"Kau tidak punya pilihan lain selain menikah dengan ku Embun."ucap Alfaro.
Sementara gadis yang kini tengah menundukkan kepalanya itu tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Hanya karena satu peristiwa yang terjadi di malam kelahirannya gadis itu harus terjebak bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Alfaro menarik tangan Embun dengan kasar dan dia menatap tajam wanita cantik yang sudah membuat dia merasa tidak dihargai.
"Embun aku sudah berusaha untuk memperbaiki semuanya tapi kamu justru menolak kehadiran ku diantara kalian bertiga. Ingat Embun kamu akan menyesali penolakan ini nantinya."ucap Alfaro yang kini menerobos masuk kedalam kamar anak-anaknya.
"Apa yang kamu lakukan Al berhenti jangan sampai kamu menyakiti mereka."ucap Embun.
Namun Alfaro terus berjalan dan tidak menghiraukan keberadaan Embun saat ini, tujuannya adalah membawa anak-anaknya bersama nya seperti rencana awal saat dia masih menikah kontrak dengan Embun dulu.
"Manna tolong kami."ucap kedua anak nya yang kini Alfaro gendong secara paksa dan dia pergi tanpa menghiraukan keadaan mereka yang ketakutan dan kini dibawa pulang oleh Alfaro menuju rumah lama mereka.
"Al aku mohon angkat, kembalikan mereka aku mohon."ucap Embun yang kini hanya bisa menangis sesenggukan sambil mencoba untuk menghubungi Alfaro.
Namun seberapa banyak pun panggilan tersebut tidak pernah dihiraukan oleh Alfaro yang kini tengah menunjukkan identitas nya terhadap anak-anak nya yang sedari tadi menangis sesenggukan sambil bertanya-tanya siapa dia kenapa menculik mereka.
Tapi foto kebersamaan Embun dan dirinya mampu membungkam kedua nya.
"Kalian masih meragukan daddy nak, daddy adalah ayah biologis kalian."ucap Alfaro yang akhirnya membuat mereka percaya padanya.
"Tapi daddy kami adalah daddy Hugo."ucap Dilara.
"Ya Dilara benar daddy Hugo adalah daddy kami."ucap Damian.
"Baiklah nak baik, kalian anak yang cerdas bukan sekarang perlihatkan foto Hugo dan coba kalian sandingkan dengan foto daddy lalu kalian lihat yang mana yang lebih mirip kalian berdua."ucap Alfaro yang berbicara dengan selembut dan setenang mungkin agar keduanya tidak takut padahal Alfaro sudah ingin meledak rasanya karena Embun benar-benar tidak pernah sekalipun mengakui dirinya di depan anak-anak nya dengan cara memberitahu bahwa ia adalah ayah mereka.
Saat ini ketiganya sedang berada di dalam kamar utama yang merupakan kamar Alfaro dan Embun saat mereka masih bersama.
Alfaro masih duduk di sofa sementara kedua anaknya kini tengah membandingkan Hugo dengan Alfaro yang nyatanya lebih mirip dengan mereka berdua.
"Al apa yang kamu lakukan, jangan sakiti mereka dengan memberitahu mereka bahwa kamu adalah daddy mereka. Mereka akan sakit hati saat mereka tau bahwa mereka lahir dari pernikahan yang tidak sah karena kamu tidak mungkin menikahi ku karena perbedaan kasta diantara kita. Dan lagi mereka akan sakit hati saat tau bahwa mereka memiliki saudara lain dari ibu yang lain cukup Hugo saja yang menjadi ayah mereka agar mereka tidak tersakiti kenapa kamu lakukan ini Al apa kamu belum puas menyakiti kami kenapa kamu tidak bunuh saja kami bertiga."ucap Embun yang kini berada di hadapan Alfaro dalam posisi begitu dekat karena embun tidak mau mereka mendengar perkataan nya.
