NovelToon NovelToon
Pemuas Nafsu Istri Sang Ketua Mafia

Pemuas Nafsu Istri Sang Ketua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Keluarga / Persaingan Mafia
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Vionnaclareta

Demi menjalankan misinya mencari tahu mengenai pelaku pembantaian massal keluarga Anthony, dengan rela Tuan Vigor menikahkan putri tunggalnya dengan seorang mafia yang merupakan putra sahabatnya untuk melancarkan misinya dan mendapatkan harta yang ia inginkan. namun lain halnya dengan si mafia, yang mempunyai tujuan lain dengan adanya ia masuk kedalam keluarga elit itu untuk bisa menguasai dan mengendalikan keluarga itu lewat Calon istrinya yang saat ini mendapat julukan Bloody Queen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vionnaclareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan

Keesokan paginya matahari bersinar begitu cerah dan terik, kicauan burung mulai terdengar indah diluar menyambut datangnya hari, namun lain halnya dengan mereka yang masih tertidur di balik selimut tebal mereka dengan ruangan yang masih begitu gelap dan hanya diterangi beberapa lampu tidur kecil yang terpasang di setiap ujung atap langit.

Kedua kelopak mata Yoona perlahan terbuka dengan sendirinya, dan melihat sebuah paras tampan seorang pria yang masih tertidur dan menjadi pemandangan baru pertamanya.

"Leo,,,,"satu nama terucap dari dalam mulutnya sembari termenung menatap keindahan proporsi wajah pria yang saat ini begitu dekat dengannya.

Namun semua itu pudar saat dia teringat akan sesuatu yang membuatnya langsung mengintip kedalam selimut nya itu, dengan sontak wanita itu langsung mendorong tubuh pria itu darinya saat melihat tubuh mereka benar benar polos di balik selimut putih.

"Kau benar benar gila, apa yang sudah kau lakukan Yoona...." Gumamnya seakan akan ia tidak percaya dia bisa hilang kedali semalaman.

"Kau sudah bangun?" Ucap Leo yang terbangun akibat dorongan dari Yoona.

"Apa yang sudah kita lakukan semalam?" Tanyanya.

"Aku sudah menduga kau akan lupa seperti ini." Leo tersenyum menatap Yoona yang saat ini penuh dengan amarah. "Apa kau menyukai mainan barumu semalam sayang."

"Dasar B4NGSAT kau Leo!!!"

"Dan bodohnya aku bisa tidak menyadari hal itu." Marahnya yang membuat pria itu langsung menarik tubuhnya kedalam pelukannya sembari mencium sekilas kening nya.

"Sudah jangan sesali apa yang sudah menjadi keputusan mu Sayang, dan terimakasih untuk semalam." Ucapnya.

"Lepaskan, lepaskan aku Leo!!!" Bentaknya hingga membuat Leo seketika melepaskan pelukannya itu.

"ARGHHH siall, bagaimana bisa aku terpancing dan lupa seperti ini." Kesalnya sementara Leo hanya diam heran menatap tingkah istrinya itu.

Yoona bangkit dari tidurnya dan bermaksud untuk turun dari atas ranjangnya. "Akhhh, ssttt, kenapa bisa sesakit ini." Rintihnya yang terjatuh saat baru saja ingin berdiri.

Leo terkekeh kecil dan membuatnya ikut turun dari atas ranjangnya. "Itulah akibatnya." Ucapnya yang langsung meraih tubuh istrinya itu kedalam gendongan nya.

"Apa yang kau lakukan, turunkan aku!!!!"

"Memangnya kau bisa berjalan dengan kondisi seperti ini?" Tanya Leo, yang seketika membungkam mulut Yoona, sementara Leo melanjutkan langkahnya masuk kedalam kamar mandi.

Leo membawa Yoona masuk kedalam bathtub bersamanya dan mendudukkannya tepat di depannya, "untuk menghilangkan rasa sakit itu, kau harus berendam lama di dalam air hangat." Ucapnya sembari menyalakan air hangat yang kini perlahan memenuhi bathtub nya itu.

Pria itu memeluk erat tubuh Yoona dari belakang sembari memijat pelan dua bola nya. "Aku ingin menenangkan pikiranku, jadi biarkan aku berendam sendirian Leo." Pintanya.

