Aku, *Aira Putri*, dipaksa nikah sama *Arka Mahendra* demi bayar utang rumah sakit mamaku.
Dia CEO dingin, tajir, dan paling benci sama wanita matre. Aku? Cuma karyawan biasa yg apes.
Aturannya jelas:
1. Gak boleh saling cinta
2. Gak boleh pegang tangan
3. Cerai setelah 1 tahun
Masalahnya...
Kenapa dia yg paling pertama nolongin pas aku diganggu?
Kenapa dia yg marah pas aku deket sama cowok lain?
Kenapa tatapan dinginnya bikin jantungku anget?
*Arka Mahendra* bersumpah gak akan jatuh cinta.
Tapi takdir bilang: *"Jodoh gak akan kemana"*
Akankah pernikahan kontrak ini berakhir di meja hijau... atau di pelaminan beneran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nabila claraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7 - MANTAN RAKA KEMBALI
*JAM 9 PAGI - 3 HARI KEMUDIAN*
Hari ini hari pertama Aira masuk kerja di HRD Arka Corp.
Pake blus putih + rok hitam. Gelang inisial A masih di tangan.
Arka nganter. Gandeng tangan sampe lobby.
"Hati-hati, Mas," bisik Aira.
Arka senyum. "Kamu juga, Istri."
Baru 2 jam kerja. HP Aira bunyi. Nomor tidak dikenal.
*"Aira. Aku di lobby. Bawa pengacara. Kita harus bicara soal anak."*
Jantung Aira berhenti. RAKA.
Tangan gemetar. Dia langsung lapor ke Arka.
"Mas... Raka ada di bawah."
Wajah Arka langsung berubah. Datar. Es.
"Kita turun."
*JAM 11 SIANG - LOBBY ARKA CORP*
Lobby heboh.
Raka berdiri pake jas hitam. Ganteng. Tapi matanya kosong.
Di sebelahnya ada pengacara perempuan, bawa map tebal.
"Akhirnya ketemu," kata Raka pas liat Aira. "Kamu kurusan."
Arka langsung maju. Badan nutupin Aira. "Ada perlu apa?"
Raka senyum sinis. "Ngomong sama istri saya. Eh, mantan istri saya."
"Dia istri saya sekarang," jawab Arka. Tegas. "Di mata hukum."
Pengacara maju. "Perkenalkan, saya Ibu Dina. Kami kesini mau mediasi hak asuh anak."
_Deg_
Aira langsung lemes. "Anak? Anak apa?"
"Anak kita, Aira," kata Raka. "Yang di USG itu. Kamu lupa?"
Aira mundur. Arka pegang bahunya. Kuat.
"Dia bohong," kata Arka. "Anak itu anak saya."
Raka ketawa. "Bukti? Ada surat nikah? Ada DNA? Nih."
Dia lempar map ke meja resepsionis. "Ini hasil USG 4 bulan lalu. Nama Aira. Dan ini surat pernyataan dari dokter kalau kamu mau aborsi."
Semua karyawan nengok. Bisik-bisik.
Aira nangis. "Itu... itu dulu. Pas aku belum nikah sama Mas Arka."
Raka mendekat. "Terus kenapa nikah sama dia? Karena hamil kan? Biar ada yang tanggung jawab?"
_Plak_
Arka nampol meja. "Jaga mulut kamu."
Satpam udah siap.
Raka diem 3 detik. Terus liat Aira. "Aku cuma mau yang terbaik buat anak kita, Ra. Aku berubah. Aku siap nikahin kamu. Lepasin dia."
Aira geleng. Pegang tangan Arka. "Aku gak mau. Aku cinta Mas Arka."
Raka wajahnya merah. "Kamu nyesel nanti."
Dia pergi. Tapi sebelum pergi dia bisik ke Aira: "Tunggu aja surat dari pengadilan."
