin feng ini org
Musliha yunos
👍
Ari Peny
bagus lin xi aq suka cewek tegas gitu
Ari Peny
kok yg ngantuk hanya ayah ibu tirinya kok gk ngefek
Ari Peny
coba baca sptnya bagus
Moertini
terimakasih Author sudah tamat mantap seruuu dan asyiiik berakhir bahagia semua memang banyak pelajaran hidup perlu direnungkan dan diambil manfaat hidup disitu dilanjutin Author selau berkarya semangat
Zenun: Terimakasih sudah mampir baca kak
total 1 replies
Moertini
Ibu Suri yang memang berhati baik mengajak putra Li Feng untuk memastikan kebenaran siapa sebenarnya Hua apakah Hua akan diketahui identitasnya asyiiik Author dilanjutin selalu sehat
Moertini
Kaisar Li Feng dan Permaisuri yang berhati lembut yang punya ide untuk rakyat Dong selalu sejahtera telah melahirkan putera mahkota Kaisar Dong kebahagiaan meliputi Kaisar Li Fang dan permaisuri sekeluarga bersama seluruh rakyat Dong permaisuri berhati baik suka menolong pasti mendapatkan kebahagiaan yang hakiki mantap Author dilanjutin semangat
Moertini
Kaisar Li Feng dan permaisuri Xin Li hidup bahagia dan harmonis setelah kutukan Kaisar Li Feng disembuhkan permaisuri cinta mereka tambah kuat dan Kaisar Li Feng jadi bijaksana tidak kejam lagi maka dengan diam-diam melindungi ayah permaisuri seruuu Author dilanjutin semangat
Moertini
Jia Li apakah akan berbalik hati meninggalkan Lin Xi dilanjutin Author semangat
Retno Palupi
mungkin itu anak Jian li?
Oi Min
Hua ini anak Jian Li y??
Oi Min
seperti itu.....
Oi Min
podo
Oi Min
sdah menduga sech klo A-mei g akan baik2 saja..... tp knp hrs sampai meningsoy???
Oi Min
astaga.... ada ya manusia se tampan itu??? 😍😍😍😍😘
Oi Min
cih.... pede gila
Oi Min
wkwkwkwkkk...... aq bahagia liat Jian Li menyesal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!