"Shuttt, sudah ku katakan jangan pernah menyesali hal yang sudah kau lakukan, nikmati saja hmm, aku sedang berusaha membantu mu menenangkan pikiran dan juga mengingat aktivitas kita semalam." Jawabnya.

Leo perlahan memangut dan melumat dengan lembut bibir Yoona dengan maksud agar dia bisa menikmati setiap sentuhan yang ia berikan. "Kenapa bibirmu begitu manis sekali hmm."gumamnya yang masih terus memainkan dua benda favorit nya.

Leo kembali menyerbu bibir Yoona sembari sedikit mengangkat tubuh kecil istrinya itu di atas pangkuannya.

"Akhhhhh,,,,,"rintihnya saat ia merasakan ada sesuatu yang sengaja menusuknya dan berusaha masuk kedalam lubang belakang miliknya.

"Akhh,,,Ahhhh Leo hentikan." Rintihnya sekali lagi merasakan sakit saat benda besar itu terus menusuk masuk kedalam.

"Oughhh sayang, tahanlah sebentar lagi Uhh." Pintanya yang terus mendesak tubuh Yoona, hingga pada akhirnya dia pun mengeluarkan senjata nya itu dari dalam, Yoona menatap kearah wajah pria yang kini sedang ada di belakang nya.

Cuppp

"I love you."

Satu kecupan singkat mendarat di atas bibir Yoona, sembari menampilkan senyum tampannya. Yoona memutar balik tubuh nya dan melumat bibir pria itu sembari mengalungkan kedua lengannya pada leher nya, begitu juga dengan Leo yang sontak membalas semua sentuhan yang diberikan oleh istrinya itu sembari memeluknya dengan begitu erat.

Leo perlahan memposisikan Yoona yang hampir sempurna menghadap kearahnya, sementara ciuman Yoona yang awalnya fine kini perlahan begitu agresif. Saat posisinya yang hampir sempurna Leo pun langsung menerobos masuk kedalam.

"Ahhhh Leo, apa kau belum puas menghajar ku semalaman Ahhhh." Keluhnya saat rudalnya itu tiba-tiba masuk kedalam miliknya.

Leo memaju mundurkan pinggulnya sembari menahan tubuh Yoona yang ada di depannya. "Ahhh sayang kenapa masih sempit sekali uhhh padahal aku sudah membobol mu berkali kali semalam Ahhh,,,," pekiknya ketika rudalnya itu belum masuk sepenuhnya bahkan setengahnya saja belum.

"Lebarkan pahamu Yoona,,,," pinta nya yang membuat Yoona sedikit membuka kedua pahanya, hingga setelah itu dalam satu hentakan keras akhirnya senjatanya itu sepenuhnya masuk dan tenggelam di dalam kawah surgawi nya.

"Akhhhhh,,,,,Ahhh Leo,,,,,"racau Yoona saat benda besar itu mulai menghunjam kuat miliknya.

"Ahhh sayang boleh aku mengeluarkan nya sekarang uhhh, aku sudah tidak bisa menahan nya Ahhh"

"Kau sudah mengeluarkan nya ribuan kali semalam, dan baru sekarang kau minta izin padaku" protes Yoona hingga membuat Leo langsung mempercepat temponya dan menyemburkan cairan kentalnya berkali kali di dalam saja.

"Ahhhh Leo kau membuat ku gila Ahhh,,,," lenguhnya saat berhasil melakukan penyatuan nya berkali kali dan tanpa ia sadari kakinya kini dua kali lebih lebar dari sebelumnya.

"Tubuhmu yang membuatku lebih gila Queen, Ahhh." Sahut Leo yang saat ini benar benar candu dengan tubuh istrinya itu.

****

Sementara itu disisi lain, di sebuah ruang makan yang kini disana sudah terisi penuh hidangan makanan di depan dua orang yang terlihat seperti sedang menunggu seseorang disana.

"Bibi, kemana Yoona dan Leo, apa mereka masih tidur?" Tanya Evie.

"Maaf nyonya saya kurang tahu, saya sudah menghampiri mereka, tapi kamar mereka masih terkunci."