*JAM 1 SIANG - RUANGAN ARKA*
Aira nangis di pelukan Arka.
"Mas... gimana? Aku takut anakku diambil."
Arka ngusap punggung Aira. "Tenang. Ada aku."
"Tapi Mas, aku emang pernah mau aborsi. Dulu. Pas sama Raka. Aku takut."
Arka diem. Rahangnya keras. "Dulu. Sekarang beda. Sekarang kamu istri aku. Dan anak itu anak kita."
Dia nelpon pengacaranya. "Pak, urus ini sekarang juga. Saya mau tes DNA. Saya mau bukti."
*JAM 3 SORE - RUMAH SAKIT*
Arka dan Aira tes DNA. Ambil darah.
Dokter: "Hasil 3 hari lagi Pak."
Di mobil pulang, Aira diem.
Arka genggam tangannya. "Kamu kenapa?"
"Takut Mas. Kalau... kalau hasilnya bukan punya Mas gimana?"
Arka berhenti di lampu merah. Dia balik. Genggam dua tangan Aira.
"Denger. Aku nikahin kamu bukan karena anak. Aku nikahin kamu karena kamu. Titik."
Aira nangis lagi. "Makasih Mas."
*JAM 10 MALAM - RUMAH*
Malam ini gak ada yang bisa tidur.
Bu Yati masak bubur. "Makan dulu Nduk."
Aira cuma ngaduk. "Gak nafsu Bu."
Arka duduk di sebelah. "Besok kita ke pengacara. Kita lawan."
Tiba-tiba HP Arka bunyi. Ayah.
"Ark. Berita kamu udah di mana-mana. 'CEO Arka Corp rebut istri orang'. Saham kita turun 4%."
Arka nutup mata. "Aku tau Yah."
"Putusin dia. Atau kamu keluar dari keluarga."
_Klik_ Telpon ditutup.
Arka liat Aira. Matanya merah. "Kamu denger?"
Aira manggut. Air mata jatuh. "Mas... kalau karena aku perusahaan Mas--"
"DIAM," potong Arka. Dia peluk Aira kenceng. "Aku milih kamu. Sekali lagi. Aku milih kamu. Mau bangkrut kek."
Malam itu mereka tidur pelukan. Gak lepas.
*JAM 9 PAGI - HARI KE 2*
Surat dari pengadilan datang.
_Gugatan Hak Asuh Anak. Sidang 2 minggu lagi._
Aira gemetar baca.
Arka langsung sobek surat itu. "Kita hadapin bareng."
Siangnya Raka datang lagi. Ke rumah.
Kali ini sendirian. Bawa bunga.
"Aira," katanya. "Terakhir kali. Balik sama aku. Aku janji nafkahi kamu dan anak."
Aira keluar. Perut 4 bulan udah keliatan.
"Raka. Aku udah move on. Aku bahagia sama Mas Arka. Tolong jangan ganggu."
Raka liat perut Aira. Matanya berkaca. "Itu anak aku, Ra."
"Bukan," kata Aira tegas. "Ini anak Mas Arka. Yang udah jagain aku dari hari pertama."
Raka lempar bunga. "Kamu nyesel."
Dia pergi.
*JAM 8 MALAM - 3 HARI KEMUDIAN*
Hasil DNA keluar.
Arka buka amplop di depan Aira. Tangannya gemetar.
*"HASIL: 99.9% ARKA ADALAH AYAH BIOLOGIS"*
Aira langsung nangis. Peluk Arka.
"Alhamdulillah Mas..."
Arka kecup kepala Aira. Lama. "Tuh kan. Anak kita."
Dia langsung kirim hasil itu ke pengacara. Ke Ayah. Ke semua.
Malamnya dia post di IG perusahaan:
Foto dia pegang perut Aira.
Caption: _Ini istri saya. Ini anak saya. Kami keluarga. Titik._
Saham naik lagi 6% keesokan harinya.