Alfaro hanya tersenyum melihat ketakutan di mata Embun saat ini, hingga saat anak-anak berbalik lalu berkata."Anda yang lebih mirip dengan kami uncle, Mama."ucap mereka kompak diakhir kalimatnya saat melihat sang Mama terduduk di lantai dan terlihat lemas.
Air mata Embun terus bercucuran benteng yang selama ini ia bangun dengan susah payah untuk melindungi anaknya ternyata runtuh begitu saja karena fakta membuktikan bahwa wajah mereka tidak sedikit pun berbeda bahkan seolah seperti foto copy dari Alfaro.
"Sekarang kamu pasti senang bukan, semua sudah hancur, baiklah jika kamu ingin mengambil semua nya dariku ambil saja termasuk boutique itu, tapi aku mohon biarkan kami kembali ke luar negeri sebelum mereka tau lebih dalam lagi."ucap Embun.
"Babe, aku hanya ingin pengakuan itu saja, aku tidak ingin merebut mereka darimu jika saja kamu tidak membuat mereka melupakan ku sebagai ayah mereka."ucap Alfaro.
Sementara anak-anak kini bangkit dari ranjang, dan langsung menghampiri keduanya lalu memanggil Alfaro."Daddy."kata itu terucap bersamaan dengan Embun yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai.
Dia tidak kuat mendengar itu karena nyatanya kehancuran mereka akan dimulai, bukan tidak mungkin sebentar lagi mereka akan tahu bahwa mereka terlahir dari wanita yang tidak pernah diharapkan kehadirannya di dalam keluarga.
Alfaro yang tadinya hendak memeluk kedua anaknya, langsung meraih Embun dan membawa nya ke atas ranjang empuk milik mereka dulu.
"Tunggu disini sayang daddy panggil dokter dulu."ucap Alfaro.
"Mama bangun mam, mama kenapa?"ucap keduanya yang mulai panik.
"Tidak apa-apa sayang, Mama hanya pingsan karena kelelahan setelah mencari kalian kemari."ucap Alfaro mencoba menenangkan anak-anaknya.
Alfaro pun langsung bergegas mengambil ponselnya dan menghubungi dokter untuk memintanya memeriksa Embun.
Setelah itu Alfaro pun langsung menenangkan anak-anaknya yang kini tengah menangis karena Embun tidak kunjung bangun saat mereka menggerak-gerakkan tangan ibunya itu.
"Sayang kalian berdua tenang ya semua akan baik-baik saja mommy akan segera bangun."ucap Alfaro yang kini mengendong keduanya.
"Tenang ya, sebentar lagi dokter akan datang."ucap Alfaro yang akhirnya mampu menenangkan mereka setelah dokter datang dan memeriksa Embun yang kini masih ditangani oleh dokter.
"Beliau hanya mengalami shock dan juga sepertinya dia belum makan jadi asam lambung nya lumayan parah."ucap sang dokter.
"Terimakasih dokter, anda boleh pergi."ucap Alfaro.
"Sama-sama tuan saya pamit pulang dulu."ucap sang dokter.
"Baiklah babe istirahat lah, besok kita akan pergi jauh bersama dengan putra putri kita."ucap Alfaro.
"Sayang daddy kalian berdua bobo di kamar kalian dulu ya, biar daddy jagain mommy."ucap Alfaro yang dibalas anggukan kepala oleh keduanya yang masih terlihat sangat khawatir terhadap sang Mama.
"Alfaro pun langsung mengantar kedua anaknya itu menuju kamar sebelah yang sudah ia siapkan beberapa hari yang lalu, setelah memastikan kedua putranya tidur dengan baik dia pun kembali ke dalam kamar pribadinya yang kini ditempati oleh sang istri.
"Babe bangun lah ini adalah malam pertama kita setelah pernikahan resmi seperti yang kamu minta dulu."ucap Alfaro.
Embun yang sudah sadar sejak tadi pun akhirnya membuka mata."Syukurlah kamu sudah sadar babe, aku sangat merindukan mu I love you babe, love you more."ucap Alfaro yang kini mendekat dan hendak meraup bibir istrinya itu tapi kemudian Embun langsung menghindar.