"Tapi aku lihat tadi kamar Leo kosong, Apa dia sedang pergi?" Sahut Vigor.

"Umm tidak tuan, semalam Noona membawa tuan leo masuk kedalam kamarnya, dan sampai sekarang salh satu dari mereka belum juga keluar." Jelasnya.

"Apa mereka tidur sekamar semalam?" Sahut Evie.

"Sepertinya iya nyonya."

"Ahh sudahlah, apa salahnya mereka tidur satu kamar, kau jangan mencoba mempermasalahkannya." Sahut Vigor.

"Kalau begitu, siapkan makanannya sekarang saja."

"Baik tuan."

Para maid itupun mulai menata semua makanan yang sudah mereka siapkan tadi di atas meja, dan ketika mereka tengah sibuk mengeluarkan satu persatu sajiannya, Leo dan Yoona akhirnya sampai dan masuk kedalam ruang makan itu.

"Yaa tuhan ada apa ini?" Sorak Vigor saat melihat menantu kesayangannya itu Loni tengah menggendong putrinya masuk kedalam ruangan itu.

Leo mulai mendudukan Yoona diatas kursi, "bukan apa apa paman, aku hanya membantu nya, karena dia tadi sempat jatuh dan membuat kakinya terkilir."

"Kakimu terkilir, apa papa perlu membawamu ke rumah sakit Yoona?"

"Tidak perlu pa, aku baik baik saja, lagi pula tidak terlalu parah." Jawabnya.

"Benar tidak sakit? Nanti kalau bengkak segera kau bawa dia kerumah sakit Leo." Pinta Vigor yang khawatir pada keadaan putrinya, sementara Yoona sama sekali tidak menghiraukannya sebab semua itu bukan karena kakinya yang terkilir tapi karena dia yang saat ini benar benar kesulitan untuk berjalan karena area sensitifnya sangat sakit dan perih.

"Tentu saja paman."

'Sebenarnya ada apa dengan anak ini' batin Evie yang sedari tadi terus menatap tajam ke arah Yoona.

Mereka pun akhirnya mulai menyantap sarapan mereka, kecuali Yoona yang tidak menyentuh makanannya sama sekali dan hanya menggigit apel yang sempat ia kupas tadi. "Sayang kenapa kau hanya memakan apel, kenapa kau tidak makan nasi mu hmm, apa kau sedang diet hari ini." Tanya Vigor yang membuat Leo menatap kearahnya.

"Tidak pa, aku hanya tidak selera makan, lagi pula aku juga tidak lapar." Ketusnya

"Makanlah sedikit saja Yoona, apa kau ingin makanan lain, biar maid maid itu yang memasaknya untukmu." Ucapnya namun Yoona sama sekali tidak meresponnya sebab moodnya sekarang ini benar benar tidak karuan, dia benar benar kacau hingga membuatnya kehilangan nafsu makan.

Vigor yang sudah pasrah dengan putrinya itu tidak bisa berkata apa apa lagi, karena ia tahu betul bagaimana sifat Yoona, namun saat Yoona ingin menggigit apel miliknya lagi, tiba tiba saja seseorang menyodorkan sebuah daging panggang tepat di depan wajahnya.

Leo mengambil buah apel yang sedari tadi ada di dalam genggaman tangannya itu, "jangan membuat papamu khawatir, makanlah satu suap saja." Ucap nya.

"Memang apa urusan mu." Jawab Yoona.

"Aku tahu alasanmu seperti ini, dan aku tidak mau melihat mu sakit karena hal itu." Ucap Leo begitu saja keluar dari dalam mulutnya.

"Ahh maksud ku, papamu sebentar lagi akan pergi, apa kau tidak bisa membuat membuat nya senang dan pergi tanpa rasa khawatir karena kau tidak mau makan" lanjutnya mengklarifikasi ucapan sebelumnya sehingga Yoona langsung menatapnya.

"Sejak kapan kau mulai mengkhawatirkan keluarga ku. Eohh."

"Sebenarnya apa yang sedang kalian bicarakan, apa kalian sedang bertengkar?" Sahut Vigor yang sedari tadi terus memperhatikan pasangan di depannya yang terus berbisik dan melirihkan suaranya.

