NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 4 - Kokok Saat Malam

Malam perlahan turun menyelimuti Puncak Awan Pengembara.

Kabut dingin bergerak pelan di antara lereng gunung sementara lentera-lentera merah mulai menyala di sepanjang jalan setapak pegunungan. Dari kejauhan terdengar suara murid luar yang masih sibuk mengangkut kayu bakar dan membersihkan dapur utama sebelum malam semakin larut. Aroma daging spiritual panggang bercampur dengan bau rumput basah memenuhi udara dingin pegunungan.

Namun dibanding hari-hari sebelumnya, suasana Puncak Awan Pengembara malam itu terasa jauh lebih aneh.

Rumor mengenai hilangnya ayam spiritual mulai menyebar semakin luas dan membuat banyak murid luar menjadi gelisah. Bahkan beberapa kandang kini dijaga bergantian pada malam hari karena tidak ada seorang pun yang ingin bertanggung jawab jika ayam spiritual kembali menghilang.

Bagaimanapun, ayam-ayam itu bukan unggas biasa. Sebagian besar ayam spiritual di Puncak Awan Pengembara dibesarkan menggunakan energi spiritual murni dan tanaman herbal tingkat rendah. Dagingnya sangat berharga bagi kultivator tahap awal karena dapat memperkuat tubuh dan membantu penyerapan energi spiritual. Seekor ayam spiritual dewasa bahkan bisa ditukar dengan beberapa batu spiritual tingkat rendah.

Karena itulah, hilangnya puluhan ayam dalam beberapa hari terakhir membuat para tetua Puncak Awan Pengembara mulai murka.

“Aku bersumpah tadi malam aku benar-benar melihat bayangan hitam sebesar manusia di dekat kandang barat.”

Seorang murid luar berkata dengan wajah pucat sambil duduk di dekat api unggun.

“Kau terlalu banyak minum arak.”

“Aku serius! Matanya merah!”

Beberapa murid lain langsung saling berpandangan dengan ekspresi tidak nyaman.

Di sisi lain, Bai Fengxuan hanya duduk diam sambil memegang tusuk daging panggang di tangannya. Cahaya api unggun memantul di wajah mudanya sementara angin malam meniup rambut hitam pendeknya perlahan.

Xu Liang duduk di sebelahnya sambil menelan ludah.

“Menurutmu benar ada hantu ayam?”

“Kalau benar ada hantu ayam,” jawab Bai Fengxuan datar, “aku akan memanggangnya.”

Xu Liang langsung terdiam.

Namun meskipun mulutnya berkata seperti itu, Bai Fengxuan sebenarnya juga mulai merasa ada sesuatu yang aneh. Hilangnya ayam spiritual terlalu bersih dan tidak meninggalkan jejak apa pun.

Yang paling aneh, array penjaga kandang tidak pernah bereaksi sedikit pun. Itu sama sekali tidak masuk akal.

Angin malam bertiup semakin dingin sementara kabut mulai turun menutupi sebagian besar lembah pegunungan.

Setelah para murid luar mulai kembali ke tempat tinggal masing-masing, Bai Fengxuan juga berdiri sambil membawa lentera minyak menuju kandang timur.

Malam ini giliran dirinya menjaga kandang.

Suara serangga malam bergema samar di antara rerumputan basah sementara puluhan ayam spiritual merah terlihat tidur bergerombol di dalam kandang kayu besar.

Bai Fengxuan duduk di atas pagar sambil menopang dagunya.

“Kalau benar ada pencuri…” gumamnya pelan, “aku ingin tahu bagaimana dia melewati array penjaga.”

Tatapannya perlahan menyapu seluruh area kandang. Array penjaga Puncak Awan Pengembara memang bukan formasi tingkat tinggi, namun tetap mustahil bagi hewan biasa untuk masuk tanpa memicu alarm spiritual.

Kecuali sesuatu itu memang bukan hewan biasa.

Pikiran Bai Fengxuan mulai bergerak liar membayangkan berbagai kemungkinan. Namun sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, suara langkah kaki kecil tiba-tiba terdengar dari belakangnya.

“Kau benar-benar berjaga di sini?”

Bai Fengxuan menoleh dan langsung membeku. Gadis berpakaian hijau itu berdiri beberapa langkah di belakangnya sambil membawa lentera kecil di tangan. Cahaya kuning redup menerangi wajahnya yang lembut sementara kabut malam bergerak perlahan di sekitar tubuhnya.

Wajah Bai Fengxuan langsung menghitam.

“Kau lagi…”

Gadis itu terkekeh kecil lalu duduk di samping pagar kayu dengan santai. “Aku dengar ada hantu ayam.”

“Dan kau datang kesini?”

“Aku penasaran.”

Bai Fengxuan menatap gadis itu beberapa saat sebelum akhirnya menghela napas pendek. Entah kenapa gadis ini selalu muncul di saat-saat aneh.

“Apa kau tidak takut?”

“Takut pada ayam?” Gadis itu tersenyum kecil. “Tidak.”

