NovelToon NovelToon
Callie Si Bocah Genius

Callie Si Bocah Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:81.7k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season Terakhir dari Keluarga Roberto.

Baca Dulu Season Sebelumnya:
1. Anak Genius Milik Sang Milliarder
2. Pesona Si Kembar (Ada Cerita di Balik Gerbang Sekolah)
3. Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi di Balik Gerbang Kampus)
4. Pesona Si Gadis Badas

Callie Noura Eleanor, bocah cilik berusia 3 tahun dan merupakan anak dari Rachel dengan Lucky. Si bocah cilik cerewet dan sangat genius. Usianya yang baru menginjak 3 tahun itu, dia sudah pintar berbicara dan memainkan senjata andalannya. Begitu licik, hingga membuat keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala.

Jika sepupunya seringkali merahasiakan identitas keluarganya, justru berbeda dengan Callie. Dia akan terang-terangan mengaku dari Keluarga Roberto. Hal itu membuat dia selalu berada dalam bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyelundup 2

Ceklek...

"Nggak ada siapa-siapa?" gumam seorang laki-laki dewasa sambil melihat ke arah ruang kerjanya.

Dia adalah Lucky yang terbangun dan keluar dari kamarnya. Lucky ingat dengan laptopnya yang tadi belum dia matikan. Namun saat sampai di depan ruang kerjanya, dia mendengar ada suara di dalam. Lucky menempelkan telinganya pada pintu untuk mengetahui suara apa yang ada di dalam ruang kerjanya. Terdengar seorang anak kecil yang cekikikan dan keyboard pada laptopnya. Untuk mengetahui siapa yang berada di dalam ruang kerjanya, Lucky pun segera membuka pintu.

"Kok nggak ada orang?" ucapnya sambil mengedarkan pandangannya ke arah sekitar ruang kerja. Tak lupa dengan laptopnya yang menyala.

"Kalau ini laptop masih nyala, nggak aneh sih. Tapi kok tadi ada suara orang," Lucky masih tak percaya jika di dalam ruang kerjanya tidak ada siapapun. Bahkan semua barang juga masih berada di tempatnya.

"Masa iya tuyul main laptop? Aneh banget," gumamnya yang memilih duduk di kursinya. Namun baru saja duduk dan melihat layar laptop, matanya membelalak kaget. Apalagi sinyal merah menyala pada laptopnya. Itu artinya dalam markas sedang ada kejadian membahayakan.

"Teror," ucap Lucky dengan yakin.

Apalagi Lucky melihat bagaimana seseorang sudah terbaring di lantai melalui CCTV. Tentu saja Lucky berpikir markasnya diserang. Bahkan anggota Lucky yang bernama Arven itu tampak tidak sadarkan diri dengan dikerumuni oleh lainnya. Namun sepertinya mereka tidak mau memindahkan Arven ke tempat lain karena khawatir akan dijadikan atau diduga sebagai pelaku. Setidaknya mereka akan menunggu perintah dari Lucky. Tadi salah satu dari mereka sudah memeriksa bahwa Arven masih hidup.

Pada sebuah aplikasi khusus terdapat laporan dari beberapa orang yang dimintanya untuk mengirimkan senjata. Mereka melaporkan sudah bisa melanjutkan perjalanan kembali. Bahkan orang-orang yang tadi menghadang kapal mereka, hilang. Entah apa yang terjadi, tapi mereka sedikit lega karena akhirnya bisa kembali melanjutkan perjalanan. Walaupun ini sedikit aneh tapi nanti mereka akan menyelidikinya.

"Grex, cek denyut nadi Arven. Lihat juga apa yang membuat dia terluka. Minta semua anggota untuk memeriksa area markas di luar dan dalam. Kabari aku jika ada hal yang mencurigakan," seru Lucky melalui sambungan telfon.

"Dari peluru pada pistol yang kita pasang untuk jebakan musuh, Tuan." jawab asistennya di dunia bawah, Grex. Laki-laki berkepala botak dengan tatapan tajamnya itu langsung memeriksa sesuai perintah dari Lucky. Walaupun tadi dia sudah sempat mendekatkan tangannya pada hidung Arven.

"Apa? Semua anggota kita tahu tentang jebakan tersembunyi itu. Tidak mungkin Arven..."

Ahhhh...

Lucky tampak pusing dengan kejadian ini. Itu adalah jebakan untuk jaga-jaga jika ada musuh datang. Tidak mungkin Arven yang merupakan anggota lama, bisa tak mengetahui adanya jebakan itu. Pasti dia akan menghindari jebakan itu dengan tidak mendekati atau menyentuhnya. Lucky pun menutup sambungannya pada Grex dan memeriksa rekaman CCTV. Sangat aneh sekali, tiba-tiba saja ada bunyi tembakan padahal Arven tidak menyentuh area jebakan. Peluru itu keluar sendiri dari pistol yang dirinya tanam untuk jebakan.

"Aku harus bertemu dan menanyakan ini pada Ronand. Apakah mungkin jebakan itu bisa aktif tanpa disentuh? Atau mungkin bisa dikendalikan dari jarak jauh?" gumamnya yang kemudian memilih mematikan laptopnya. Bahkan Lucky segera keluar dari ruang kerjanya dengan langkah terburu-buru.

Huft...