"Uhh tidak paman, aku sedang berusaha membujuknya makan."

"Ayolah sayang satu suapan saja, begini kau mau ku suapi dengan Sumput ini atau dengan cara kemarin eohh"lanjutnya yang terus memaksa Yoona untuk makan.

'Haishh orang ini benar benar.' kesal nya yang membuatnya mau tidak mau langsung memakan daging yang masih dihampit oleh sumpit itu.

"Seperti cara kemarin? Memang cara apa yang kau gunakan kemarin Leo" tanya Vigor penasaran.

"Ahh bukan apa apa paman."

Setelah menyelesaikan sarapannya, sesuai rencana Vigor dan Evie pun akhirnya berangkat ke bandara untuk terbang ke Italia, dan kini di rumah itu hanya ada yoona dan leo seorang, beberapa jam saat kepergian mereka, Yoona pun turun dari kamarnya untuk pergi keluar, namun ketika dia ingin melangkahkan kakinya keluar rumah tiba tiba saja ada yang memanggil namanya yang membuat nya sontak menoleh ke arahnya.

"Kau mau kemana?"

"Memang apa urusanmu?" Tanya Yoona balik.

Leo melipat kedua tangannya, "setidaknya, katakan sesuatu padaku kalau kau ingin pergi."

"Memang itu penting bagimu, aku saja tidak pernah pamit pada papa ataupun mama, terus kenapa aku harus pamit padamu, dengar Leo, aku sudah memberikan mu segalanya padamu, aku bahkan rela menjadi pemuas mu, jadi jangan sok pernah mengaturku." Lontar Yoona.

"Ucapan mu itu benar benar menguji emosi ku Yoona, aku adalah suamimu, dan aku berhak atas dirimu." Tegasnya.

"Itu adalah kemauan mu Leo, bukan karena suatu ikatan, kau boleh menggunakan ku semau mu tapi jangan pernah sok mengatur keputusan dan kehidupan ku." Jawab Yoona lalu pergi begitu saj dari rumah itu.

Leo menghela nafas berat melihat menghadapi sikap keras istrinya itu, dan disaat yang bersamaan saat Yoona melangkahkan kakinya keluar dia berpapasan dengan luca yang hendak ingin masuk.

"Ada apa Luca"

"Nyonya Luna menghubungi saya tuan, dia ingin tuan pergi ke kantor untuk mengurus beberapa hal saat beliau bertugas ke luar kota, nyonya bilang beliau sudah menghubungi ponsel tuan tapi tidak ada jawaban."

"Ahhh, handphone ku tertinggal di kamar bawah."

"Mari tuan, saya antar."

"Tidak perlu Luca, hari ini kau tidak perlu ikut denganku, hari ini aku ingin kau ikuti Yoona pergi, aku tidak tahu kemana ia pergi, jadi aku harap kau bisa mencari dan mengikutinya kemana saja dia pergi tanpa sepengetahuan darinya."

"Baik tuan." Jawabnya lalu membungkukkan badannya dan pergi dari hadapan tuannya.

Sementara itu di sisi lain, Yoona kini baru saja sampai di sebuah gedung kosong yang memiliki empat lantai, dan terletak cukup jauh dari tempat tinggalnya. Saat ini gadis itu tengah berdiri diam merenung di atap gedung sembari menatap kearah pemandangan kota yang saat ini sedang ramai ramainya.

Disamping itu ia juga di temani oleh alunan musik yang terputar dari kaset radio lama disana. Dia kini begitu menikmati waktu sendiri nya, dimana pikirannya saat ini benar benar kosong, dan juga hatinya yang sedang terobrak Abrik tidak karuan.

Langkah kaki yang ringan tiba tiba terdengar lirih di telinganya namun pemilik telinga itu sama sekali tidak menghiraukannya dan masih sibuk dengan suasana hatinya yang benar benar membuat nya termenung lama disana.

"Aku tidak percaya kau masih suka datang kemari." Ucap seorang pria yang baru saja masuk dan berdiri di samping kanannya. Sementara Yoona yang sudah tidak asing lagi dengan suara pria itu hanya melirik tanpa harus menatap ke arahnya.