*JAM 11 MALAM - KAMAR*
Arka duduk di lantai. Aira di ranjang.
"Mas," kata Aira. "Makasih udah berjuang buat kita."
Arka nengok. "Bodoh. Aku yang harus makasih. Karena kamu mau pilih aku pas aku gak punya apa-apa."
Dia maju. Duduk di pinggir ranjang. Tangan di perut Aira.
"Halo anak. Papa di sini."
Aira pegang tangan Arka di atas perutnya.
"Mas... aku cinta Mas."
Arka diem 2 detik. Terus bisik: "Aku juga, Aira. Aku cinta kamu."
Pertama kalinya.
Aira nangis. Bahagia.
Arka peluk Aira. Kecup kening. Kecup pipi.
"Kita menang, ya?"
"Iya Mas. Kita menang."
*JAM 12 MALAM - LANJUTAN*
Setelah Arka bilang "Aku juga, Aira. Aku cinta kamu."
Ruangan hening 10 detik. Cuma suara jam dinding.
Aira nangis. Bukan sedih. Tapi lega.
"Ulangi Mas," bisiknya. "Aku mau denger lagi."
Arka ketawa kecil. Malu. CEO dingin jadi malu.
"Aku... cinta kamu, Aira. Dari pertama kamu masakin bubur pas aku demam."
Dia kecup kening Aira. Lama.
Malam itu mereka tidur gak lepas pelukan.
*JAM 8 PAGI - HARI KE 4*
Berita "CEO Arka Corp Akui Hamili Asisten Rumah Tangga" udah viral.
Arka baca semua. Wajahnya datar.
"Tutup HP," kata Aira. "Jangan dibaca."
"Aku harus," jawab Arka. "Biar aku tau siapa musuh kita."
Tiba-tiba HP Bu Ratna bunyi. Video call.
"Ark," suara Bu Ratna panik. "Mama liat berita. Beneran?"
"Iya Bu," kata Arka. "Dan aku bangga."
Bu Ratna diem. Terus... nangis. "Maafin Mama ya. Mama yang nyuruh kamu nikah kontrak."
"Udah Bu," kata Arka lembut. "Sekarang temenin Aira aja."
*JAM 2 SIANG - KANTOR*
Rapat direksi.
"Pak Arka, ini pengaruh ke citra perusahaan," kata direktur.
Arka berdiri. "Itu istri saya. Itu anak saya. Kalau ada yang keberatan, silakan resign."
Tepuk tangan.
*JAM 6 SORE - RUMAH BU RATNA*
Bu Ratna kumpulin keluarga besar. 20 orang.
"Ini Aira. Istri Arka. Cucu saya," katanya lantang.
Paman Arka: "Tapi dia kan asisten rumah tangga."
Bu Ratna berdiri. "Dia yang jagain Arka pas demam 40. Kalian? Dimana?"
Hening.
Bu Ratna narik tangan Aira. "Siapa aja yang hina Aira, berarti hina saya."
Aira nangis. Sungkem. "Makasih Mama."
*JAM 10 MALAM - RAKA NELPON LAGI*
Nomor Raka. Video call.
"Ra," kata Raka. Mabuk. "Terakhir. 1 M. Buat kamu dan anak. Tinggalin dia."
Arka langsung jawab. "Gak usah. Kami gak jual diri."
Raka ketawa. "Oke. Kita ketemu di pengadilan."
_Klik_
Aira gemetar. Arka peluk. "Shhh. Udah."
Malam itu Arka temenin Aira bikin baju bayi. Dia yang gunting. Aira yang jahit. Jelek. Tapi lucu.
*JAM 12 MALAM - KAMAR*
Petir. Aira kebangun.
Arka udah bangun. "Takut?"
Aira manggut.
Arka peluk. "Tidur sini. Di dada aku."
"Aku bahagia. Meskipun berantakan gini," kata Aira.