"Came on babe I want you, I miss you my dear."ucap Alfaro yang akhirnya memaksa Embun untuk menyatukan bibir mereka dan itu tidak bisa Embun hindari lagi karena Alfaro tidak memberikan dia lolos lagi.
...🪵🪵🪵...
Hingga akhirnya percintaan paksa itu kembali terjadi, dan lagi-lagi Alfaro menanam benih nya di dalam rahim wanita cantik yang kini masih menitikkan air mata nya itu.
"Oh ayolah babe jangan menangis lagi please."ucap Alfaro yang kini mengecup perut bawah Embun.
"Semoga adik mereka cepat tumbuh di sini babe agar kita bisa menjadi keluarga besar kelak dan kamu tidak akan pernah kesepian lagi."ucap Alfaro.
"Tidak Al, aku bahkan gagal untuk melindungi anak-anak dari kejamnya dunia yang akan mereka lewati nanti."ucap Embun.
"Babe percayalah apa yang terjadi padamu dulu tidak akan pernah terjadi pada anak kita, selama aku masih hidup."ucap Embun.
"Tapi kamu sendiri bahkan tidak bisa mengambil keputusan tegas untuk mengakui keberadaan kami sejak dulu apalagi sekarang."ucap Embun.
"Perlukah kita mengadakan konferensi pers untuk mengungkapkan semuanya, jika begitu aku akan segera menyiapkan semuanya."ucap Alfaro yang kini kembali mengungkung tubuh Embun yang masih polos itu di balik selimut tebal itu.
"Al aku mohon jangan lakukan lagi aku tidak menggunakan pengaman apapun lagi, aku takut akan menjadi penyakit nantinya."ucap Embun.
"Babe aku sehat dan tidak akan ada masalah apapun nantinya lagipula aku pun jarang menyentuh nya, hanya sesekali saat aku mencari pelampiasan atas rindu ku padamu."ucap Alfaro jujur.
Alfaro pun langsung tancap gas karena memang gairah yang dulu pernah ada kini telah kembali.
"I love you babe."ucap Alfaro yang kini meraup bibir Embun kembali kali ini dia mendapatkan balasan dari wanita yang sangat ia cintai itu.
Dan percintaan kedua itu menjadi percintaan panas yang akhirnya membuat Alfaro sangat puas dan rasa rindu nya itu terbalas kan dengan balasan yang Embun berikan.
Waktu terus berputar, tidak terasa pagi sudah menyapa.
Mereka yang tidur di pagi dini hari dengan berpelukan sampai saat ini embun masih terlelap dalam dekapan Alfaro.
Embun terlihat sangat nyenyak hingga Alfaro tidak tega membangunkannya bahkan dia tidak bergerak sama sekali karena tidak ingin membangunkan wanita yang sangat ia cintai meskipun saat ini dia begitu merindukan kedua anak nya yang mungkin kini sudah bangun dan diurus oleh baby sitter nya.
Alfaro benar-benar merasa bahagia karena anaknya sudah mengakui dirinya sebagai seorang ayah, karena selama ini Alvino putranya tidak sedekat itu padanya.
Putranya dari Almira lebih memilih gadget nya daripada bermanja pada nya, mungkin karena faktor kesibukan juga yang membuat dia tidak terlalu dekat dengan putranya itu tapi biasanya anak akan sangat merindukan ayahnya disaat mereka jarang bertemu, tapi tidak dengan Alvino.
Sudah pukul delapan pagi dan Embun tidak kunjung membuka mata, Alfaro pun akhirnya terpaksa bangkit dari ranjang secara perlahan sampai saat dia berhasil turun dari ranjang dan bergegas menuju kamar mandi Embun pun tidak bergerak sama sekali.
Dia benar-benar terlihat sangat kelelahan setelah percintaan panas mereka yang sudah berulang kali menuju puncak.
Sementara Alfaro yang kini tersenyum bahagia dibawah guyuran air shower dari head shower itu, tengah mengelus pisang tanduk nya yang kini kembali berdiri saat dia mengingat kembali percintaan tersebut.
