NovelToon NovelToon
Cloud And Sky

Cloud And Sky

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:157.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Angela Jasmine

Jika cinta tak harus memiliki, aku rela untuk melakukannya! Biarkan aku saja yang menanggung akibatnya karena telah menjatuhkan hatiku ke padamu..

Cinta itu seperti matahari yang menyinari bumi, selalu menerangi kegelapan dan tak meminta balasan...

Mungkinkah cinta itu hanya bertepuk sebelah tangan ataukah mendapat balasan?

Inilah kisahku, ikuti aku dan cerita hidupku...

Hai Sky, aku menyukaimu.. By Cloud...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angela Jasmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

C & S 16

Sebelum baca, pencet gambar jempol ya kakak cantik dan ganteng semua 🤩🤩

______________________________________

Claudya mengajak Dewa ke tempat yang agak jauh dari jangkauan orang - orang yang berlalu lalang. Mungkin bagi mereka yang melihat intensitas keduanya bisa berpikiran bahwa Claudya dan Dewa mencari spot untuk bermesraan. Nyatanya tidak, mesra seperti apa jika tatapan dari si perempuan begitu dingin dan mematikan membuat lelaki itu pasrah dan berjalan dengan gontai.

"Sekarang bicaralah, aku beri waktu kamu lima menit, nggak lebih. Jangan membuang waktu istirahatku sia - sia," ucap Claudya bernada ketus.

"Cloud!"

"Jangan panggil nama itu disini, aku nggak mau siapapun tahu mengenai Cloud!" hardik Claudya sambil bersedekap dada dan membuang muka agar Dewa tak terus - terusan menatap wajahnya.

"Oke, langsung ke intinya. Aku mohon sama kamu untuk memberikan kesempatan buat Om Ricko menjadi ayah sambungmu. Aku tahu begitu besarnya cinta Om sama Mami kamu dan juga kamu. Bahkan dia lebih menyayangi kamu daripada aku yang jelas ada ikatan darah dengannya,"

"Maksud kamu? Kamu anaknya Om Ricko?" sela Claudya.

"Bukan! Aku adalah anak dari kakak om Ricko. Papa dan Mamaku meninggal karena kecelakaan hampir sepuluh tahun yang lalu. Setidaknya ada darah yang mengalir antara aku dengan Om, dia sudah seperti pengganti kedua orang tuaku yang tiada. Asal kamu tahu, Claudya, om nggak pernah sebahagia ini menjalani hari - harinya setelah ditinggal almarhumah istrinya berpulang lima tahun yang lalu. Aku hanya ingin melihatnya bahagia, bukankah kamu juga ingin Mami kamu bahagia?" desak Dewa pada akhir kalimatnya.

"Dan perlu kamu tahu ya, aku dan Mami sudah cukup bahagia tanpa tambahan anggota baru!" kekeh Claudya.

"Clau, tolong berikan kesempatan. Tuhan saja maha pemberi kesempatan untuk hambaNya, kenapa kamu malah begitu egois sampai harus membuat orang yang kamu sayang menderita?"

"Cukup, Dewa!" fokus Claudya sambil menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Claudya mengedarkan pandangan ke segala arah lalu menghela nafas dan menghirup udara sedalam - dalamnya. "Sekarang kamu maunya apa?" lanjut Claudya.

"Kesempatan, hanya itu yang aku minta..."

"Asal om Ricko bisa membuktikan keseriusan sama Mami dan aku, aku akan memberi lampu hijau untuk mereka. Untuk ke depannya, aku nggak bisa menjanjikan apapun, dan tolong jangan mengejarku lagi untuk hal ini. Oke? Aku ingin hidup tenang!" ucap Claudya pada akhirnya.

Dan itu artinya bolehkah aku mengejarmu, Claudya?

"Oke, dan tolong jangan berkata ketus lagi sama om Ricko dan aku...." harap Dewa.

"Memangnya kenapa? Ini memang karakterku, kalau nggak suka ya nggak usah ngajak ngomong. Gitu aja kok repot!" ucap Claudya santai.

