NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Sambung Sahabatku

Menjadi Ibu Sambung Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Ibu Pengganti / Pernikahan Kilat / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: AgviRa

Seorang gadis yang terpaksa menikah dengan ayah dari sahabatnya sendiri karena sebuah kesalahpahaman. Apakah dirinya dapat menjalani kehidupannya seperti biasanya atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AgviRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kampus hari pertama

Hari demi hari pun berlalu. Kini hubungan papa Damian dan Azalea semakin mesra dan lengket saja. Mereka sepertinya benar-benar sudah melupakan masalah sebelum-sebelumnya dan fokus dengan masa depan mereka. Dina pun juga sekarang sudah nyaman dengan perannya yang sebagai anak sambung sahabatnya itu. Jika dilihat, mereka adalah keluarga yang bahagia.

Besok adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh Azalea dan Dina, karena besok mereka sudah mulai masuk ke kampus. Papa Damian tak melarang jika Azalea masih ingin meneruskan pendidikannya, justru papa Damian sangat mendukungnya. Apa pun asal itu membuat istri dan anaknya bahagia akan dia dukung.

Hari ini rencana papa Damian akan membelikan mobil untuk istri dan anaknya untuk nanti dipakai mereka kuliah. Sebelumnya juga mereka sudah memiliki SIM untuk berkendara. Papa Damian diam-diam ke dealer mobil dan akan menjadikannya surprise. Setelah memilih dan melakukan pembayaran, papa Damian meminta mobilnya dikirim langsung ke alamat rumahnya. Sedang papa Damian langsung pergi ke kantornya lagi karena masih ada urusan sebentar dengan kliennya.

Di rumah

"Kamu sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk besok, Din?" Tanya Azalea

"Udah dong ma, semangat membara ini loh. Emang mamaku ini enggak ya?" Jawab Dina yang merasa gak sabar dengan hari esok.

"Eya gua mah jangan ditanya. haha." Canda Azalea

Ditengah mereka bercanda tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Karena posisi mereka saat ini memang hanya di ruang tengah jadi mendengar suara ketukan pintu itu. Azalea langsung beranjak dari tempat ia duduk tadi, lalu menuju arah suara ketukan pintu. Pintu pun terbuka.

"Maaf, dengan mbak Azalea dan Dina?" Tanya orang yang sudah mengetuk pintu tadi.

"Iya, saya Azalea, siapa dan ada perlu apa ya?"  Azalea yang merasa tak mengenal orang itu.

"Ini mbak, ada kiriman mobil untuk mbak Azalea dan Dina dari Pak Damian." Jawab orang tersebut.

"Mobil!!" Batin Azalea yang matanya langsung jelalatan ke depan dan kini dia fokus melihat mobil yang sudah terpakir di halaman rumah.

"Tolong tanda tangan di sini mbak, supaya menjadi bukti bahwa mobil telah diterima oleh mbak." Ucap orang tersebut.

Yah, orang itu adalah karyawan dari dealer mobil tempat papa Damian membelinya, karena arah tujuan sama dengan arah tempat tinggalnya jadi, dialah yang mengantar mobil itu.

"Ah iya," Azalea langsung menandatangani surat itu "sudah, terima kasih." Ucap Azalea

Setelah menandatangani surat tanda terima tadi, si pengirim mobil langsung pamit pergi.

"Siapa, Zaa?" Belum juga Azalea masuk tiba-tiba suara Dina mengagetkannya.

"Eh, Astagfirullah, kamu ini ngagetin aja." Azalea mengelus dadanya

"Ya abis lama gak masuk atau gimana cuma diem aja." Dina yang memang penasaran dengan siapa yang bertamu tadi makanya langsung menyusul keluar.

"Tadi itu orang ngirim mobil. Itu tuh lihat, papa kamu beliin kita mobil." Ucap Azalea

"Wah, papa beliin mobil. Kita bisa gantian nyetir nih Zaa." Ucap Dina seneng yang dibalas anggukan oleh Azalea.

"Ya udah yuk kita masuk." Ajak Azalea.

Mereka pun masuk dan melanjutkan aktivitasnya tadi.

"Zaa, bosen nih, nonton drakor aja yuk, kamu nih selama jadi mamaku mulai kalem aja diem bae." Ucap Dina pada Azalea yang memang sikap Azalea sedikit lurus tak seperti dulu.

"Hum, masak sih, Din? Perasaan sama aja deh? Tapi, apa iya ya?" Azalea sendiri terlihat mempertanyakan perubahannya.

Dina yang mendengar ucapan Azalea hanya melirinya kesal.

Malam pun tiba, setelah acara makan malam, mereka berkumpul di ruang tengah seperti biasanya. Kebiasaan ini mereka lakukan agar keluarga terasa hangat. Entah itu obrolan santai maupun serius, mereka selalu meluangkan waktu untuk berkumpul bersama. Azalea pun memulai obrolan.

"Mas, terima kasih untuk mobilnya ya?" Ucap Azalea.

"Iya Pa, makasih ya." Sambung Dina.

"Papa tidak tahu, seperti apa yang kalian suka. Jadi, kalau nanti kalian tidak suka bisa papa tukarkan." Ucap papa Damian.

"Enggak kok mas, kita suka. Iya kan, Din?" Ucap Azalea yang dibalas dengan anggukan oleh Dina.

Inilah yang papa Damian sukai dari mereka berdua, selalu menerima. Di sana mereka ngobrol ngalor ngidul sampai jam menunjukkan pukul 21.30 WIB. Karena besok pagi mereka bertiga akan sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Jadi, mereka langsung menuju kamar mereka untuk istirahat.

Sesampainya di kamar.