Kabut malam bergerak perlahan di sekitar kandang sementara suara kokok ayam terdengar samar dari dalam pagar kayu. Untuk beberapa saat suasana menjadi cukup tenang.

Namun tepat ketika Bai Fengxuan mulai sedikit lengah, seluruh ayam spiritual di dalam kandang tiba-tiba gelisah.

KOKOKK!!

Puluhan ayam merah berdiri bersamaan sambil mengepakkan sayap mereka dengan panik. Tatapan Bai Fengxuan langsung berubah tajam.

“Ada sesuatu…”

Angin dingin tiba-tiba bertiup melewati kandang dan membuat lentera minyak bergoyang keras. Xu Liang pernah berkata bahwa beberapa murid mendengar kokok aneh di malam hari. Dan sekarang Bai Fengxuan mendengarnya sendiri.

KOKOKKkkkk…

Suara melengking serak bergema dari balik kabut pegunungan. Nada suaranya panjang dan aneh seperti jeritan manusia yang dipaksa meniru suara ayam.

Bulu kuduk Bai Fengxuan langsung berdiri.

Gadis berpakaian hijau di sampingnya juga perlahan mengernyit.

“Suara apa itu…”

Kabut di depan kandang perlahan bergerak. Sesosok bayangan hitam mulai muncul samar di antara pepohonan.

Tubuhnya membungkuk seperti manusia, namun kepalanya bergerak menyentak-nyentak dengan aneh. Dari balik kabut terlihat sepasang mata merah redup menatap langsung ke arah kandang ayam spiritual.

Suasana malam mendadak berubah dingin. Ayam-ayam spiritual di dalam kandang mulai menjerit panik dan berhamburan ke segala arah.

Bai Fengxuan perlahan berdiri sambil menggenggam lentera minyaknya erat. Untuk pertama kalinya sejak datang ke Puncak Awan Pengembara, ia benar-benar merasa sesuatu yang tidak normal sedang mengawasinya dari balik kabut malam pegunungan.

Bayangan hitam itu perlahan bergerak maju dan langkahnya terdengar aneh.

Dep…

Dep…

Dep…

Suara langkah kakinya berat seperti menyeret sesuatu di atas tanah basah. Semakin dekat sosok itu datang, semakin kuat pula bau anyir yang memenuhi udara.

Bai Fengxuan tanpa sadar mengerutkan dahi.

“Ini… bau darah?”

Kabut malam tersibak perlahan. Dan untuk sesaat, Bai Fengxuan akhirnya dapat melihat bentuk sosok itu dengan lebih jelas.

Tubuhnya kurus dan membungkuk dengan jubah hitam compang-camping yang dipenuhi lumpur. Rambut panjangnya menutupi sebagian besar wajahnya sementara kedua tangannya menggantung tidak wajar seperti mayat yang baru bangkit dari kubur.

Namun yang paling mengerikan di tangan sosok itu tergenggam seekor ayam spiritual yang sudah mati setengah dimakan.Darah segar menetes perlahan ke tanah.

KOKOKKkkkk…

Suara melengking itu kembali terdengar. Namun kali ini Bai Fengxuan menyadari sesuatu. Suara itu bukan berasal dari mulut makhluk itu melainkan dari dalam tenggorokannya.

Gadis berpakaian hijau di samping Bai Fengxuan perlahan memucat.

“Makhluk apa itu…”

Tatapan Bai Fengxuan menjadi semakin serius. Instingnya mengatakan bahwa benda di depan mereka bukan manusia biasa. Namun sebelum ia sempat bergerak—

sosok itu tiba-tiba berhenti.

Kepalanya perlahan terangkat. Sepasang mata merah gelap muncul dari balik rambut kusutnya dan menatap langsung ke arah Bai Fengxuan.

Hening sesaat memenuhi lembah pegunungan.

Lalu— makhluk itu tersenyum. Senyumnya sangat lebar hingga hampir merobek kedua sisi wajahnya.

KOKOKKKKKK!!!

Jeritan melengking langsung mengguncang seluruh kandang dan dalam sekejap sosok hitam itu melesat ke arah Bai Fengxuan dengan kecepatan yang sama sekali tidak seharusnya dimiliki manusia biasa.

1
tariii
atau hpku yg error..?? 😂😂😂
tariii
ada notif up tapi ga ada.. 🤭🤭🤭
awan irwan
cukup bagus dan menarik
Marthen
tetap ketahuan sama zhso yuan apa lagi gadis pendiam Qing Rou...dan itu akan menjadi rahasia mereka masing-masing.. adik bai harus secepatx menenukan teknik menutupi aura yg sebenarx.....
ok Lanjut bagi hasiL Panen....dan unduj afik Bai sukses dgn teknik pedang tak terlihat yg akan menjadi senjata andaLan untuk jarak yg sangat dekat dgn Lawan....
tariii
masih menyembunyikan kekuatan yg sebenarnya.. 👍👍👍
awan irwan
hanya Han gu yang memahami adik bai😄
tariii
bocah 10 th udah punya jurus aja..😍👍
tariii
weehhh... bisa ketemu lagi...😂😂😂
tariii
kereeeenn.... sudah level 4...👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!