Karena aku menyukaimu Claudya sejak pertama kali kita bertemu, dan mungkin kamu nggak pernah tahu akan itu...

"Time out, waktu habis! Aku balik dulu, emosi kayak gini bikin aku tambah lapar, udah ya, jangan bahas ini lagi! Bye..." ucap Claudya dengan nada yang lebih lembut daripada sebelumnya.

Dewa mengangguk mantap dan memberikan senyum terbaiknya.

Claudya meninggalkan Dewa di tempat itu sendirian namun jauh di dasar hati Dewa paling dalam, lelaki itu sudah merasa lebih lega setelah mengungkapkan keinginannya untuk membuat om Ricko dekat dengan sang anak sambung. Munafik bila Dewa tak mengakuinya, Dewa amat bahagia karena jalan untuk mendekati sang gadis incaran hati terbuka lebih lebar.

🌺 🌺 🌺 🌺

Langkah kaki Claudya santai dan tenang daripada tadi saat bersama Dewa, karena ia sudah tahu maksud Dewa menemuinya. Claudya hendak kembali ke kantin dimana Mega masih disana menunggunya.

Saat itu entah ada angin dari mana yang datang berhembus menerpa wajahnya sedikit membuat poni yang menutupi keningnya berantakan, Claudya berpapasan dengan Sky yang berjalan berlawanan dan kini kedua mata mereka saling bersitatap. Kejadian tak disengaja itu tak luput dari perhatian Dewa yang niatnya ingin mengejar Claudya, namun segera ia urungkan setelah melihat pemandangan yang tak pernah terbayangkan olehnya. Ada getaran saat pandangan mereka saling bertemu. Dan Sky hanya bisa tersenyum canggung begitu juga Claudya.

Hingga sapaan singkat keluar dari bibir Sky yang kala itu menyudahi kecanggungan yanh ia tutupi dengan sempurna.

"Hai..." ucap Sky sambil tersenyum manis.

Ah manisnya...

Sesaat gadis itu mengagumi senyum yang terlengkung manis memperlihatkan barisan gigi yang putih dan tertata rapi.

"Hai juga kak..."

"Dapat salam dari Raina, oh iya duluan ya," ucap Sky sambil berlalu dan sedikit terburu - buru melangkahkan kaki jenjangnya.

"Iya kak..." jawab Claudya malu - malu.

Salam dari kak Sky juga nggak? Hehehe...

Claudya menyentuh dadanya yang berdetak begitu cepat, kini tampaklah semburat merah tepat di kedua pipinya. Lagi - lagi perasaan ini datang lagi!

"Sky tunggu!" panggil Arjuna sambil mengejar Sky melewati Claudya.

Arjuna berhenti saat ia berpapasan dengan Claudya.

Wah, pucuk dicinta ulam pun tiba!

"Hai, Claudya!" sapa Arjuna hangat dan terkesan sok kenal. Claudya menatapnya sekilas lalu membuang muka.

"Hai juga kak.." jawab Claudya singkat kemudian berlalu.

Claudya melenggang begitu saja tanpa menyadari bahwa ada hati yang terpotek diperlakukan seperti itu oleh dirinya. Tatapan lelaki itu masih fokus tertuju pada sang gadis yang baru saja ia temui.

Fix! Fix ini pesonaku udah luntur. Lihat aja, akan aku buat kamu nggak bisa jauh dari aku! Menolakpun nggak bisa, dan akan memohon pertolongan dariku! Kamu akan memohon aku menjadi kekasihmu. Harus! Kamu harus jadi milikku!

🌺 🌺 🌺 🌺

Mega terlihat manyun saat Claudya sudah duduk di sebelahnya. Gadis itu memasukkan berbagai cemilan dengan rakus ke dalam mulutnya, efek jenuh dan merasa diabaikan.

"Hati - hati nanti tersedak!" Claudya mengingatkan.