Arka kecup ubun-ubun. "Aku juga. Karena ada kamu."
*JAM 6 PAGI - HARI KE 5*
Surat baru: _Penundaan sidang. Pihak Raka minta mediasi._
Arka sobek. "Gak usah. Kita ketemu di pengadilan."
Aira pegang tangan Arka. "Mas, aku takut."
"Gak usah takut," kata Arka. "Aku ada. Kita tim. Kamu, aku, dan anak kita."
Arka kecup kening Aira. "Inget. Kita tim."
Di luar, matahari naik. Hari baru. Perang baru.
Tapi kali ini... mereka gak sendiri.
*JAM 9 PAGI - KANTOR PENGACARA*
"Kita punya 3 bukti kuat," kata pengacara. "DNA, surat nikah, saksi."
Keluar dari kantor, hujan.
Arka buka jasnya. Selimutin ke kepala Aira.
"Mas," kata Aira. "Dulu pas sama Raka... aku pernah hampir nyerah."
"Terus?"
"Terus Mas dateng. Nyelametin aku," kata Aira.
Arka genggam tangan Aira. "Aku juga hampir mati rasa. Sampe kamu dateng."
*JAM 8 MALAM - SEBELUM TIDUR*
Arka duduk di lantai. Kepala di pangkuan Aira.
Aira usap rambut Arka.
"Mas capek ya?"
"Capek," jawab Arka jujur. "Tapi tiap pulang... ada kamu."
Aira kecup kening Arka. "Tidur Mas. Aku jagain."
Arka ketiduran di pangkuan Aira.
Aira bisik: "Aku juga cinta Mas. Lebih dari hidupku."
*JAM 1 PAGI - CHAT TERAKHIR*
HP Aira bunyi pelan.
Chat dari nomor baru.
*"Ra. Aku Raka. Aku tau aku salah. Tapi aku gak akan nyerah di pengadilan. Jaga diri baik-baik."*
Aira langsung hapus. Jantung deg-degan.
Dia liat Arka yang masih tidur di pangkuannya.
Aira bisik: "Mas... aku gak butuh siapa-siapa lagi. Cuma Mas."
Arka kayak denger. Dia genggam tangan Aira pas tidur. Kuat.
*JAM 9 PAGI - HARI KE 6 - MAKAM*
Arka, Aira, Bu Yati ke makam. Bawa bunga melati.
Aira jongkok. "Yah... Aira menang, Yah. Aira punya suami yang baik."
Arka ikut jongkok. "Pak. Saya janji. Saya akan jagain Aira dan cucu Bapak. Seumur hidup."
Angin berhembus. Daun jatuh.
Aira senyum. "Itu tanda Ayah setuju ya Mas?"
Arka manggut. Kecup kening Aira. "Iya."
*JAM 1 SIANG - KANTOR*
Natasha dateng lagi. Bawa laptop.
"Ark, aku mau kasih liat ini. Bukti Aira dulu selingkuh."
Arka tutup laptop. "Nat. Keluar."
"Ark!" Natasha teriak. "Dia gak pantas!"
"Yang gak pantas itu kamu," kata Arka dingin. "Yang gak bisa nerima kalau aku bahagia."
Satpam ngusir Natasha.
Arka langsung peluk Aira. "Maaf kamu harus liat itu."
"Gak apa-apa Mas. Yang penting Mas percaya aku."
*JAM 4 SORE - RUMAH*
Bu Ratna dateng bawa 2 koper.
"Aku mau nginep sini seminggu. Jagain kalian."
Malam itu mereka makan bareng. 4 orang.
Bu Ratna cerita masa kecil Arka.
Arka cubit pipi Aira. "Kamu yang cerewet."
*JAM 10 MALAM - RAKA DATANG LAGI*
_Dobrak pintu_
"KELUARIN AIRA!" teriak Raka. Mabuk berat. Bawa batu.
Arka dorong Raka keluar. Berantem di halaman.