"Sayang, ini untukmu. Mas tahu kamu lebih berada dari mas. Tolong maafkan mas, hanya ini yang bisa mas beri untukmu, tapi mas pastikan kebutuhanmu tak akan kekurangan sedikit pun dan, maaf mas baru sekarang memberikan ini untukmu." Ucap papa Damian dengan memberikan kartu Visa berwarna putih.

"Mas, ini." Azalea kaget dengan apa yang diberikan oleh suaminya.

"Tolong diterima sayang. Jika, kamu membutuhkan apapun tolong pergunakan kartu ini, kamu adalah tanggungjawab mas. Lalu milikmu, sebaiknya kamu simpan dan kamu tabung." Ucap papa Damian.

"Terima kasih, mas." Ucap Azalea yang langsung memeluk suaminya. Papa Damian pun membalas pelukan istrinya.

Bukan Azalea tak mengerti maksud suaminya. Azalea memang lebih kaya dibanding papa Damian. Apapun yang Azalea ingin kan adalah hal kecil baginya.Namun, sekarang dia adalah seorang istri yang harus mentaati suami. Azalea tak mau menjadi istri pembangkang ataupun durhaka. Azalea selalu berdo'a supaya keluarganya selalu diberi kerukunan dan kedamaian. Dan semua itu atas ijin Allah SWT.

Keesokan paginya mereka bertiga sudah siap. Papa Damian meminta istri dan anaknya supaya hari pertama mereka masuk, papa Damian yang mengantarnya. Hanya dengan menempuh 20 menit mereka sampai di Universitas AX.

Sebelum turun dari mobil, Azalea dan Dina berpamitan dan menyalami lalu mencium punggung tangan papa Damian.

Karena ini hari pertama bagi mereka, mereka sedikit kebingungan mencari gedung yang nantinya akan menjadi kelas mereka. Karena mereka takut nyasar, mereka memutuskan untuk bertanya. Tak jauh dari mereka berdiri sekarang, terlihat ada 3 orang wanita sedang mengobrol. Sepertinya itu senior mereka. Gegas Azalea dan Dina menghampiri mereka.

"Permisi, maaf ka, mau numpang tanya. Gedung Manajemen Bisnis disebelah mana ya?" Tanya Dina sopan.

Ketiga wanita yang sedang mengobrol tadi terlihat sinis melihat Azalea dan Dina.

Azalea memincingkan mata ketika melihat gerak gerik mereka.

"Kalian anak baru ya?" Tanya salah satu wanita tersebut yang bernama Lusi.

"Iya ka, makanya kita masih bingung." Ucap Azalea.

"Oh, pantes aja. Kalau begitu kalian bersujud dulu di kaki gue." Jawab wanita yang bernama Amel dan langsung diikuti dengan gelak tawa oleh kedua temannya.

Sepertinya Amel ini yang lebih mendominan dari kedua temannya.

"Maaf ka, urusannya bersujud sama pertanyaan saya apa ya?" Tanya Dina dengan sedikit tak mengerti dengan maksud mereka.

"Iya kalian harus bersujud dulu kalau kalian mau dapet jawaban dari gue." Ucap Amel.

"Lebih baik kami tak mendapat jawaban dari kalian daripada harga diri kita diinjak-injak. Memangnya siapa kalian, kita harus bersujud di kaki kamu kamu pada?" Ucap Azalea dengan sedikit mengeluarkan emosinya.

"Kamu mau tau siapa gue? Yakin loe mau tau siapa gue? Loe gue depak dari sini dari sekarang aja gue bisa." Ucap Amel sombong.

"Udah sih Zaa, lebih baik kita pergi aja dari sini." Ajak Dina yang malas dengan orang seperti Amel yang selalu mengandalkan kekuasaan.

Sebenarnya mereka dari tadi diperhatikan seseorang. Dilihatnya situasi makin memanas, gegas dia menghampiri wanita-wanita tersebut.

"Kalian anak baru? Ambil jurusan apa?" Tanya seorang laki-laki bernama Alex.

"MB, ka." Jawab singkat Dina

"Ayo ikut gue. Gue anter. Kita juga sejalur." Ucap Alex.

Azalea dan Dina pun mengangguk dan mengikuti Alex. Mereka bertiga pun pergi meninggalkan ketiga wanita sok berkuasa tadi.

Sedang wanita yang bernama Amel mendengus kesal. Karena laki-laki idamannya malah menolong anak baru itu dan mengabaikan dia. Jangankan menyapa, melirik pun tidak.

Alex pun mengantarkan kan Azalea dan Dina ke kelas mereka.

"Siapa nama kalian? Kenalin nama gue Alexander Mahardika. Panggil aja Alex." Alex memperkenalkan diri.

"Saya Dina dan ini sahabat saya namanya Zaazaa." Jawab Dina yang yang juga memperkenalkan diri.

Azalea sedari tadi hanya diam karena dirasa sudah ada Dina yang mewakili bersuara.

Tiba-tiba, dua orang laki-laki datang menghampiri mereka.

"Woy, bro, loe kenapa tadi gak nungguin kita di Parkiran? Gue kira loe belum berangkat. Iya kan Ger?" Ucap Aldo salah satu teman Alex.

"Yo i." Jawab singkat Gery.

"Ehh,, ada cewek cantik. Siapa namanya neng? Kenalin, nama Abang Gery Sutedjo. Anak paling kece anti badai di sini." Ucap Gery yang menyadari ada dua wanita di sebelah mereka.

"Ah Loe, ada cewek bening dikit aja loe gercep amat." Ucap Aldo.

Mereka pun tertawa bareng. Mereka pun akhirnya saling berkenalan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!