Belum ada semenit, Mega terbatuk - batuk kesusahan menelan nachos. Tampaknya ia ingin berbicara dan mengakibatkan ia tersedak.

"Ini minum dulu!" Claudya menyodorkan segelas air putih pada Mega. "Mau ngomong apa sih sampai tersedak kayak gitu?" tanya Claudya setelah Mega menandaskan minumnya hingga tetes terakhir.

"Uhuuk, uhuuk, kamu sih," Mega menyalahkan Claudya.

"Loh kok aku?" Claudya merasa bingung.

"Iya, sepertinya ada yang terlewatkan, ada yang nggak diketahui oleh detektif Mega.." ucap Mega serius.

Claudya terlihat jengah, ia menatap sahabatnya dengan gemas.

"Sebenarnya kamu mau ngomong apa sih? Jangan berbelit - belit, bentar lagi kita masih ada ospek lagi loh," tanya Claudya sebelum memasukkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya.

"Ada hubungan apa kamu sama Dewa? Dari pengamatanku ekspresi kalian berdua tadi tuh seperti orang pacaran yang lagi bertengkar. Sejak kapan kalian sedekat itu? Jangan - jangan benar dugaanku kalau kalian pacaran?" tanya Mega membuat Claudya hampir tersedak.

Claudya mengambil minuman lalu meneguknya perlahan dan memperhatikan Mega yang sedari tadi fokus melihat dirinya.

"Ada masalah yang saat ini belum bisa aku ceritakan sama kamu. Dan aku tegaskan sekali lagi, aku nggak ada hubungan apapun sama Dewa. Kamu orang kedua yang bertanya hal ini sama aku, apa kelihatannya aku sama Dewa seperti orang pacaran?" tanya Claudya tak percaya.

"Yuhu, dan kamu baru sadar? Banyak orang yang memperhatikan kalian dari tadi, tapi aku diam aja. Ngomong - ngomong Dewa juga banyak dilirik sama senior cewek, pada memuji ketampanannya, begitu yang aku dengar tadi. Kamu beruntung loh dan aku akui kalian cocok satu sama lain. Hehehe,"

" Jangan sembarangan kamu," Claudya terlihat serius saat menyela ucapan Mega, ia kembali menikmati makan siangnya.

🌺 🌺 🌺 🌺

1
Qaisaa Nazarudin
# membuka penutup botol air
Qaisaa Nazarudin
Waahh ini pasti Dewa yg di kantin kampus,yg nolongin Claudya lenutup botol airnya tdi kan??!!👏🏻👏🏻😅😅
Khaida Siti Umairah
mampir
Ney Maniez
👍🤗🙏🙏
Ney Maniez
👍🙏
Ney Maniez
☹️
Ney Maniez
👍🙏
🎀ᵀᵗᵇ'ˢ Inka24#BTBM❤️
selesai juga like nya smpe episode terakhir 😁🙏 sukses slalu yaa
Intanksm98
(♡˙︶˙♡)
Intanksm98
Sky jangan nangis,
sini peluk (づ ̄ ³ ̄)づ
Intanksm98
Terhibur kok kak 😂
Intanksm98
Sumpah itu si Rey, sweet ya 😭 bertanggung jawab.

Salam dari Clarissa ❣️
Intanksm98
Semangat kakk 😊
Intanksm98
Usaha gak menghianati hasil ya Wa, walaupun dikasih waktu cuma 5menit 😂

Salam dari "CLARISSA"
Shinta Ratnasari
aq mampir kak, mudah2an seru ya 👍👍
Angela Jasmine: Terimakasih kakak sudah mampir ☺️☺️
total 1 replies
Sul@ti
Mohon Maaf Thor Saya izin save Beberapa foto Karena fotonya selera Saya banget dan pilihan author sangat cocok dan sesuai selera Saya 🙏😊
SEPTINA
Awal yang keren...
Machan
5 like semangat yang tertinggal kak jasmine.
Olan
aku like nih thor😊 mari saling ngedukung juga
Dian Anggraeni
makin sukaaaaa 😊👏👏👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!