Aira lari. Nutupin Arka. "Pukul aku aja!"
Raka buang batu. Duduk. Nangis. "Aku kalah ya?"
"Iya," kata Arka. "Tapi kamu masih bisa menang kalau berhenti nyakitin orang."
Raka pergi. Jalan kaki. Basah kuyup.
Arka gendong Aira masuk. "Kamu gak apa-apa?"
"Gak apa-apa Mas. Aku takut Mas kenapa-kenapa."
Arka nangis. "Bu... aku takut kehilangan mereka."
Bu Ratna peluk dua-duanya. "Udah. Gak akan. Kita jagain bareng."
*JAM 2 PAGI - DI KAMAR*
Aira demam. Karena kehujanan + stress.
Arka panik. Kompres. Kasih obat.
"Ra bangun. Minum dulu."
Aira minum. Terus peluk Arka. "Mas... jangan tinggalin aku."
"Gak akan," kata Arka. "Aku disini. Semaleman."
Jam 5 pagi. Demam turun.
Arka kecup tangan Aira. "Alhamdulillah."
*JAM 8 PAGI - HARI KE 7*
Hasil USG baru. Dokter: "Bayinya sehat. Aktif banget."
Di mobil, Arka berhenti. Turun. Buka pintu Aira. Jongkok.
"Aira. Nikah sama aku beneran ya. Bukan kontrak. Di KUA. Undang semua orang."
Aira nangis. "Iya Mas. Aku mau."
Arka peluk. Di parkiran RS. Gak peduli orang liat.
*JAM 3 SORE - KANTOR AGAMA*
Mereka daftar nikah ulang. Resmi.
Saksi: Bu Ratna, Bu Yati.
Penghulu: "Sah. Arka Mahendra dengan Aira."
Arka pasang cincin ke jari Aira. Nangis.
"Akhirnya. Resmi. Di mata Tuhan."
Aira peluk Arka. "Makasih Mas udah mau sama aku."
*JAM 8 MALAM - RUMAH*
Acara kecil. Makan bareng.
Arka pidato: "Ini istri saya. Resmi. Sah. Dan saya bangga."
Semua tepuk tangan.
Malam itu Arka nulis di buku diary.
_Hari ini aku nikahin perempuan terkuat di dunia._
Dia tunjukin ke Aira.
Aira baca. Nangis. "Mas..."
Arka hapus air mata Aira. "Udah. Jangan nangis. Nanti debay ikut nangis."
Mereka tidur pelukan.
Gelang inisial A di tangan Aira. Cincin di jari.
Di luar, hujan reda.
Di dalam, keluarga baru lahir.
*TAMAT BAB 7*
---
*CATATAN PENULIS* ✍
Bab 7 paling panjang. Isinya: Raka gugat + DNA + ngaku cinta + Raka dobrak rumah + nikah resmi
*RANGKUMAN BAB 7:*
Raka datang bawa pengacara + gugat hak asuh
Hasil DNA 99.9% anak Arka
Arka pertama kali bilang "Aku cinta kamu"
Bu Ratna ngumpulin keluarga belain Aira
Raka nawar 1M + dobrak rumah
Aira demam, Arka jagain
NIKAH RESMI DI KUA
*VOTING BAB 8 WAJIB!!!*
A. *"SIDANG"* \= Sidang hak asuh, Arka belain sampe nangis di depan hakim
B. *"HONEYMOON"* \= Arka ajak Aira ke Bali setelah nikah resmi
C. *"BABY SHOWER"* \= Bu Ratna bikin acara besar
Komen A/B/C + VOTE ⭐ 11K ya! Kalau tembus Bab 8 aku up adegan Arka teriak "DIA ISTRI SAYA" di pengadilan 🔥
Makasih udah baca 6200 kata! Dari konflik sampe nikah resmi 🤍
- _Penulis: Askara Senja_ -
---