"Kau harus sabar junior, saat ini ratu kita telah kembali ke sisi kita."ucap nya lirih sambil berusaha menidurkan kembali ular piton yang menginginkan goa nya itu.
Alfaro yang baru selesai mandi kini terlihat tampan dan fresh dengan rambut nya yang kelimis dan juga tubuh bagian atas nya yang masih basah dengan tetesan air membuat Embun menelan ludah nya dengan susah payah.
Sama halnya dengan Alfaro Embun pun tanpa sadar tengah menginginkan percintaan itu diulang kembali tapi mengingat ada banyak hal yang harus ia urus jadinya Embun pun bangkit dari ranjang dan berjalan dengan lilitan selimut di tubuhnya itu.
Alfaro pun tersenyum manis dan menyapa istrinya dengan memberikan kecupan selamat pagi meskipun Embun sedikit menghindar karena dia merasa insecure saat melihat suaminya yang sudah mandi tersebut.
Embun pun bergegas mandi dengan cepat karena dia teringat anak-anak nya yang biasanya menunggu dirinya untuk mandi dan berganti pakaian atau pun sarapan pagi karena Embun tidak pernah membebankan hal itu pada pengasuh mereka.
Embun yang sudah selesai mandi dia langsung bergegas menuju walk-in closed dimana saat ini Alfaro sedang menunggu dirinya setelah ia menggunakan pakaian santai nya itu.
"Babe aku sudah siapkan semua untuk mu, entah cocok atau tidak kamu pilih saja yang tidak cocok bisa ku kembalikan pada desainer nya untuk dijual lagi.
"Yank ini semua."ucap Embun yang terhenti kala melihat pakaian yang diproduksi oleh perusahan besar milik Alfaro dimana disana bukan hanya satu atau dua desainer hebat yang bekerja menciptakan pakaian dibawah naungan perusahan besar milik Alfaro.
"Ya babe, aku tidak tahu mana yang kamu suka jadi aku bawa masing-masing satu dari salah satu boutique untuk mu."ucap Alfaro.
Embun langsung memilih pakaian tersebut untuk ia kenakan terlebih dahulu sebagian besar lainnya akan ia kembalikan bukan karena tidak cocok dengan selera nya, tapi dia tidak ingin suaminya bangkrut hanya karena membelikan dia baju dengan harga yang fantastis untuk satu lemari penuh, dan disana terdapat empat lemari berukuran besar bisa dibayangkan berapa uang yang Alfaro keluarkan saat ini.
"Babe kenapa hanya dress itu saja yang kamu ambil diantara banyak nya pilihan yang ada?"tanya Alfaro.
"Aku hanya butuh satu baju saja untuk aku kenakan sekarang selebihnya tolong kembalikan Al, aku masih punya banyak pakaian yang belum aku kenakan di rumah ku aku tidak suka mubazir."ucap Embun yang akhirnya diangguki oleh Alfaro karena dia tidak ingin istrinya itu marah.
"Baiklah aku akan meminta asisten ku untuk mengembalikan semua ini, tapi honey yakin tidak ada yang kamu sukai dari semua ini?"ujar Alfaro yang kini kembali mencoba meyakinkan Embun.
"Ada beberapa tapi aku bisa beli itu nanti."ucap Embun.
"Ya sudah kamu bisa ambil yang kamu suka di boutique manapun itu, karena kamu juga pemilik semua itu."ucap Alfaro tulus.
Alfaro pun langsung bergegas menghubungi asisten pribadinya setelah melihat istrinya selesai menggunakan dress yang kini pas di tubuh ramping yang pada berisi itu.
"Babe kamu itu semakin terlihat sangat sexy."ucap Alfaro yang membuat Embun hanya tersenyum kecil.
Kini keduanya berjalan sambil berangkulan menuju kamar putra-putri mereka di kamar nya.
Dan benar saja Embun melihat keduanya menunggu kehadiran nya, dan Alfaro.
ajaran dari mana itu ????????