"Aku juga tidak percaya ternyata kau masih suka mengurus kehidupan ku, kenapa kau kemari? Kau menguntit ku?" Sahut Yoona.

"Siapa yang bilang aku menguntitmu, apartemen ku ada di sekitar sini, dan kebetulan aku hanya lewat dan mampir kemari." Jawabnya.

"Cih kebetulan katamu?" Gumam Yoona.

"Apa kau sedang ada masalah? Apa mungkin karena suamimu itu?"

"Bukan urusanmu." Jawab Yoona singkat.

Luan perlahan mengulurkan tangannya dan ingin memegang pundak kanan gadis itu. "Yoona." Panggilnya namun Yoona langsung menghindar sehingga tangannya itu tidak sempat menyentuhnya.

Luan menghela nafas panjang, "aku tidak tahu apa yang ku lakukan sampai kau bersikap sampai seperti ini padaku, oke lupakan saja masa lalu, aku tahu pasti kau punya alasan untuk membunuh ku saat itu, tapi jujurlah padaku kau sebenarnya masih menyimpan perasaan padaku kan." Ucapnya tiba tiba yang membuat Yoona semakin terdiam mendengarnya.

"Kenapa kau bisa sepercaya diri itu, kau pikir aku ini wanita gila cinta, cihh aku tidak sebodoh itu Luan." Jawabnya.

"Apa kau ingat, gedung ini adalah adalah gedung pertama yang kita beli saat SMA dengan uang saku selama setahun, kita dulu sering kemari hanya untuk bermain dan mengerjakan tugas sekolah, bahkan kau pernah bermimpi ingin menjadikan gedung ini restoran setelah kita menikah nanti."

Luan tersenyum kecil ketika semua ingatannya satu persatu kembali dalam benaknya. "Tempat ini adalah tempat satu satunya yang memiliki kenangan indah Yoona, bahkan CD kaset radio itu juga kita yang membuatnya dengan memasukan lagu lagu yang kau sukai."

"Lalu?" Yoona memutar tubuhnya dan menatapnya. "Jangan kau pikir aku kemari karena semua itu, itu semua hanyalah masa lalu, dan bagiku masa lalu hanyalah sampah yang bersarang di otak dan harus buang. Sebab tidak ada gunanya mengingat masa yang tidak berguna di masa depan." Cetusnya yang lalu pergi begitu saja dari hadapan Luan.

Namun sebelum Yoona berhasil melangkahkan kakinya pergi, Luan dengan cepatnya langsung meraih pergelangan tangan Yoona dan menariknya kedalam pelukannya.

"Yyakk, apa yang kau lakukan, lepaskan aku,,,,"berontak nya namun pria itu semakin mempererat pelukannya.

"Tidak Yoona, tolong kali ini saja tolong izinkan aku memelukmu." Pinta nya.

"Lepaskan aku dasar brensek."

"Aku benar benar sangat merindukanmu Yoona, sudah lima tahun lamanya aku menyimpan rindu ini padamu, apa kau tidak merindukanku walaupun sehari saja hmm."

"Jangankan sehari, sedetikpun aku tak Sudi untuk mengingat mu, jadi sekarang lepaskan aku."

"Yoona, aku kemari hanya untuk memintamu kembali pada ku, katakan apa kesalahan ku yang pernah ku lalukan pada mu agar aku bisa memperbaiki nya untukmu, aku tahu kau pasti tersiksa menikah dengan pria itu, aku bisa membantumu untuk menyingkirkan nya dari kehidupan mu." Lanjutnya.

"Dengar Luan, yang seharusnya menyingkir dari kehidupan ku adalah kau, lebih baik harga diri ku hancur di depan Leo dari pada aku harus kembali dan hidup denganmu." Tegasnya yang dengan kuatnya langsung mendorong tubuh Luan hingga berhasil melepaskan pelukannya darinya.

Setelah berhasil lepas dari nya, Yoona pun langsung pergi dari hadapannya begitu saja. "Yoona,,," panggil Luan yang langsung bergegas mengejar kepergian gadis itu.