"Syukullah... Callie ndak ketahuan sama Papa untung." gumam Callie yang keluar dari tempat persembunyiannya sambil menghela nafasnya pelan. Callie bersembunyi di kamar mandi ruang kerja Lucky. Menurutnya tempat itu lumayan aman karena Lucky jarang memeriksanya.

"Lagian Papa untung kulang pintal. Olang dali dulu itu jebakan bisa diaktifkan jalak jauh kok. Aneh sekali, ndak cocok itu jadi penelusnya Opa dolal." Callie menggelengkan kepalanya karena merasa Lucky tidak pantas masuk dunia seperti itu.

***

"Pacaran terus," seru seorang remaja laki-laki menyindir pasangan yang tengah kasmaran.

Mereka adalah Mika dan Axel yang datang ke sekolah bersamaan. Hampir dua bulan berpacaran, setiap hari mereka akan berangkat sekolah bersama. Bahkan mereka juga bergandengan tangan, seakan tak boleh terpisahkan. Kecuali jika keduanya harus berpisah karena beda kelas dan angkatan. Sedangkan yang menyindir keduanya adalah Reska. Mereka selalu berkumpul bersama sebelum masuk kelas masing-masing.

"Syirik aja sih jadi orang. Makanya punya pacar," ucap Mika dengan lirikan sinisnya.

"Masih nunggu seseorang jadi remaja dulu baru boleh dipacarin," ucap Reska sambil menaikturunkan alisnya.

"Emangnya calon pacarmu belum remaja? Masih SD?" tanya El yang bingung dengan maksud dari ucapan Reska.

"Jangankan SD, TK aja belum." jawab Reska dengan antusiasnya.

"Gimana maksudnya? Pedofil ya lo," seru El yang tiba-tiba berteriak.

Teriakan El itu membuat semua siswa yang lewat langsung mengalihkan perhatiannya. Bahkan semua orang langsung menatap Reska dengan tatapan horor. Jika benar Reska adalah penyuka anak kecil, mereka akan menegurnya dan melaporkan pada orangtua anak itu. Bahkan mereka bersiap untuk lapor polisi bagian perlindungan anak. Reska yang mendapatkan tatapan penghakiman itu langsung menatap ke arah El. Justru El malah cengengesan saat melihat tatapan itu. Sedangkan yang lainnya hanya bisa menahan tawanya.

"El cuma asal ngomong. Nggak usah dengarkan dia," Reska melambaikan kedua tangannya ke arah siswa di sana. Mengelak apa yang diucapkan oleh El. Semua pun kembali pada kegiatannya masing-masing membuat Reska menghela nafasnya lega.

"Makanya kalau ngomong tuh jangan bikin salah paham orang," ucap Axel sambil terkekeh pelan.

"El itu lho, Xel. Minta ditembak itu kepalanya," gerutu Reska yang rasanya ingin menembak kepala El.

"Habisnya omonganmu tuh bikin bingung orang," ucap El membela diri.

"Emang apa maksudmu? Calonmu belum masuk TK? Belum lahir gitu," Kali ini Mika yang bertanya karena ikut penasaran.

"Iya, dia pintar dan cerdik. Si kali mambu itu lho,"

Bugh...

Awwww...

Mampus...

Mendengar ucapan dari Reska, Mika langsung menyikut perut remaja laki-laki itu dengan lengannya. Reska sampai berteriak kesakitan karena kekuatan sikutan Mika. El sudah tertawa terbahak-bahak sambil meledek Reska. Berani-beraninya Reska menunggu Callie hingga remaja untuk jadi pacarnya. Padahal para penjaganya itu sudah seperti singa kelaparan kalau ada yang mendekati Callie. Axel langsung merangkul bahu Mika agar kekasihnya itu lebih tenang.

"Sabar... Reska hanya bercanda," ucap Axel yang tahu bahwa Reska itu hanya menyayangi Callie sebatas seperti adiknya sendiri.

"Tapi aku nggak suka. Itu adikku, nggak boleh ya kalian mikirin dia buat jadi pacarnya." ucap Mika memperingatkan semua anggota geng motor AMOR, terutama Reska yang memang dekat dengan Callie.

"Udah yok ke kelas," sela Axel mencoba menghindarkan semua orang dari ketegangan ini. Axel membawa Mika pergi ke kelasnya, meninggalkan Reska yang menghela nafasnya lega.

Bercandanya jangan kelewatan, Res. Masa lo mau jadi pacarnya Callie,

Dia masih remaja, kamu udah jadi Om-Om.

Iya, kan cuma godain Mika aja kali.

Bantuin dong. Sakit nih,

Syukurin,

1
Atik Kiswati
paling tuyulnya sj callie tu....
Novita Sari
lw ronand sama lucky tau yang nolong callie pasti kaget
Novita Sari
😄😄😄callie....
Rai Gojess
apa Callie buat
Novita Sari
cayo callie....callie lebih berami dari mika...benar benar titisan papa fabio
tia
su callie kurang kerjaan 😁😁
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 astaga gokil nih vadel
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tang Bin
kali mambu itu 🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
achel ga berani marahin Callie, soalnya dia juga kaya gitu dulunya.
Xin
🤣🤣🤭🤭🤭
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 telat
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣jawab aja
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rai Gojess
turunan mu itu Achel😄😄
tia
pingin cubit Callie 😁😁
Atik Kiswati
turunan si achel tu....
🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
kena prank ya opa Dulian
Atik Kiswati
tiwas yg bc ikutan serius....😄😄😄😄
Novita Sari
callie keturunan papa Fabio keren callie...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!