Dengan langkahnya yang cepat Yoona menuruni anak tangga gedung itu dengan sepatu heels nya, Yap gedung empat lantai itu tidak memiliki lift dan hanya tangga yang menjadi jalan satu satunya untuk naik turun lantai gedung itu.

"Yoona tunggu, tolong dengarkan penjelasan dariku sebentar saja." Pinta Luan yang kini tengah berlari mengejar Yoona yang turun ke lantai dua.

Namun tetap saja langkah Yoona tetap kalah dengan langkah pria berkaki panjang itu hingga saat ia baru saja ingin sampai di lantai dua Luan sudah lebih dulu berhasil meraih tangan kirinya hingga sontak membuat langkahnya berhenti.

"Yoona kumohon dengarkan aku sebentar saja."

"Lepaskan aku Luan, kenapa kau begitu keras kepala sekali."

"Lima menit, hanya lima menit hmm." Mohonnya.

"Aku bilang lepaskan, aku tidak ada waktu mu." Berontak nya yang langsung menghempaskan tangannya hingga lepas dari genggaman tangan Luan, sangking kuatnya hingga ia tidak bisa menyeimbangkan diri nya dan membuatnya heels nya meleset hingga membuat langsung terjatuh dari dua anak tangga yang belum ia lewati.

"Yoona,,,," teriak Luan yang langsung menghampiri Yoona yang kini sedang mengerang kesakitan karena lutut dan sikunya yang sedikit terluka.

"Diam disana, jangan mendekat." Ucap Yoona hingga berhasil menghentikan langkah Luan.

"Kau baik baik saja?" Tanya Luan khawatir saat melihat gadis itu hendak berusaha bangkit dan menahan rasa sakit nya.

"Arghhh!!! Sial!" Kesalnya ketika ketika merasakan pergelangan kaki kanannya yang sangat sakit karena terkilir.

"Kau serius baik baik saja, biar aku membantumu Yoona." Tawarnya.

"Diam disana aku bilang, kalau kau mendekat aku akan lompat kelantai satu biar sekalian saja aku mati disini." Ucapnya dan membuat Luan terdiam mendengarnya dan mengurungkan niatnya untuk mendekat.

Yoona melepas kedua sepatu nya dan perlahan mulai berusaha berjalan dengan kakinya yang sakit itu melewati puluhan anak tangga lagi meninggalkan Luan yang masih menatap kepergian Yoona.

Sementara itu disaat Yoona yang saat ini sedang kacau ada Leo yang sedang sibuk dengan dunianya, dia kini sedang sibuk mengobrak-abrik seisi perpustakaan, satu persatu lemari buku ia jelajahi dan mencari buku yang kini ia cari.

Perpustakaan itu begitu sangat luas hingga membutuhkan waktu yang lama untuknya bisa menemukan buku yang tersimpan di antara ribuan buku disana.

"Maaf tuan permisi, apa ada yang bisa saya bantu." Tanya seorang penjaga perpustakaan yang sedari tadi tidak berani untuk menanyakan hal itu pada Leo.

"Apa disini ada lemari khusus yang menyimpan beberapa buku penting atau buku sejarah?" Tanya Leo.

"Buku penting? Ahh ada tuan, disini ada satu lemari khusus yang hanya boleh di buka oleh orang tertentu." Jawab penjaga perpustakaan itu.

"Tunjukan padaku." Pinta Leo hingga membuat penjaga perpustakaan itu pergi ke mejanya dan mengambil sebuah kunci dari dalam laci miliknya. Penjaga perpustakaan itu membawa Leo masuk kedalam sebuah ruang baca khusus yang ada di dalam sebuah ruangan disana, dan disanalah ada satu lemari besar yang berisi lebih dari 10 buku tebal yang tertata rapi di dalam.

"Ini tuan kunci lemarinya." Ucap penjaga itu sembari memberikan kunci yang ia ambil tadi.

"Aku hanya perlu tahu satu nama perusahaan itu, kira kira di buku mana aku bisa tahu." Gumam Leo sembari menatap deretan buku disama sembari memegang kunci lemari itu

1
kirom hasran
Seru banget!
Libny Aylin Rodríguez
Aku butuh lebih banyak kisah seru darimu, cepat update ya thor 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!